dihianati suami dan adiknya, dan menjadi tameng bagi kebebrokan perilaku kedua orang terdekatnya. Afifah memutuskan untuk bercerai.
dah, gitu aja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 20 - Tawaran Raka
"Begini, saat kamu masuk ke bangunan itu. Pasti calon mantan suami tidak sendiri. Saya sangat yakin dia bersama selingkuhannya. Akan sangat menyebalkan jika kamu hanya sendiri. Setidaknya, kamu tidak terlihat terpuruk jika menggandeng tangan ini."
Afifah masih terdiam, ia tak tau apakah bijak menerima tawaran dari Raka itu. Tapi, apa yang bosnya itu sampaikan tidak sepenuhnya salah.
"Bagaimana? Menerima tawaran saya?"
Afifah terdiam. Di luar dugaan Raka tahu banyak penyebab perceraiannya. Sudah bisa di pastikan itu dari Yuyun, siapa lagi? Karena hanya pada Yuyunlah Afifah bercerita.
"Tidak perlu repot, Pak. Saya bisa pergi sendiri," tegas Afifah menolak.
Raka menggenggam tangan Afifah. Wanita itu langsung memberi tatapan tak suka.
"Kata orang, suasana hati seseorang bisa mempengaruhi kinerja seseorang itu sendiri. Dan saya percaya itu, saya juga melihat itu padamu. Saya tidak mau kedepannya, kinerja mu menurun karena suasana hatimu buruk hari ini." Ujar Raka memberi alasan kenapa ia menawarkan diri sebagai pasangan Afifah di depan calon mantan suami Afifah nanti.
"Maksudnya ... Pak Raka ingin mengaku-ngaku menjadi pacar baru saya?" tanya Afifah.
"Hanya untuk membuat mantan suamimu kesal saja. Bagaimana? Ini bukan ide yang buruk, kan?" celetuk Raka.
Afifah terdiam sejenak dan mencoba mempertimbangkan baik-baik tawaran dari Raka. "Bapak ingin menjadi pacar pura-pura saya?"
"Memangnya kenapa? Saya tidak keberatan. Kamu keberatan, ya? Saya tidak membuatmu malu, kan?"
Bagaimana mungkin pria tampan dan mapan seperti Raka akan membuat Afifah malu? Semua wanita yang dekat dengan Raka pasti akan bangga mengenalkan pria itu sebagai pasangan.
"M-malu kenapa? Justru saya yang memalukan jika harus dikenalkan sebagai pasangan," tukas Afifah.
"Kalau begitu, kamu setuju, kan?"
Akhirnya Afifah pun setuju dan menggandeng Raka ke persidangan sebagai pasangan. Di gedung pengadilan Afifah bertemu dengan Arga dan putri. Seperti yang Raka katakan sebelumnya, mereka terlihat sangat terkejut dirinya membawa seorang pria disisi. Namun, Arga dengan cepat menguasai diri.
Arga memang terlihat menawan dari biasanya, meski masih kalah dari Raka. Tentu saja karena putri sangat modis dan memperhatikan penampilan Arga.
Meskipun kehidupan mantan suami Afifah itu sebenarnya tengah amburadul, tapi Arga dan Putri masih berusaha tampil menawan untuk menutupi kebobrokan hidup mereka di depan Afifah.
Afifah sudah terbiasa melihat Arga dan Putri. Wanita itu tak sedikitpun merasakan sakit saat melihat pasangan laknat itu.
"Belum juga resmi bercerai, tapi sudah berani membawa pria baru!" sinis Arga pada Afifah.
"Kamu juga berani membawa selingkuhan kemari, kan?" balas Afifah.
"Kamu juga sama saja, kan? Kamu pasti sudah mempunyai pria baru sebelumnya, kan?" tuduh Arga.
Afifah menampakkan senyum sinis. "Kamu seharusnya malu, Mas! Kamu yang selingkuh, kenapa kamu yang menuduh aku?" cibir Afifah.
"Sebentar lagi aku yang akan menjadi Nyonya Arga!" timpal Putri ikut menyela perbincangan Afifah dan Arga.
"Terserah kamu saja. Aku tidak peduli!" Ucap Afifah tegas.
Persidangan pun akhirnya dimulai. Dengan semua bukti yang dibawa oleh Afifah, harusnya tak sulit untuk membuat Arga terpisah darinya.
Namun, berbanding terbalik dengan perkiraan Afifah, Arga terus mengelak dan membela diri selama sidang. Bahkan pria itu pun berani mengajukan mediasi dan meminta rujuk dengan Afifah.
"Saya ingin mengajukan mediasi. Saya yakin hubungan saya dan istri saya masih bisa diperbaiki," ujar Arga pada hakim.
Afifah langsung bangkit dari bangkunya dan menatap Arga dengan sorot mata tajam. Setelah mencibir dirinya yang datang bersama dengan Raka, kini justru Arga menginginkan rujuk? Apa sebenarnya maunya pria itu?
*****
terimakasih author
bahwa kehadirannya sungguh berharga.,. wkwkkkk