Gara-gara ucapan nenek misterius yang entah darimana asalnya, Raya dan Rafa terpaksa menerima perjodohan oleh kedua orangtua mereka yang bersahabat.
NOVEL INI MASIH BANYAK YANG BELUM DIREVISI, MOHON MAAF BILA MASIH BANYAK KESALAHAN PENULISAN🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azra ziya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 Kurang percaya diri
Memasuki bulan ke enam membuat Raya sudah mulai kesulitan, ditambah berat badan yang bertambah, membuat Raya terkadang minder dengan kondisi fisiknya.
Di usia yang belum genap 19 tahun, Raya harus menjalani kehidupan menikah dan hamil di usia muda.
"Ray, papa nyuruh aku nyusul kekantor hari ini, katanya butuh bantuan aku." Rafa yang sudah rapi dengan kemeja berwarna maron digulung setengah, dan jins hitam pun sudah bersiap pamit pada Raya.
"Aku boleh ikut gak?" rengek Raya yang tak ingin Rafa pergi.
"Emang kamu gak bosen nungguin aku kerja?"
"Gak pa pa Raf, aku males aja dirumah gak ada kamu."
"Kan ada mama sama bi Marni di bawah?"
"Bilang aja kamu gak mau ngajak aku, kamu malu ya punya istri jelek kayak aku?" Raya mulai kesal.
"Siapa bilang kamu jelek Raya, ya udah yuk ikut kalo kamu mau!"
"Gitu dong, tapi aku pake baju gini nggak pa pa kan, males ganti baju soal nya."
"Ya udah ambil jaket aja biar gak masuk angin!"
Raya yang hanya memakai dres berbahan kaos selutut, memakai jaket dan rambut yang di kuncir asal itu pun mengandeng tangan Rafa sepanjang perjalanan menuju kantor. karena Raya hamil, Rafa membawa Raya dengan mobil bukan motornya.
Sampai di kantor, Raya turun dan berjalan dibelakang Rafa karna banyak mata yang melihat kedatangan pasangan ini. Raya semakin tidak percaya diri dengan penampilannya disamping Rafa.
"Kamu kenapa Ray kok jalan di belakang aku?"
"Banyak yang liat, aku malu Rafa."
"Kenapa mesti malu? toh ini kan kantor punya papa bukan orang lain." Rafa meraih tangan Raya agar berjalan berdampingan dengannya.
Mereka naik ke lantai dua dengan lift keruangan Bayu, yang terletak dilantai dua. karena kantor ini hanya berlantai dua. lantai pertama khusus para karyawan sedang di lantai dua terdapat ruang rapat dan kantor pemilik perusahaan.
Raya merasa semua orang pun menatap nya sinis. Seakan ia tak pantas bergandengan dengan Rafa. Raya hanya menunduk dan ketika sampai didalam ruangan papa mertuanya Raya segera melepas tangan Rafa dan duduk di sofa dalam ruangan itu.
"Tumben kamu ajak Raya?" tanya Bayu.
"Ray mau ikut pah, katanya bosen dirumah."
"Kamu mau makan apa Ray? nanti papa pesenin kamu makan biar gak bosen."
"Gak usah pa, Raya udah kenyang tapi kalo bisa beliin Raya es krim aja pa!"
"Iya nanti papa suruh OB kantor buat beliin kamu es krim, papa sama Bayu ke ruang rapat disebelah. Kamu gak apa Ray ditinggal sendiri disini?"
"Papa sama Rafa tenang aja Raya gak pa pa kok, pergi aja kalo mau rapat!"
"Bener Ray?" tanya Rafa
"Iya Rafa."
"Ya udah kalo ada apa-apa kamu telpon aku!"
"Iya."
Rafa dan Bayu pun keluar ruangan menuju ruang rapat, meninggalkan Raya sendirian.
Raya akhirnya mengeluarkan hp dari tasnya dan mulai membuka medsos, melihat status teman-teman sekolah nya semasa SMA yang rata-rata mengabadikan momen tentang anak kuliahan.
Adipati Dolken
Dosen galak banget bikin merinding serasa lagi naik rollercoaster
Shafira Anissa
berasa jadi primadona kalo lagi dideketin kakak senior yang ganteng gak ketulungan
Diana Rosali
tugas kampus lebih berat dari pada ditinggal pergi pas lagi sayang sayangnya
Lucas Saputra
susah banget dapet bunga kampus kalo gak dapet bunga tangkainya aja lah daripada jomblo
Raya pun hanya menghembuskan nafas kasar. Merasa tidak percaya diri dengan keadaannya sekarang, penampilan yang sudah tak secantik dulu, dan tubuh pun tak selangsing sebelum hamil.
Hanya bisa ikhlas dan berdoa, semoga ini segera berlalu...
* * *
Kau dengar gosip aja udh marah berhari hari, pdahal cuma gosip.
Semantara drimu dgn sadar, dn sukarela berhubngan dgn laki2 lain bahkan smpai jumpa kluarganya disaat berstatus istri org