NovelToon NovelToon
Angel!!

Angel!!

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Teen Angst / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:141.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dfe

Persahabatan yang dibumbui rasa cemburu! Apakah itu cinta atau hanya suatu rasa karena terbiasa bersama?!

Ndis, Jo, dan Fajar, ketiga manusia yang dipertemukan dari kecil, menjadi teman dari SD sampai beranjak dewasa mereka selalu bersama.

Hingga perasaan aneh itu muncul diantara ketiganya saat salah satu diantara mereka memutuskan untuk bersolo karir! Hah?? Apa??

Simak kelanjutan kisah mereka di sini! Angel!!

❤️KARYA INI DICIPTAKAN OLEH DFE, DILARANG PLAGIAT, MARI KITA BERKARYA BERSAMA, MENGHIBUR DAN MEMBAGIKAN KEBAHAGIAAN BERSAMA DI SINI! SALAM MENGSAD😌 ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dfe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20. Minta Maaf

Sampai di rumah Ndis, Fajar langsung menuju tempat favorit si pemilik rumah. Di mana lagi kalau bukan di bawah pohon rambutan itu.

Ndis ada di sana, melihat ke hadirannya. Hanya pandangan yang sulit diartikan yang terbaca oleh Fajar saat ini. Tak ada senyum sambutan untuknya. Flat tanpa rasa.

"Maaf nunggu lama," Fajar menyerahkan bungkusan berisi beberapa jenis makanan ringan yang biasa Ndis cemili. Ndis menerimanya.

"Harusnya enggak usah repot-repot bawa ginian," Melihat isi di dalam plastik tersebut.

Keduanya diam beberapa saat. Ndis kembali melihat Fajar yang nampak agak kurusan.

"Kamu enggak makan berapa hari? Pipimu jadi tirus gitu." Enggak tahan untuk enggak bertanya.

"Kelihatan banget ya?" Fajar menunduk.

"Ndis, aku minta maaf.. Kalau semua ucapanku kemarin membuat kamu sakit hati.. Lupain aja, anggep aja aku enggak pernah ngomong kayak kemarin itu." Berani menatap netra Ndis.

"Kamu hindari aku, giliran kita ketemu cuma itu yang kamu sampaiin?" Tanya Ndis, terdengar ada kekecewaan dari ucapannya.

"Aku sadar aku salah Ndis, aku lancang membawa perasaan cinta ke dalam persahabatan kita. Karena itu aku minta maaf," Masih dengan suara penuh penyesalan Fajar mengatakan hal demikian.

"Jar.. Aku aku enggak marah karena itu! Kita udah dewasa, perasaan seperti itu enggak mungkin kita cegah atau lawan. Yang bikin aku kesal karena kamu langsung ngilang, kamu terkesan hindarin aku tahu enggak?!" Agak membentak.

Udah saatnya kesalahan pahaman ini diuraikan.

"Aku cuma enggak ingin bikin kamu makin kecewa Ndis,"

"Iya emang kamu udah bikin aku kecewa, dan itu semua karena sikapmu yang hindarin aku."

Terjadi adu argumen, Ndis dengan pemikirannya dan Fajar dengan rasa bersalahnya. Saat permasalahan itu belum menemukan titik terang, kedatangan Dewa malah makin memperkeruh suasana.

Saat ini Dewa sudah ada di tengah-tengah mereka. Bukan ngompori Ndis, bukan ikut campur masalah yang terjadi antara Ndis dan Fajar, setelah sampai di sana Dewa malah asik ngobrol dengan orang tua Ndis di ruang tamu.

"Bapak sama ibu kelihatan akrab sama Dewa ya?" Fajar melirik sekilas.

"Kamu mau ke dalam juga?" Ndis mengajak Fajar ikut masuk ke rumah. Fajar menggeleng pelan.

"Ndis.. Aku minta maaf," Sekali lagi kalimat itu terlontar dari mulut Fajar.

"Udah lah Jar, enggak ada abisnya bahas ini terus. Aku enggak merasa ada yang salah dari kamu nyampe kamu harus berkali-kali minta maaf kok. Yang aku enggak suka cuma kamu kenapa hindarin aku, itu aja." Ndis mencoba mencairkan suasana. Dia sendiri juga enggak mau terus-menerus menggunakan egonya di sini.

Fajar hanya tersenyum. Entah senyum untuk apa, dia sendiri juga bingung mengartikan senyumannya itu. Yang Fajar tahu saat ini Ndis bukan lagi Ndis yang dia kenal dulu. Ndis yang akan ngomel panjang lebar saat dia melakukan kesalahan kecil, saat dia telat datang di tongkrongan misalnya. Fajar semakin melihat jurang yang nyata antara hubungannya dengan Ndis.

Sosok Dewa yang datang di antara mereka tentu juga menjadi salah satu faktor terjadinya kerenggangan tersebut. Tapi, mau menyalahkan orang lain pun juga enggak ada gunanya. Benar kata Jo dan Neta.. Kalau cinta ya harus berjuang, enggak ada sesuatu yang datang dengan sendirinya tanpa perjuangan. Apalagi itu tentang perasaan.

"Assalamualaikum.." Dewa mengagetkan lamunan Fajar.

"Waalaikumsalam," Ndis yang menjawab, Fajar juga.. hanya saja dia lebih suka menjawab salam Dewa dalam hati.

"Ada apa mas, kok tumben ke sini malem-malem?" Ndis bertanya pada Dewa tapi matanya menatap ke arah Fajar. Hmmmm piye sakjane arek iki?

"Enggak ada apa-apa. Hanya ingin berkunjung aja, boleh ikut duduk?" Tanya Dewa terdengar ramah.

Ndis mempersilahkan Dewa duduk, posisinya Ndis ada di tengah-tengah antara Fajar dan Dewa. Suasana canggung terjadi, Fajar yang memang tidak menyukai Dewa, makin tidak nyaman dengan hadirnya Dewa di sana.

"Kamu tahu Jar, kemarin Jo ke sini pura-pura benerin motornya. Padahal cuma pengen ketemu Lintang," Ndis memulai obrolan.

"Ancen ra genep kui wong," (emang enggak genap itu orang,) Fajar tahu Ndis sedang mencoba mencairkan suasana beku di antara mereka.

"Emang Lintang mau nemuin dia Ndis?" Tanya Fajar tanpa memperdulikan kehadiran Dewa.

"Enggak. Orang Lintangnya lagi pergi sama ibu ke rumah uti," Gelak tawa memecahkan suasana malam itu. Rasanya sedikit lega karena meski ada Dewa, Ndis enggak nyuekin dia.

"Aku bikinin teh dulu, kelian enggak usah diem-dieman atau malah ribut kayak anak kecil. Udah pada gede, udah tua harus bisa mikir yang perlu dan enggak perlu dilakukan!" Ucap Ndis meninggalkan Fajar dan Dewa.

"Dia yang tua Ndis, umurku aja cuma beda setahun sama kamu." Bantah Fajar.

Ndis pergi meninggalkan kedua lelaki itu di bawah pohon rambutan sana.

"Ngapain ke sini?" Tanya Fajar menatap tajam ke arah Dewa.

"Ngapelin calon istri." Jawaban Dewa yang santai tapi terdengar nyelekit itu mendapat senyuman sinis dari Fajar.

"Pernah denger kalimat ini?! Jika dia dilahirkan untuk ku, kamu jungkir balik pun tetap aku juga yang dapat!" Celetuk Fajar membuat Dewa tersenyum santuy.

"Itu juga yang ingin aku bilang ke kamu, enggak usah lagi repot-repot jagain jodohku. Aku udah di sini dan siap boyong dia ke pelaminan."

Makin geram lah Fajar mendengar penuturan Dewa. Tapi, Fajar berusaha keep kalem dan mencoba tidak terpancing lagi dengan semua kata-kata yang Dewa ucapkan. Hanya mengepalkan tangan tanda menahan emosi yang meluap di dada.

1
Erni Sasa
oh GOSH kenapa smw kata"nya si ulet keket kaya gua bangeet sih pas mau di tinggalin sma DIA😫😫
Dfe: Sabar... mungkin cuma kebetulan
total 1 replies
Triana Oktafiani
terus berkarya kak 👍
Diandra Kirana
sebentar ya thor...aku cariin tabung oksigen buat napasmu....Ben legaaaa oksigennya buanyak...kalo dah lega gek ndang nulis lagi ( definisi readers akhlakless )
Diandra Kirana
Akhirnya aaa Haka Tarub bisa menaklukan sailor moon...eh bidadarinya...duh bahagianya, mo ikutan Bagas minta PJ tapi takut Jo jatuh kere gak bisa beli jeans baru yang udah robek sedengkul- dengkul sampe kek pameran tulang dinosaurus gitu
Diandra Kirana
duh si suster kek jailangkung datang tak diundang...tunggu undangan dong...
Susi Susanti
wajah e bule Kabeh Thor,,,tp bosone jowo
piyol🤸🤸
kak otor aku mampir lagi 😁😁
salie
lada lede=santuy..🙄😂😂😂 owalaahh
salie
visualnya dewa tukeran lah sama fajar 😌
salie
aduh aduhh pak gurune lintang itu keny austin ,, jodohnya siapa yak kira2
salie
kok ada ya cwe modelan netaa,,ya ampuuunnn fajarr nasibmu piyeee🤦🤣
salie
galfok sama noda neraka🤣🤣
salie
mana visual jo jatmiko ma gendhis nih😍
salie
diieh bapakmu ndiss wes tua tapi masih romatiss aja🤭.. ndis yang bar2 gimana ya kalau jadi guru paud? jadi penasaran😂😂
🇮  🇸 💕_𝓓𝓯𝓮ྀ࿐
mulutnya bukan gendis/Facepalm/
palupi
maturnuwun, sudah dibikin menghappy dengan karyanya 🙏💕💐
Dfe: sami2 nggeh
total 1 replies
palupi
Luar biasa
novita setya
laaah tenan tow..pokomen sing bau2 firasat kui wes apal q
novita setya
koq ky berbau firasat2 ngunu yaaa..gek2 nganuuu...🤔
novita setya
romantis ora..masuk angin iyaaa..durung meneh ngewel katisen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!