NovelToon NovelToon
Aku Perawan Tua Berkualitas

Aku Perawan Tua Berkualitas

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:295.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: ney-nNa

Dilahirkan dengan fisik yang cantik mempesona membuat Asyifa menghadapi berbagai masalah dalam perjalanan hidupnya. Syifa merasa kecantikannya adalah malapetaka baginya. Atas peristiwa yang dialaminya membuat Asyifa merasa insecure terhadap setiap laki-laki yang datang padanya.

Semua itu berawal dari kisah kelam masa lalu ibunya, dan juga peristiwa yang tidak menyenangkan yang berulang kali dialaminya. Asyifa tumbuh menjadi wanita tertutup dan susah didekati oleh lawan jenis.

Hingga suatu saat dia mengatakan 'ya, aku menerimamu' kepada seorang laki-laki yang datang mengkhitbahnya.

Siapakah laki-laki itu dan bagaimana kehidupan rumah tangga Asyifa?
Ikuti kisah selanjutnya ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ney-nNa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Antika

Antika kemudian masuk ke dalam pekarangan rumahnya. Tidak lupa ia menutup kembali pintu gerbangnya.

"Assalamualaikum," ucapnya saat memasuki rumah.

Tidak ada sahutan, tapi Antika yakin jika Ayahnya ada di dalam rumah. Antika berjalan masuk hingga sampailah dia di depan pintu kamarnya. Dari sana ia dapat melihat ayahnya yang tengah duduk di kursi depan meja makan.

Dari samping tergambar jelas wajah garangnya. Antika hapal dengan peringai ayahnya itu. Ia yakin ayahnya usai bertengkar dengan wanita tadi. Raut wajahnya menunjukkan jika ia tengah menahan emosi.

Antika mengabaikannya dan memilih masuk ke dalam kamarnya. Menegur ayahnya sama saja mencari gara-gara. Sebab, nantinya justru ia yang akan terkena amukan oleh ayahnya.

Antika kemudian bergegas mengganti baju dan memilih untuk beristirahat di kamarnya untuk melepas lelah. Dia mengabaikan perutnya yang terasa lapar, demi menghindari bertemu dengan ayahnya.

Sejak kecil ia hanya tinggal bersama ayahnya seorang diri hal itu menjadikannya cuek dan tidak mudah cengeng. Ia sudah terbiasa menjalani kerasnya hidup yang ia hadapi.

Dia tidak pernah merasakan kelembutan hati seorang wanita atau kasih sayang seorang ibu. Sebab, sejak kecil dia tidak pernah mengenal siapa ibunya. Jadi wajar saja jika ia tumbuh menjadi gadis yang tomboi.

Beruntungnya dia masih mempunyai teman yang baik seperti Syifa dan Nafisa yang mendorongnya dalam kebaikan, sehingga dia tidak terjerumus pada kenakalan remaja.

Tak berapa lama memejamkan mata akhirnya ia pun tertidur. Hingga sore menjelang ia baru bangun. Kemudian beranjak untuk mandi lalu melaksanakan salat.

Usai salat ia merasakan perutnya yang mulai keroncongan. Ia beranjak menuju dapur untuk mencari makanan. Saat membuka tudung saji betapa terkejutnya dia ada sebuah ayam ingkung yang nampak lezat bertengger di meja makan. Bahkan terlihat masih utuh belum tersentuh sedikitpun.

"Tumben ada tetangga yang berbaik hati ngasih lauk sebanyak ini. Ayah udah makan belum, ya? bodo' lah kalau entar dimarahin. Yang penting perut kenyang. Biasanya juga gue cuma disisain tulangnya doang sama sayap!" gumam Antika lalu segera menuang nasi dari magic com ke dalam piring. Tak lupa ia comot daging ayamnya.

"Bismillah ...," ujarnya lalu menyantap dengan lahap makanannya tanpa sendok. Melainkan dengan tangan.

Tak berapa lama ayahnya keluar dari kamar. Sejenak Antika menghentikan makannya seraya melirik pada ayahnya.

Namun, rupanya ayahnya diam saja tanpa mempedulikannya dan melewatinya begitu saja. Ayah Antika kemudian masuk ke dalam kamar mandi.

Tidak mendapatkan omelan dari ayahnya Antika justru merasa aneh. "Kok, tumben Ayah nggak marah saat tau aku makan duluan?" gumamnya sendiri.

Antika justru merasa ada yang aneh. Ia menjadi ragu untuk memakannya. Ia pun seketika menghentikan makannya dan memilih menunggu hingga ayahnya keluar dari kamar mandi.

Klekk!

Terlihat ayah nampak sudah selesai mandi setelah lima belas menit berlalu.

"Yah, ini lauknya siapa yang kasih?" tanya Antika hati-hati.

"Sudah dimakan baru bertanya!" gerutu ayahnya tanpa menjawab pertanyaan Antika.

"Pas laper-lapernya lihat ginian, gimana nggak buru-buru pengen nyomot coba," jawab Antika sekenanya.

"Ya sudah makan saja tidak usah bertanya!" jawab ayahnya ketus seraya menyampirkan handuk pada jemuran.

"Halal nggak, nih! taunya nggak halal kan jadi nggak berkah ...," keluh Antika meragukan makanan itu.

"Cerewet kamu. Halal ..., sudah sana makan jangan banyak bawel! kalau masih sisa simpen aja di kulkas buat lauk kamu besok pagi. Ayah tidak akan makan, aku sudah kenyang!" tutur Ayahnya kemudian beranjak masuk ke dalam kamarnya.

Antika menatap heran ke arah ayahnya. Ia seolah tak percaya dengan jawaban ayahnya. Dia ingat betul tadi pagi ia yang memasak nasi di magic com. Dan, hingga kini hanya berkurang sedikit, itu artinya ayah sedari siang belum makan.

"Ayah kenapa sih, kok aneh banget! jangan-jangan ini lauk dari pacarnya tadi, terus pasti ayah diputusin sama tuh perempuan, sampai patah hati dan nggak mau makan! Astaghfirullah ada-ada aja yang udah uzur sok cinta-cintaan segala!" cerocos Antika tanpa henti.

Ia kemudian segera menghabiskan makanannya. Sebab ayam gorengnya sangat lezat, sayang untuk dilewatkan.

Usai makan ia membereskan piring dan mencucinya. Benar saja tak ada piring bekas ayahnya makan. Dia pun semakin curiga dan penasaran dengan wanita yang ditemuinya siang tadi.

Setelah membereskan dapur ia beralih mencuci baju. Itulah kesehariannya yang harus mandiri mengurus dirinya sendiri. Siapa lagi yang akan membersihkan rumah yang berantakan, piring kotor, baju kotor dan masih banyak lagi yang lainnya jika bukan dirinya sebagai satu-satunya wanita di rumah itu.

Usai bersih-bersih, terdengar adzan maghrib berkumandang. Ia bergegas mengambil wudhu dan melaksanakan salat.

Ddrrttt drrrtt drrtt.

Tiba-tiba terdengar handphonenya bergetar tanda ada pesan masuk dari nomor baru. Antika nampak ragu untuk membukanya. Namun, akhirnya ia tetap mengintip isi pesan tersebut.

[ +6285********** : Tik, tolong ke alun-alun utara sekarang juga. Gue jatuh dari sepeda. Ini pinjem HPnya orang. Syifa. ]

Melihat pesan tersebut dari Syifa, Antika bergegas mengecek ke nomor mamanya Syifa. Ia menghubungi nomor tersebut sebab Syifa tidak memiliki handphone pribadi.

Beberapa kali melakukan sambungan telepon ke nomor mama Syifa namun tidak diangkat. Antika pun bergegas keluar rumah berniat mendatangi lokasi tersebut. Takutnya Syifa terluka parah.

Antika segera menuntun sepedanya dan membuka pintu gerbang rumahnya. Ia kemudian mengayuh sepeda itu dan melaju menuju alun-alun utara keraton.

"Syifa, mau ke mana sih malam-malam begini!" gumam Antika disela-sela mengayuh sepedanya.

Jalanan malam itu cukup sepi. Terlebih rumah-rumah dikawasan keraton tertutup pagar yang menjulang tinggi sehingga tidak nampak aktifitas warga yang berada di dalam rumah. Hanya beberapa rumah yang bangunannya sudah diubah menjadi rumah bergaya modern yang memperlihatkan kemewahan rumah itu dari luar.

Tanpa Antika ketahui ada seseorang yang tengah mengikutinya dari belakang.

Nampak seorang perempuan memakai hoodie besar dan tebal mengarah ke arah yang sama dengan mengayuh sepedanya dengan sangat pelan.

"Antika mau kemana ya malam-malam begini? padahal mau ku ajak ke rumahnya Nafisa jenguk, Ummi. Kok malah pergi, sih. Penasaran deh, aku ikuti dia aja lah!" gumam Syifa.

......................

Kurang lebih lima ratus meter bersepeda sampailah Antika di alun-alun. Namun, suasana di tempat itu nampak sangat sepi.

"Duh, mana Syifa? jangan-jangan dibawa ke rumah sakit!" gumam Antika seraya celingukan.

Sementara Syifa bersembunyi di balik pohon agar tidak ketahuan oleh Antika.

"Antika ngapain di sana? jangan-jangan mau ketemuan sama cowok, mencurigakan!" ujar Syifa.

Antika lalu mengirimi pesan pada nomor yang tadi mengiriminya pesan.

[ Me : Fa, lo sekarang di mana? ]

Setelah beberapa saat menunggu muncul jawaban.

[ +6285********** : Aku di samping gapura. ]

Setelah mendapat jawaban, Antika segera menuju ke utara untuk mendatangi Syifa.

Namun, sesampainya di sana suasana lebih gelap dan sepi. Antika merasa tidak beres. Saat ia hendak berbalik dua orang laki-laki tiba-tiba muncul dan mengeroyoknya. Antika dengan cepat melawan. Namun dua lawan satu tentunya tidak mudah.

"Awas...!" pekik Syifa saat datang seorang lagi membawa kayu ditangannya.

...________Ney-nna_______...

1
ν⃟α͢иͮуᷠαᷨ
MasyaAllah cerita yang sangat indah 💜
ν⃟α͢иͮуᷠαᷨ
emang boleh sebercanda itu 🤭
Jastiah Tia
aq yakin iqbal yg menolong syifa
Nur Lela
luar biasa
bintang kelas
suasananya kaya di pasar Kliwon Solo
Irtahani Irtahani
lagi serunya, lanjut lagi
Wury Ayra
eh udah tamat aja.... Alhamdulillah akhirnya Syifa hidup bahagia bersama suaminya Iqbal... samawa till Jannah yaa..
ditunggu kelanjutannya Naima ya nay ...
Irma Kirana
Udah tamat ini kak 😘😘🥰🥰
Neyna 🎭🖌️: iya irma akhirnya selesai jg lega sekali rasanya 😊
total 1 replies
Maulida
lohh kak Ney kok dah tamat ajha,,Aku pengen lihat Syifa pnya ank🤭
Neyna 🎭🖌️: 😉 iya kkak nnti ditunggu yg baru aja ya, terima kasih dukungannya 🙏💕💕
total 1 replies
Uyhull01
Bab Akhirnya ehhh bran juga brakhir critanya,
Mksih kak udah hikin crita yng manarik, apakah ada ektra part nya ??
Neyna 🎭🖌️: insyaallah ya kak terima kasih dukungannya 🙏💕💕
total 1 replies
🍊🍾⃝ᴄʜͩᴀᷞɪͧʀᷠᴀͣ ғᴀᴊɪʀᴀ🅠🅛
alhamdulillah happy ending...,.buat extra part nya kak ney
🍊🍾⃝ᴄʜͩᴀᷞɪͧʀᷠᴀͣ ғᴀᴊɪʀᴀ🅠🅛: iya kak neyy, sehat sllu ya
total 2 replies
Rahma💋🅚🅙🅢👻
Tidak terasa udah selesai ae, 🤣🤣🤣 Terima Kasih banyak kak Neyna kamu udah ngasih kami cerita yang bagus banyak hikmah yang aku ambil dari sini,, semoga bisa berkarya lagi cerita islami ya kak Neyna 👍👍💪🤗😘🥰
Rahma💋🅚🅙🅢👻: sama sama kak, semoga sukses lagi kak
total 2 replies
Rahma💋🅚🅙🅢👻
semoga kalian bahagia terus ya seperti diriku yang selalu semyam senyum baca cerita kamu yang menggemaskan ini😁😁🤗🤗
Rahma💋🅚🅙🅢👻
ya gitu dong panggil yang sopan😁😁
Rahma💋🅚🅙🅢👻
akhirnya udah jadi istri yang istimewa Syifa
Bulan Bintang
romantis 🥰, pngen ny sih jngn tamat dlu lanjt smpe punya Beby 😊
Neyna 🎭🖌️: 😉👍 siap kkak
total 4 replies
Nur Kurniasih
alhamdulillah ya udh tamat aja mbak San & ter bayar sudah ya nunggu MP nya Syifa & Iqbal samapai d bab akhir panjang lebar ya, semangat buat bikin kaya baru ya yg lebi seru & bagus 👌
Nur Kurniasih: iy sama" kak Neyna
total 2 replies
Rina Zahra
makasih ka neyna udah dibikin sampe tamat ceritanya...meskipun masih pengen lanjut....ditunggu kelanjutan naima nya..
Neyna 🎭🖌️: baik kak Rina, Alhamdulillah sehat semua
total 3 replies
manda_
kok udah tamat aja sih thor ayo thor kasih bonchapnya yg banyak
Neyna 🎭🖌️: insyaallah ya kak terima kasih udah dukung karya ini sampe tamat 🙏💕💕
total 1 replies
Erlin
cepat amat tamat ny kak
padahal aku ter Syifa Syifa 😃
Neyna 🎭🖌️: 😂 neyna lope lope sama kak Erlin, terima kasih atas dukungannya selalu 😍🙏💕💕
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!