Hidupku penuh liku-liku
berawal dari jatuh cinta semasa sekolah menengah atas yang berakhir tanpa jelas, lalu aku jatuh cinta kembali namun aku kehilangan calon suamiku sehari menjelang pernikahan kami.
calon suamiku meninggal dunia karena kecelakaan.
Sampai suatu ketika aku bertemu dengan seesorang yang mengubah duniaku bagai di neraka, hidup bergelimang harta, namun aku tak pernah bahagia
Kamar ini menjadi saksi betapa tersiksanya aku menjalani hidup dengan nya.
Bukan cuma sekali ini suamiku berselingkuh,tapi sepanjang pernikahan kami.
Udara di kamar ini seakan membuatku sesak, hanya suara detak jam yg menemani hatiku yang hancur.
"cerai" hanya kata-kata itu
saja yang ada dalam pikiranku.
"Ya Robb, selama ini aku bertahan karena aku tahu bercerai adalah perbuatan yang kau tidak suka, tapi batin ku sakit untuk kesekian kali. Sabar ku sudah habis...., ampuni hambamu ini...."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desire pooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bos yang Cemburu
Pagi ini ku berangkat lebih awal...
macet kadang membuat mood ku buruk saat sampai kerjaan, jam tangan ku masih menunjukan pukul 7 pagi. kantor masih sepi.
kurapihkan meja kerja ku... ku bersihkan sisi-sisi yang berdebu,kulihat pak Agus sudah datang...
pagi ini dia mengenakan kemeja biru dongker.. cocok dengan kulit nya yang putih bersih, menambah kegantengan nya
"sayang....
kalo saja gak bawel banget manis juga tuh si bos"gumam ku dalam hati
tak terasa ku tersenyum-senyum sendiri karena memikirkan nya
" kenapa kamu senyum-senyum sendiri gitu?" tegur Agus yang entah sejak kapan, sudah di depanku
"eh gak kenapa-apa pak. "
" ayo ikut aku ke ruangan" perintah pak Agus
aku hanya tersungut sebal, mau apa nih bos bawel pagi-pagi sudah manggil ke ruangannya.
ku ikuti langkah pak Agus ke ruangan nya
lalu dia duduk di sofa
aku hanya termangu karena kulihat mood pak Agus tidak bagus hari ini
" maaf bapak panggil saya keruangan ada apa ya? tanya ku memecah kan keheningan
" silahkan duduk dulu Sof"
lama pak Agus diam. aku hanya menunggu nya berbicara.
"gimana kerjaan kamu udah selesai semua tugas dari saya"
"belum pak sedikit lagi. siang ini selesai pak. nanti saya bawa ke meja bapak buat di cross check" jawab ku
"gimana menurutmu pengawas itu" tanya pak Agus tiba-tiba
aku terkejut dengan pertanyaan pak Agus yang tiba-tiba. kenapa dia menanyakan pak Andre tanya ku dalam hati
"oh pak Andre sangat teliti, saya sudah mengantar beliau berkeliling kantor kita, menjelaskan setiap bagian dengan teliti dan terperinci se detail-detailnya...
beliau mencatat setiap penjelasan dari saya. seperti nya respon beliau baik " jawabku melaporkan
kulihat pak Agus masih diam melihat kearahku tanpa berkedip.. entah apa maksud pandangan nya tersebut
"aku bukan menanyakan kerja pak andre.. aku nanyakan pandangan kamu sebagai wanita" tegas pak Agus menatap ku tajam tanpa senyum
" apa maksud bapak bertanya seperti itu?" tanya ku balik
" jawab Sofie" ucap pak Agus dingin
tak pernah ku lihat pak Agus seperti ini... matanya seperti ingin memakan ku hidup-hidup
"ehmm pak Andree baik, supel, enak diajak bicara.. and humoris banget." jawab ku
" ganteng juga kan ... " celetuk pak Agus sinis
"iya sih ganteng.. tapi kenapa bapak ngomong gitu? , saya kira bapak panggil saya tentang pekerjaan" tanya ku heran
" apa kamu suka pak Andree ? jawab jujur
aneh sekali pertanyaan pak Agus padaku...
enggan rasanya menjawab, tapi pak Agus seperti menunggu jawaban ku
"ya lumayan ganteng, kenapa pak" tanya ku balik
kulihat pak Agus menarik nafas dalam dan menghempaskan nya... emosi....
aku jadi merinding melihat tatapan matanya
lalu pak Agus bangkit dan mendekati ku,
dia duduk di meja depan ku... membuat ku serba salah
lalu dia mendekat kan wajahnya, ke wajah ku
" kalau memurut kamu. aku bagaimana? tanya nya
aku gelagapan di tanya seperti ini oleh pak Agus
ku rasakan nafas nya yang hangat menerpa wajah ku...
sorot mata nya berubah lembut
"uhmm bapak baik, smart, supel" jawabku
tapi bawelll nauzubillah tambah ku dalam hati
" makasih Sof... tapi bukan itu yang aku mau dengar dari kamu...pendapat mu sebagai seorang wanita" tanya nya lagi
" aku gak ngerti maksud bapak" ucapku bingung
apa pak Agus suka aku ya? kenapa dia bersikap seperti ini?... tanya ku dalam hati
"Sofie.. aku suka kamu" jawab nya sambil menggenggam tangan ku
what... bener kan.... bener-bener gila nih cowo, bos bawel suka gue, dalam hati ku
belum selesai terkejutanku...
tahu-taju pak Agus menarik ku mendekat dan mencium bibir ku...
pelan dan lembut
aku yang masih terkejut hanya bisa terdiam
" Sofie I love u so much....
entah sejak kapan suka kamu...
kamu dah buat aku gila " ucap nya lalu mencium ku dengan ganas
aku masih terpaku... walau pun aku sudah menebak nya tapi tetap saja aku terkejut
setelah lama kami berciuman lalu dia mendekap ku erat
" mau kah lau jadi kekasih ku Sof? aku hampir gila karena cemburu....
si pengawas sialan itu selalu mengekori mu. sial " umpat pak Agus
aku mendorong pak agus untuk melepaskan peluka nya, wajahku bersemu merah
"Sayang aku serius dengan ucapan ku... mau kah kamu menjadi kekasih ku? tanya nya lagi
melihat ku yang masih diam, dia pun tersenyum lembut sambil membelai wajah ku
pak Agus dari dekat lebih tampan.. aku memang menaruh simpatik padanya, tapi bukan cinta...
tapi entah lah...
terkadang jika dia sibuk...
aku rindu di ganggu oleh pak Agus , hanya buat menanyakan aku sedang apa dan bla bla
sesuatu yang membuat ku kadang kesal dan ngomel-ngomel sendiri.
mungkin inilah yang dikatakan benci berubah cinta
ku lihat mata pak Agus menatap ku lembut penuh harap
masih terasa lembut bibir nya kala kami berciuman... manis
oh aku sudah gila , bagaimana Ido???.
kenapa aku sudah lupa dia. dosa kah aku
ku gelengkan kepala menghalau pikiran yang berputar di kepala ku.
pak Agus yang melihat menggelengkan kepala terlihat langsung sedih
"Ups sial aku salah... cowo bawel itu terlihat terluka karena ulahku" gumamku dalam hati
" Uhmm pak agus... boleh aku mempertimbangkannya? aku butuh waktu" jawabku mengigit bibir bawah ku
tiba-tiba wajah pak Agus sumringah
"Iya sayang.. aku tunggu jawabanmu,nanti pulang kantor bareng ya, gak boleh nolak" tegas nya lalu mengecup lembut kening ku
aku hanya mengangguk dan pamit dari ruangan nya