Hay salam kenal ini karya Ke Empat ku... masih seputar keluarga Angkasa ya...
Cinta laki laki biasa yang begitu tulus untuk anak perempuan keluarga Angkasa yang mendapat banyak kasih sayang...
Apa dia akan berhasil? menjalankan tantangan yang di berikan oleh sang kakak dan juga sang ayah dari perempuan itu?
"Aku akan berjuang demi cinta itu, karena aku tulus mencintaimu"
Itulah janji laki laki pada dirinya sendiri.
Penasaran? hemm ikutin ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20. Surat
Hay semua... maaf telat up, akunya lagi kurang enak badan... tapi demi kalian aku usahakan ya, maaf jika up nya nanti sedikit.
Oke happy reading yes
******®
Setalah urusannya dengan wanita si alan itu selesai, Devan dan Al bergegas kembali ke kota J,mereka memang tidak ingin berlama-lama di sini.
"Yang sabar kak, pasti kamu bisa menemukan di mana kak Nay pergi" Al memberi semangat kepada Al sebelum keduanya berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing.
"Hemm ya aku pasti akan bisa menemukan nya" jawab Devan mantab.
"Maaf kami tidak bisa memberi tahu karena memang itu permintaan kak Nay" sesal Al.
"Tak apa, aku mengerti dan terimakasih sudah menemani ku bertemu wanita si alan itu" Devan mengatakan itu dengan tulus. Kemudian keduanya berpelukan ala laki-laki dan berpisah pada tujuan masing masing.
Sesampainya di rumah, Devan bergegas masuk kedalam kamar nya, Devan lantas berdiam diri duduk di tepian kasur seraya memegang erat surat dari Naya. Hatinya mendadak ngilu, takut jika isi surat itu Naya meminta nya untuk mundur. Akhirnya dengan tangan sedikit gemetar Devan surat itu.
Isi Surat.
Teruntuk kak Devan tercinta.
Maaf jika kepergian ku menyisakan luka untuk mu, aku pun sama terluka nya. Sungguh aku masih sangat mencintai mu kak, tapi aku bukanlah Naya mu yang dulu, kini aku hanya lah seorang gadis cacat yang hanya bisa merepotkan orang lain, aku bukan gadis yang dulu selalu saja kau banggakan, aku aku hanya akan menyusahkan mu. Maaf jika apa yang aku katakan melukaimu, sungguh aku juga sedang berjuang untuk bisa menjadi Naya mu yang dulu, aku tau cintamu begitu besar kepada ku, namun aku aku terlalu malu untuk mengharapkan itu darimu kak... Ijinkan aku berjuang kak, meski rindu dan sakit ini membelenggu ku, aku hanya ingin memantaskan diriku sendiri untuk bisa bersama dengan laki-laki sebaik dan sesempurna dirimu kak,
Maaf maaf maaf kan aku yang pecundang ini, aku sungguh takut, takut akan kenyataan jika akan membuat mu kerepotan dan akhirnya memilih mundur, jadi sebelum itu lebih baik aku sadar diri, kak... jangan tanya aku kemana kepada siapapun, biarkan langkah mu membawa kita bertemu jika memang takdir menghendaki nya.
Jauh di dasar relung hatiku, aku tak pernah bisa melupakan mu meski hanya sedetikpun, hanya kamu yang memenuhi semua isi hatiku, hanya kak Devan orang pertama yang berhasil masuk dan memenuhi hatiku dengan rasa cinta.
Maaf untuk semua nya, dan terimakasih untuk cinta tulusmu, tetap lah kuat dan raihlah impian mu, doaku selalu bersamamu, karena selamanya hanya akan ada cintamu dalam hidupku.
Salam sayang, salam rindu, dan salam cinta dulu, kini, esok, dan selamanya.
Maaf
Naya 🥺
Setelah Devan membaca surat itu tanpa sadar air matanya tumpah, dia tidak menyalahkan Naya dalam hal ini, dia paham pasti Naya merasa minder dengan dirinya sendiri, kini yang bisa Devan lakukan hanyalah menjalani hari harinya sambil berfikir kemana Naya pergi.
*Sayang... jika ini adalah ujian untuk cinta kita lagi maka aku berjanji akan bisa menemukan mu , maaf jika kepergian ku malah membawa petaka untuk, maaf jika karena obsesi dari wanita itu malah melukaimu, sungguh aku hancur ketika mengetahui semua itu, aku merasa tidak berguna, sabarlah sayang, sebentar lagi aku pasti bisa menemukan mu, dan jika saat itu tiba, maka aku tidak akan membiarkan mu pergi lagi, meski bagaimana pun keadaan mu, kamu tetap Naya ku, kekasih ku, belahan jiwaku, separuh nafasku, duniaku dan rumah tempat ku pulang* Devan berbicara sendiri di depan foto Naya.
******®
Hais yang nulis malah nangis sendiri ini gimana coba... kan lucu jadinya.
Maaf ya up sedikit, ini masih rada pusing kalo lama lama di depan layar handphone.
Salam sayang, salam cinta dan jangan lupa dukungannya.
😊😊🤗🥺
Itu novel baru ya say...
dtunggu karya terbarunya ya kak..
mohon maaf lahir dan batin kak Ratna..🥰🙏🤝