Dia adalah Kenan Arka Wijaya. lelaki tampan yang taruhan dengan sahabatnya untuk meniduri seorang mahasiswi cantik bernama Nadia Arista. karena kesalahan itulah Nadia harus menanggung beban yang sangat berat.
Season 1 ( Kisah Raka & Raina=> di Novel LELAKI TAMPAN ITU ATASANKU )
Season 2 ( Kisah Kenan & Nadia )
Season 3 ( kisah Kevin & Iis )
Season 2& 3 di Novel PLAYBOY TAMPAN IDAMAN
☆Tanpa membaca Season 1 kalian akan tetap nyambung kok gaess, karena ini hanya menceritakan kisah anak-anak mereka ketika dewasa.
Lanjut baca yukkkk🤗🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal kehidupan dikota
Adrian membawa Nadia ke Apartemennya. setelah merebahkan Nadia di kamar tamu, dia segera menghubungi Dokter keluarga untuk segera datang.
Kini Dokter kepercayaan keluarganya sudah datang. Adrian langsung menyuruhnya masuk ke kamar tamu untuk segera memeriksa Nadia.
"Bagaimana Dok?" tanya Adrian
"Sepertinya wanita ini hamil. apakah kamu yang menghamili wanita ini?" tanya Dokter Anton penuh selidik.
"Yeh, mana pernah aku menghamili cewek yang bukan siapa-siapaku. lagian, bisa di damprat habis-habisan sama Papah kalau aku melakukan itu."
"Syukurlah, kamu jangan malu-maluin keluarga." ucap Dokter Anton kepada Adrian.
"Mana pernah Om? aku anak baik loh." ucapnya sambil mengedip-ngedipkan matanya.
"Ya sudah, Om pulang dulu! ini obat yang harus kamu tebus di Apotek." sambil memberikan selembar kertas yang berisi tulisan resep obat yang harus di tebus.
"Dan satu lagi, awas jangan berbuat macam-macam kepada orang pingsan!" ucap Dokter Anton sebelum dia pergi.
"Astaga, mana ada aku seperti itu Om." timpal Adrian namun Dokter Anton sudah keluar dari Apartemen itu. sehingga tidak mendengar perkataannya.
Jadi Nadia hamil, sayang sekali, baru juga mau aku dekati." batin Adrian sambil menatap wajah cantik Nadia.
Adrian menyuruh pembantunya untuk menebus obat di Apotek. sedangkan dia menuju ke dapur untuk membuatkan bubur.
Adrian masuk ke kamar tamu dengan membawa semangkok bubur yang dia taruh diatas nampan.
"Euugghhh--"Nadia yang baru sadar memegangi kepalanya karena merasa pusing.
"Sudah sadar? ini makan dulu buburnya."
"Dimana aku?" Nadia menatap penjuru ruangan yang tampak asing. lalu tatapannya tertuju kepada lelaki yang sedang duduk dipinggir ranjang."
"Kamu kan yang tadi di pesta itu?" kemudian Nadia bertanya kepada Adrian.
"Iya saya Adrian, tadi kamu pingsan diacara pesta saudara saya. jadi saya bawa kamu kesini. sudah, jangan banyak tanya dulu! lebih baik kamu makan dulu saja, kasihan anakmu kelaparan."
"Kamu tahu aku--" ucapan Nadia terpotong karena Adrian menaruh kari telunjuknya tepat di bibirnya.
"Stt, jangan banyak bicara! makan dulu saja Nad, kamu harus minum obat." kata Adrian sedangkan Nadia hanya menganggukan kepalanya.
Nadia memakan bubur buatan Adrian dengan lahap. Adrian ikut senang melihat Nadia menyukai masakannya.
"Sekarang, minumlah obat ini!" pinta Adrian
Setelah minum obat, Nadia berniat untuk pergi. karena tak enak jika berada di Apartement lelaki yang bukan Mahramnya.
Namun, Adrian melarangnya untuk pergi karena keadaannya yang masih lemah. akhirnya Nadia menuruti permintaannya sampai keadaannya benar-benar pulih.
"Mau kemanaNad?" tanya Adrian saat melihat Nadia duduk di pinggiran ranjang.
"Mau keluar, tidak enak jika berdua-duaan didalam kamar." kata Nadia sebelum mencoba turun dari atas ranjang.
"Ya sudah, ayo saya bantu! kamu masih lemah loh." tawar Adrian sambil menatap wajah pucat Nadia.
"Tidak usah, jangan pegang-pegang!" Nadia menolak bantuan Adrian.
"Okeh okeh, saya diam! saya tidak membantumu." Adrian kagum melihat Nadia yang sangat menjaga dirinya dari sentuhan lelaki asing.
Kini mereka berdua duduk di sofa yang berada di ruang keluarga. sambil menonton sinetron kesukaan Nadia. Adrian hanya menatap heran wanita di depannya itu.hanya menonton sinetron saja, Nadia tampak serius sekali. hingga sinotron kesukaan Nadia telah bersambung, Nadia mematikan layar televisinya.
"Sudah nontonnya?" tanya Adrian sambil menatap Nadia.
"Sudah, sekarang aku mau pulang saja." rengek Nadia yang ingin pulang.
"Tidak bisakah menginap disini saja?" tawar Adrian
"Tidak mau, aku mau pulang saja. terimakasih sudah membantuku tadi." ucap Nadia lalu dia berdiri.
"Biar saya antar Nad, kamu masih lemah loh." Adrian menawarkan diri untuk mangantar Nadia.
"Tidak usah, aku naik taxi online saja." tolak Nadia tak ingin diantar.
"Memangnya sudah pesan?"
"Inih"Nadia memperlihatkan layar ponselnya.
"Ya sudah hati-hati di jalan Nad." ucap Adrian saat Nadia hendak membuka pintu Apartemen.
"Iya, Assalamu'alaikum" Nadia membuka pintu itu lalu dia segera keluar.
"Waalaikum'salam" jawab Adrian sambil menatap Nadia hingga tak terlihat lagi dari pandangannya.
Wanita yang luarbiasa, sayang sekali, telat aku mengenalmu Nad." batin Adrian
Nadia menaiki taxi online yang dia pesan menuju ke penginapan terdekat. karena dia baru datang dari luar kota langsung mencari keberadaan Kenan. dia belum sempat mencari penginapan.
Nadia hendak cek in, namun harga sewa permalam penginapan itu menurutnya sangat mahal. Nadia mengurungkan niatnya untuk menginap di penginapan itu. dia memilih mencari kontrakan murah disekitar sana.
Nadia cukup kelelahan karena berjalan mencari kontrakan. dia istirahat di pinggir jalan sambil mengelap keringatnya yang menetes.
"Ahh capenya, yang sabar Nak, nanti kita segera dapat tempat tinggal." ucap Nadia sambil mengelus perut ratanya.
Tengteng
Sebuah gerobak lewat depan Nadia. Nadia terus menatap dan mencium aroma sedap.
dia tertarik untuk mencicipi makanan itu.
"Pak, jualan apa? saya mau satu yah." kata Nadia sambil bangkit dari duduknya.
"Ini soto ayam Neng, Neng mau makan disini atau dibungkus?" tanyanya
"Makan disini Pak" jawab Nadia
Nadia menyantap soto itu dengan lahap. entah dia sangat lapar atau memang keinginan anaknya. intinya Nadia sangat menikmati soto ayam yang dia makan.
"Kalau saya boleh tahu, Neng ini bukan warga sini yah?" tanya Pak Parto tukang penjual soto.
"Bukan Pak, kebetulan saya pendatang. saya sedang mencari kontrakan tapi belum dapat."
"Kontrakan? hm, bagaimana jika mengontrak di tempat saya Neng. kebetulan saya juga mengontrak disekitar sini." tawarnya
"Terimakasih Pak, memangnya masih ada kontrakan yang kosong?" tanya Nadia
"Masih kayaknya Neng, kemarin ada dua kamar kosong. dan sepertinya belum ada yang nempatin juga." ucapnya
"Ya sudah, saya ikut bapak."
"Sekarang saja saya mengantar Neng, biar nanti kembali lagi buat berjualan."
"Apa tidak mengganggu bapak?" tanya Nadia
"Tidak sama sekali Neng, ayo cepat ikuti bapak!" pintanya
Nadia mengikuti Pak Parto hingga di kontrakannya. setelah bertanya kepada pemilik kontrakan, akhirnya Nadia mendapatkan kontrakan yang lumayan murah.
Nadia segera membereskan bajunya. memang hanya sedikit baju yang dia bawa. karena dia niatnya tidak akan tinggal tapi hanya ingin bertemu Kenan. namun, keadaannya sekarang yang membuatnya harus tinggal sementara dikota itu.
Nadia langsung saja beristirahat. karena kebetulan kontrakan sudah dibersihkan oleh pemiliknya.
Nak, yang sabar yah, kita harus kuat. walaupun kita tidak bisa bersama dengan ayahmu. biarlah Mamah yang menjadi Ibu sekaligus Ayah untukmu." gumam Nadia yang sedang duduk santai di kamar barunya.
cara nya hanya wajib follow akun saya sebagai pemilik Gc Bcm. Maka saya akan undang Kakak untuk bergabung bersama kami. Terima kasih.