Aisyah Alsea, seharusnya dia sudah menyandang status sebagai seorang istri dari lelaki yang telah mengkhitbahnya setaun lalu.
namun,semua angan-angan indah itu berubah menjadi tangis setelah calon suami Alsea menjadi salah satu korban dalam kecelakaan pesawat yang Ia tumpangi.
Haru biru kisah cinta Alsea tak selesai sampai disitu,Ia masih akan dihadapkan dengan konflik-konflik dikehidupannya.
Akankah Alsea dapat menemukan jodohnya kembali???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYSEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19
SAFA MAULIDA
Safa dan keluarganya mengelola sebuah toko sembako di kios dekat jalan raya daerah kota Bandung, Biasanya Safa akan bergantian menjaga toko dengan Ibunya dan ditemani dengan dua orang lain nya yang berkerja ditoko Safa. Bapaknya Safa adalah seorang security komplek dekat tempat tinggal mereka.
Malam ini, Safa yang tadi siang bergantian menjaga toko dengan ibunya, pulang agak larut dikarenakan tokonya ramai kedatangan pengunjung menjelang malam.
Jam dinding sudah menunjukan angka 10 malam, ketika Safa dan dua orang asistennya menutup rolling door kios. Biasanya Safa akan di jemput oleh Bapaknya menjelang toko tutup, tapi malam ini Bapaknya mendapat kan shift malam, karena itu Safa harus pulang seorang diri.
Jalanan dari arah kios ke rumah Safa memang tak terlalu jauh, akan tapi melewati sedikit perkebunan kopi milik warga sekitar. Jalan yang Safa lewati sedikit gelap dan sepi, hanya terdapat beberapa lampu disudut jalan yang cahayanya sudah mulai redup.
Sebenarnya safa sudah bilang kepada Ibunya, tidak ingin pulang terlalu larut karena Bapak tidak bisa menjemputnya, karena Ia tak berani melewati jalanan sepi itu seorang diri, namun toko yang begitu ramai membuat safa tak tega untuk meninggalkan toko ke para pekerjanya saja.
Mau tak mau, akhirnya safa berjalan pulang sendiri walau sebenenarnya Ia ketakutan, Saat mulai memasuki jalanan sepi, untuk menepis rasa takutanya, Safa mengalihkan perhatiannya untuk mendengarkan musik melalui earphonenya.
Hingga sampai dipertengahan jalan, terdengar suara beberapa orang yang sedang mengobrol. Perasaannya sedikit lega karena mendengar ada orang lain selain dia yang sedang menyusuri jalan gelap ini.
Terlihat beberapa pemuda yang sedang duduk bersimpuh dijalanan dan terdapat beberapa botol minuman serta asap rokok yang mengelabuti di sekitar tempat mereka duduk.
Seketika perasaan aman nya berubah menjadi kecemasan, Safa mempercepat jalan untuk menghindar dari pemuda-pemuda itu. Tapi naasnya, beberapa pemuda menyadari keberadaan Safa yang sedang berjalan seorang diri.
"Aya awewe euy, geulis lagi!" ucap salah satu pria yang sedang menenggak minuman haram.
Mendengar perkataan salah satu temannya, beberapa laki-laki yang sedang duduk bersimpuh menikmati makziatnya menoleh ke arah Safa.
Salah satu pria berdiri dan menghampiri Safa.
"Mau kemana neng manis, sendirian saja?!" ucap salah satu pria itu mencolek dagu Safa.
"Maaf permisi! saya mau pulang." jawab safa menepis tangan pria itu.
"Ihh sombong Tetehnya." salah satu mendekati safa.
Safa ketakutan, tangganya sudah gemetar didekati oleh pria yang tercium bau aneh. Ia melangkah kan kakinya dengan cepat, Saat akan berlari tangan Safa sudah ditahan oleh pria lainnya yang ikut mendekati Safa.
"Mau kemana buru-buru?! sini atuh temenin akang dulu!"
Safa yang tertahan oleh 5 orang pria, menangis dan berteriak saat satu persatu laki-laki itu mengepung dan menyentuh tubuhnya disana sini.
"Tolong jangan sentuh aku!! Astaghfirullah..."
Ia berteriak meminta tolong, berharap ada seseorang yang mendengar kan. Namun apa daya, jalan yang Ia lewati sangat sepi dan jauh dari pemukiman warga, percumah dia berteriak sekencang-kencangnya pun tidak akan ada yang mendengarnya.
Para pria yang sedang di bawah pengaruh alkohol secara bersamaan menyeret safa ke dalam kebun kopi milik salah seorang warga.
"Jangan sentuh aku! dasar kalian semua biadab!jangan sentuh aku! tolong ya Allah toloongggg!" Safa menangis histeris, Tak henti-hentinya safa memberontak dan berteriak. Berulang kali Ia memohon kepada pria-pria itu, tapi tak ada yang memperdulikan. dirasakannya salah satu pria berusaha membekap mulut safa yang terus berteriak, satu lagi sudah menarik paksa pasmina safa hingga melukai lehernya.
Safa terus berusaha melarikan diri, tapi lagi-lagi tubuhnya tertahan oleh pria-pria itu. Saat salah satu pria mulai membuka paksa bajunya, Safa kembali berteriak. Dan kali ini ada seseorang yang mendengarnya.
"Woii siapa itu?!!!" teriak seseorang dari ujung jalan.
Safa yang mendengar suara orang langsung berteriak meminta bantuan, "Tolong..tolong saya!"
Seorang pria terlihat berlari ke arah Safa.
saat semakin dekat, Safa menyadari jika orang yang datang menghampirinya adalah sosok laki-laki yang sangat Ia kenali dan Ia cintai bertahun-tahun lamanya.
"Safa......."
smoga cerita dearr khadijah sm cantikny seperti kisah babang azzam dan teh alsea❤❤
jd ikut terharu didalem.cerita
berasa ikut berperan dlm cerita🤩🤩🤩
makasih thoorrr...lov..lov..lov deh bwt kk thorr💪🏻💪🏻❤❤
ikut bahagia jg sm keluarga babang azzam..happy end❤
makasih thorrr atas karyanya..🙏🏻🙏🏻❤
smoga diberi kelancaran smpe hari H
sabar yaa ngadepin calon mertua🤭🤭
udah jd buronan..salah paham lg sm babang azzam😪😪
kocak rizwan...minta izin sm sahabatny babang azzam..
blum apa2 udah di wanti2 mau di bogem..klo smpe berani ngelamar adeny🤭🤭
nasib buruk babang azzam😪😪
gk sempet ngetik CV
lagsg diungkapin😂😂🤭
biar bs komunikasi sm alsea..
antara jakarta dan Jogjakarta🤭
disepertiga malamnya smoga berjodoh💪🏻💪🏻