NovelToon NovelToon
OB KERUDUNG BIRU

OB KERUDUNG BIRU

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:46.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Putri Tanjung

Buat yang mau tau novel penulis lainya, cus liat di IG@putritanjung2020. Ada gratis juga di pf lain.
Syafira adalah seorang gadis yang sederhana baik dan
pintar disekolahnya tinggal dengan paman
dan bibinya di suatu desa yang jauh dari
kehidupan metropolitan, dikarenakan kondisi
ekonomi pamannya yang pas-pasan Syafira
tidak bisa melanjutkan jenjang pendidikan
yang sangat dia cintai karena dia ingin
sekali melanjutkan penididikannya sampai
sarjana tetapi sayang pamannya sudah tak
mampu.
Akhirnya dia memutuskan untuk merantau
ke kota agar bisa mendapatkan pekerjaan dan
mengumpulkan uang untuk melanjutkan
kuliahnya.
Saat di kota dia bertemu dengan seorang CEO. Apa yang terjadi selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Tanjung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pantai 1

Rudi mengajak tuan dan nonanya untuk segera menyantap makanan yang sudah ada di meja. Saat yang bersamaan Kevin masih asik dalam lamunannya, membayangkan jika seandainya dia bisa mengisi ruang kosong yang ada di dalam hati gadis di depan matanya.

Mungkinkah Aku bisa membuatnya bahagia? Bagaimana jika ternyata dia memiliki kekasih di kampung sana. Betapa hancurnya hatiku nanti, belum menyatakan cinta udah patah hati duluan, tapi kenapa Aku nggak berani mengakui ... Apakah Aku gengsi? Atau Aku merasa tidak pantas untuknya.

"Tuan, helloooooo." Gadis itu melambai-lambaikan tangannya untuk membangunkan tuannya dari lamunan yang tak berujung kepastian.

"Mmmhhh eh ya, ada apa Kamu enggak sopan begitu sama saya?" tanya Kevin.

"Tuan sebenarnya kesini ngajak Saya makan hidangan atau makan lamunan? diajak bicara malah nggak jawab, dasar tukang ngelamun," ujar Fira.

"Kamu bilang apa Saya barusan?" tanya Kevin.

"Tukang ngelamun, Tuan berarti memang benar yang Saya bilang di mobil tadikan? Jika pendengaran tuan memang payah, sebaiknya tuan berobat ke dokter biar nggak tambah parah," jawab Fira dengan serius.

"Gue itu nggak budeg jelek." ucap Kevin dengan nada tinggi dan mata yang menakutkan ke arah Fira.

"Alhamdulillah. Akhirnya tuan memuji Saya dengan sangat jujur, terimakasih atas pujiannya, Tuan. Saya akan berusaha supaya tidak jelek lagi di mata tuan," ucap Fira dengan ramah.

Rudi kaget dengan apa yang barusan didengarnya keluar dari mulut Kevin. Dia berusaha membuat agar gadis itu tidak tersinggung dengan ucapan tuannya.

"Kalau menurut Saya, Nona sangat cantik, bahkan kecantikan Nona terkesan alami atau kata orang gaul sekarang. Nona itu punya kecantikan yang natural tanpa harus di templok pipi kiri dan kanan, biar tambah merah, tanpa harus memberi cat merah di bibir dan amplas sana-sini ke salon, tetapi nona sudah cantik dari dalamnya," puji Rudi.

"Tetimakasih atas paradigma yang tuan Rudi berikan tentang wajah Saya, tetapi sebenarnya Saya memang enggak pernah mengamplas wajah, sepertinya diamplas itu sangat menyakitkan," jawab Fira dengan polosnya.

"Buahahaha." Kevin tertawa mendengar polosnya jawaban dari sang gadis dengan mengeleng-gelengkan kepala.

"Sudahlah, kita makan saja sekarang, cacing dalam perut Saya sudah mulai ikutan marah mendengar omongan mu," ucap Rudi mulai menyantap makanannya.

Sementara Fira bingung dengan jawaban sekretaris Rudi.

"Sejak kapan cacing bisa marah-marah ya? Tuan Rudi ini omongannya memang aneh, Sama seperti tuannya yang juga suka aneh," gumamnya.

Kevin memperhatikan Rudi yang dengan lahapnya mengunyah spagettynya, sementara gadis itu dilihatnya menunduk sebentar, lalu ikut memakan hidangan yang ada di meja mereka, sedangkan Kevin sendiri sedang mencoba mengingat apa yang harus dibacanya sebelum makan.

"Tuan Kevin kok belum makan?" tanya Fira.

"Mmh enggak ada, Saya hanya sedang memikirkan sesuatu yang tidak penting," jawabaya gugup.

"Tuan jangan lupa lagi membaca bismillah seperti waktu minum ampas kopi tadi pagi ya!" Gadis itu mengingatkan akan apa yang harus di bacanya sebelum memasukkan sesuatu kedalam mulutnya.

"Tenang saja, kali ini Saya tidak lupa membacanya," jawab Kevin dengan datar.

Saat mereka asik makan bersama sambil sekali-kali bicara, datang seorang gadis mendekati mereka. Gadis itu sangat cantik dan seksi, dia memakai baju sedikit terbuka di bagian dada dan bahunya, yang memperlihatkan kulit mulus nan putih sehingga akan membuat mata laki-laki akan terpana dan tergoda.

"hai Kevin, Kamu lagi disini juga, waah kita sudah lama enggak ketemu ya, Kamu apa kabar?" tanya gadis itu sambil duduk disebelah Kevin dan ingin cipika-cipiki namun ditahan oleh Kevin.

"Jaga sikapmu! jangan sampai apa yang Kamu lakukan membuat harga dirimu tidak ada nilainya." Ucap Kevin datar tanpa memandang gadis tersebut.

Gadis itu kemudian melirik ke arah Fira dan dia melihatnya dengan tatapan seolah-olah orang yang ada dihadapan sangat tidak selevel dengannya.

"Siapa dia?" tanya gadis itu dengan nada merendahkan.

"Dia .... " sebelum Kevin selesai menjawab ucapan gadis itu, Fira langsung memotong ucapan tuannya.

"Jangan khawatir, Nona. Saya hanya seorang OB dari tuan yang berada di samping Anda," jawab Fira sangat lancar.

"Ooh, pantas saja gayamu kampungan dan juga sangat norak," ucap gadis itu sinis.

"Siska, jaga mulutmu!!" ucap Kevin dengan nada tinggi. Fira yang merasa dihina hanya tersenyum dan dia malah membalas cacian gadis itu dengan sangat lembut.

"Saya memang kampunagan, Nona. Tetapi paling tidak Saya sudah berusaha menjaga kehormatan dengan menutup tubuh mulus Saya, tidak seperti Anda yang sengaja memakai baju kekurangan bahan untuk menjual kemolekan tubuh anda," jawab Fira dengan santai.

"Kamu ... Beraninya Kau menghinaku perempuan kampung." Ucap gadis itu sambil berdiri ingin menyerang Fira, namun tiba-tiba Kevin berdiri.

"Cukup Siska, enyahlah kau dari hadapan ku!" Perintah Kevin dengan nada yang sangat menakutkan, Fira yang tidak menyangka tuannya bertindak seperti itu tidak berani bicara lagi, dia menundukkan kepalanya agar tidak terlihat kesakitan yang teramat sangat dirasakan hatinya.

"Saya permisi ke belakang, Tuan." ucap Fira sambil menahan bulir mata yang hampir saja jatuh di depan mereka semua. Saat gadis itu berjalan ke belakang, Fira masih sempat mendengar nona tersebut berusaha merayu Kevin dan menjelek-jelekkan Fira.

Fira berjalan bukan ke toilet, tetapi dia melihat ada pintu keluar dari arah belakang yang menuju ke pantai. Dia berjalan kearah tepi pantai yang tidak terlihat dari tempat duduk mereka saat makan tadi.

Fira membuka sendal dan menjinjingnya, gadis itu memandang ke arah lautan lepas sambil merasakan hembusan angin laut yang menerpa wajahnya dan meliuk-liukkan ujung kerudungnya.

Kakinya yang berjalan kearah gelombang-gelombang kecil laut, tiba-tiba pecah dipisahkan oleh kakinya, diapun terus memainkan kakinya dengan menendang-nendang air laut di sekitar kakinya. Senang sekali melihat pemandangan yang terpampang indah di depan matanya.

Andai saja orang tuaku masih hidup, pasti nasib ku tidak akan seperti ini, mungkin akan jauh lebih baik dari sekarang. Ibuuu, Ayaaah Aku rindu....

Gadis itu akhirnya duduk si atas pasir putih yang kering, meletakkan sendal yang tadi dipegangnya dan memainkan pasir dengan kedua tangannya, dia teringat akan hal yang baru saja dialaminya.

Kenapa orang hanya bisa menilai tampak luar dari seseorang, padahal kecantikan luar bukan berarti melambangkan karakter dari orang tersebut.

Sementara Kevin dan Rudi sedang berjalan kesana kemari mencari keberadaan si OB kesayangan, mereka juga bertanya pada pengunjung kafe, sungguh hal yang diluar dugaan seorang CEO MTL GROUP sibuk mencari OB yang menurut hatinya sedang menghilang, padahal kata Author si OB sedang asik bermain pasir sendiri karena kurang bahagia waktu kecil, jadi apasalahnya bermain pasir ketika besar hehehe.

Rudi sang sekretaris tiba-tiba menjadi sangat pintar melebihi tuannya, dia pergi menyusuri pantai dan mendapati OB yang selalu bikin keki sedang asik bermain pasir sendiri.

"Apakah Saya boleh bergabung Nona?" tanya Rudi dengan sopan.

"Tentu saja ... Mari kita membuat rumah-rumahan tuan Rudi, ayo kita bertanding rumah siapa yang paling cantik," ajak Fira dengan sebuah senyuman.

"Ok, siapa takut." Sang sekretaris lupa mengabarkan kepada bossnya jika OB yang dicari sudah berada sangat dekat di hati Rudi.

Mereka membuat berbagai macam jenis bangunan dan saling menghancurkan bangunan lawan mainnya.

"Tuan Rudi curang, bangunanku kan sudah selesai, kenapa dikasih danau buatan, jadi hancur deeeeh." ucap Fira dengan mulut manyun, karena Rudi menyiramnya dengan air laut.

"Cup cup cup, dedek bayi jangan nangis ya, nanti papa beliin lolipop yang besar hahahaha." Rudi berhasil membuat gadis itu ikutan tertawa.

Tanpa mereka sadari, CEO sombong yang suka angkuh itupun ikut tersenyum melihat kegembiraan sekretaris dan OB hatinya. Kevin merasa jika dirinya sangat ingin bergabung dengan mereka, namun sifat egois seorang Presiden Direktur membuatnya tidak jadi melanagkahkan kaki mendekati OB pujaan hati.

Sementara yang sedang asik bermain tidak mengetahui jika tuannya sudah sangat dekat dengan mereka. Saking asiknya mereka bermain berdua sampai - sampai mereka lupa jika mereka disana bersama tuannya dan saat mereka mau membalikkan badan menuju ke kafe..

"Apa bermainnya sudah cukup ....?" Tanya Kevin dengan mata yang ingin membunuh kearah Rudi.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Hallo reader jangan lupa untuk like, komen dan vote ya, semoga cerita ini bisa menjadi bacaan yang bermanfaat buat anda semua..

KOMENTAR MU ADALAH ENERGI BARU UNTUK AUTHOR

LIKE MU MEMBUAT KU BAHAGIA

VOTE MU MEMBUAT CERITA INI JADI LEBIH DITERIMA ORANG YANG BELUM MEMBACA.

terimakasih ❤️❤️❤️❤️❤️

1
SUTAN PAMENAN
🙏🙏
CEO MARAWAR
🙏💪
🍾⃝Tᴀͩɴᷞᴊͧᴜᷡɴͣɢ🇵🇸💖: Trimakasih Kak 😍
total 1 replies
Deswita
🙏
Deswita
🙏💪
Deswita
hadir dikarya ini semangat author
Reni Suryani
Luar biasa
Halimatu Syadiah
sumpah ni si kicak abis🤣🤣🤣
lira risma Nalifah lira risma
Kecewa
lira risma Nalifah lira risma
Buruk
Ai Siti juariah
Luar biasa
Astrid Bakrie S
Assalamualaikum aq hadir ya Thor ☝️🌹
Happy Eid Mubarak
minal aidzin wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏
zha syalfa
kalao gak salah kemarin manggilnya Uni ya kak?
Berdo'a saja
pelet untuk jadi alim
Berdo'a saja
rusi jatuh cinta rupanya
Berdo'a saja
sibuk dengan cemburu ya vin
Berdo'a saja
cemburu Vin
Berdo'a saja
capek
Berdo'a saja
baru pingsan belum mati, gimana dengan kedua orang tua Fira paman
Berdo'a saja
main peluk aja
Berdo'a saja
wah waah waaaahh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!