⚠️Mature Content (Harap bijak memilih bacaan)
Bryan Adams (24th) & Patricia Robert (26th).
Sebuah kesalahan dimasa lalu yang tak pernah mereka sesali terjadi.
Ternyata tidak mampu, membuat Pat tetap bertahan dengannya. Pada akhirnya takdir membawa Patricia hidup bersama pria lain pilihan dari Diana, ibunya.
Namun lagi-lagi takdir mempertemukan Bryan dan Patricia, meski dengan status yang berbeda. Akankah cinta itu tumbuh lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Priska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
A 19
Setelah acara makan malam usai, kini hanya tersisa Cherry dan Bryan disana. Sementara Cherry mulai membereskan sisa-sisa makanan yang ada disana.
Secara kasat mata saja Cherry tahu sikap Bryan yang sekarang dan yang tadi jelas berbeda 360 derajat. Pria yang sejak tadi selalu memuji dan memanjakannya didepan tamu, kini menjadi pria yang kaku dan dingin dalam sekejap.
“Jangan dibersihkan biarkan saja !.” Seru Bryan, yang berdiri tak jauh dari Cherry berada sekarang.
“Kenapa? Aku tidak keberatan melakukan ini.” Balas Cherry, sambil mengangkat piring-piring kotor itu.
“Aku tidak memintamu untuk melakukan itu Cherry ! .”
“Lalu kau memintaku untuk apa ? Bukankah kau sendiri yang membawaku kemari.”
“Sini berikan itu padaku...” Bryan merebut piring-piring itu dari tangan Cherry dan membawanya ke wastafel pencucian.
“Kau tidak mungkin bisa melakukannya, biar aku saja. Nanti tangan tuan muda bisa kasar dan bau.” Ledek Cherry.
“Jika begitu, tanganmu juga tidak boleh melakukannya. Aku akan mencari orang untuk membersihkan ini besok. Kau tidak perlu melakukan apa-apa !.” Ucap Bryan tersenyum.
Deg.
Senyuman dan perhatian itu membuat hati Cherry benar-benar tersentuh, baru kali ini dia merasa diperlakukan dengan baik oleh pria. Tidak seperti Kornelius yang hanya bisa menyakitinya saja.
“Baiklah terserah kau saja !.” Ucap Cherry.
“Aku antar pulang sekarang ?.” Tanya Bryan.
Mendadak ekspresi wajah Cherry berubah seketika.
“Ada apa?.” Tanya Bryan, yang menyadari perubahan itu.
“Tidak bisakah aku disini malam ini Tuan?.” Pinta Cherry.
“Biasakan memanggil namaku saja... Tapi ini sudah jam---” Bryan melirik kearah jam tangannya.
“Aku tahu ini sudah tengah malam. Aku ingin menginap disini bersamamu.” Sambar Cherry.
“Boleh kah aku di sini Tuan Pacar?.” Tanya Cherry manja.
“Cherry... Maaf tapi kau...”
“Aku mohon. Bukankah aku sudah menjadi kekasihmu? Aku tidak mau jauh darimu.” Pinta Cherry.
Sebenarnya bukan ini yang Bryan inginkan tapi melihat Cherry yang seperti ini, dia juga tidak tega mempermainkan gadis itu.
“Ya !.” Angguk Bryan.
“Benarkah?.”
“Hmm. Kau bisa memakai kamarku” Ucap Bryan.
“Lalu kau?.”
“Aku bisa tidur di sofa !.” Tegas Bryan.
“Kenapa ? Tempat tidur itu cukup besar. Kau dan aku. Kurasa tempat ini masih sangat muat .” Ucap Cherry berargumen.
“Aku tidak bisa tidur berdekatan dengan orang lain. Aku tidak terbiasa !.” Ucap Bryan memberi alasan.
“Kau ini aneh ! Apa aku ini masih orang asing bagimu? Sebenarnya apa tujuanmu melakukan ini ?.”
“Kau sendiri yang bilang, kita adalah pasangan kekasih. Aku hanya bilang tidak terbiasa, bukan tidak mau ! Tapi jika kau mau, aku akan mencobanya. Kurasa aku harus mencoba terbiasa denganmu.” Ucap Bryan. Kali ini dia mau sedikit bertoleransi pada Cherry. Setidaknya mereka tidak akan melakukan hal lebih.
Setelah mendengar jawaban itu Cherry berlari kegirangan, karena Bryan mau tidur di satu tempat tidur yang sama dengannya.
Nyit...
Cherry menghempaskan tubuh ringannya di atas tempat tidur. Sementara Bryan berjalan dengan langkah lambat datang padanya.
“Kenapa kau lama sekali. Ayo sini baring lah disebelah ku.” Cherry mengatur jarak batal mereka agar berdekatan.
Bryan tersenyum ketir.
“Mungkin beginilah kau memperlakukan pria lain di luar sana, sehingga mereka rela mengorbankan hal lain. Dengan hal manis semacam yang kau buat ini.” Batin Bryan menatap intens kearah Cherry.
Bryan merebahkan diri di samping Cherry, tapi dia enggan melihat kearah gadis itu.
“Tidurlah aku mengantuk.” Ucap Bryan.
“Boleh aku bertanya sesuatu padamu !.” Seru Cherry.
“Ada apa?.”
“Kenapa kau menyukai ku?.” Tanya Cherry.
Bryan terdiam, ia bahkan tidak tahu alasan apa yang harus diberikannya, karena ia tidak pernah berpikir untuk menyukai Cherry atau apapun dari dirinya.
“Bryan !!!.” Panggil Cherry.
“Apa alasan itu sangat penting bagimu? Menurutmu apa menyukai atau mencintai sesuatu itu diperbolehkan ?.” Bryan balik bertanya.
“Tentu saja !.” Jawab Cherry.
“Coba kau pikir kan lagi, apa semuanya diperbolehkan atau mungkin ada yang tidak diperbolehkan?.” Tandas Bryan.
Kali ini Cherry yang terdiam, dia tidak mengerti dengan arah pembicaraan Bryan sekarang.
“Aku menyukaimu. Karena aku ingin menyukai mu, aku membawa mu ke sini, aku tidur disamping mu, semua itu ku lakukan karena aku ingin...” Ujar Bryan, agar Cherry berpikir.
“Sekarang giliranku ! Apa kau sudah mengakhiri hubungan dengan pria mu itu?.”
“Ya aku sudah mengakhirinya...”
“Ya itu bagus...” Seru Bryan, setelah itu ia benar-benar tertidur.
Dan Cherry, entah kenapa ia masih saja memikirkan Kornel, seacuh dan sekeras pun sikap Kornel padanya, yang terlintas saat memikirkan pria itu, hanya hal-hal manis saja.
“Lupakan Kornel...Lupakan Kornel...” Ucap Cherry dalam pikirannya sendiri.
Cherry berbalik melihat kearah Bryan, ternyata pria itu sudah tertidur pulas. Cherry menatap Bryan dengan seksama, Bryan memang sangat tampan, tapi dia terlalu baik untuk wanita penggoda seperti dirinya. Tentu saja Cherry sadar siapa dirinya.
“Selamat tidur Tuan baik hati...” Bisik Cherry.
Bersambung...
salam cinta online juga buat kak othor🤗😘