NovelToon NovelToon
Takdir Cinta

Takdir Cinta

Status: tamat
Genre:Cerai
Popularitas:27.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Alvi Barta Jadul

Lima tahun yang lalu dia mengubah identitasnya, membuang jauh masa lalunya karna rasa kecewa pada suaminya.

Dan kini di saat dua buah hatinya menanyakan sang ayah, apakah yang akan di lakukan ALEA, akankah dia berkompromi pada hatinya demi kebahagian buah hati tercinta. Atau dia mengabaikan demi gengsi dan harga dirinya walau sebenarnya dia masih sangat mencintai pria tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvi Barta Jadul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia adalah ayah mereka

Di rumah sakit Nenek Kamila Slavic yang merupakan Nenek Mia telah selesai menjalankan operasi. Beliau kini telah di pindahkan ke ruang perawatan VVip atas permintaan Leea. Leea sudah menganggap Nenek Kamila sebagai neneknya sendiri. Wanita tua itulah yang mengajari Leea cara merangkai bunga tiga tahun lalu, sehingga Leea kini menjadi terampil dalam merangkai bunga.

Mia akhirnya bisa bernafas lega setelah melihat sang Nenek yang kini tengah tertidur lelap akibat pengaruh obat bius saat operasi tadi.

"Aunty terima kasih" ucap Mia pada Leea penuh dengan rasa syukur. Entah apa yang akan terjadi seandainya Leea tak membantunya. Mia tak akan sanggup untuk membayar biaya operasi yang di jalani Neneknya.

"Tak perlu berterimakasih sayang" ucap Leea.

"Kita adalah keluarga jadi jika ada yang susah sudah sewajarnya kita saling membantu" tambah Leea.

Mia memeluk erat Leea, dia benar benar merasa beruntung bisa mengenal seseorang seperti Leea, selain mempunyai wajah cantik wanita itu juga memiliki hati seperti malaikat.

"Aunty harus pulang sekarang kasihan si kembar" ucap Leea sambil melepas pelukannya pada Mia.

"Kau tidak apa apa Aunty tinggal sendiri?" tanya Leea.

"Tidak apa Aunty, Aunty pulanglah" jawab Mia.

"Kasihan Uncle mungkin kerepotan menjaga si kembar yang tak bisa diam " tambah Mia.

Mendengar ucapan Mia, Leea kembali terfikir tentang Ziga. Entah apa yang sedang di lakukan pria tersebut bersama kedua buah hatinya. "Semoga saja anak anak tak membuat Ziga kerepotan" gumam Leea.

"Aunty pulang ya" pamit Leea pada Mia yang di sambut anggukkan kepala oleh Mia.

"Kau ikut pulang Rik?" tanya Leea pada Erik yang sedari tadi ikut menemani Mia.

Erik memandang wajah Mia yang terlihat lesu.

"Tampaknya Mia membutuhkan teman" jawab Erik.

Leea berbalik dan menatap kembali wajah Mia yang memang terlihat lesu dan lelah.

"Baiklah, tolong kau temani dia" ucap Leea

"Jika ada sesuatu cepat kabari aku" tambah Leea.

"Baik Nyonya" jawab Erik.

Leea pun bergegas meninggalkan rumah sakit untuk segera kembali ke rumah.

Saat berada di dalam taxi untuk kembali ke rumah ponsel Leea berdering. Ternyata Maureenlah yang menghubungi Leea.

"Halo Lee, di mana?" tanya Maureen langsung saat Leea mengangkat telponnya.

"Aku sedang di dalam taxi perjalanan pulang ke rumah" jawab Leea.

"Oke, Aku tunggu secepatnya. Aku dan Demyan ada di rumahmu" ucap Maureen.

"Ada yang ingin Demyan bicarakan" tambah Maureen.

"Oke" jawab Leea, dia sudah dapat menebak apa yang akan di bicarakan oleh kakak angkatnya tersebut.

Karna perjalanan sangat lancar tak perlu waktu lama bagi Leea untuk tiba di rumah.

Leea masuk ke dalam rumahnya dengan di sambut pelukan oleh Aiden.

"Mom" panggil Aiden dengan mata yang berkaca kaca.

"Ada apa sayang?" tanya Leea lembut sembari mengusap kepala Aiden.

"Aiden sayang Daddy, Aiden ingin Daddy tinggal bersama kita" ucap Aiden.

Demyan yang ikut mendengar perkataan Aiden merasa sedih, selama ini dia selalu berusaha menjadi papi yang baik untuk anak anaknya dan juga anak anak Leea. Apalagi terhadap Aiden kasih sayang yang di berikan oleh Demyan memang lebih besar, mengingat Aiden satu satunya anak laki laki yang mungkin akan menjadi penerus keluarga Petrov, tapi kini dengan kehadiran Ziga yang merupakan ayah kandung Aiden membuat Demyan merasa tersisihkan. Sementara itu Maureen yang mengerti perasaan suaminya mengelus punggung Demyan , dia berusaha menenangkan pria tersebut.

"Iya sayang, Daddy akan tinggal bersama kita" jawab Leea dengan sabar.

"Sekarang Aiden pergi bermain bersama Eva, Mom ingin bicara dengan Papi Dem" tambah Leea.

"Dimana adikmu ?" tanya Leea kemudian, dia baru menyadari Zeline tak bersama mereka.

"Zeline di kamar bersama Ayahnya" jawab Maureen.

Leea pun mengangguk, kemudian dia berbalik melihat Demyan yang sedari tadi hanya terdiam menatapnya.

"Apa yang ingin Kakak bicarakan ?" tanya Leea sambil duduk di sofa, jujur dia merasa lelah karena dari pagi sudah berada di rumah sakit untuk menemani Mia.

Demyan duduk di hadapan Leea di dampingi Maureen sang istri.

"Apa kau yakin akan membiarkan pria itu tinggal di sini ?" tanya Demyan dingin.

"Bagaimanapun juga dia adalah ayah dari anak anak, jadi dia punya hak untuk bersama mereka" jawab Leea.

"Punya hak?" tanya Demyan sedikit emosi.

"Apa kau tak ingat apa yang telah dia lakukan lima tahun lalu" ucap Demyan sengit.

"Aku tahu Kak, tapi yang aku fikirkan adalah anak anak" jawab Leea.

"Apa Kakak tidak lihat tadi bagaimana Aiden merengek meminta ayahnya untuk tinggal di sini" tambah Leea.

Demyan terdiam, dia memang melihat bagaimana tadi reaksi kedua anak itu terhadap ayah kandungnya.

"Untuk saat ini yang terpenting bagiku adalah kebahagiaan anak anak" lanjut Leea.

"Aku hanya tidak ingin kau dan anak anak tersakiti" ucap Demyan.

"Aku juga tidak akan tinggal diam jika dia berusaha menyakiti anak anak, tapi sepanjang penglihatanku dia benar benar menyayangi Aiden dan Zeline" ujar Leea.

"Lalu bagaimana dengan perasaanmu terhadapnya?" tanya Demyan lagi.

Maureen yang sedari tadi hanya terdiam mendengarkan percakapan antara suaminya dan Leea tiba tiba menyentuh dengan lembut tangan Demyan.

"Biarkan mereka selesaikan masalah pribadi mereka sendiri" ucap Maureen.

"Leea sudah dewasa, dia pasti tahu apa yang harus di perbuat" tambah Maureen.

Lagi lagi Demyan terdiam, dia masih belum setuju dengan kata kata istrinya tersebut.

"Kak, untuk saat ini tidak penting bagaimana perasaanku" ucap Leea.

"Asalkan bisa melihat kedua buah hatiku tersenyum bahagia itu cukup untukku" tambah Leea.

"Baiklah jika itu memang keputusanmu" ucap Demyan mengalah, dia juga merasa bahwa kebahagiaan si kembar adalah yang utama.

"Terima kasih Kak" ucap Leea yang kemudian memeluk Kakak angkatnya tersebut.

"Terima kasih juga Maureen" ucap Leea kali ini berganti memeluk sahabat sekaligus kakak iparnya itu.

"Kita adalah keluarga, tak perlu berterima kasih" jawab Maureen.

"Tapi ingat jika dia sampai menyakitimu atau anak anak aku tidak akan segan segan" ucap Demyan penuh dengan nada ancaman.

"Baiklah kami harus pergi sekarang, masih ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan" ucap Demyan berpamitan pada Leea.

Maureen segera memanggil Eva yang tengah bermain dengan Aiden di belakang.

"Sekali lagi terima kasih kalian telah mengkhawatirkanku" ucap Leea sembari memeluk kembali Maureen.

"Mikha jangan nakal ya sayang" pesan Leea pada Mikha yang di sambut dengan tawa renyah bocah kecil tersebut.

Leea tersenyum kemudian dia juga memeluk Eva dan mencium pipi anak tersebut.

"Eva jangan lupa belajar ya sayang" pesan Leea.

"Ya, Aunty" jawab Eva.

"Bye Aunty, bye Aiden" pamit Eva.

"Bye Eva" balas Aiden.

"Sampaikan salamku pada Ziga, maaf tadi Demyan sempat memukulnya" bisik Maureen pada Leea ketika Demyan sudah berjalan agak menjauh dari mereka.

Leea terkejut mendengar ucapan Maureen, dia tidak menyangka bahwa Demyan kakak angkatnya tersebut sempat memukul Ziga.

"Aiden di mana Daddy?" tanya Leea setelah Maureen dan keluarganya pergi.

"Daddy bersama Zeline ada di kamar Mom" jawab Aiden.

Leea pun segera beranjak ke atas menuju kamar anaknya.

Saat ia membuka pintu kamar betapa terkejutnya Leea saat melihat Ziga dan Zeline yang tertidur di atas karpet di lantai. Zeline tampak nyenyak tertidur di pelukan ayahnya.

Leea pun mendekati mereka, saat Leea melihat wajah Ziga yang lebam akibat pukulan dari Demyan rasa iba muncul di hatinya. Dia pun menggendong Zeline dan meletakkan bocah kecil tersebut di atas ranjang. Kemudian Leea segera mengambil kotak P3K untuk mengobati luka Ziga.

1
Salma Suku
Apakah Mi Rae bersekongkol dengan seseorang, untuk mengahancurkan rumah tangganya Aiden ama So Ah?
Salma Suku
Kenapa nda ngomong aja So Ah bikin dongkol kyk org bisu...
Salma Suku
Pastilah disetujui udah hamidun😁
Salma Suku
Hadeeeuw, nanti salah paham lagi, Aiden nda jelaskan yg sebenarnya bahwa So Ah yg akan dia nikahi...
Salma Suku
Apakah Mi Rae sepupuan dengan So ah?
Salma Suku
Pasti Delon melihat Aiden dan So ah berciuman makanya dia jatuh sampai kepalanya berdarah...
Salma Suku
Thor, Aiden akan bertemu dengan si gadis kecil yg punya gantungan...
Salma Suku
Thor tinggal tunggu So ah hamil, karena mlm pns di lobang😁
Salma Suku
Tempat uhuy2nya nda cocok thor masa ditempat seperti itu😁pasti hamil lagi setelah ini...
Salma Suku
Aiden jgn ngomong begitu, biasanya nanti akan terjangkit kau akan menikah muda jg...
Salma Suku
Thor apakah Mika anaknya Demyan?
Salma Suku
Waktu fello ama Jesi ambil Fabian sebagai anak angkat barang kali seumuran dengan Zeline...
Salma Suku
Kalo aku sih visualnya Aiden kurang pas...
Salma Suku
Woow bakal seruuu...
Salma Suku
Astaga Juan...tapi aku salut padamu demi kebahagiaan kakakmu👍👍
Salma Suku
Untung aja Louis gerak cpt untuk menelpon ama Zeline...
Salma Suku
Cinta yg tulus dan pengorbananmu semoga berbuah manis...
Salma Suku
Apakah itu Sera?
Salma Suku
Thor suka banget bikin org jantungan😁
Salma Suku
Via, hamil anak ke 3
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!