NovelToon NovelToon
Guardian Ghost

Guardian Ghost

Status: tamat
Genre:Misteri / Romantis / Roh Supernatural / Hantu / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:661.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: sinta amalia

BELUM MELEWATI PROSES RE-WRITE🙏

Raina Nistia Wiguna menjadi seorang yatim piatu setelah kedua orangtuanya meninggal dunia dibunuh oleh perampok yang menyatroni rumahnya saat usianya 15 tahun

dia juga harus kehilangan sahabatnya dari kecil yaitu Nino karena berusaha menyelamatkan Rain saat perampokan itu berlangsung tapi saat melarikan diri ia tertabrak yang menyebabkan dirinya koma dan hilang ingatan

kini ia tinggal bersama neneknya, tapi entah karena ada urusan yg belum selesai arwah Nino selalu hadir di hidup Rain dan mengikuti kemanapun Rain pergi,bahkan tidak jarang Nino menganggu dan mengacau terlebih bila yg mendekati Rain adalah seorang laki-laki

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diary Tian

Happy reading all 😘

.

.

.

Rain merebahkan tubuhnya di ranjang,memejamkan matanya dulu sejenak. Urusan dunia membuat raganya lelah.

"Mandi dulu, kamu abis masuk sarang kuman," senggol Nino yang ikut berbaring di samping Rain.

"Iya bentar dulu, capek!"

"Besok kamu pergi ke pabrik teh?" tanya Nino. Gadis itu mengangguk.

"Capek, No..!" keluhnya berbalik menyamping dan meringsek masuk ke dalam pelukan Nino. Nino tersenyum melihat kelakuan Rain yang sudah tidak canggung lagi padanya, seperti dulu.

"Loe bau !!" jawab Nino.

"Gue baru tau kalo hantu bisa ngeluh kebauan," ucap Rain masih kekeh memeluk Nino, begitupun Nino, meskipun mengeluh tapi pelukannya malah mengerat pada Rain.

"Hidup memang melelahkan Rain, tapi percaya sama gue. Masa depan loe cerah ke depannya, loe bakal hidup bahagia, menikah dan mempunyai anak anak yang lucu," ucap Nino, suaranya seperti menahan sesuatu yang membuatnya sedih. Rain mendongak, mata merah itu terasa meneduhkan. Namun, ada sesuatu yang redup disana.

" Apa loe ga akan ada di masa depan gue?" tanya Rain. Nino tersenyum "loe akan menemukan seseorang yang sangat menyayangi loe nantinya," jawabnya.

Rain tak menjawab, tapi sikapnya cukup mewakili perasaannya, ia semakin menempel dan memeluk Nino erat, menyembunyikan wajahnya di dada hantu tampan itu.

.

.

Rain menggosok gosok rambutnya dengan handuk kecil, selepas mandi tubuhnya terasa ringan dan segar, memangnya seberapa berat kotoran yang menempel di tubuhnya??

"Neng !! makan dulu !!" pekik bi Kokom dari luar pintu kamar.

"Iya bi, nanti Rain turun !!" jawabnya.

Rain turun dan menghampiri bi Kokom dan mang Nurdin.

"Neng, tadi ada pak Komar datang kesini, tapi neng belum pulang !" ucap bi Kokom menaruh mangkuk tumisan di meja makan.

Memang Rain tak pernah mau makan sendiri, ia selalu menyuruh bi Kokom dan mang Nurdin untuk makan bersamanya, tidak ada jarak antara majikan dan asisten rumah tangga, Rain sudah menganggap keduanya seperti orangtua sendiri, ditambah keduanya memang tidak memiliki anak.

"Katanya beliau mau mengajak neng berkeliling pabrik teh, dan memberikan laporan tentang pabrik!" ucap mang Nurdin.

Om Harsa sementara ini menyerahkan urusan pabrik teh pada Rain, saat ia tidak ada di Bandung.

"Iya bi, mang... besok saja Rain ke pabrik," jawab Rain.

Otaknya sudah terasa lelah untuk membaca mata kuliah yang tadi siang, ia lebih memilih meraih buku Tian dan membacanya, menutup buku yang tebalnya mengalahkan ketebalan kulit badak.

Halaman pertama ia membuka memori tentang Tian bersama Pian dan bu Tita, nampak sangat mereka saling menyayangi. Halaman berikutnya adalah hobby Tian, Rain menarik senyuman di wajah cantiknya saat membaca pengalaman Tian yang terjatuh saat bermakn bola dan memimpikan menjadi seorang pemain bola internasional. Tapi halaman halaman berikutnya air mata sudah tidak dapat dibendung lagi. Tentang penyiksaan yang sering Tian terima dari Baron.

"Tega," gumam Rain, ia mengusap air mata dan ingusnya. Tian sering mendapat perlakuan kasar jika ia membangkang ataupun tidak sesuai keinginan Baron, Tian jarang diberi makan. Seringkali Tian dipukul karena masalah sepele. Seorang ayah yang harusnya mengayomi dan melindungi justru malah menyiksa dan membuat darah dagingnya sendiri menderita, bahkan Tian meregang nyawa ditangan ayahnya sendiri.

Malam ini, sunyi....

Bapak datang dengan kondisi mabuk seperti biasa, lebam sudah biasa kudapatkan, dan kali ini luka lebam kudapatkan di bagian dada...Baron menghadiahiku bogeman mentahnya karena aku yang lupa memanaskan air termos, hingga kopi yang kuseduh terasa kurang enak. Ya Allah jika memang Tian ditakdirkan untuk menderita, lebih baik engkau ambil saja nyawa Tian, Tian rindu ibu....Tian rindu Pian....Sekali saja ya Allah Tian ingin bertemu dan memeluk mereka. Luka bekasan api rokok di tangan Tian, Tian dapatkan karena ketiduran saat Baron memanggil....

Rain sudah tidak sanggup membaca, ia cukupkan untuk hari ini sampai disini saja. Saat ia mendongak Tian sudah berdiri di depan jendela kamar Rain.

Gadis itu merengkuh Tian dan memeluknya sambil menangis tergugu, merasakan yang Tian rasakan.

"Kaka janji sama Tian, secepatnya ka Rain akan menemukan jasad Tian," ucap Rain. Tian mengusap lembut air mata Rain di pipi chubby gadis itu. Rain memegang tangan dingin dan pucat Tian, yang memang sudah tidak dialiri lagi darah. Matanya tertuju pada bekasan bekasan luka akibat api rokok. Rain kembali memeluk Tian. Anak yang perawakannya tak besar juga tak begitu kecil itu menepuk nepuk punggung Rain.

"Ka Rain adalah orang baik, Tian yakin banyak yang menyayangi ka Rain, Tian juga sayang kaka !" ucap Tian.

Dari depan pintu kamar, Nino menatap Rain haru, ia pasti sangat merasakan apa yang dulu Tian rasakan.

"Sutt !! cengeng !!" ledek Nino. Rain menoleh dan menghapus air matanya .

"Itu tandanya gue masih punya hati nurani," bela Rain tak terima disebut cengeng.

"Ikut gue yuu!!" ajak Nino.

Rain mengernyitkan dahinya," kemana?"

Dengan sekali kedip, Nino sudah tidak berada di kamar lagi, Rain mencari cari Nino. Saat sedang kebingungan, mata Rain menyipit ke arah halaman belakang. Ia terkekeh melihat Nino yang sudah berdiri dengan berpakaian rapi dan berjas. Darimana Nino mendapatkan jas, apa jangan jangan ia mencurinya dari toko pakaian?

"Ngapain sih??" tanya Rain mendekat.

"Ga liat apa udah pake jas?? masa iya ngajak dangdutan!!" jawab Nino. Rain tertawa.

"Jas darimana?" tanya Rain.

"Nyuri !!" jawab Nino asal.

Rain mengangkat kedua alisnya, tak lama ia memukul mukul dada hantu tampan itu.

"Balikkin ga?? ga usah ngadi ngadi, meskipun hantu tapi kerenan dikit kek, jangan nyuri !! apa kemampuan hantu loe, loe pake buat nyuri??" kesal Rain. Nino menangkap tangan Rain "canda gue !!"kekehnya.

"Ya ada lah, gue bisa robah lah !!" jawabnya.

Nino membawa tangan Rain ke lehernya dan mengalungkannya, sedangkan tangannya melingkar di pinggang Rain. Mata Nino seakan menghipnotis Rain.

"Raina Nistia Wiguna, maukah kamu berdansa denganku?" tanya Nino, Rain tertawa renyah.

"Ga usah ketawa loe...!!" ucap Nino mengusap wajah Rain dengan sebelah tangan Nino.

"So romantis loe !" jawab Rain.

Tapi sedetik kemudian mata Rain membola selebar globe ia lantas memeluk Nino dengan erat.

"No !!! nanti gue jatoh !!" pekik Rain. Nino sudah membawa Rain melayang beberapa kaki di udara.

Nino tertawa serenyah wafer. "Jatoh paling ke bawah," ucap santai Nino.

"Peakkk !! ya iyalah jatoh kebawah, mana ada jatoh keatas !!" Rain melihat ke arah bawah sambil bergidik.

Kira kira dengan ketinggian seperti ini dia hanya akan keseleo atau patah tulang??

"Ada jatoh selain kebawah!!" ucap Nino.

"Apa??" tanya Rain menantang.

"Jatuh ke pelukanmu!!" jawab Nino terkekeh.

"No, turunin gue No...nanti ada orang yang liat bisa pingsan !!" pinta Rain.

"Yakin ga mau lebih lama lagi?" tanya Nino.

"Engga, nanti dikira gue punya kekuatan supranatural lagi !!" jawab Rain.

"Oke !" Rain melihat sekitaran rumahnya sebelum Nino menurunkannya, matanya menangkap sosok perempuan yang tadi siang ia lihat di jalanan, wanita berkebaya dan jarik coklat layaknya sinden. Di sekitaran matanya ada lingkaran hitam, dengan wajah penuh luka dan darah, mengerikan !! ia sedang melotot ke arah Rain. Area sekitaran perut dan bagian jariknya juga penuh noda da*rah. Bahkan dari sini saja Rain bisa mencium bau amis yang sangat kuat.

"No, dia siapa?? gue yakin dia bukan manusia !!" bisik Rain merasa takut. Nino sudah tau sebelumnya kehadiran hantu perempuan sinden itu.

"Dia ingin meminta tolong padamu juga, namun dia sedikit memiliki jiwa pendendam jadi berhati hatilah. Aku selalu ada di sisimu Rain !!" jawab Nino di telinga Rain.

"Dia ko serem, No..gue takut...!!" jawab Rain memejamkan matanya.

"Gue coba ngomong sama dia ya, biar bisa sedikit ramah dalam menyampaikan permintaan tolongnya. Dia masih salah paham sama loe."

"Salah paham?? emang gue salah apa, No??" jawabku.

"Bukan loe yang salah !!" jawab Nino.

"Sebaiknya loe kembali ke kamar, Tian bakal jagain loe, sementara gue ajak dia bicara !" ucap Nino.

Gadis itu berlari masuk ke rumah, tapi belum sempat naik ke atas tangga seseorang menarik tangan Rain hingga tersentak.

"Aaaaa !!!" pekik Rain.

1
YH
luar biasa
Chusnul Chotimah
pedih x mata ini habis motong cabe..huhuhuhu,Nino😭😭😭😭😭
Rizky Rahma Aulia Akbar
sdah baca berkali kali tetep aja nangis ini part Raina sama Nino😭😭😭. cerita kakak bagus bagus semua udah aku baca semua novel kakak
Be snowman
mood banget baca 2 hari dari kemarin dari gabut
ditempat kerja sampe balikkkkkk 😭😭😭

ninoooo love u ninooooo
kalau ad hantu yang ga gw takutin itu looo aaaaa 😭♥️♥️♥️
Be snowman: 😭😭😭 nyampe bgt tau kak ceritanya ,meskipun kata kakak semebrawut . tapi kata aku ini kerenn 🔥 . terus berkarya kak , aku baca semua karya kakak 😍
total 2 replies
Be snowman
😭😭😭😭😭😭 dari awal baca ga komen komen karna terhanyut cerita . part ini mewekkkk😭😭😭😭
zen
⭐⭐⭐⭐⭐
novel destiny
selalu selalu suka sama karya teh Shin..
tapi sumprit ini tuh bikin senam jantung 🙈🙈🙈
novel destiny
finally happy ending yaaaa
novel destiny
finally
novel destiny
Nino merhatiin nya dari jauh yaa
novel destiny
haduhh
novel destiny
Nino 🥺
novel destiny
tetep yaa... Nino pasti tetep di hati terdalam
novel destiny
semiris itu ya buat Nino.. tapi emang udah takdir nya kan
novel destiny
tulisan teteh Shin bener2 ihhh 😍😍
novel destiny
ampun dah ga kelar2
novel destiny
akhirnya dika bisa ngutarain yaa perasannya.. dan di sambut Raina. walaupun masih dibayangin Nino.. tapi gapapa yaaa
novel destiny
nino-raina nyesek oyyy
novel destiny
akhirnya balikk yaaaa Raina.. selamat
novel destiny
semoga Raina balikk..
udah kaya pas nonton kkn di desa penari
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!