NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Pria Gemulai

Dijodohkan Dengan Pria Gemulai

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Aliansi Pernikahan / Cintapertama
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Asha dijodohkan oleh keluarga dengan tuan muda dari keluarga Rahardi. Keluarga nomor satu di kota mereka. Pria itu tampan, mirip aktor luar negara, bahkan terlihat bak anime hidup. Hanya saja, itu saat ia tidak bergerak saja. Jika ia bergersk atau berbicara, dia berbeda dari yang kaum hawa harapkan. Pria itu gemulai, kemayu, pria bertulang lunak atau apapun lah itu sebutan untuk dia yang berbeda dari pria pada umumnya.

Perjodohan itu karena hutang budi papa Asha pada keluarga Irza. Namun, dibalik itu semua, ada hal tersembunyi yang Asha tidak ketahui. Apakah hal tersembunyi itu? Yuk! Ikuti kisah mereka sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps*14

Sekali lagi, senyum manis milik Irza terukir indah di bibir seksi bak delima matang. Bibir itu indah, saat senyum terukir, keindahannya semakin terlihat. Lalu, ditambah pula dengan hiasan dua lesung pipi yang langsung muncul ketika senyum itu terukir. Sungguh, ini adalah keindahan yang paling nyata. Hadir di depan mata Sha yang kenyataannya adalah seorang pecinta aktor luar negara.

Yah .... Singkatnya, Sha adalah wanita, sama seperti wanita pada umumnya yang menyukai hal-hal indah. Apalagi asupan mata yang setiap hari melihat aktor manca negara dengan kulit bening, tubuh tinggi, ah ... pokoknya, tampilan terbaik dari anak manusialah pokoknya.

"Asha .... " Panggilan dengan nada lembut merusak lamunan Sha yang sedang membayangkan kaum adam impiannya.

"Ah, iya. Apa?"

"Sepertinya, aku harus pulang. Sudah cukup larut," ucap Irza setelah melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya.

Asha pun meriah ponsel yang ada di depannya. Benar, apa yang Irza katakan memang benar. Sekarang sudah jam sembilan lewat sedikit. Untuk ukuran mereka yang tergolong anak rumahan, yang waktu tidurnya jarak lewat dari jam setengah sepuluh. Jam sembilan sudah agak larut.

"Iya, baiklah."

"Asha .... "

"Hm?"

"Terima kasih banyak."

Seketika Sha menaikkan alisnya karena ucapan tersebut. "Untuk apa?"

"Untuk ... malam ini."

"Ha?"

"Untuk semuanya. Untuk sambutan, juga untuk semua hal yang telah aku terima malam ini. Terima kasih banyak, Sha .... "

Asha hanya mengangguk pelan. Namun dalam hati, ia mengatakan hal lain.

'Coba dia bicara agak lebih tegas. Tidak lemah lembut seperti itu. Maka kesannya akan terasa lebih baik. Tapi yah ... sayang sekali.'

"Asha .... "

"Hm?"

"Aku pamit. Selamat malam."

"Iy-- iya. Malam."

Asha awalnya tidak ingin mengantar Irza sampai depan pintu. Tapi entah angin yang bertiup dari mana yang membuat kaki itu ingin melangkah. Hingga akhirnya, dia memilih untuk mengantarkan Irza pulang hingga depan pintu rumahnya.

Dengan sopan Irza melangkah. Terlalu sopan sehingga menimbulkan kesan aneh di mata Asha. Namun, dia abaikan perasaan tersebut secepat yang ia bisa.

Sekali lagi sebelum Irza masuk ke dalam mobil, senyum itu ia layangkan untuk Asha. Sha hanya terdiam sambil memperhatikan gerak-gerik Irza yang terlihat cukup asing di matanya.

Irza melambaikan tangannya sebelum menjalankan mobil. Iya, malam ini, dia mengendarai mobil itu sendirian. Tidak seperti biasanya saat ke kampus, dia akan diantarkan oleh sopirnya.

"Sampai jumpa lagi, Sha." Irza berucap seolah enggan untuk beranjak dari pandangan Asha.

Asha hanya mengangguk pelan. Jujur saja, dia tidak cukup peka. Tidak cukup bisa memahami Irza dengan baik. Apa yang Irza perlihatkan, dia sama sekali tidak memahaminya. Yang ia tahu, dan yang bisa ia nikmati dari Irza cuma satu untuk saat ini. Tak lain, hanyalah wajah tampan yang pria itu miliki. Hanya itu saja. Sedangkan yang lainnya, tidak sama sekali.

Mobil itu beranjak, Sha pun masuk ke dalam. Kembali menghempaskan bokong ke atas sofa, lalu melepas napas berat secara perlahan.

"Hah .... Akhirnya, sendiri lagi."

"Nona."

"Astagfirullah, Bik." Kaget Asha sambil mengelus dadanya. "Bibi bikin aku kaget tau gak sih? Ya ampun ... hari ini jantungku sudah dua kali hampir copot. Jika ada yang ketiga kali, aku yakin aku gak akan sekuat ini."

"Maaf, nona. Maaf. Bibi cuma manggil dengan sedikit bersemangat aja. Gak mikir non akan sekaget itu."

"Hah ... lupakan saja. Aku mau masuk ke kamar sekarang. Bibi bisa bantu aku beresin ini nggak?"

"Tentu saja, Non Asha. Non masuk saja, biar bibi yang bereskan. Ee ... tuan muda Irza itu tampan juga ya, Non. Sangat tampan malahan kalo nurut bibi."

"He .... " Asha nyengir kuda. "Iya, tampan. Sayangnya, gemulai."

"Ish, si non mah. Gemulai dikit doang. Gak ngaruh kali, Non. Lagian ini ya, bicaranya emang lembut tapi nggak berlebihan. Jalannya juga gak terlalu berlenggang. Tidak cukup parah kok gemulainya si tuan muda itu."

"Ha? Tidak, cukup, parah?" Sha memiringkan bibirnya sebelum berucap. Namun setelah berucap, bibir itu masih dipertahankan dengan kondisi yang sebelumnya. Bukti bahwa ucapan si bibi cukup untuk membuatnya kehabisan kata-kata.

"Bibi bilang tidak cukup parah? Jalannya yang begini-begini itu tidak cukup parah?" Sha bertanya sambil melenggang lembut menirukan gaya jalan Irza yang seolah-olah adalah model peraga busana.

"Ish, si non mah. Di kampung bibi ada yang lebih lembut lagi dari tuan muda Irza lho, Non. Malahan, cara bicaranya juga gak hanya lemah lembut, tapi juga berlebihan."

"He .... " Sha hanya bisa nyengir kuda tak nyaman.

"Heh ... bagaimanapun, dia berbeda, Bi. Beda dari manusia pada umumnya. Terutama, pria yang selama ini aku harapkan untuk jadi pendamping hidup. Namun, ya sudahlah, lelah untuk dibicarakan."

"Aku ke kamar sekarang, Bi. Tolong ya bereskan ini. Maaf ngerepotin bibi malam-malam begini."

"Iya, Non. Gak papa. Masuk aja sana, istirahat yang baik."

"Iya, Bi."

Asha pun akhirnya beranjak masuk ke kamarnya. Di hadapan ranjang empuk kesayangan, gadis itu tidak bisa untuk tetap berdiri. Ia langsung menjatuhkan tubuh ke atas benda empuk tersebut.

Hanya berbaring, tidak untuk langsung terlelap. Karena saat Asha memejamkan mata, wajah Irza malah langsung muncul. Perlahan, benak itu memutar ulang semua kejadian yang telah ia lalui bersama Irza malam ini.

Mulai dari pertama bertemu, hingga mereka berpisah. Tentu saja, yang paling berkesan adalah senyum manis milik Irza. Ingatan tentang senyum manis itu berputar berulang kali.

"Dia ... cukup tampan. Ah, tidak. Terlalu tampan. Hanya saja ... sayang, pria setampan itu bersikap gemulai."

"Hah, Sha ... apa yang kamu pikirkan? Kenapa malah terus-terusan mikirin dia sih? Hidupmu sudah cukup ribet kok ya. Tapi malah mikirin orang lain."

Sha bangun dari baringnya. Menuju kamar mandi, lalu melakukan ritual malam sebelum tidur. Segar saat air menyentuh kulit wajah. Namun, tidak untuk menghapus bayang-bayang Irza yang sudah tertinggal dalam ingatan.

Asha menatap wajahnya di depan cermin.

"Benarkah aku siap untuk menikah dengannya?"

Pertanyaan yang sebelumnya pernah muncul, sekarang kembali lagi.

"Za tidak terlalu buruk. Tapi .... "

"Hah ... sudahlah. Hidup memang tidak terlalu jauh dari masalah, bukan? Jika papa dan mama bahagia, hidup dengan orang yang gak diinginkan juga bukan pilihan yang sangat berat. Apalagi, prianya ... cukup ... yah ... setidaknya gak kasar gak mungkin ngelakuin kekerasan dalam rumah tangga."

Setidaknya, itulah yang bisa Asha pikirkan. Berusaha mencari hal yang baik dari hal buruk yang sedang ia hadapi. Berusaha untuk tetap berpikir positif walau hati sangat menolak, karena kenyataan tidak semudah yang ia bayangkan. Kenyataan jauh lebih pahit dari mimpi buruk yang datang lalu menghilang.

1
Patrick Khan
berangkat bulan madu aja siapa tau nti kecebong hadir🤣😁
Rani: wkwkwkwk ... kayaknya gak perlu deh. cebongnya hadir gak perlu ke mana2 deh kek nya. 🤣
total 1 replies
Patrick Khan
pelakor muncul🔨🔨
Patrick Khan
aku suka😍😍😍
Patrick Khan
bikin asha cepet hamil ya kak😁
Rani: huahahahahaha... sabar atuh, nona. butuh proses ya
total 1 replies
Patrick Khan
ow gitu ternyata irza suka dr dulu tp gk berani ungkapin
Anime aikō-kā
e
Hari Dunddung
kenapa dikit banget up nya Thor 😭😭😭
Rani: uhuk, othor mu banyak kerjaan atuh akhir2 ini. mana ada acara lagi.
total 1 replies
Patrick Khan
ayo irza tunjukan km bisa dan berubah jd lebih jreng🤣🤣🤣
Rani: wkwkwkwkw.... aduhhhaiiiii
total 1 replies
Rani
mana nih yang lain. Yang udah nungguin Irza dan Asha menyatu. Mana nih mana?
Patrick Khan
akhirnya gol jg permisa🤣🤣🤣🤣
Patrick Khan: ahhh kakak tau aja yg gol di tunggu😁😁😁
total 2 replies
Patrick Khan
knp yg di bahas itu2 aja sih😭😭😭😭
Rani: apa atuh?
total 1 replies
Hari Dunddung
Author jahat banget sich.....lagi tegang²nya BERSAMBUNG 😭😭😭😭😭
Hari Dunddung: 😭😭😭😭😭
total 2 replies
Dew666
Kok kasian banget ya sama irza
Rani: anak aku ini penuh cobaan tau gak sih? k
total 1 replies
partini
aku Nambung bab dulu ya Thor gumussss Banggt ga tahan akuh 🤭
Rani: eh ... kamu ya
total 3 replies
Hari Dunddung
Sekali² bikin Irza garang Thor biar pada diam teman² nya
Rani: ada entar. saat ia belain Asha, dia akan berubah.
total 1 replies
partini
si Irza ini di lemppar kotoran ke muka pun diem Bae gumusss aku , gemulai sih gemulai za tapi ga gitu juga kali kaya ga punya harga diri Banggt kamu
partini
secara what hah ?aihhhh gemulai gitu kalian pikir gemulai si Otong juga ikut lunglai CK CK CK
ga salah juga ya Thor secara melambai 🤭🤭😂
Kar Genjreng
siap siap tempur ya Sha Jangan ngira Suami gemulai lantas tidak punya senjata Kamu salah BESAR. coba sekali Kamu Ok,, langsung di exekusi oleh si gemulai hingga loyo ,,,nnt terheran mengapa si gemulai senjatanya mirip jagung bakar jumbo hahaha

🤣🤣🤣🤣
Patrick Khan
sah sahhhhh👏👏👏👏
Kar Genjreng
suka suka kamu lah Asha. cuma jangan keseringan di perlakukan seperti itu tidak baik juga buat suami jadi ga punya harga diri karena selalu ngalah,,, begitu di masalh ada pas di rumah , tetapi bila di luar kamulah yang bisa menghargai,,,👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!