NovelToon NovelToon
Takluk Oleh Kelembutannya

Takluk Oleh Kelembutannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Hasanah Yoyoh

Demi memenuhi permintaan kakeknya yang sekarat, kamilah menikah cepat dengan pria acak yang ternyata musuh kakaknya, begitu tuan rizky syah mendapatkan dirinya, ia tak melepaskannya diadaptasi dari master syah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasanah Yoyoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19: SALAH PAHAM DAN RUMAH RIZKY SYAH

​Sensasi dingin dan desakan napas yang tergesa di dalam interior mobil mewah itu mendadak terhenti seketika. Rizky Syah menarik wajah tegapnya sedikit menjauh, menatap Kamilah yang tampak gelisah, melamun, dan sama sekali tidak merespons ciumannya dengan fokus.

​"Kamu tidak fokus," tegur Rizky Syah dengan suara rendah bercampur nada tidak puas yang sangat kentara.

​Kamilah memajukan kedua tangannya, memegang dada bidang Rizky lalu mendorongnya pelan namun tegas. "Jangan begini, Kak Syah... Kakakku ada di luar sana! Dia sedang mencariku ke mana-mana!"

​Rizky Syah justru terkekeh tipis, sama sekali tidak merasa terancam atau panik dengan keberadaan Roya Ye yang makin mendekat di area luar mobil. "Kaca mobil mewah ini dilapisi bahan khusus anti-intip, Kamilah. Pria di luar sana tidak akan pernah bisa melihat kalau kita sedang bermesraan dengan sangat intim di dalam sini."

​Pria tegap itu kembali menundukkan kepalanya, berniat melanjutkan ciumannya yang sempat tertunda. Namun sebelum bibirnya sempat menyentuh bibir manis Kamilah, dengan gerakan cepat dan refleks yang luar biasa, Kamilah mengangkat tas tangan mewahnya dan menutup rapat mulut Rizky Syah dengan tas tersebut!

​PLUK!

​Rizky Syah membeku seketika di tempatnya. Matanya menyipit tajam menatap tas kulit mahal yang kini menempel pas menutup rapat bibirnya. Pria itu menyapu pandangannya ke arah tas berdesain elegan itu, lalu menatap wajah Kamilah yang tampak mengembungkan pipinya karena jengkel.

​"Kalau aku tidak salah ingat... tas tangan mewah milikmu ini terbuat dari kulit bagian belakang sapi," bisik Rizky Syah dengan nada datar dan dingin setelah menurunkan tas tersebut dari bibirnya. "Kamu baru saja menyuruhku mencium pantat sapi?"

​Kamilah mendengus geli sekaligus kesal, memutar bola matanya. "Tuan Rizky Syah... kamu sendiri yang mulai bertindak kurang ajar dan sewenang-wenang duluan padaku! Lagipula, kamu pasti juga tidak mau hubungan kita yang tidak jelas, rumit, dan berantakan ini diketahui oleh kakakku, kan?"

​Kamilah mengalihkan pandangannya ke jendela mobil yang gelap. Perasaan sesak, cemburu, dan getir mendadak menyusup kian dalam ke dalam rongga dadanya.

​Kamu kan sangat menyukai Kak Roya... kamu pasti tidak ingin dia melihat situasi kita yang sepeti ini dan membuat hubungan kalian jadi canggung... batin Kamilah pilu di dalam hatinya, makin meyakini spekulasinya sendiri tentang perasaan Rizky pada kakaknya.

​Sementara itu, Rizky Syah yang duduk di sampingnya mengusap dagunya perlahan, ikut menyimak dan membayangkan skenario jika Roya Ye mendapati mereka berdua di dalam mobil ini.

​Pria dengan 'sister-complex' tingkat parah seperti Roya Ye itu... kalau sampai tahu adik kesayangannya sudah berada di dalam genggamanku, dia pasti akan melakukan segala cara untuk menghalangi kita... batin Rizky Syah terkekeh sinis dan jengkel.

​"Kamu benar," sahut Rizky Syah akhirnya secara singkat.

​Pria tegap itu memajukan tubuhnya, meraih sabuk pengaman di sisi Kamilah lalu memasangkannya dengan sangat lembut, cermat, dan hati-hati mengelilingi tubuh gadis itu.

​Melihat reaksi tenang dan persetujuan dari Rizky, hati Kamilah makin mencelos dan terasa kian hampa.

​Ternyata dia memang benar-benar sangat menyukai Kak Roya... Sikap baik, manis, dan perhatian posesifnya padaku selama ini mungkin hanya karena aku adalah adik kandung dari wanita yang sangat dicintainya... desah Kamilah sangat nelangsa di dalam benaknya.

​KRINGGG! KRINGGG!

​Ponsel di genggaman Kamilah mendadak bergetar kencang, menampilkan nama panggilan dari kakaknya.

​Kamilah menghela napas panjang, menatap Rizky sejenak. "Aku... aku angkat telepon dari kakakku dulu, ya."

​Rizky hanya mengangguk pelan tanpa mengeluarkan suara. Kamilah menggeser tombol hijau pada layar dan menempelkan ponsel itu ke telinganya.

​"Halo, Kak Roya..." panggil Kamilah, berusaha menetralkan intonasi suaranya agar terdengar sealami mungkin.

​"Halo, Kamilah! Kamu ada di mana sekarang?!" suara khawatir, tegas, dan panik dari Roya Ye terdengar sangat kencang dari seberang telepon. "Kamu tidak apa-apa, kan? Aku baru saja mendengar kabar burung kalau si Dias brengsek itu mencoba bertindak tidak sopan padamu di pesta!"

​Kamilah menggigit bibir bawahnya rapat-rapat, melirik Rizky yang sedang memperhatikan gerak-geriknya dengan tenang. "A-aku... aku sudah pergi melarikan diri dari vila itu, Kak. Aku tidak apa-apa, kok. Kamu jangan khawatir ya."

​"Syukurlah kalau kamu sudah aman! Sekarang kamu ada di mana? Biar Kakak langsung datang menjemputmu!" desak Roya Ye dari seberang sambungan.

​"Tidak usah menjemputku, Kak. Aku sedang di jalan bersama seorang teman. Nanti kalau sudah sampai aku hubungi lagi ya," kata Kamilah tergesa-gesa sebelum akhirnya mematikan sambungan telepon tersebut secara sepihak.

​Saat Kamilah memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas, ia menyadari mobil mewah yang mereka tumpangi mulai melaju membelah jalanan kota yang dingin, meninggalkan area vila dengan kecepatan tinggi namun tetap stabil.

​Kamilah menengok ke arah Rizky Syah yang tampak fokus memegang kemudi. "Mau membawa aku ke mana, Kak Syah?"

​Rizky melirik sekilas ke arah pakaian tebal dan sedikit acak-acakan yang dikenakan Kamilah. "Dengan pakaian dan penampilan seperti ini, kamu tidak bisa pergi ke mana-mana."

​"Tentu saja aku mau pulang ke rumahku sendiri," balas Kamilah cepat.

​Rizky Syah tidak menjawab lagi dan hanya mengangguk-angguk kecil secara misterius. Mobil mewah itu terus melaju menyusuri jalanan kota yang lengang hingga akhirnya berbelok masuk ke sebuah kawasan perumahan elitis berpenjagaan amat ketat, lalu berhenti tepat di halaman sebuah kediaman megah berarsitektur modern.

​Kamilah membelalakkan matanya kaget saat menyadari tempat mereka berhenti sama sekali bukan rumah keluarga Ye.

​"Kenapa... kenapa kamu malah membawaku ke rumah pribadi milikmu?!" protes Kamilah dengan suara panik. "Aku kan sudah bilang jelas-jelas ingin pulang ke rumahku sendiri!"

​Rizky mematikan mesin mobil, lalu memutar tubuh tegapnya menghadap Kamilah secara penuh. "Aku juga mau pulang. Makanya aku membawamu pulang ke rumahku. Ada masalah dengan hal itu?"

​"Tentu saja ada masalah besar!" seru Kamilah jengkel dan gelisah.

​Namun saat Kamilah menatap pantulan dirinya di kaca spion—dengan gaun yang sedikit kusut bercampur aroma alkohol dari sisa siraman tadi—ia terdiam kaku.

​Kalau aku nekad pulang ke rumah keluarga Ye dengan pakaian seperti ini dan memanggil Pak Supir untuk menjemputku... pasti akan menimbulkan kesalahpahaman besar, keributan, dan kepanikan hebat di rumah... batin Kamilah merenungi kondisinya yang serba salah.

​Dengan napas terengah pelan, Kamilah memasang senyum polos buatan di wajah cantiknya, mencoba bernegosiasi secara halus. "Kalau begitu... bisakah kamu saja yang mengantarkan aku pulang sekarang, Kak Syah?"

​Rizky Syah yang melihat senyuman polos nan manis dari Kamilah justru hanya menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan kemenangan mutlak.

​"Aku sudah menyuruh orang untuk mengantarkan pakaian ganti yang baru ke sini," kata Rizky Syah santai sambil melepaskan sabuk pengamannya. "Tunggu sampai bajumu datang dan kamu selesai berganti pakaian... baru kamu boleh pergi meninggalkan rumahku."

​Kamilah menghela napas pasrah, menyadari ia tidak punya pilihan lain. "Oh... iya deh."

​Rizky Syah tersenyum puas melihat kepatuhan Kamilah, lalu melangkah keluar dari pintu pengemudi untuk membukakan pintu bagi Kamilah. Mereka berdua pun melangkah keluar dari dalam mobil menuju pintu masuk kediaman megah milik Rizky Syah.

1
Hasanah Yoyoh
bagus sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!