NovelToon NovelToon
Merpati Yang Memilih Pulang

Merpati Yang Memilih Pulang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mandul
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: SeinXD

Siapa perempuan yang ingin menjadi mandul .?? tidak ada satupun yang menginginkan itu semua, setiap wanita pasti ingin punya keturunan punya buah hati yang akan menjadi pelengkap dalam bahtera rumah tangga nya, sebagai pemanis dalam cinta yang di arungi bersama teman hidupnya.

Namun rencana yang kuasa tetap lah rencana nya siapa yang dapat menghindar atau mengelak jika ia sudah berkehendak, itu lah yang di alami kora.

11 Tahun pernikahan nya ia selalu mendambakan ada buah hati yang sudi tumbuh dalam rahim nya, 11 tahun penantian yang panjang. Pernikahan yang sempurna, memiliki suami yang sempurna ternyata bukan lah obat dari sebuah penawar kebahagiaan.
pernikahan yang dikira akan berjalan seumur hidup harus kandas kala tuntutan dan penghianatan yang terjadi. kora tidak marah tidak juga menyalahkan siapapun ia memilih mengalah dan merelakan cinta nya pergi dan memilih menghilang untuk menemukan arti kebahagiaan yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SeinXD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH 19

Nisa meringkuk ia menangis dalam diam lagi, ia memilih menyepi untuk meluapkan apa yang ia rasakan saat ini. kora yang sedari tadi menemaninya menatap pundak Nisa sembari mengelusnya lembut.

Ia tak mengucapkan apa pun saat ini ia hanya menemani nya, yang Nisa butuhkan saat ini bukan lah kata kata penyemangat atau sebuah nasehat karena setiap orang pasti mengerti apa yang harus mereka jalani apa yang harus mereka lakukan. kora menanamkan prinsip dalam diri nya bahwa terkadang kita tidak perlu menasehati seseorang karena mengagap apa yang mereka jalani ini adalah hal kecil karena kecil bagimu tapi besar baginya cukup temani dan peluk jika ia perlu. Tidak perlu merangkai kata-kata yang indah atau kata-kata motivasi karena terkadang seseorang hanya perlu di dengarkan dan di temani bukan di hakimi.

Setelah tangis Nisa mulai mereda kora mulai tersenyum, ia mengandeng tangen Nisa untuk turun dari bukit menuju salah satu perdesaan yang tak jauh dari sana. Disana ia membawa Nisa masuk kedalam sebuah vila yang sederhana namun nyaman.

Nisa menatap vila kecil itu dengan takjub ia tak menyangka ada vila sederhana namun begitu indah,

" kita akan bermalam disini!" kora tersenyum sembari membawa Nisa masuk ke dalam

" tempat ini tak ada yang tau aku membeli nya, sekarang yang tau hanya kamu, jika suatu saat aku pergi maka cari lah aku disini!"

Nisa menatap kora dengan kebingungan apa yang barusan di ucapkan nya, Nisa tak mengerti namun ia saat ini begitu lelah dengan semua nya ia hanya ingin tenang dan akan memulai kembali tanpa harus mengemis cinta yang tak pernah ia dapat kan.

...----------------...

Hendra pulang dengan perasaan kalut ia tiba-tiba merasa merindukan kora, hatinya merasa selama ini sudah terlalu mengabaikan nya.

saat masuk ke dalam rumah Hendra mendapati mamanya yang duduk dengan serius, tidak ada senyum hangat hanya ada tatapan mata kosong.

" mama!"

Debora menoleh sebentar sembari menyodorkan sepucuk surat, surat keterangan dokter yang membuat nafas Hendra seketika nyeri.

Yah itu surat dari rumah sakit yang pernah kora datangi untuk mengecek kesuburan nya, Hendra mengaga tak percaya bahwa kora mandul. Ia lalu berlari mencari di setiap sudut ruangan untuk menemukan istrinya.

Namun ia tak menemukan gadis itu Hendra frustasi ia menangis, ia akhirnya mengerti kenapa akhir-akhir ini kora selalu diam dan melamun. Ternyata beban yang sedang di pikul gadis itu begitu berat, debora melangkah mendekati Hendra yang tengah frustasi.

" maafkan mama!"

Dobora menahan tangisnya ia merasa bersalah dengan putranya, andaikan dulu ia tak memaksa Hendra menikahi kora pasti tidak akan pernah ada yang tersakiti dari semua ini.

" andaikan dulu mama!"

Debora tak melanjutkan perkataannya semua terasa tercekat di tenggorokan nya, ia juga merasa bersalah kepada kora karena telah membawa gadis itu masuk dalam penderitaan ini.

Hendra tak bergeming ia hanya tertunduk pilu, ia bingung ia sedih namun ia tak bisa melakukan apa apa.

...----------------...

Sedangkan Tiara yang telah berhasil memberikan hadiah kepada keluarga Mahendra tersenyum penuh kemenangan, ya dialah dalang yang mengirim surat keterangan dokter bahwa kora mandul. Dengan begitu ia bisa masuk dengan mulus, ia membaringkan tubuhnya sembari menatap langit-langit kamarnya.

" semua adalah awal dari semua ini kora!"

air matanya mulai mengalir ia menatap keatas mata nya mengisyaratkan dendam yang begitu dalam, ia tertawa bukan karena merasa menang namun karena masa lalu yang begitu kejam dan ia sekarang adalah bentuk dari masa lalu itu.

Ia Manarik nafasnya dengan perlahan mencoba mengisi rongga dada nya dengan nafas yang baru, ia mengusap air mata nya bibirnya membentuk senyuman yang mengerikan senyuman yang memiliki arti bukan senyuman yang menandakan ia bahagia.

" Dunia yang hancur harapan yang runtuh semua adalah awal dari yang pernah aku rasakan, aku adalah bentuk dari dirimu di masa lalu!"

Tiara melemparkan belati ke papan disana sudah tersusun rapi kerangka foto-foto yang ia susun dengan benang merah, belati itu tepat mengenai wajah kora yang tampak tersenyum bahagia.

" apa yang sudah kau rebut dari ku akan ku ambil kembali, atas semua yang kau lakukan aku kembalikan. Tunggu sampai di mana hari kehancuran mu!"

...----------------...

Hendra masih terduduk dengan diam ia tak berusaha atau sekedar pindah dari duduk nya, ia tak memiliki tenaga hanya untuk sekedar berdiri dari tempatnya.

Ia membayangkan pertama kali bertemu dengan kora saat itu mereka hanya lah orang orang yang memiliki aktivitas yang sama namun hal hal kecil yang tak berarti selalu mempertemukan mereka hingga perasaan itu muncul.

Jika saja saat itu ia tak pernah terlibat dengan ini semua yang terjadi hari ini tidak akan pernah di alami oleh kora, bayang bayang kecelakaan itu membuat Hendra menangis.

terekam dengan jelas bagaimana kecelakaan itu membawa nya pada rasa tanggung jawab hingga harus menyingkirkan orang yang menjadi kebahagiaan gadis itu, dulu karena rasa bersalah dan tanggung jawab ia menikahi gadis itu tapi malah menyingkirkan orang orang yang berarti bagi gadis itu.

Saat ia membaca keterangan dari surat itu lagi bahwa kora mandul karena penyebab utamanya adalah kecelakaan bertahun-tahun yang lalu, maka Hendra lah penyebab dari ini semua. Hendra menangis ia menyesal ia merasa bersalah namun ia tidak bisa membiarkan kebenaran itu terungkap jika itu terjadi maka satu persatu keluarga mereka akan hancur.

Hendra teringat dengan semua barang barang kora yang berkaitan dengan masa lalunya, Hendra berdiri ia harus segera menyingkirkan semua itu jika hal itu ditemukan oleh kora maka ingatan masa lalu itu pasti akan kembali dan Hendra tidak mau kehilangan kora.

Hendra memerintahkan semua pekerja rumah nya untuk membantu nya menyingkirkan barang barang yang tidak perlu, ia meminta mereka membuangnya jika bisa di hilangkan jangan sampai meninggalkan jejak.

" tuan barang nyonya sudah kami kumpulkan!"

" bawa barang itu bila perlu kalian singkirkan jangan sampai itu ditemukan olehnya!"

Para braismaid itu segera menuruti apa yang di perintahkan oleh tuan nya, mereka melakukan pekerjaan itu dengan rapi hingga tak meninggalkan jejak, Hendra membawa sebuah kotak yang selama ini ia simpan. Ia berdiri di sebuah danau yang terletak di tengah kota, danau itu sudah sangat sepi dan terbengkalai karena dulunya adalah tempat wisata yang ramai namun kini sudah lama di tinggalkan.

Hendra menaiki sebuah sampan dan mendayung nya hingga ke tengah-tengah danau, ia menatap kotak tersebut dan segera membuang nya. Ia tidak akan pernah membiarkan kan apa yang selama ini ia simpan rapat-rapat harus terkuak kembali.

" jangan pernah kembali!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!