NovelToon NovelToon
My Queen

My Queen

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Arisha Langsa

" Boleh kah aku bertanya satu pertanyaan?" Nymera Elvaretta Lennox "

" Katakan?" prince Rafael Benitez"wajahnya dingin, tatapan matanya tajam.

" Tolong katakan apa kurang nya aku kak? sampai kakak tak bisa melihatku sebagai seorang wanita" tatapan matanya sendu.

" karena kau hanyalah gadis manja" .

Perlahan,gadis bernama Nymera Elvaretta Lennox itu melangkah mundur, matanya menatap sendu pria di depan nya,pria yang sejak kecil ia kagumi dan ia tau telah di jodohkan dengan nya.

Dengan bibir tersenyum, bukan senyuman indah dan manis, melainkan senyuman menyakitkan, bahkan bibirnya terlihat sedikit bergetar saat dengan lirih ia berkata " Terimakasih telah menyadarkan ku, selamat tinggal, semoga kakak terus bahagia" masih sekuat tenaga ia mengucapkan kalimat perpisahan.

setelah sedikit membungkukkan tubuhnya, sebagai cara menunjukkan penghormatan kepada keluarga kerajaan,gadis cantik yang akrab disapa Mera itu berbalik dan melangkah meninggalkan pria yang masih menatapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arisha Langsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19

Sejak setelah kejadian Meera yang tiba-tiba pingsan di sekolah dan Gio menolongnya, hubungan mereka lumayan semakin dekat,sesekali saling bertegur sapa atau sekedar duduk bersama dan mengobrol saat jam berada di kantin sekolah,atau saat-saat sama-sama menghadiri acara sekolah.

Seperti hari ini,sekolah mengadakan CLAS meet, kegiatan yang sering di lakukan selepas ujian semester,Meera dan Cecilia duduk di antara Gio dan teman lain nya pria itu,sang ketua OSIS itu bahkan memperkenalkan Meera dan Cecilia pada teman-teman osisnya, Gio memang sosok yang tidak hanya tampan,namun juga bersikap hangat, walaupun banyak dari siswa his mengatakan bahwa ia termasuk ketua OSIS yang kejam dan dingin.

" Bagaimana apakah kalian sudah memutuskan untuk masuk ke salah satu organisasi sekolah? Bahkan teman-teman kalian sudah sejak awal menentukan dan memilih organisasi yang akan mereka ikuti,mengapa kalian berdua tidak" tanya salah satu dari teman Gio.

" Kami mengikuti beberapa kegiatan di luar sekolah kak,maka itu waktu kami tidak akan cukup untuk mengikuti ekstrakurikuler di sekolah" jawab Cecilia memperjelas alasan ia atau Meera tak mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di sekolah.

" Sungguh sangat di sayangkan, padahal mengikuti ekstrakurikuler di sekolah itu cukup mengasyikkan dan mengesankan, apalagi saat kita di sekolah menengah atas seperti ini,akan begitu banyak kenangan yang akan kita lalui, sebelum kita dituntut untuk lebih dewasa dan harus lebih bijaksana untuk menentukan masa depan kita dan harus benar-benar mempersiapkan diri memasuki masa dewasa dan dunia kerja,harus benar-benar siap menghadapi fakta tentang dunia ini " tambah teman Gio yang satunya.

" Tapi sih siapa yang tidak tau kalian berdua,calon pewaris para pengusaha terkemuka,sudah di pastikan masa depan kalian bahkan sudah terencana dan tersusun dengan rapi bahkan mungkin sejak sesaat setelah kalian di lahirkan ke bumi ini" tambah mereka lagi.

" Kakak ada-ada saja,ga sampai segitunya juga kali kak,biar bagaimana pun kami tetap di haruskan,bahkan di wajibkan mempersiapkan diri kami sematang mungkin,hidup itu tidak ada yang bisa menebaknya, seperti kata pepatah bahwa roda itu akan terus berputar, bagaimana jika saat nya kami yang berada di bawah,maka kami harus mempersiapkan diri dan mental agar tidak menjadi salah satu pasien di rumah sakit jiwa" bantah Cecilia cepat.

Mendengar kalimat terakhir yang Cecilia ucapkan, mereka semua kompak tertawa,bahkan ada yang sampai terpingkal-pingkal,momen itu membuat sebagian dari mereka yang mengidolakan Gio and the gank merasa iri dan tak suka,namun terlihat begitu mengasyikkan bagi yang lainnya.

Namun jangan lupakan tatapan tak terbaca seseorang yang justru tak berada di tempat itu.

Tatapan tajam Rafael seakan mampu menembus layar ponsel nya,ia menatap video dan foto-foto yang dikirimkan oleh orangtuanya.

' sepertinya keputusan yang akan aku ambil memang sudah sangat benar' ucap Rafael dalam hati.

Tekad nya sudah bulat, sudah lebih dari dua bulan ia memikirkan nya kembali tentang keputusan nya,setelah ucapan Damares di mobil hari itu, Rafael sempat merasa kalud dan ragu,namun kini ia semakin merasa ragu setelah melihat foto-foto yang dikirimkan orangnya setiap hari,namun ego-nya seakan mengalahkan logikanya.

' Aaaakh......' erang Rafael menahan diri dari gejolak emosi yang membuncah,Rafael bahkan meremas kuat bolpoin dalam genggaman nya, sampai-sampai benda tak bersalah itu patah,dan akhirnya darah segar terlihat mengalir dari telapak tangan nya.

Damares yang mendengar suara erangan sang pangeran,ia segera masuk,dan pastinya setelah mengeruk pintu terlebih dahulu,saat ini mereka tengah berada di perusaan pusat dan Rafael memang sudah di haruskan memegang bisnis keluarga kerajaan,ia bahkan telah di resmikan menjabat sebagai CEO beberapa bulan lalu,tepat setelah ia resmi menjadi mahasiswa.

Tok

Tok

" pangeran...apa yang terjadi?" tanya Damares khawatir setelah menerobos masuk tanpa menunggu perintah atau izin dari sang pemilik ruangan.

" Keluar Res, tinggalkan aku sendiri, katakan bahwa hari ini aku tak menerima tamu, dengan alasan apapun" perintah Rafael tegas.

" " Baik bos,tapi apa tidak sebaiknya tangan anda di obati terlebih dahulu,saya akan mengambil kotak obat " saat dalam mode kerja,Damares akan mengubah panggilan nya pada sang pangeran.

" Tidak perlu " tolak Rafael tegas,ia berjalan menuju westafel yang berada di dalam ruangan nya,membasuh tangannya dengan tenang, sedangkan Damares langsung meninggalkan ruangan itu.

Namun demikian tak semuanya Damares patuhi,ia menuju meja Camelia dan mengatakan bahwa tangan Rafael terluka.

" Lia, bisakah kau membantu pangeran? sepertinya Tangan nya terluka,aku melihat ada darah di sana, biasanya saat kau bicara dia tak akan menolak secara langsung " ucap Damares.

Camelia di tempatkan sebagai asisten sekretaris, Damares adalah asisten pribadi dan Alexander menjabat sebagai sekretaris Rafael,Raja dan Ratu tidak akan mungkin melepaskan putra mahkota begitu saja, hidupnya tetap akan terus di bayangi orang-orang kepercayaan dari kerajaan.

Dengan cepat Camelia mengagguk seraya meraih kotak p3k,ia melangkah cepat menuju ruangan CEO,bahkan suara hentakan ujung tumit sepatunya terdengar menggema di sepanjang jalan yang ia lalui.

Tok

Tok

Tok

" Tuan saya masuk ya" ucap Camelia dan sama seperti Damares ,tanpa menunggu jawaban dari dalam, Camelia langsung menerobos masuk,matanya terbelalak dengan wajah khawatir saat melihat Rafael yang tengah duduk di sofa ruangan nya,pria itu terlihat tengah membersihkan darah di tangan nya,namun sepertinya itu tidak berhasil,darah masih terlihat mengalir dari telapak tangan nya.

" Ya Tuhan... pangeran...." pekik Camelia semakin panik dan khawatir.

Wanita cantik dengan pakaian formal itu langsung berjongkok di depan Rafael,lutut nya menumpu di lantai,tangan nya dengan cepat membuka dan menyiapkan alkohol anti septik beserta kapas dan kasa steril.

Dengan gerakan lembut namun cepat,Camelia membersihkan tangan kekar Rafael " maaf saya lancang memegang tangan anda pangeran" mohon Camelia,biar bagaimanapun, Rafael adalah calon raja negaranya dan wajib di hormati,tak semua orang bisa sembarangan menyentuhnya,walau hanya ujung jarinya sekalipun.

Rafael hanya mengangguk kecil,matanya terpejam, wajahnya mendongak menatap langit-langit ruangan nya, tubuhnya telah bersandar pada sandaran sofa,sebelah tangan nya mengusap kasar wajahnya,ia benar-benar terlihat begitu stress,seakan tengah menghadapi masalah yang begitu besar.

Camelia tentunya tak selancang itu berani bertanya tentang wajah kusut bos nya itu,tentang penyebab luka di tangan nya, yang Camelia lakukan hanya berusaha sebaik mungkin memberikan pertolongan pertama pada luka di tangan pria yang ia puja secara diam-diam itu.

" Apakah tidak sebaiknya kita ke rumah sakit atau klinik kantor tuan? di khawatirkan lukanya infeksi dan meradang" ucap Camelia setelah ia selesai membersihkan darahnya,mengolesi obat dan membungkus nya dengan rapi menggunakan perban.

" Tidak perlu,kau keluarlah" balas Rafael singkat.

" Baik tuan,jika anda membutuhkan sesuatu,panggil saya atau mungkin yang lain nya,saya permisi tuan" jawab Camelia patuh,tak ada yang berani membantah pria dingin itu secara langsung atau terang-terangan.

1
aleena
bisa jadi mereka hanya orang orang yg dibayar
aleena
heh katanya
eeh katanya tidak cintaa
tpi koq cemburuuu🤣🤣🤭🤭🤭
aleena
sepertinya kamu tertipu oleh sikap camel yang terlihat lemah lembut dan dewasa itu
dia hanya rubah yang licik
Leha Leha
Hari ini Tk up ke sis
KIM TAMIE: saya juga nunggi kak, setiap pagi jam 8an udah siap nunggu othor upload.
semoga othor sehat dan baik2 saja ya, supaya bisa menghadirkan cerita seru buat kita semua
total 1 replies
aleena
oh Gio
apakah kamu penggemar rahasia
KIM TAMIE
makin tegang
aleena
bener bener netizen itu menyebalkan
aleena
bener berarti semua itu adalah ulah pengawal
sebab Iya ingin anaknya masuk dalam kawasan keluarga istana
bukan sekedar pelayan, yang di anggap rendahan🤭😔
aleena
pengagum rahasia
kira kira siapa si dia
bikin penasaran aja
aleena
ooh anak dari pengawal
ngelunjak ya
minta di geprek kau

dan ternyata Dai si penghianat kerajaan
ada disampingmu Rafael
ular kadut
aleena
lalu si camel
apakah dia termasuk anak bangsawan
sampai dgn percaya dirinya
selalu mengincar pangeran
aleena
oh oh siapakah dia
ternyata ada pria lain yang Akan melindungi meera
Putra jomblo
asli yg plin plan itu pangeran Rafael yg tidak bisa meraba perasaan nya sendiri ketika meera terlalu manja dan selalu mengikuti terus dia bilang Meera cuman adek ketika meera nyaman dgn laki2 lain dia cemburu payah dia tak pantas jadi seorang pangeran Meera tinggalin Rafael kamu berhak bahagia 💪💪
aleena
ohhoo camelia jadi orang ketiga rupanya
dan Rafael seolah menerima perjodohan itu
hanya karena ingin menutupi bhubungannya dgn camel🤭🤭

ish is tak patut
tak patut
aleena
sang putry sangat cantik
aleena
mampir 💪💪
KIM TAMIE
Cieeee yg masih ga sadar kl udah kecintaan, main sosor aja anak orang..apalagi ngancam mau diperkosa lagi. Siapa kemarin yg bilang mau mengakhiri pertunangan 🤭🤭
Baru juga lihat Meera ketawa ketiwi sama kaka2 OSIS, udah kebakaran jenggot aja. Gimana kl Gio atau cwo lain bisa deketin Meera ?
ah elah EL EL...gemes pengen cubit ginjalmu EL 😂😂
Leha Leha: Ini yg di katakan mulut ckp lain hati ckp lain
total 2 replies
Leha Leha
Katanye nk putus baru ade org yg dekat dgn meera sudah panas mcm mne klau meera dekat dgn org lain terus pengsan
Leha Leha
Katanye nk putus baru ade org yg dekat dgn meera sudah panas mcm mne klau meera dekat dgn org lain terus pengsan
Khoirun Ni'mah
begitu saja sudah panas ,,,coba jadi Meera yg mendengar berita kamu sama Camelia di sosmed
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!