NovelToon NovelToon
Younger, Yet More Mature

Younger, Yet More Mature

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dinar

dr. Nayla Azzura percaya satu hal bahwa cinta tidak pernah benar-benar tinggal.

Menjadi salah satu saksi pernikahan orangtuanya yang hancur sejak usianya masih kecil, membuat Nayla tumbuh menjadi perempuan yang dingin, mandiri, dan sulit mempercayai siapapun. Baginya, memiliki pasangan hanya pandai memberi harapan sebelum akhirnya meninggalkan.

Sampai akhirnya sebuah tragedi kecelakaan kerja mempertemukan Nayla dengan Arsen Mahardika, pengusaha muda yang keras kepala, hangat dan yang paling mengganggu adalah usianya tiga tahun lebih muda dari Nayla.

Awalnya Nayla mengganggap semua hanya lelucon biasa, tapi bagaimana mungkin jika lelaki yang usianya lebih muda tapi pandai bicara tentang sebuah keseriusan?.

Namun Arsen berbeda, iya tidak datang membawa janji besar justru ia datang dengan sejuta kesabaran. Saat Nayla menjauh, menunggu saat Nayla merasa takut, dan membuktikan bahwa tidak semua rumah berakhir hancur.

Karena terkadang... Lelaki yang lebih muda justru lebih tahu cara men

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 - Bolehkah Aku Menyebutmu, Rumah?

Selesai dengan segala kegiatan yang baru saja dilakukan, kini perasaan Nayla terasa berbeda. Untuk pertama kalinya perasaan ini Nayla rasakan, bukan karena pekerjaan yang lebih ringan, bukan karena hidupnya yang mendadak terasa lebih sempurna. Melainkan karena untuk pertama kalinya Nayla melakukan sesuatu yang selama ini Arsen lakukan untuknya.

Datang... Mencari... Dan Memilih untuk hadir.

Sepanjang perjalanan pulang dari kantor Arsen senyum kecil terus muncul tanpa bisa Nayla cegah.

" Ada apa, Nak? Kok senyum-senyum terus sih" Sepertinya sang Ayah menyadari perubahan yang terjadi pada sang anak.

Uhukkk.... Uhuukkk...

" Hahh, apa Yah?" Nayla yang sedang minum langsung tersedak kecil.

" Anak Ayah senyum kok sendirian sih, Ayah gak ada rencana diajak juga apa, Nay?" Ayahnya menahan tawa.

" Iihhh Ayaaaahh... Jangan gitu dong, aku kan malu" rengek Nayla yang kini sudah mulai membuka diri.

" Habis ketemu Arsen ya, Nay? Makannya seneng banget gitu" ucap sang Ayah yang bermaksud menggoda.

Wajah Nayla langsung memerah membuat sang Ayah kini tertawa semakin keras melihat ekspresi sang anak, setelah bertahun-tahun rumah ini terasa sepi dan dingin akhirnya kini rumah kecil itu dipenuhi tawa hangat dan ringan. Bukan tawa yang dipaksakan tapi tawa yang lahir dari hati yang mulai menerima dan mulai sembuh.

🌟

Keesokan harinya Nayla kembali menjalani rutinitasnya, pasien, operasi, ronde, laporan medis, namun ada satu hal yang berbeda hari ini Celine terlihat sangat mencurigakan.

" Nay..." senyum Celine tidak berhenti sejak pagi.

" Hmmm..." Nayla menjawab dengan gumaman.

" Kamu semalam ke kantor Arsen, ya? Gimana... gimana... Terus ada kejadian apa? Cepat cerita aku sudah siap lihat" Celine menyimpan makanan ringan tidak lupa minuman seolah sudah siap menonton drama.

" Siapa yang bilang, Cel?" tangan Nayla yang sedang menulis kini berhenti.

" Tenangin diri kamu, Nay. Cuma satu rumah sakit kok yang tahu.. Aman.. Aman.. Eehh sama satu gedung perkantoran Arsen juga yang tahu, Nay..." ucap Celine tenang.

" Ceeeellll...." Nayla langsung memejamkan kedua matanya menahan gejolak malu dan rasa kesalnya.

" HAHAHAHAHAHHAHA.... ternyata dokter dinginku ini bisa romantis juga yaaaaa ... Aaaaaaaaahhhh akuu senang sekali" Celine tertawa puas.

" Itu bukan romantis, Cel. Jangan berlebihan ya" ucap Nayla mencoba tenang.

" Ohhh... nyamperin ke kantor terus bawa makan malam dilanjutkan makan malam berdua itu bukan romantis ya..." Celine kembali menggoda.

" Itu karena dia sibuk, Cel. Terus belum sempet makan malam" bela Nayla.

" Yakin...?" tanya Celine lagi.

" Yaaa karena......" kalimat Nayla terhenti karena kali ini ia memang tidak punya alasan untuk menjelaskan lebih lanjut.

" Naahh kaann..." ucap Celine menyeringai.

Siang hari ponsel Nayla kini bergetar memperlihatkan kontak Arsen muncul, senyuman kecil langsung muncul dari bibir Nayla.

" Lagi sibuk enggak, Nay?"

" Tidak terlalu, ada apa Ar?" Nayla membalas pelan langsung.

" Aku di rumah sakit, mau ketemu sebentar bisa?" balasan Arsen datang dengan cepat.

Jantung Nayla langsung berdetak sedikit lebih cepat, setelah membaca balasan pesan dari Arsen.

Lima menit kemudian Nayla menemukan Arsen yang tengah duduk di taman kecil rumah sakit, masih menggunakan kemeja kerja membuat Arsen terlihat semakin tampan. Dan itu membuat Nayla kesal pada dirinya sendiri, kenapa sekarang ia mulai menyadari hal-hal seperti itu?

" Ar, kamu ngapain kesini? Sakit atau ada apa?" tanya Nayla lebih panjang kali ini.

" Lunch break Bu dokter, saya mau makan siang bersama apakah boleh?" jawab Arsen yang kini sudah berdiri dihadapan Nayla dengan senyuman manis.

" Ya Tuhan, padahal jauh loh Ar" jawab Nayla yang kini jantungnya semakin berdebar kencang.

"Laki-laki ini kenapa semakin bahaya sih."

Kini keduanya duduk berdampingan di bangku taman, menikmati makan siang sederhana. Jarak diantara mereka kini sudah tidak ada dinding pemisah lagi, tidak ada usaha untuk saling menjauh hanya ada dua orang yang sedang menikmati keberadaan satu sama lain.

" Nay..." Arsen membuka suara.

" Hmmm" jawab Nayla.

" Aku mau jujur boleh?" Arsen seolah tengah memilih kata yang akan ia sampaikan kepada Nayla.

" Boleh, bilang aja Ar" jawab Nayla menoleh.

" Semalam aku enggak bisa tidur loh, aku bahagia aahh tidak... Tidak... Bahagia banget malahan karena kamu sudah mau datang semalam.. Terimakasih yaa Nay" laki-laki itu tersenyum kecil.

" Ar ... itu bukan hal besar, kamu bahkan lebih banyak memberikan hal lebih dari aku semalam" Nayla menjawab kali ini lebih panjang.

Tatapan Arsen begitu hangat, begitu tulus tanpa permainan, tanpa manipulasi, hanya ada kejujuran yang selalu menjadi ciri khasnya. Dan entah kenapa itu membuat Nayla kali ini ingin menangis, mungkin karena selama ini tidak pernah ada seseorang yang menghargai kehadirannya sedemikian besar.

Angin siang berhembus pelan, daun-daun bergerak lembut dan untuk beberapa saat Nayla dan Arsen hanya diam menikmati ketenangan.

" Aku mau tanya sesuatu, masih boleh enggak Nay?" Arsen kembali berbicara.

" Lama-lama kayaknya harus bayar deh, Ar" Nayla terkekeh pelan kali ini membuat Arsen sedikit kaget.

Arsen menatap lurus kedepan seolah sedang mengumpulkan keberanian, hal yang jarang sekali terjadi padanya.

" Nayla, apa kamu masih takut?" pertanyaan itu terdengar sederhana.

Nayla tahu maksud dari pertanyaan Arsen, takut percaya, takut mencintai, takut kehilangan, takut memulai.

" Jujur iya, rasa takut itu masih ada. Tapi... kali ini aku tidak mau lari lagi" Nayla menjawab dengan jujur dengan suara yang cukup pelan.

Arsen mengangguk pelan dengan tatapan yang lebih hangat dan lebih lembut, dan entah mengapa melihat tatapan itu membuat Nayla merasa sangat aman.

Hari mulai sore ketika mereka berpisah, Arsen harus kembali ke kantor dan Nayla kembali bekerja. Namun sebelum pergi Arsen berhenti di depan mobilnya lalu menatap Nayla cukup lama seolah ada sesuatu yang ingin ia katakan.

" Ada apa, Ar?" Nayla yang peka langsung saja bertanya.

" Terimakasih Bu dokter, aku sangat senang saat ini. Terimakasih sudah menjadi sumber kebahagiaan aku" Arsen tersenyum kecil.

" Arsen..." ucap Nayla lirih dengan tatapan lembut.

" Karena sekarang saat hari terasa berat, aku tahu ada seseorang yang ingin pulang kepadaku" ucap Arsen lagi.

Jantung Nayla berdebar keras namun ia tidak mencoba mengalihkan pandangannya, tidak menyangkal, tidak berusaha membangun tembok, karena jauh didalam hatinya ia tahu jika Arsen sudah menjadi tempat untuk pulang yang baru.

Tempat yang tidak membuatnya takut, tempat yang tidak membuatnya harus berpura-pura kuat. Tempat yang membuatnya merasa diterima dan mungkin untuk pertama kalinya dalam hidup Nayla mulai mengerti arti dari sebuah rumah. Bukan bangunan, bukan sebuah alamat, melainkan seseorang yang memilih tinggal, seseorang yang memilih menunggu, seseo yang tidak pernah menyerah meski berkali-kali di tolak.

Dan orang itu adalah Arsen Mahardika.

1
partini
Thor kehidupan Nayla mirip Vania novel berjudul jodoh pilihan mama ibu nya kaya iblis tapi di sayang bngttttttttttttttttt sama mertuanya
Almeera: Oh ya kak? nanti aku coba mampir yaa 😍😍


Hihihi tapi Nayla ini murni karangan aku aja kak 🙏🙏🥲
total 1 replies
SANG
Lanjut dek💪👍
SANG
Semangat ya dek💪👍
partini
suami nya kelihatan kecintaan Banggt kayanya ga mungkin deh slingkuh terus ningalin
partini: iya itu,,karma ga berlaku buat dia
total 2 replies
partini
udah hempas ke laut masa lalu yg menyakitkan,move on be happy kalian berdua seorang anak perempuan butuh ayah nya untuk jadi wali nikah kan
Almeera: Setujuu kak, hidup harus terus berjalan... kalau dia aja bisa santai kita bisa lebih cerah 😍😍
total 1 replies
partini
pastinya apa karam selalu ada berbuat baik di balas baik berbuat jahat di balas jahat juga,,kau memilih yg katanya hak is ok nikmati saja sekarang,kau meninggalkan suami dan anakmu nanti nya kamu dan anakmu di tinggal suami mu selingkuh
Almeera: Kakakkk setuju setiap perbuatan akan ada balasan dari semesta 🙏🙏

Terimakasih banyak sudah mampir dan meninggalkan jejak afirmasi positifnya dikarya sederhana ini 😍😍🙏
total 1 replies
SANG
Mantap banget dek💪👍
SANG: Masama dek
total 2 replies
SANG
Keren habis deh💪👍
SANG: Iya dek Kembali kasih
total 2 replies
SANG
Sembilan belas bunga untukmu dek/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
SANG: Oke dek. 👍💪
total 2 replies
SANG
Aku fokus ya dek😄
SANG
Like iklan plus komen💪👍
SANG
Semangat ya dek💪👍
SANG
Iya, seperti itu lah
SANG
Iya ada apa
SANG
Akhirnya
SANG
Nah bingung kan
partini
ibunya kaya ga bersalah,,dasar ibu lacknat semoga kena penyakit
Almeera: Hehehe 😁😁
total 1 replies
SANG
Baya bunga se kebon untuk adek/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Almeera: thankyou kak🙏
total 1 replies
SANG
Kok bingung dek
SANG
Hadir dek👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!