Song Jiao, di kehidupan pertamanya dia adalah Jenderal Wanita terkuat yang berhasil menguasai Dunia, tapi hidupnya berakhir begitu cepat karena sebuah penyakit bawaan yang belum ada obatnya.
Tetapi jiwa berdarah-darah Song Jiao tidak diterima di Surga maupun Neraka, hingga pada akhirnya dia harus menjalani kehidupan kedua sebagai Song Jiao yang lain, yaitu putri Raja yang kehilangan statusnya setelah gagal mengkudeta Kekuasaan Kaisar yang tidak lain adalah Kakaknya sendiri.
Terbangun di tubuh gadis muda kurus yang lemah di akhir musim dingin, ingatan asing diterima Song Jiao begitu membuka mata, dan dari dalam ingatan itu dia tau hidupnya tinggal sebatang kara, dimana orangtuanya meninggal sebelum datangnya musim dingin, lalu para pelayan yang tersisa pergi setelah mengambil seluruh harta milik keluarga Song Jiao.
Tanpa harta, tanpa kekuatan, juga tanpa orang yang bisa diandalkan. Sanggupkah Song Jiao menjalani kehidupan keduanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebenaran Yang Akhirnya Terbuka Lebar
Pangeran Xue Rong memang berhasil melarikan diri, tapi kerugian yang dialaminya sangat besar, membuatnya sangat marah begitu tiba di Kota Langya.
"Kemana perginya para mata-mata yang kita tempatkan di sepanjang jalan menuju perkemahan? Satu pun dari mereka tidak ada yang datang melapor, padahal ada pergerakan besar pasukan musuh menuju perkemahan!"
Pangeran Xue Rong berteriak, mengalahkan apa yang terjadi pada mata-mata yang telah gagal menjalankan tugasnya.
"Yang Mulia Pangeran Kedua, ada kemungkinan musuh telah lebih dulu memusnahkan seluruh mata-mata yang kita tempatkan di sekitaran Kota Beixuan, dan karena itu tidak ada mata-mata yang datang melaporkan pada kita tentang pergerakan musuh!"
Salah satu pengawal bayangan yang mendampingi Pangeran Xue Rong, dia menyampaikan pendapat yang terdengar masuk akal.
"Kalau benar seperti itu, Jenderal Tua Qin sepertinya sudah tau jika banyak mata-mata aku tempatkan di Kota Beixuan, termasuk tabib yang selama ini dianggapnya sebagai tabib dewa~"
"Lalu alasan sebenarnya dari penutupan dan penjagaan ketat Kota Beixuan, sepertinya kota itu telah sepenuhnya dibersihkan dari para pengkhianat, dan sepertinya kerjasamaku dengan Raja Beiliang sudah tidak lagi bisa dilanjutkan!"
Pangeran Xue Rong yakin pembersihan para pengkhianat adalah alasan atas apa yang akhir-akhir ini terjadi di Kota Beixuan, tapi salah satu pengawal bayangan di sisinya memiliki pemikiran lain.
"Yang Mulia Pangeran Kedua, sebelum pergi menjauh, hamba sempat melihat prajurit Harimau Besi menggunakan jenis baru, sebuah busur silang yang bisa menembakkan anak panah secara berturut-turut seolah tidak ada habisnya."
Mata Pangeran Xue Rong seketika tertuju ke arah pengawal bayangan yang baru selesai bicara.
"Apa kau tidak salah lihat? Bagaimana mungkin ada senjata seperti itu di dunia ini? Kalaupun ada, seharusnya para ahli senja yang kita miliki bisa menelitinya lebih dulu dibandingkan dengan orang-orang Huangtian, dan pastinya kita sudah mendapatkan informasi tentang adanya senjata itu dari Raja Beiliang!"
Pangeran Xue Rong tidak begitu saja mempercayai ucapan pengawal bayangannya.
"Yang Mulia, senjata itu hamba juga melihatnya, dan sepertinya ada ahli senjata jenius yang belum lama ini ditemukan keluarga Qin, lalu senjata itu diproduksi secara pribadi di Kota Beixuan untuk digunakan oleh Pasukan Harimau Besi!~"
"Sejak awal senjata itu hanya ada di Kota Beixuan, bukannya berasal dari tempat lain. Dengan begitu kecil kemungkinan Raja Beiliang mengetahui kebenaran tentang keberadaan senjata itu!"
Sesuatu yang masuk akal didengar oleh Pangeran Xue Rong, membuatnya kini bukan hanya merasa marah dan kesal, tapi dia mulai merasa tertekan oleh sesuatu yang baru dimiliki musuhnya, sedangkan dia belum memilikinya.
"Senjata itu, jika di masa depan kalian kembali melihatnya, rebut salah satunya, dan biarkan para ahli kita meniru senjata itu, lalu menghasilkan senjata baru yang jauh lebih mematikan!"
Direbut, diteliti lalu dimodifikasi. Itulah isi pikiran Pangeran Xue Rong sangat teramat sederhana, dan tentu saja dua pengawal bayangan di sisinya akan melakukan sesuai dengan perintah yang mereka terima.
***
Di ruang baca Kaisar Song Zhentian.
"Apa yang berhasil kamu dapatkan selama beberapa hari ini?"
Kaisar bertanya pada Long Ying, Pemimpin Pengawal Naga yang ditugaskan mengawasi Raja Beiliang, sekaligus mengumpulkan informasi apa saja yang berhubungan dengan pria itu.
"Yang Mulia, selain mengatur fitnah kejam terhadap Raja Chen, Raja Beiliang diam-diam menyiapkan pasukan di sekitaran ibu kota~"
"Pasukan itu menempati beberapa gunung, menyamar sebagai perampok, dan mereka sering melakukan aksi kejahatan sampai mendekati kawasan ibu kota!"
"Lalu ada beberapa Selir di Istana belakang yang merupakan mata-mata Raja Beiliang, dan tugas penting mereka adalah membunuh keturunan Yang Mulia!"
Kaisar sangat marah bagitu mendengar kenyataan yang selama ini tertutup rapat, membuatnya benar-benar terlihat seperti orang bodoh di mata Raja Beiliang.
"Yang Mulia, ternyata Raja Beiliang juga menyembunyikan keberadaan dua tambang besi di wilayah utara dekat dengan Kota Hanyue, kota tempat dimana dia sekarang berada!"
Long Ying menyelesaikan laporan secara lisan, tapi ada laporan berbentuk catatan yang langsung diserahkan pada Kasim Wei Gong, untuk selanjutnya diserahkan pada Kaisar Song Zhentian.
"Yang Mulia, itu adalah daftar nama bangsawan dan pejabat yang memiliki hubungan kerjasama dengan Raja Beiliang, termasuk mereka yang selama ini melakukan perdagangan garam secara ilegal!"
Melihat kejahatan Raja Beiliang dan orang-orang di sisinya yang menjulang tinggi di hadapannya, Kaisar hanya tau satu hukuman bagi mereka yang bersalah, hukuman mati tanpa ampun.
"Kirim yang lain untuk mengawasi orang itu, dan aku punya tugas baru untukmu!"
Baru juga Kaisar Song Zhentian selesai bicara, Long Ying meminta izin menyampaikan berita duka...
"Deg..."
Tiba-tiba jantung Kaisar berdegup lebih kencang, dan firasatnya menjadi sangat buruk.
Hal serupa juga dirasakan oleh Kasim Wei Gong yang pandangannya kini tertuju pada Long Ying.
"Kabar duka apa yang ingin kamu sampaikan padaku!"
Begitu mendapatkan izin, Long Ying segera bicara, "Di musim dingin beberapa tahun lalu, Raja Chen dan Permaisuri Qin Shiyun telah tutup usia di sebuah tempat tersembunyi, tepatnya di wilayah utara, tepat di tengah-tengah antara Kota Beixuan dan Kota Hanyue~"
"Raja Chen dan Permaisuri Qin Shiyun meninggalkan seorang putri, Putri Song Jiao yang belum lama ini kembali ke keluarga Qin~"
"Yang Mulia, demikian kabar yang ingin hamba sampaikan, dan untuk mengetahui lebih banyak tentang Putri Song Jiao, Ye Feng akan menyampaikan informasi lebih banyak lagi begitu kembali dari Kota Beixuan."
Begitu Long Ying selesai bicara, suasana ruang baca Kaisar benar-benar sepi dan juga hening, hanya sesekali terdengar suara napas berat yang berasal dari Kaisar Song Zhentian dan Kasim Wei Gong.
"Saudaraku dan adik iparku bernasib malang semua karena kebodohanku!"
Hanya ucapan singkat, dan setelahnya Kaisar Song Zhentian diam seribu bahasa, tapi dalam diamnya dia bersumpah akan membalas mereka yang telah membuatnya mencelakai saudaranya sendiri, dan untuk menebus kesalahannya di masa lalu, dia akan melakukannya dengan memberikan segala kebaikan pada Song Jiao, dan yang terpenting dia secepatnya akan membersihkan nama Raja Chen.
Tetapi sebelum nama Raja Chen dibersihkan, satu hal yang harus lebih dulu dilakukan oleh Kaisar Song Zhentian, yaitu menangkap dan memberikan hukuman paling kejam pada Raja Beiliang, orang yang dari luar terlihat baik, tapi nyatanya dia adalah sosok ular berbisa yang sangat mematikan.
Tidak buru-buru, Kaisar Song Zhentian ingin bermain cantik sebelum menangkap Raja Beiliang dan mengadilinya.
Dan permainan dimulai dengan lebih dulu mengurangi kekuatan yang dimiliki oleh Raja Beiliang.
"Kasim Wei Gong, beri perintah pada Jenderal Li untuk memusnahkan seluruh perampok gunung di sekitaran ibukota! Kerahkan kekuatan penuh, dan beri mereka semua hukuman mati di tempat, tapi sisakan pemimpinnya untuk dijadikan saksi kunci saat nantinya orang itu diadili!"
Kasim Wei Gong patuh akan perintah Kaisar, dan kali ini dia sangat bersemangat saat pergi menjalankan perintah junjungannya...