Setitik debu mampu melahirkan dunia. Sehelai rumput dapat memutus takdir, hukum, dan karma.
Putra-putri takdir lahir satu per satu, sekte kuno membuka gerbang tersegel, dan para suci kembali mengejar keabadian.
Di sudut dunia yang tak layak dicatat sejarah, seorang pemuda membuka mata dengan ingatan dari dunia lain. Ia tidak menyembah keajaiban, melainkan membedah hukum di baliknya.
Ketika para jenius menunggu anugerah Langit, ia membongkar rahasia bumi. Ketika dunia menyebut keajaiban sebagai takdir, ia menyebutnya hukum yang belum dipahami.
Dengan pengetahuan fana dan bahan langit-bumi, ia menciptakan sesuatu yang mustahil di jalan kultivasi: jari emas buatan manusia.
Sejak ciptaan itu menyatu dengannya, takdir kehilangan jejak. Masa lalunya lenyap. Masa depannya tak terbaca. Bahkan Langit tak mampu melihat jalan yang akan ia tempuh.
Hingga ia mengangkat pandangannya ke Langit dan bertanya: apakah kultivasi anugerah Langit—atau rancangan keberadaan yang lebih tinggi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naevys Presspire, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 17.1: Nama yang Ditunggu Jutaan Tahun
Su Dingxuan berusaha menjaga napasnya tetap stabil.
“Sistem, segera analisis. Apakah pohon ini benar-benar Spirit Awakening Fruit?”
Sistem: “Pemindaian dilakukan… [Completed].”
Sistem: “Berdasarkan relevansi data, pohon ini memang pohon Spirit Awakening Fruit. Dari tingkat vitalitasnya, buah akan matang dalam lima hari.”
Mata Su Dingxuan sedikit berbinar.
Dengan konfirmasi dari sistem, keraguan terakhir di hatinya akhirnya menghilang. Ini benar-benar Spirit Awakening Fruit.
Ia mendekat ke arah danau dengan langkah hati-hati. Area di sekitar danau bisa dikatakan indah. Ada rumput kecil yang tumbuh rapi di beberapa sisi, juga beberapa tanaman air yang bergerak pelan mengikuti permukaan danau. Hanya saja, selain pohon itu, tidak ada tanaman lain yang memancarkan Qi. Semuanya hanya tanaman biasa.
Saat Su Dingxuan semakin dekat, tiba-tiba energi Qi yang kuat berkumpul di atas danau. Alirannya berputar cepat, membentuk pusaran yang membuat permukaan air bergetar.
Su Dingxuan langsung melompat mundur.
Dalam sekejap, Hexagonal Lattice Shield sudah ia edarkan, membentuk perlindungan yang mengelilingi tubuhnya.
“Huh, sudah beberapa ribu tahun sejak orang terakhir datang.” Suara tua bergema di ruangan itu. “Mari kita lihat, apakah kali ini bakatnya lebih baik atau tidak.”
Di atas danau, sesosok pria tua yang tampak seperti jiwa transparan perlahan muncul. Tubuhnya mengambang, tidak benar-benar menyentuh air, dan wujudnya terlihat samar, seolah dapat hilang kapan saja.
Kewaspadaan Su Dingxuan langsung meningkat sampai batas tertinggi. Qi di dalam tubuhnya sudah siap dilepaskan kapan saja.
Ia tidak bertanya. Tidak bicara.
Ia hanya mengamati sosok jiwa itu dalam diam.
“Hoh?” Pria tua itu menatapnya dengan sedikit tertarik. “Kali ini ternyata orang yang berhati-hati. Biasanya orang-orang akan langsung bertanya siapa aku. Apa kamu tidak penasaran, Nak?”
Su Dingxuan tetap diam.
Di dalam pikirannya, ia sudah memerintahkan sistem untuk melakukan pemindaian real-time. Matanya sedikit menyipit, tetapi ia sama sekali tidak memberi tanggapan.
“Membosankan.” Pria tua itu menggeleng pelan. “Apa kamu tidak bisa bicara?”
Su Dingxuan masih tidak menjawab.
“Tidak perlu takut, Nak. Aku tidak bermaksud jahat. Bahkan kalau kamu menyerangku, kamu tidak akan bisa melakukan apa pun,” kata pria tua itu santai. “Dengan Realm Qi Refining tahap awal seperti milikmu, kalau aku mau, sekali bersin saja sudah cukup untuk menghancurkanmu.”
Su Dingxuan terdiam beberapa saat.
Jika ia terus diam, mungkin sosok ini justru akan kehilangan kesabaran. Setelah mempertimbangkan sejenak, akhirnya ia membuka mulut.
“Jika junior ini boleh tahu, siapakah senior?”
“Aku?” Pria tua itu sedikit membusungkan dada, wajahnya tampak bangga. “Aku adalah roh artifact yang sudah hidup sejak zaman kuno.”
Punggung Su Dingxuan terasa dingin.
Zaman kuno.
Jika ucapan itu benar, berarti roh artifact ini sudah ada sejak jutaan tahun yang lalu. Fakta itu cukup untuk membuat siapa pun terkejut, tetapi ekspresi Su Dingxuan tetap tenang.
Saat ia hendak bicara lagi, sebuah kekuatan tak terlihat tiba-tiba menyebar.
Lebih tepatnya, Divine Sense.
Kekuatan itu menyapu tubuhnya, seolah sedang menyelidiki setiap bagian dirinya. Su Dingxuan mengerutkan kening, tetapi belum sempat bereaksi ketika suara terkejut pria tua itu terdengar lebih dulu.
“Apa!?” Pria tua itu menatapnya dengan mata melebar. “Kamu memiliki Spirit Root yang cacat? Bagaimana kamu bisa berkultivasi? Bahkan, kamu sudah berada di Qi Refining Awal Tingkat 1. Mustahil… ini benar-benar mustahil!”
Su Dingxuan tidak terlalu terkejut ketika pria tua itu mengetahui kondisi Spirit Root miliknya.
Yang ia pikirkan sekarang adalah bagaimana melewati situasi ini.
Ia tahu alasan dirinya bisa berkultivasi. Dan jika alasan itu diketahui dunia luar, seluruh dunia bisa terguncang karenanya.
Pria tua itu mengamati Su Dingxuan dengan lebih saksama. Nada suaranya berubah serius.
“Nak, tidak perlu setegang itu. Aku tidak akan membahayakanmu. Aku hanya ingin tahu, bagaimana kamu bisa berkultivasi?”
Su Dingxuan mulai memikirkan berbagai alasan yang mungkin bisa digunakan.
Namun, sebelum ia menemukan jawaban yang tepat, pria tua itu kembali terkejut. Ekspresinya berubah, seolah tiba-tiba mengingat sesuatu.
Hal itu justru membuat Su Dingxuan semakin gugup.
‘Jangan bilang orang tua ini tahu aku memiliki Spirit Root buatan?’
“Nak.” Pria tua itu menatapnya. “Siapa namamu?”
“Hah?”
Su Dingxuan sempat bingung.
Awalnya, ia mengira pria tua itu sudah menebak sesuatu tentang Spirit Root buatannya. Siapa sangka yang keluar justru pertanyaan tentang nama?
Tanpa perubahan ekspresi, Su Dingxuan menjawab, “Bai Wang.”
“Bohong.”
Pria tua itu langsung membalas dengan cepat.
Su Dingxuan terdiam.
Namun, pria tua itu tidak terlihat marah. Sebaliknya, ia malah tertawa pelan.
“Tidak apa-apa. Bagus juga kamu berhati-hati. Dengan begitu, kamu akan lebih aman.”
Pria tua itu diam sebentar. Ekspresinya kemudian melembut, bahkan tampak membawa sedikit rasa nostalgia.
“Akhirnya… aku bisa menyelesaikan misi ini. Sudah tak terhitung tahun aku menunggu. Akhirnya kamu datang juga, Su Dingxuan.”
“Apa!?”
Kali ini Su Dingxuan benar-benar tidak bisa menahan keterkejutannya.
Lebih tepatnya, ia merinding.
Melihat reaksinya, pria tua itu justru tersenyum puas.
“Hahaha, kamu pasti tidak menduga kalau aku tahu namamu, kan?”
Su Dingxuan memaksa dirinya tenang.
“Bagaimana senior tahu nama junior ini?”
“Hahaha.” Pria tua itu tertawa lagi. “Aku mungkin sudah tahu namamu sejak jutaan tahun lalu.”
“Mustahil.” Su Dingxuan langsung membalas. “Bagaimana mungkin itu terjadi? Jutaan tahun lalu aku bahkan belum lahir.”
“Benar. Kamu memang belum lahir waktu itu.” Pria tua itu mengangguk. “Tetapi tuanku sudah tahu bahwa kamu akan lahir.”
Su Dingxuan benar-benar merasa percakapan ini semakin sulit dipahami.
Ia menatap pria tua itu beberapa saat sebelum bertanya, “Bisakah senior menjelaskannya?”
Pria tua itu mengelus janggutnya.
“Untuk mengetahuinya, kamu harus memahami dulu asal-usulku. Dan itu hanya bisa dilakukan jika kamu bersedia menerima warisan sekteku.”
“Tidak, terima kasih.”
Su Dingxuan menolak tanpa berpikir.
Warisan memang berharga, tetapi warisan juga sering membawa karma yang harus diselesaikan. Itu terlalu merepotkan.
Terlebih lagi, ia memiliki sistem. Sebuah chip yang ia buat sendiri, dengan kemampuan untuk terus berkembang dan membantunya menjadi kuat. Bisa dikatakan, yang ia butuhkan sekarang hanyalah waktu untuk tumbuh.
Ketika orang lain harus berusaha keras mendapatkan Teknik Kultivasi yang kuat, ia bisa meminta sistem menganalisis dan merumuskan teknik yang paling cocok untuknya. Selama ia memiliki cukup pengetahuan dan informasi, sistem dapat terus menghasilkan Teknik Kultivasi yang lebih baik.
Masalah utamanya saat ini hanya satu.
Ia masih terlalu lemah.
Jika suatu hari ia sudah cukup kuat, barulah ia mungkin mempertimbangkan hal seperti ini. Saat ini ia baru memulai langkah pertama menuju keabadian. Bahkan orang tuanya sendiri belum tau ia sudah bisa berkultivasi.
End Chapter 17.1.
Chapter 7 sampai 11 itu merupakan harga tiket mc untuk masuk kedunia yang lebih besar.
Jdi reset penelitian ini hanya terjadi di chapter awal 7 sampai 11, setelah itu dunia kultivasi akan terbuka.
Dia bukan orang yang di beri jalan oleh langit, jdi dia membuka jalanya sendiri, satu satunya yang bisa dia andalkan hanya lah ingatanya sebagai seorang saintis. Karena memang tidak ada yang bisa dia andalkan selain itu.
Mohon bersabar hingga chapter 11 lewat, karena kemampuan mc tidak jatuh dari langit, atau tibatiba mendapatkan warisan.
Cuman saran aj🙏👍
Itu semua karena gaya penulisan Author, Jdi dari 2013 author selalu baca novel terjemahan, bahkan sampai jalur mechine transate yang bikin kepala pusing (Biasanya di kenal sebagai penyimbangan kultivasi)😅
Apa yang sering dibaca mempengaruhi gaya tulisan. Jadi mohon maaf jika ada yang tidak tebiasa, 🙏
dan terimakasih sudah support novel ini.
Salam dari Naevys Presspire
Ku lihat kingkatan kultivasinya menggunakan standar Xianxia yah, kyk ISSTH, Renegade Immortal RMJI dan kwn².
Bagi yang belum tau, dari bab sejauh ini bab 11 yah, tingkatan Kultivasinya Qi Refining => Foundations Establishment => Core Formatin (Biasanya novel terjemahan menggunakan nama Inti Emas/Golden Core) => Nascent Soul.
Untuk di atasnya, belum terungkap, wkwkw