NovelToon NovelToon
Sanggana1: Perampok Raja Gagah

Sanggana1: Perampok Raja Gagah

Status: tamat
Genre:Action / Petualangan / Barat
Popularitas:213.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rudi Hendrik

Joko Tenang didedikasikan oleh ayahnya sebagai pendekar pembela kebenaran di dunia persilatan. Menjadi murid tokoh sakti aliran putih Ki Ageng Kunsa Pari membuatnya memiliki kesaktian pilih tanding.

Namun, penyakit keturunan dari kakeknya menjadi kelemahan terbesarnya sebagai seorang pendekar. Ia akan mengalami kelemahan hingga pingsan jika didekati oleh wanita kurang dari tiga langkah, terlebih jika sampai bersentuhan kulit.

Joko Tenang yang masih remaja turut ambil bagian dalam misi penumpasan gerombolan perampok yang suka menyerang desa, merampok harta, dan menculik gadis-gadis perawan desa. Namun, kelompok perampok itu sangat sulit ditemukan dan ditumpas.

Mampukah Joko Tenang menjalani misi pertamanya dalam dunia persilatan? Temukan jawabannya di novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rudi Hendrik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Bidadari Seruling Kubur

Raja Anjas kembali fokus kepada Nintari, gadis berusia 38 tapi berfisik gadis remaja cantik berusia 15 tahun.

Ketika pandangan Raja Anjas kembali kepada wajah Nintari, tiba-tiba Raja Kerajaan Sanggana itu merasakan wajah lawannya menjadi lebih begitu mempesona. Raja Anjas tahu, pancaran senyuman manis dan pandang mata Nintari yang berubah begitu memikat adalah pancaran dari ilmu pemikat yang dikerahkan dengan kekuatan yang tinggi.

Raja Anjas tersenyum kepada Nintari, lalu katanya, “Kau tidak akan bisa memikatku, Nisanak. Ilmu pemikat sesakti apa pun tidak berlaku terhadapku.”

“Jika demikian, kita mulai!” seru Nintari lalu melesat cepat meransek maju, langsung berposisi sejangkauan dari tubuh Raja Anjas.

Nintari lancarkan serangan tangan yang cepat dan bertenaga dalam secukupnya. Namun, serangan tangan tingkat tinggi itu mampu diblokir semua oleh ketatnya pertahanan Raja Anjas.

Karena serangan tangannya tidak membuahkan hasil sedikit pun, bahkan tidak mampu membuat kaki Raja Anjas mundur setindak pun, Nintari menambah kombinasi serangannya dengan serangan kaki. Tenaga dalam yang ia kerahkan pun ditingkatkan.

Namun, sekali lagi, Raja Anjas tidak mengalami kesulitan sedikit pun dalam menangkis dan mementahkan semua serangan tangan dan kaki Nintari. Pukulan dan tendangan bertenaga dalamnya selalu ditangkis dengan benteng bertenaga yang seimbang.

Tidak juga membuahkan hasil, Nintari lalu menaikkan level kecepatan gerak serangnya.

Para penonton hanya bisa terdiam terpana melihat pertarungan kelas tinggi itu. Kecepatan gerak Nintari sudah di atas rata-rata pendekar sakti, tapi juga tidak kalah hebatnya, Raja Anjas juga mampu bergerak secepat Nintari.

Joko dan ketiga teman sebayanya hanya bisa mendelik tercenung, sebab mereka tidak bisa melihat gerakan tangan dan kaki kedua orang itu. Mereka hanya melihat kelebat-kelebat gerakan tangan dan kaki.

Setelah agak lama, akhirnya Nintari melompat mundur membuat jarak dari Raja Anjas. Seketika pertarungan keduanya rehat.

“Hebat!” puji Nintari. “Itu pun kau belum melakukan serangan kepadaku. Apa kau khawatir melukai tubuh dan wajah cantikku, Tampan?”

“Jika aku bisa menang tanpa banyak merugikan, tentunya itu yang aku pilih,” jawab Raja Anjas.

“Oh, bijak sekali,” kata Nintari seraya tersenyum cantik. “Tapi aku belum mengakui keunggulanmu jika hanya sebatas itu.”

“Baiklah, agar kau mau tunduk, giliran aku yang akan menyerang!” tandas Raja Anjas. Setelahnya ia merangsek masuk.

Kemudian, serangan tangan dengan kecepatan nyaris tidak terlihat oleh penonton, Raja Anjas lancarkan yang mengincar tubuh atas Nintari. Hasilnya, Nintari bisa menghalau dan mengelaki semua serangan Raja Anjas, meski cukup kewalahan. Pertarungan tangan itu bahkan sampai 50 lebih serangan yang Raja Anjas lakukan.

Tiba-tiba Raja Anjas melakukan serangan tangan yang mengincar sepasang kaki Nintari, membuat pendekar wanita itu agak terkejut. Meski selalu membungkuk dalam menyasar kaki Nintari, Raja Anjas tetap waspada dari serangan terhadap punggungnya yang terbuka. Tapi Nintari tidak pernah diberi kesempatan oleh Raja Anjas untuk melakukan serangan balik. Gerakan kaki Nintari yang tidak secepat gerakan tangan, membuat beberapa serangan Raja Anjas hampir mencapai  target.

Tep tep!

Pada akhirnya, dua cengkeraman tangan Raja Anjas berhasil menangkap kedua betis Nintari. Namun, gadis cantik itu cepat tanggapi dengan mengincar tengkuk Raja Anjas yang berada di bawahnya.

Begk!

Namun, sebelum cengkeraman itu menjerat tengkuk Raja Anjas, lebih dulu tubuh Nintari terbanting ke belakang, karena sepasang tangan Raja Anjas telah menarik kedua kaki si gadis dengan keras.

Terbantingnya Nintari di hadapannya, membuat Raja Anjas berhenti sejenak. Ia berdiri dengan nyaman seraya memandangi si cantik untuk bangun kembali.

Dengan wajah yang menunjukkan kemarahan, tapi tetap membuatnya terlihat imut, Nintari bangkit berdiri dengan segera.

“Tadi hanya pertarungan pembuka, kini kita tentukan siapa yang unggul!” seru Nintari kepada Raja Anjas.

“Sebegitu ambisinyakah kau ingin mencari orang yang bisa menundukkanmu, Gadis Cantik?” tanya Raja Anjas.

Sebutan akhir Raja Anjas membuat Nintari yang marah jadi tersenyum kecil.

“Jangan menggodaku!” bentak Nintari.

“Aku tidak menggoda, karena orang yang akan aku lukai memang nyatanya adalah seorang yang cantik,” kata Raja Anjas.

“Jangan membuatku jatuh hati dalam pertarungan ini!” kata Nintari lalu menghentakkan kaki kanannya ke bumi.

Beg! Blar!

Seiring Nintari menghentak bumi, Raja Anjas yang langsung paham jenis serangan itu, juga melompat mundur. Terbukti, satu ledakan keras menghancurkan tanah tempat Raja Anjas berdiri.

Begg! Wezz!

Hentakan kaki kanan Nintari yang kedua lebih membumi, kali ini jalaran sinar hijau di permukaan bumi melesat cepat menyerang ke posisi berdiri Raja Anjas.

Zebs! Bluarr!

Saat yang bersamaan pula, Raja Anjas menghentakkan lengan kanannya ke bumi depan posisinya. Sinar kuning seperti telur ayam melesat menghadang ujung sinar hijau Nintari. Hasilnya, ledakan hebat terjadi yang membongkar bumi di pertengahan jarak mereka menjadi kubangan besar dan dalam. Hujan tanah yang tersembur ke angkasa membuat lokasi kian berantakan.

Ternyata dari pertemuan dua sinar itu, tubuh Nintari terlempar mundur ke belakang, karena tenaga dalam ilmunya dihadang oleh tenaga yang jauh lebih besar. Namun, Nintari masih sanggup mendarat dengan baik dan tidak mengalami efek negatif dari bentrokan tenaga itu. Ia justru langsung bertolak maju dan melesatkan sinar biru bulat pipih sebesar piring makan.

Wezzz!

Lesatan sinar yang mengandung kekuatan tinggi dan suara deruannya yang mendesis kencang, memberi hawa kengerian bagi yang melihat dan mendengarnya, terlebih bagi orang yang diserang. Namun, tidak demikian yang dirasakan oleh seorang Raja Anjas. Dengan gagah ia menantang datangnya sinar tanpa melakukan penghindaran.

“Mati dia!” pekik Kubajrik yang sejak awal tegang sendiri menyaksikan pertarungan itu.

“Pemuda tampan itu bunuh diri!” ucap Nenek Kipas Api pula.

“Mengapa Senggala tidak menghindar?” tanya Gadis Cadar Maut panik.

Sementara Gujara berdiri dengan wajah mendelik tegang.

Semua berlangsung sangat singkat dan bersamaan dalam waktu kurang dari satu detik.

Blass!

“Hah!” kejut Nintari saat melihat sinar birunya yang mengenai perut Raja Anjas.

Perut Raja Anjas yang sudah dilapisi oleh telapak tangan kanan ternyata bisa membuat sinar biru berkekuatan dahsyat itu memantul balik dan melesat lurus kepada Nintari. Spontan gadis cantik kecil itu melompat ke samping mengelak.

Bduarkr!

Pohon besar agak jauh di belakang Nintari yang jadi korban. Pohon besar itu hancur berantakan dari akar hingga dahan atas menjadi serpihan-serpihan kecil yang hangus. Kondisi pohon itu bisa menunjukkan seganas apa ilmu Nintari yang bernama “Sepiring Kemusnahan”.

Bukan hanya kedahsyatan ilmu Sepiring Kemusnahan yang membuat para penonton tertakjub ria, Raja Anjas yang masih berdiri di tempatnya tanpa luka sedikit pun, membuat mereka nyaris tidak percaya.

“Ilmu apa yang dimiliki orang itu?” tanya Kembalanga usai keterkejutannya.

“Sepertinya dia bisa melibas habis kita berempat,” kata Kubajrik jadi merasa ngeri melihat kesaktian Raja Anjas.

“Kau pikir itu sudah ilmu pamungkas Seruling Kubur? Itu baru ilmu ringannya,” kata Nenek Kipas Api.

“Ternyata Senggala itu pendekar sakti yang lama terpendam di gunung,” kata Gujara.

“Sepertinya kita tidak perlu turun tangan membantu,” kata Gadis Cadar Maut.

Merasa dimentahkan ilmunya, Nintari tersenyum dalam tatap mata yang tajam. Senyum yang menyeramkan.

“Kau bisa mengembalikan satu sinar, tapi bagaimana kalau banyak sinar?” kata Nintari kepada Raja Anjas.

Nintari lalu memasang kuda-kuda dengan kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang. Sementara kesepuluh jari-jarinya saling mengait di belakang pinggang. Kuda-kuda seperti itu seketika membuat Nenek Kipas Api, Kubajrik dan Kembalanga terkejut panik.

“Apa dia tidak berpikir bahwa kita ada di sekitarnya?!” maki Kembalanga dengan wajah marah. Ia lalu berkelebat ke tempat yang jaraknya lebih jauh dari titik pertarungan.

“Dasar Perempuan Kubur!” rutuk Nenek Kipas Api lalu cepat bertindak seperti Kembalanga.

Kubajrik dengan wajah ditekuk kesal ikut menjauh sebelum Nintari melepaskan serangan berikutnya.

Gadis Cadar Maut yang cukup mengenal sepak terjang kesaktian Bidadari Seruling Kubur, cepat pula mengajak yang muda-muda untuk lebih menjauh. Gujara yang belum tahu sedahsyat apa adegan berikutnya, hanya menurut.

“Aku melihat ilmu ini tiga tahun lalu, tiga pendekar yang menonton pertarungan Nintari tewas terkena serangan yang melebar ke mana-mana,” kata Gadis Cadar Maut. (RH)

1
Muhamad Yasri
Luar biasa
Ling Kun menghilang
wkwkwk jantungnya Joko sabar Joko😂
Om Rudi: terima kasih
total 3 replies
Ling Kun menghilang
kasian siapa yang perduli nya itu untuk minta tolong
Hadijah Nadia
👍👍👍👍👍🌹🌹🌹🌹🌹
❤️⃟Wᵃfѕ⍣⃝✰ʀᴏs•§͜¢•ˢ⍣⃟ₛ ✰͜͡𝔳᭄
wah joko yg menyelamatkan kusuma ya. keren
❤️⃟Wᵃfѕ⍣⃝✰ʀᴏs•§͜¢•ˢ⍣⃟ₛ ✰͜͡𝔳᭄
waduh kusuma dewi beraksi. ngga bahaya ta buat dia
❤️⃟Wᵃfѕ⍣⃝✰ʀᴏs•§͜¢•ˢ⍣⃟ₛ ✰͜͡𝔳᭄
wkwkwk kebayang adegannya kaya apa😂😂
❤️⃟Wᵃfѕ⍣⃝✰ʀᴏs•§͜¢•ˢ⍣⃟ₛ ✰͜͡𝔳᭄
anak manusia masa anak setan ih
❤️⃟Wᵃfѕ⍣⃝✰ʀᴏs•§͜¢•ˢ⍣⃟ₛ ✰͜͡𝔳᭄
berani juga si parsuto sm centeng ki lurah.. awas hati2 nanti kena hajar kau
❤️⃟Wᵃfѕ⍣⃝✰ʀᴏs•§͜¢•ˢ⍣⃟ₛ ✰͜͡𝔳᭄
wah tdi beli monyet,sekarang lagi nawar burung. mau buat kebun binatang ya
❤️⃟Wᵃfѕ⍣⃝✰ʀᴏs•§͜¢•ˢ⍣⃟ₛ ✰͜͡𝔳᭄
emangnya apa yg lagi di cari sih joko..
❤️⃟Wᵃfѕ⍣⃝✰ʀᴏs•§͜¢•ˢ⍣⃟ₛ ✰͜͡𝔳᭄
jaman dulu ki lurah punya tukang pukul.. kok sekarang ngga ya
❤️⃟Wᵃfѕ⍣⃝✰ʀᴏs•§͜¢•ˢ⍣⃟ₛ ✰͜͡𝔳᭄
buat apa joko membeli monyet..?
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
sungguh kasihan siapa yang kelak dapat menumpas Rombongan biaadab ini?
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
sadeees ini rombongan raja gagah
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
gerombolan ini sangat licin susah dibasmi dan ditangkap ya
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
Hmm nama pangeran yang Unic
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
ini pasti gerombolan perampook
❤️⃟Wᵃfѕ⍣⃝✰ʀᴏs•§͜¢•ˢ⍣⃟ₛ ✰͜͡𝔳᭄
nah hanyut kan bolanya. mainnya jangan di pinggir sungai ya..jd ngga masuk ke kali tuh bola
❤️⃟Wᵃfѕ⍣⃝✰ʀᴏs•§͜¢•ˢ⍣⃟ₛ ✰͜͡𝔳᭄
nah..kena temennya kan bolanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!