NovelToon NovelToon
Rain Bukan Petaka

Rain Bukan Petaka

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Lari Saat Hamil / Preman
Popularitas:731
Nilai: 5
Nama Author: Asrar Atma

Rain menjadi ketua, dari geng yang dibuat sendiri, Rksabi. Yang berkecimpung pada tugas jasa, geng yang terdiri enam orang itu mencari klien dengan berbagai masalah demi mengumpulkan pundi-pundi uang. Sampai satu tugas yang menawarkan bayaran mahal, membawanya pada gadis muda, dan Rain merasa terjebak disana, di dalam rumah mewah keluarga Vick sebagai Pengawal pribadi Yasmin Celia. Dia datang untuk menyelesaikan misi sebagai Pengawal pribadi yang melindungi, tapi selesai tugas justru jadi Bapak yang mencari keturunannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asrar Atma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19

Bajingan lepaskan dia!" Terikan Yasmin mengejutkan kedua orang yang tengah melecehkan Laura.

Ia menodong botol kosong sebagai alat tempur, keberanian yang diciptakan amarah menyala padanya. Kedua lelaki itu beradu pandangan lalu tergelak, menganggap remeh musuh cantik dalam dress pendek berwarna merah.

"Kenapa, lo mau gantiin dia? Daripada gitu, mending lo ikut aja main sama kita. Ini teman lo ngga bakal sanggup ngeladenin kami yang belasan, kalian bisa gantian."

"Ngga sudi, lebih baik memecahkan kepala kalian"

"Jadi mau ngajak gelut? Boleh disofa ini, nanti abang kasih kehangatan tanpa bandingan"keduanya tergelak menertawai ucapan itu.

"Maju kalau berani"

"Oo...menggairahkan"ucap keduanya bersamaan diiringi decakan panjang.

"Bro, gue urus yang satu ini dulu, silahkan lo main dulu sama temannya "kata lelaki berbadan kurus dengan rambut diwarnai merah, lelaki itu melangkah mendekati Yasmin dengan senyuman meremehkan.

"Kalau kalah, harus kuat ronde berapa pun ya cantik?"

"Omong kosong " Yasmin juga ikut maju memangkas jarak, lalu mengayunkan botol alkohol yang dengan mudahnya ditahan.

"Cuma segini nih, ini namanya perlawanan apa caper?" Terlalu senang menggoda kemampuan musuh, tangan Yasmin yang lain luput dari dugaan nya. Jari lentik beriaskan kuku cantik itu menjambak rambut nya kuat hingga membuat nya menjerit, lalu ketika hendak menggapainya gadis itu menjauh-menghindar.

"Jalang " umpat nya keras. Amarah nya memuncak seketika, disertai senyuman yang hilang. Lelaki itu memandang Yasmin sengit, sebelum melayangkan tendangan yang berhasil dihindari Yasmin dengan memukul botol itu ke telapak kakinya hingga pecah berserakan.

Ujung botol yang tajam, gadis itu arahkan padanya sambil mengerakan tangannya tidak tentu arah, kanan kiri secepat mungkin sembari kaki melangkah maju. Tetapi tanpa disangka berhasil membuat lelaki itu berjalan mundur melihat gerakan berantakan dipandu keberanian. Gadis itu tidak tahu bagaimana cara menyerang, asalkan bisa menghindar tiap kali tangan atau kaki itu hendak melayang padanya.

"Rasakan ini" teriak Yasmin.

Sementara temannya yang menonton sambil menahan Laura yang mabuk jadi gemas pada temannya yang tidak becus. "Bodoh biar aku yang atasi jalang itu" ujar lelaki dengan gaya rambut mullet, lalu menghempaskan Laura begitu saja ke lantai.

Namun sebelum dapat menyerang gadis itu, derap langkah seseorang terdengar mendekati ruangan. Disusul suara teriakan menggema dari penjaga, "Berhenti disana, angkat tangan kalian ke atas!"

Kedua lelaki itu menurut, tapi tidak dengan Yasmin yang terlalu asyik dengan peran nya. Masih bergerak seperti kepiting. "Hentikan jalang, lo bikin gue ngeri" ucap lelaki kurus menghindari senjata tajam dari pecahan botol.

"Nona hentikan! Lebih baik anda membantu gadis disana"

Teriakan penjaga mengingatkan nya pada Laura, ia pun tersadar. "Menyingkir, aku mau ambil Laura"tetapi lelaki gaya rambut mullet itu menghadang jalan Yasmin, dan mendorongnya hingga terjatuh.

"Mati dulu lo, baru gue serahin" kaki nya bahkan sudah siap mendarat di dada Yasmin, melihat itu pistol pun ditarik pelatuk nya oleh kribo menghadap ke langit-langit. Suaranya menghentikan kaki itu sebelum sempat menyentuh Yasmin.

"Berbalik sekarang juga bocah laki-laki atau tembakan berikutnya tepat menghentikan aliran darah kalian mengalir" lelaki kurus mendorong bahu temannya hingga Berbalik membelakangi mereka, tangan keduanya naik keatas.

"Sekarang mundur sampai mencapai tembok " namun langkah lelaki berambut mullet nampak berat mengikuti, perlawanan kecilnya masih berlanjut.

"Enggan? Silahkan saja, tapi jari saya tidak demikian "sampai lelaki kurus itu ikut menarik temannya berjalan mencapai tembok.

"Silahkan membawa teman anda keluar, biar kedua bocah yang tidak tahu cara menyenangkan diri sendiri ini jadi urusan saya"ucap nya pada Yasmin.

"Terima kasih penjaga"

****

Dalam kurun waktu lima menit yang lalu, seluruh Rksabi sibuk dengan tugasnya, Rain menurunkan Daniel dari jendela menggunakan alat yang tiba-tiba ada, seolah dipersiapkan semesta untuk membantu.

Dibawah nya, Bintang menyambut tubuh babak belur Daniel yang dihajar habis-habisan oleh Haneul, tentunya setelah memastikan kamera pengintai diamankan. Sedangkan Alex yang panik bertemu dengan Irfan ,dan keduanya berpencar mencari Yasmin. Jika Sandi membawa Verrel hingga mengamankan nya sampai mobil, maka begitupun Haneul pada Daniza.

"Amankan semuanya?" Tanya Sandi menatap semua orang dalam kendaraan mencari jawaban.

"Sip, Daniel dalam bagasi, majikan Taka sudah ditemukan kribo" jawab Alex dibalik kemudi.

"Kita berangkat sekarang, kemana dulu Kamandaka?"

"Klinik Bang, rawat luka Daniza dulu"

"sip, ada request tidak bocah?" Tanya Alex sebelum menjalankan kendaraan.

"Ada bahan ngga Bang? Setelah mengantar Daniza, mau urus dalang otak dulu."jawab Haneul mengingat Rina.

"Ada, jadi kemana kita setelah mengantar pacarmu?"

Sementara itu Rain mencari keberadaan majikannya lewat pemberitahuan dari Irfan, ia menuju sayap kanan rumah itu. Melewati sepanjang jalan sepi, sampai matanya menangkap langkah perlahan dari dua gadis di seberang sana.

Yasmin memapah Laura dengan Langkah tersendat karena kerepotan mengimbangi bobot badan Laura, gadis itu sudah tidak tahu lagi pada sekitarnya. Derap langkah yang terdengar kian mendekat membuat Yasmin menaikan pandangannya dari sepatu naik ke kaki, lalu berakhir pada wajah orang itu.

"Pak Taka...." katanya tersenyum lembut, matanya memancarkan kegembiraan menemukan Rain ditengah kesusahan nya. Seluruh rasa lelah nya seolah menemukan tempat yang tepat untuk bersandar, hingga bahu nya yang terasa tegang mendadak merosot disertai helaan napas dalam. Kakinya ingin segera bergegas berlari dan masuk ke dalam pelukan pria itu, Lalu mengatakan betapa senangnya ia dengan kedatangan pria itu.

"Nona maaf terlambat, saya baru selesai dengan urusan dibelakang."

"Ngeselin banget, kerjaan kamu ngga becus pak Taka. Lihat sekarang! Aku hampir diapa-apain sama bajingan dan kamu ngga ada disana, gimana sih jadi pengawal. Nanti aku kasih lapor Papi biar kamu dihukum" omel nya, tidak sinkron dengan kelegaan yang sempat dirasakan saat melihat pria itu.

"Iya Nona, saya siap menerima konsekuensi nya. Sekarang hampir tengah malam, sudah waktunya kita pulang"

Terlalu lelah Gadis itu pun hanya mengangguk, lalu berujar, "Tolong bawa Laura juga"

"Tentu"bersamaan dengan jawaban nya, Rain mengambil alih gadis dalam rangkulan Yasmin. menggendong Laura ala bridal style.

"Darimana kamu tahu aku disekitar sini?" Tanya Yasmin, keduanya berjalan beriringan.

"Dari penjaga"

"Eh, kok bisa? " Pasalnya penjaga yang menolong mereka masih tertinggal dibelakang sana, lalu bagaimana penjaga memberitahu pengawal nya?

"Saya kenal penjaga yang itu Nona, kami satu agensi" Yasmin lantas mengagguk maklum.

"Kamu panik ngga? Karena ngelihat aku ngga ada dimana-mana?"

"Iya, Nona"

"Makanya kalau kerja yang benar, ikutin kata majikan. Jangan malah kebalik, situ yang ngatur majikan." Disepanjang jalan menuju kendaraan mereka, Yasmin terus bicara panjang lebar mengenai perdebatan mereka. Masalah Rain yang tidak mau membantunya menolong Laura karena ia tidak setuju sang pengawal berani mengajukan syarat, Sedangkan Pria itu hanya mendengarkan sambil lalu.

1
Anala.
bocah edan😄
Anala.
lanjut, aku tak bisa berkata apa-apa 👍
Anala.
elahh🤣
Anala.
tenang, kamu malah dpt anak 🤭
Anala.
benar itu
Anala.
lanjut thor 🙏
Anala.
heh, dosa itu
Anala.
buat sendiri, Yas 😄
Anala.
lanjut thor
Anala.
dasarrr.... enggak baik!
Anala.
hahahaha, usil🤣
Anala.
malah deras aliran nya. karena bocor tembak🤭
mungkin: ya iya ya👍🤣
total 1 replies
Anala.
waduhh, Petaka... muncul!
Anala.
up. seperti fans benaran aku😄
mungkin: kok sempat sih
total 1 replies
Anala.
sering-seringlah, mengumpat Petaka. karena nanti kamu akan mencari kecebong mu🤣
mungkin: apa lagi kosakata nya?
total 1 replies
Anala.
ketemu Han enggak nih
mungkin: ngga La/NosePick/
total 1 replies
Anala.
bisa, bisa nya Lo yang bilang menarik
Anala.
kejam banget
Anala.
apa ini, Mr Petaka sudah memiliki anak, hmm....
mungkin: iya /Drowsy//Drowsy/
total 1 replies
Anala.
hahaha/Hammer/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!