Kisah ini menceritakan seorang anak kecil yang harus menjadi korban ke egois san orang tua... dia bernama Vera Arsiana... bayi berumur 8 bulan, dia terpaksa harus di bawa oleh sang kakek untuk menjauhi Keluarga baru dari Mamah dan papahnya
Ada yang penasaran ngga dengan cerita ini yuk kita mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19
Dan Benar saja di pagi hari semua warga anjuran di kejutkan dengan salah satu staf desa habis terbakar, ada adik atau kakak staf itu menangis meraung. karena saudara dan orang tua mereka terbakar hangus
Sedangkan pelaku yang merencanakan ini masih tertidur pulas. sedangkan kedua adiknya sudah bangun, dan mereka pun sudah bersiap-siap untuk sekolah, mereka juga tidak mengganggu Vera yang terlihat kelelahan
Lily yang dari tadi berkeliaran di kamar itu pun langsung membangun tuan nya itu, karena dia punya gosip hangat. dia sudah tidak sabar ingin memberitahu tuannya itu
"Queen....Bangun... Lily Punya Berita" ucap Lily. Vera pun membuka mata nya
"Apa kau tidak tidur ly?" tanya kesal Vera
"Ih... Lily Kan Sistem Queen, Jadi Mana Mungkin Tidur" jawab Lily. Vera hanya mengerutu tidak jelas, Vera
pun berjalan menuju kamar mandi dia ingin membersihkan dirinya terlebih dahulu
"Punya Tuan Kok Cuek Banget"
Sekitar lima belas menit Vera pun keluar dari kamar mandi dan dia pun langsung berganti pakaian dia ingin menanyakan tentang berita desa anjuran nanti kepada Mang tubi
"Ada berita apa memangnya? pagi-pagi kau sudah membangunkanku Lily.... kalau beritanya tidak seru jangan sampai kau ku tendang ya Lily" ucap Vera
.
"Jangan asal tendang Lily saja Queen.... Lily punya berita, hadiah dari misi semalem itu, Queen mendapatkan Satu mobil Lamborghini keluaran terbaru, hadiah kedua Queen juga mendapatkan perumahan elit di kota Z, hadiah ke- tiga Queen juga mendapatkan tambang emas di kota K". kedua mata Vera langsung mendelik mendengar hadiah yang dia dapatkan
"Kamu serius Ly? kenapa bisa banyak itu..... astaga, aku tambah kaya ini, hahahaha... oya Ly, bagaimana kalau aku membawa kedua adikku pindah ke kota Z? Kamu tahu kan lingkungan kota ini belum sebesar ibukota" ucap Vera
"Kalau Queen Mau, Tidak Masalah... Queen Juga Punya Helikopter, Bisa Pergi Kemana Pun"
"Baiklah... aku juga akan merekrut beberapa pengikut lagi, dan aku juga akan mengajarkan mereka bela diri di negara ku Ly" ucap Vera
"Itu Bagus Queen... Lily Setuju, Oya Apa Kita Akan Secepatnya Membereskan Kepala desa Harto Queen?"
Vera tersenyum miring mendengar pertanyaan Lily, dia pun segera bangkit dari duduknya. dan era pun berjalan keluar untuk menemui Mang Hasan
Sedangkan Mang Hasan, ia sedang di ruangan kerja milik Vera karena dia sedang memeriksa beberapa laporan pengeluaran dan pemasukan dari kebun karet dan beberapa hotel milik mendiang kakek Vera. dari sebelum kakek Vera meninggal pun Mang Hasan adalah orang paling dipercaya oleh mendiang kakek Vera
Tok
Tok
"Pagi mang, apa Vera mengganggu? sekarang ingin membicarakan sesuatu tentang Kepala desa Harto" ucap Vera
"Tidak neng, mamang hanya memeriksa keuangan saja. apa yang akan kita lakukan kepada kepala desa biad*b itu? tangan mamang sudah kesal sekali" ucap mang Hasan
"Vera... akan membuat salah satu dari anak buah mamang menjadi pengganti kepala desa anjuran, agar kita pun bisa mengetahui. Kalau warga desa anjuran tidak mengalami seperti ini lagi, kita buat kepala desa Harto hilang di telan bumi. bukan hanya kepala desa Harto saja tapi seluruh staf dan keluarga mereka pun harus kita hilangkan dari muka bumi ini" ucap Vera
Mang Hasan mengangguk-ngangguk mendengar ucapan dari majikan kecilnya itu. dia juga setuju dengan apa yang diucapkan oleh majikannya itu
"Kita culik mereka, dan buat mereka lupa dengan hidup mereka. dan kita kirim mereka ke lokasi tambang Emas milik Vera di kota K, itung-itung mereka hilang dari muka bumi, dan menjadi mereka budak gratis" ucap Vera. mang Hasan menatap binggung tambang emas
"Neng punya tambang emas? perasaan mamang mendiang juragan tidak beli tambang emas" tanya binggung mang Hasan
"Hehehe.... mungkin bapak lupa bilang sama mamang, sudah lah kita lagi bahas masalah ini... kita fokus dulu kepada kepala desa dan komplotannya itu, daripada mereka berkeliaran di luar dan membuat masalah lagi lebih baik kita jadikan mereka budak di tambang emas bukan?" ujar Vera
"Ide neng bagus juga... tapi kan kita tidak memiliki ramuan yang membuat orang, hilang ingatan untuk selamanya neng... walaupun ada ramuan itu paling hanya sementara" ucap mang Hasan
"Queen... Tenang Saja, Biar Itu Menjadi Urusan Lily"
Vera pun hanya mengangguk, dia pasti akan menyerahkan masalah itu ke sistemnya, Vera juga sudah memikirkan tentang kepindahan dan merekrut beberapa orang untuk anak buah Vera nantinya
"Oya mang.... kita akan pindah ke Kota Z, kota itu dekat dengan ibu kota. jadi lebih memudahkan kita dalam berbisnis, villa ini akan menjadi markas para paman anak buah Mang Hasan, kita juga harus memulai dalam segala bisnis" ucap Vera
Mang Hasan pun menatap Vera. dia melihat Vera seperti melihat mendiang majikanya itu, nekat dan keinginan Alm kakek Vera kuat dan mutlak tidak bisa diganggu gugat
"Siap... mamang akan mengikuti kemana pun Neng dan kedua adik neng pergi" jawab mantap mang Hasan
"Baiklah... mamang lanjutkan pekerjaannya dulu, nanti siang kita akan ke kampung anu... dan membereskan semua masalah pembangunan jalan, agar kita bisa membereskan kepindahan kita" ucap Vera. dia pun langsung keluar dari sana karena dia juga harus membicarakan semua ini kepada kedua adiknya
"Kalian belum berangkat?
TBC
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian guys.....
Like komen share dan gifnya nya yaa
.......
Guys buat kuis yuk... dua orang tercepat menjawab mendapatkan pulsa 10k dari author
Pertanyaan nya... kekota mana Vera ingin Pindah
A. kota Z
B. kota K
...
Tulis jawaban kalian di kolom komentar yang paling cepat ya... nama pemenang nanti di umumkan besok saat update bab berikutnya
ohya thor si vera gk ada asistennya sendri gtu selain mang hasan ma mang tubi
lanjut thor