NovelToon NovelToon
Kau Ambil Calon Suamiku Ku Nikahi Pria Idaman Mu!

Kau Ambil Calon Suamiku Ku Nikahi Pria Idaman Mu!

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Cintapertama / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:52.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

Nuraa tersentak, di tangannya ada sebuah undangan pernikahan yang baru saja di kirim oleh seseorang entah siapa, mungkin saja seorang kurir. Nuraa tertegun memandangi 2 nama di bagian depan dari undangan tersebut. 2 nama yang sangat Nuraa kenal, bahkan kedua nama tersebut memiliki tempat istimewa di hatinya.
"Bagaimana mungkin? Tidak!" teriak Nuraa.
"Tidak mungkin mereka menikah." Undangan itu pun lolos begitu saja dari tangan Nuraa, bersamaan dengan tubuhnya yang merosot dan luruh ke lantai.

Penasaran dengan kelanjutan kisah Nuraa?

Ikuti terus dengan membaca novel ini yaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

"Kamu di sini juga rupanya ya."

"Oh iya, aku lupa ... kamu kan pengangguran," cibir Nuraa.

Di bawah meja Vivi mengepalkan kedua tangannya sementara Aska menatap bergantian Nuraa dan juga Vivi.

"Loh kamu udah gak kerja lagi, Vi?" tanya Aska.

"Iya ... aku di pecat sama wanita yang berdiri di samping kak Aska sekarang, gak profesional banget mencampur adukkan masalah pribadi dengan pekerjaan," sindir Vivi.

"Mungkin Nuraa punya alasan lain terkait hal itu, Vi. Kenapa kamu gak datang ke showroom atau ke perusahaan papah," kata Aska.

"Kalo ke perusahaan papah kayanya gak deh, Kak. Kalo kerja di showroom mobil kaka, sepertinya itu ide yang bagus," balas Vivi.

Baru saja Nuraa dan Aska akan duduk, tiba- tiba seseorang memanggil nama Nuraa dengan keras, saking kerasnya, semua pengunjung di kafe Evelyn menatap serempak ke arah sumber suara tersebut, sementara Nuraa tanpa menoleh pun ia tau siapa pemilik suara tersebut.

Melihat kedatangan Kevin, Vivi tersenyum tipis.

Kevin berjalan cepat ke arah Nuraa dengan kedua tangannya yang terkepal dan napas yang memburu. Sampai di hadapan Nuraa dan juga Aska, Kevin membalikkan tubuh Aska menghadapnya dan langsung melayangkan tinjunya ke wajah Aska.

"Kevin! Kamu udah gila ya!" Teriak Nuraa mendorong kuat dada bidang Kevin.

Nuraa langsung membantu Aska berdiri, sementara Vivi terkejut dan langsung berdiri dari duduknya, ia tidak menyangka jika Kevin akan melayangkan tinjunya ke Aska.

Vivi berdiri dan ikut membantu Aska berdiri.

"Jangan sentuh kak Aska!" Nuraa mendorong Vivi ke samping.

"Sebaiknya kamu urus calon suami kamu itu!"

Mendengar ucapan Nuraa, Kevin tertawa sumbang.

"Pantas aja kamu dengan mudah mengakhiri hubungan kita Raa, ternyata kamu sudah punya penggantinya," seru Kevin.

"Jangan-jangan kamu juga berselingkuh di belakang aku dengan pria itu!" tuduh Kevin, menunjuk wajah Aska.

Nuraa berjalan perlahan mendekat ke arah Kevin.

PLAK! Kini giliran Nuraa menampar kuat wajah Kevin.

Kevin memegangi pipinya yang terasa panas bekas tamparan Nuraa, ia tidak menyangka Nuraa memiliki tenaga yang kuat untuk menamparnya, bahkan tamparan Nuraa sampai membuat dirinya meringis menahan sakit di bagian tersebut.

Sementara Nuraa pun merasakan hal yang sama, tangan yang baru saja di gunakannya menampar Kevin, terasa perih.

"Kamu nampar aku cuma karena lelaki itu, Raa?" Kevin menunjuk lagi ke arah Aska.

"Kamu lupa 5 tahun kebersamaan kita, Raa," kata Kevin lagi.

"Iya, aku nampar kamu untuk dia, emangnya kenapa? Hah!"

"Kak Aska, ayo kita pergi dari sini." Nuraa memegang tangan Aska dan hendak mengajaknya keluar bersama dari kafe milik Evelyn.

"Tunggu! Kamu beneran udah lupain semua tentang kita Raa?" Kevin memegang kuat lengan kiri Nuraa.

"Kamu dengan mudah mengakhiri hubungan kita, karena kamu mau bersama dengan lelaki itu, kan!"

"Gak! Aku gak rela ngelepasin kamu Raa." Kevin menarik Nuraa ke sisinya, sementara Aska pun melakukan hal yang sama, mereka saling menarik Nuraa.

"Berhenti!!!" Teriak Evelyn dari kejauhan, ia baru keluar dari ruang kerjanya saat salah satu karyawan kafe nya melaporkan ada keributan di luar.

"Di sini gak ada produser, kalo kalian mau casting drama jangan di sini! Gak semua pengunjung kafe ini suka dengan drama kalian!" sela Evelyn.

Kevin tidak peduli, ia kembali menarik Nuraa agar berdiri di sisinya, Aska pun melakukan hal yang sama.

"Kak ... biar aku selesaiin sendiri urusanku sama lelaki ini." Nuraa menatap lembut Aska dan melepaskan perlahan tangan Aska yang menggenggam telapak tangannya.

Setelah itu, kini giliran tangan Kevin yang di hempaskan kasar oleh Nuraa agar melepaskan genggamannya di tangan Nuraa.

"Kevin ... kamu sadar gak? Kamu yang sekarang berdiri di hadapan aku itu terlihat sangat menyedihkan!"

"Kamu seperti anak kecil yang merengek meminta permen milik orang lain!"

"Menyedihkan sekali!"

"Oh aku tau, kamu sengaja seperti ini hanya untuk balas dendam ke aku, kan?" tuduh Kevin.

"Balas dendam? Ke kamu?"

"Untuk apa?" Nuraa mendengus, kemudian di susul tawanya yang mengejek.

Melihat sikap Nuraa membuat Kevin semakin kehilangan kendali, desah napasnya memburu karena emosi yang meluap.

"Raa, apa kamu udah gak cinta lagi sama aku?"

"Iya atau gak Raa, jawab aku?!" teriak Kevin mencengkram kuat kedua lengan Nuraa dan mengguncang-guncang tubuh Nuraa karena Nuraa hanya diam saja.

"Aku gak percaya semudah itu kamu menghapus aku dari hati kamu!" serunya lagi.

"Ya!"

"Aku udah gak cinta lagi sama kamu!" Nuraa menghempas kasar tangan Kevin yang mencengkram kuat kedua lengannya.

"Dulu aku cinta banget sama kamu, Vin."

"Sekarang aku lebih cinta sama diriku sendiri!" tegas Nuraa.

"Ayo kak kita pergi dari sini, Nuraa menggenggam tangan Aska, mengajaknya untuk pergi dari sana.

Baru beberapa langkah Nuraa teringat sesuatu, ia berhenti dan berbalik.

"Oyah ... aku sampe lupa. Mulai hari ini tolong kamu menjauh dari kak Aska, Vi!" seru Nuraa.

"Atas dasar apa kamu ngelarang aku untuk dekat-dekat kak Aska, dia kakak aku, kamu cuma orang lain!" balas Vivi sengit.

"Kakak? Kalian berdua gak ada hubungan darah. Jangan lupa, kamu hanya anak pungut!"

"Aku cuma khawatir kamu pun akan merebut kak Aska dari sisi aku, sama seperti yang kamu lakukan ke hubunganku dan Kevin."

"Dan soal orang luar yang kamu bilang tadi, sebentar lagi dia bakalan jadi menantu di keluarga itu."

Setelah mengucapkan hal tersebut, Nuraa pergi begitu saja, menarik paksa Aska untuk pergi bersama.

Vivi dan Kevin terpaku memandangi kepergian Nuraa bersama Aska dengan kedua tangan mereka yang terkepal kuat.

Karena enggan berlama-lama hanya dengan Vivi, Kevin pun keluar dari kafe milik Evelyn, yang tersisa hanya Nuraa dan juga Evelyn.

"Gak usah sok terkejut gitu, aku tau ini ulah kamu, kamu kan yang manggil Kevin datang?"

"Kamu juga datang pasti karena kak Aska dan Nuraa mau ke sini, sekalinya datang ke kafe aku cuma bikin kacau," cibir Evelyn.

Evelyn mendekat ke arah Vivi dan berbisik tepat di samping telinga kiri Vivi.

"Niat mau balas dendam ke Nuraa jadi kacau balau ya."

"Kamu salah langkah sih menurut aku, masih perlu banyak belajar lagi jadi wanita yang licik."

"Bener-bener amatir!"

Evelyn tertawa pelan sambil berjalan meninggalkan Vivi yang berwajah pias.

Vivi yang sudah tidak bisa lagi menahan emosinya, langsung menyapu semua yang ada di atas meja dengan tangannya.

Pecahan gelas dan juga piring berserakan di lantai.

"Jangan lupa sebelum pergi, bayar ganti ruginya!" teriak Evelyn, yang belum begitu jauh jaraknya dari Vivi.

"Aargghh Evelyn sialan!" Vivi meneriaki Evelyn dengan kuat.

Sementara orang yang di teriaki berjalan santai sambil tertawa ringan.

Bersambung...

1
D_wiwied
endingnya koq gantung ya rasanya
Dhira: coba deh baca novelku yg judulnya pembalasan senyap sang istri sah kak...kali aja suka sama alur ceritanya hehehe...
total 3 replies
D_wiwied
si aska ini jd lelaki krg tegas, gampang bgt terpengaruh, untung aj Nuraa udh cinta jd bs menerima
D_wiwied
go kepin, segera ambil diary vivi, baca isinya apa aja
D_wiwied
karena Nuraa nunggu pria yg benar2 tepat, bahagia selalu ya kalian berdua Azka Nuraa
D_wiwied
apalah daya jiwa missqueen ku meronta rontaaaa 😆😆
Dhira: 🤣🤣🤣🤣 wkwkwkw
total 1 replies
D_wiwied
kalo sampe percaya berarti kamu mmg bodoh Ka
D_wiwied
apa hakmu nglarang2
D_wiwied
bunda lupa klo punya anak kandung mlh lbh mentingin si anak tiri yg gatau diri, heran deh koq bisa ya berlaku tdk adil bahkan selalu negatif thinking sm anak sendiri 🤔😠
D_wiwied
Nura nya emang pingin dihukum tu 😁
D_wiwied
heeehhh terus yg kemarin di apart apa piiin, amnesia ya kamu pake ga ngaku udah ena2 ma vivi
D_wiwied: sama2 kak, aku baru nemu novel ini ceritanya bagus so far 👍
total 2 replies
D_wiwied
yaa begitulah cewek, baju selemari tp bingung pake yg mana 😆😁😁
Rismawati Damhoeri
kenapa nggak ke rumah nuraa aja?, kan punya rumah mewah juga, suka2 mau ngapain berdua, drpd satu rumah 3 kk
Dhira: makasih yaa udah luangin waktu buat baca novel aku...trimakasih kak hehehe
total 2 replies
Astri Maulina
novelnya bagus kak ... semangat ya
Dhira: terimakasih kak...baca novel aku yang lain juga dong hehehe...kalo lagi banyak waktu luang yaa..
total 1 replies
D_wiwied
lepasin aja si kepin, mup on cari lg yg lain yg lebih segalanya dr si mantan
D_wiwied
rubah licik
D_wiwied
tadinya masih mikir jangan2 kepin dijebak sm vivi, ternyata... kepin ta sepolos yg ku kira 🤭😱
Nur Hafidah
belum sadra juga kebangeten ibunya aska,kasihan evelyn dirumah sendiri malah diabaikan demi anak pungut ratu drama
Nur Hafidah
kenapa ibu dan ayahnya azka belum sadar juga siapa vivi sebenarnya ya,yang suka drama
Nur Hafidah
Selamat nura semoga samawa
Nur Hafidah
makanya jadi orang jangan jahat kamu vi,kena juga kan dikerjain sama si kevin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!