NovelToon NovelToon
Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:21.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Malam Sunyi

Ramma Ardiyan Dirgantara (Ramma) 35 tahun, seorang duda anak satu yang ia beri nama Rendy Jonathan Dirgantara. ramma memiliki kebiasaan buruk yaitu selalu minum obat tidur, karena dia selalu di ganggu sama mimpi buruk yang selalu datang setiap malam.

Ramma selalu sedih jika Rendy bilang dia ingin punya mami baru, sedangkan pacar ramma yang bernama sonya tidak mau menikah dengan ramma karena alasan karir, sampai ramma bertemu dengan seorang gadis cantik yang bernama Andriani Vita Melinda, yang mau menjadi ibu dari rendy.
Ramma menikah dengan Vita hanya untuk jadi mami buat Rendy bukan istri untuk ramma, tapi setelah pengorbanan yang dilakukan vita kini mulai timbul perasaan cinta di antara mereka.

hubungan Ramma dengan orangtua mendiang istrinya sangat baik, bahkan nenek dan kakek Rendy itu selalu menolong saat keluarga Ramma dan Vita mengalami gangguan dari orang luar, orang tua dari mendiang istri ramma itu bisa menjadi baik kalau sama orang baik dan bisa sebaliknya bahkan jauh lebih parah. sehingga kebanyakan orang tidak mau mencari urusan dengan keluarga ramma, karena mereka tidak mau sengsara seumur hidup kalau sampai mengusik keluarga itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Malam Sunyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

Ramma sedang menemani vita di rumah sakit, dan ramma terus menggandeng tanggan vita, dia terus memanggil nama vita dan selalu mengjak ngobrol agar vita bisa kembali sadar, walaupun ramma tau vita akan mengalami kebuthan nanti. Dia selalu percaya kalau vita itu perempuan yang kuat dan tidak mudah menyerah.

Drett...dret...dret...(ponsel ramma bergetar)

Ramma : iya hallo ma

Ratih : ram, kamu kemana saja sih dari

tadi, mama telpon kamu dari tadi loh

Ramma : maaf ma, ramma sedang menemani vita di rumah sakit

Ratih : hahh apa rumah sakit, ada apa dengan vita kenapa vita bisa masuk rumah sakit

Ramma : vita terluka karena nolongin ramma ma, dia mengorbankan nyawa dia untuk ramma, dia kini sedang tidak sadarkan diri ma

Ratih : kok bisa sih ram, kenapa kamu tidak hati-hati

Ramma : ramma sendiri tidak tahu ma, tiba-tiba ada batang pohon besar yang jatuh di atas ramma dan vita melihat itu semua jadi vita nyelamatkan ramma mah

Ratih : jadi semua yang di mimpikan rendy itu nyata, rendy tadi bilang kalau dia melihat vita nyelamatkan kamu ram dan vita sampai berdarah banyak, sekarang rendy agak bisa tenang karena main sama kakeknya

Ramma : ma, ramma mohon jangan kasih tau rendy dulu yah ma, biar rendy tidak sedih. Biar ramma yang menjaga vita di sini

Ratih : iya, kamu tenang saja. Fokus saja sama vita di sana biar rendy urusan mami di sini

Ramma : yah sudah ma, ini ada dokter yang akan meriksa keadaan vita. Ramma matikan dulu yah

Ratih : iya kamu jaga kesehatan juga yah.

Dokter dan suster sedang melakukan pemeriksaan pada vita, dan setelah melihat kondisi vita yang masih tetap sama tidak ada perubahan dokter meminta ramma lebih ekstra lagi dalam mengajak vita komunikasih, agar vita sendiri dapat terangsang sehingga bisa mengembalikan kesadarannya.

Setelah mendengar itu semua, ramma langsung mengajak vita berkomunikasi dan ramma juga selalu mendoakan vita dalam sholatnya. Waktu sudah berjalan 2 hari, tapi vita masih belum sadar juga, ramma dengan setia menjaga dan mendoakan vita untuk kesembuhan istrinya itu, karena mungkin lelah sehingga ramma tertidur sambil memeluk tangan vita, kini mata ramma terlihat sangat sendu dan menghitam karena dia jarang tidur dan sering menangis dalam doanya. Tangan yang di peluk ramma mulai menunjukan pergerakan, jari-jari vita mulai bergerak dan terdengar sangat lirih suara orang minta minum, ramma yang mendengar itupun langsung terbangun dan melihat vita yang sudah mulai sadar.

“vita, alhamdulillah akhirnya kamu sadar juga” ucap ramma

“haus..haus..haus” suara lirih vita, dan ramma langsung memberikan minum untuk istrinya itu.

Setelah ramma membantu minum vita, dia langsung memanggil dokter dan perawat yang berjaga, agar segera memeriksa keadaan vita, dan kata dokter keadaan vita sudah lebih baik, jika selama 3 hari kedepan keadaannya semakin baik maka vita boleh pulang, dan dokterpun pergi meninggalkan ruangan vita.

“tuan!!!! Apa ini sudah malam, kenapa lampu ruangan ini tidak di nyalakan? Saya takut gelap tuan, jadi saya minta tolong nyalakan lampunya sekarang tuan” ucap vita yang kebingungan

“vita kamu tenang dulu yah, di sini lampunya sangat terang kok, bahkan matahari di luar juga sangat cerah” ucap ramma

“tidak tuan... apa maksut tuan itu? Matahari sangat cerah? Tapi kenapa saya hanya melihat kegelapan tuan, saya tidak bisa melihat apa-apa” jawab vita yang sudah mulai panik

“kamu tenang dulu vita, kamu tenang ini hanya sementara, mata kamu sedang dalam masa pemulihan, ini tidak akan selamanya, ini hanya sementara” ucap ramma sambil memeluk vita yang sedang panik

“maksud tuan saya buta? Tuan jangan bercanda, saya tidak mungkin buta. Saya takut gelap tuan, saya mohon nyalakan lampunya sekarang juga” ucap vita yang sudah menangis

“vita ini hanya sementara, kamu tidak perlu takut. Disini ada saya yang akan menemani kamu vita” ucap ramma sambil memeluk tubuh vita dengan sangat erat

“sementara? Lalu kapan saya akan bisa melihat lagi tuan, butuh waktu berapa hari sampai saya bisa melihat lagi” tanya vita dengan nada yang sangat pasrah

“kalau itu saya juga tidak tahu vita, bahkan dokter juga tidak bisa memberi keputusan kapan mata kamu bisa kembali normal lagi” ucap ramma sambil memegang wajah istrinya

“berarti saya buta dengan waktu yang tidak bisa di tentukan? Berarti saya setiap hari akan terus begini. Kenapa saya tidak mati saja tuan saat itu, kenapa saya harus seperti ini” ucap vita dengan tangis yang sudah menjadi-jadi

“lebih baik saya mati saja sekarang, lebih baik saya mati.. saya tidak berguna lagi hidup.. biarkan saya mati” teriak vita sambil berusaha melepas selang infus yang ada di tangannya

“jangan halangi saya tuan, jangan halangi saya tuan. Saya mau mati saja sekarang saya mau mati saja” vita yang semakin histeris dan berhasil melepas selang infus yang ada di tangannya dan seketika darah langsung keluar banyak dari tanggan yang di infus tadi

Ramma yang melihat vita semakin histeris dan tidak bisa di kendalikan lagi, akhirnya langsung menampar pipi vita sampai vita terjatuh di lantai, dan menangis sejadi-jadinya. Ramma langsung memeluk tubuh vita yang sudah lemas dan terlihat sekali wajah vita yang sangat sedih.

“vita...kamu jangan seperti ini saya mohon sama kamu, saya tau kamu sedih, saya tau kamu hancur tapi kamu jangan seperti ini. Apa kamu sudah tidak sayang sama rendy kalau kamu mati, bisa-bisa rendy akan menyusul kamu vita, dan saya juga tidak akan membiarkan hal itu terjadi, saya sayang sama rendy saya juga sangat sayang sama kamu vita. Saya akan menjadi mata kamu sampai kamu bisa melihat lagi, saya akan jagain kamu dan akan lindungi kamu” ucap ramma untuk menenangkan vita

“apa sekarang tuan kasihan sama saya? Sampai tuan bisa ngomong seperti itu, Saya tidak butuh di kasihanni tuan. Jadi saya mohon jangan terlalu baik sama saya, jangan seperti ini sama saya, dan jangan peduli sama saya” ucap vita sambil terus menangis

“kamu takut apa vita? kamu takut kalau perasaan kamu untuk saya semakin tumbuh iya, kamu tidak usah takut tentang hal itu, biarkan vita, biarkan perasaan kamu tumbuh, karena saya sendiri sudah mulai jatuh cinta sama kamu vita, saya cinta sama kamu” ucap ramma sambil terus memegang kedua tangan vita.

“tidak!!! Tidak.. tuan bohong sama saya tuan tidak mencintai saya, tuan hanya menghibir saya, atau tuan hanya mempermainkan saya, tuan bohong, tuan bohong,” ucap vita yang mulai melemah dan vita mulai kehilangan kesadarannya

Akhirnya ramma menggendong tubuh vita, lalu meletakkannya di atas kasurnya kembali setelah itu ramma memanggil dokter dan perawat untuk memperbaiki luka infus vita, karena terus mengeluarkan darah. Setelah selesai memasang infus vita, dokter bilang kalau vita mengalami depresi karena belum bisa menerima kenyataan bahwa dirinya buta, kini vita membutuhkan dukungan penuh dari keluarga dan agar selalu mengingatkan vita kalau dirinya tidak sendiri, masih banyak keluarga yang sayang sama dia.

Setelah sadar kembali vita hanya bisa diam dan tidak mau berbicara dengan siapapun, bahkan vita selalu menolak untuk makan dan minum, bahkan suara ramma sendiripun tidak lagi di dengar sama vita, yang ada di fikiran vita kali ini hanya kesedihan, sebenarnya vita tidak pernah menyesal sudah menyelamatkan ramma waktu itu, yang tidak bisa diterima vita hanyalah kenapa dia buta sekarang, yang ada di fikiran vita jika dia buta maka dia tidak akan berguna lagi, dia tidak bisa memasak untuk rendy dan ramma lagi, dia tidak bisa mengurus keperluan suami dan putranya dan dia hanya akan membuat orang di sekitarnya menjadi susah dan kerepotan karena harus mengurus orang buta seperti dia.

Ramma selalu mencoba agar istrinya itu mau makan, karena sudah dari pagi dia tidak mau makan, dan minum. Dia hanya diam sambil mengeluarkan air matanya, itu membuat ramma semakin sedih dan ramma mulai menyuruh orang untuk menyelidiki kasus itu. Karena tidak mungkin dahan pohon yang besar dan kuat itu bisa tiba-tiba patah tanpa ada angin kencang sedikitpun, di tambah lagi dahan pohon itu memiliki potongan yang sangat rapi tidak seperti pohon yang patah pada umumnya. Ramma sangat curiga kalau kejadian ini adalah rencana orang, bukan murni kecelakaan, dan ramma sudah bersumpah akan mencari siap dalang dari semua ini .

1
Mimi Sanah
hahahaha
Marni Ais
aduh tor aku nyari novel ini udah ketemu Alhamdulillah seneng banget bisa mbaca LG trus yg 2 novel blom ke temu tor pusing pala berby tor tlg dong tor minta bantuan nya dari KK KK author yg baik dan ramah mksh yg satu novel cewek nya penjual roti keliling yg satu nya namanya Maya punya anak namanya Aska atau syapa ya itu yg suaminya kerja jd pengacara trus cerai
Suyatno Galih
ini yg gak peka loe apa maira sih Bram, loe laki apa banci sih bram
harwanti unyil
jadi ikut nangis aku 😅😅
harwanti unyil
pertemuan yg baik
neni onet
vita pasti pelayan cafe yang pintar ngeracik kopi pahit kesukaan papa Rendy neeh 😁
Ismalinda
cerita bagus mudah di pahami
Nadifah zahra
bagus
Erha Print
menjelang sore
Erha Print
baca ni novel kayak main tebak tebakan... bikin lier...
Erha Print
pernah
Erha Print
alin
Erha Print
maunya kamu
Erha Print
Alesan kamu
Erha Print
kakek
Erha Print
membuat malu
Erha Print
memberikan
Erha Print
berbicara.. atau.. berkata
Erha Print
tangannya
Erha Print
menghina
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!