NovelToon NovelToon
Pesona Almira

Pesona Almira

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nay Lissa

Almira merupakan abdi ndalem yang memiliki kepribadian ganda, kadang dirinya bersikap seperti preman karena dulunya di merupakan preman jalanan dan terkadang dia bersikap lemah lembut. Ia menikah dengan seorang Gus yang mana awalnya menjadi pembicaraan di keluarga suaminya karena Almira hidup sebatang kara. Dan Gus itu pun menerimanya hanya karena keterpaksaan dari orang tuanya. Bagaimana perjalanan kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nay Lissa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kompak

Usai mengimami sholat subuh pondok putra, sebenarnya dirinya ingin kembali tidur karena kepalanya begitu sakit, badannya pun kurang sehat akibat ulah istrinya semalem.

"Allahumma shollii Alaa Muhammad # Ya Robbi shollii alaihi wasallim." Sholawat para santri ketika menunggu guru ngajinya.

Andaikan dirinya tidak mendapat amanat dari Abinya, sudah pasti Agam memilih untuk tidur sepanjang hari. Selain itu, ia tak tega harus meliburkan ngaji pagi meskipun bisa di liburkan mengingat tujuan para santri.

Cklek.

Para santri langsung menghentikan sholawatannya setelah guru mereka datang. Setiap pagi setelah subuh sudah menjadi kegiatan rutin di pesantren ini dan langsung di ajar oleh kyai Fatih. Namun karena beliau sedang pergi maka anaknya lah yang mebadali(menggantikan).

"Assalamu'alaikum wr.wb."

"Wa'alaikumussalam wr.wb."

Ada beberapa santri yang baru turun dari tangga beragam bentuk. Ada yang rapi muka bersih dan jalannya pun tidak sempoyongan ini kriteria santri yang rajin bangun malam dan ikut jama'ah shubuh. Ada santri yang turun menggunakan baju yang tak di kancing dengan Daleman kaos panjang yang tertutup jilbab semrawutan dan selain membawa kitab dia membawa gayung yang berisi peralatan mandi, jika santri kayak gini ada dua macam yakni dia baru bangun karena halangan sehingga tidak sholat shubuh dan dia malas bangun pagi dan tidak mengikuti jama'ah sholat shubuh.

"Sampai mana pelajarannya?"

"Sekarang Thalaq kiasan Gus." Ucap Dina yang duduk di paling depan.

"Baik untuk hari ini saya tidak memaknai dulu kitabnya tapi saya akan sedikit memberi pengertian mengenai 'Thalaq Kias'. Thalaq kias jatuh apabila suami mengaku bujang. Contohnya, ada suami yang menyukai wanita lain lalu dirinya mengatakan pada wanita yang di sukainya bahwa dirinya masih bujang alias belum menikah. Itulah contoh Thalaq kias." Agam berusaha menjelaskan materinya sambil menahan rasa sakit di kepalanya.

"Lalu bagaimana jika dia menggauli istrinya?" Para santri diam mendengarkan, tapi juga masih ada yang enak-enakan tidur memeluk lutut dan menjadikan kitabnya sebagai penyangga kepalanya, dan itu tidak hanya santri putri tapi juga santri putra.

"Zina." Ucap beberapa dari santri putri.

"Benar, dinamakan Zina apabila suami itu menggauli istrinya. Ada yang di tanyakan?"

"Apakah Thalaq itu tetap jatuh meskipun suaminya tidak mengatakan tholaq di depan istri?" Tanya Mila.

" Meskipun suami tidak mengatakan di depan istri thalaqnya tetap jatuh dan jatuhnya sudah otomatis. Paham?"

"Paham!!" Jawab mereka kompak yang masih hidup, yang tidur biarlah tidur.

"Ngajinya sampai di sini dulu karena saya merasa kurang enak badan. Sekian dari saya Assalamu'alaikum we.wb." Agam mengakhiri ngajinya karena sudah tak mempu menahan tubuhnya.

Para santri merasa kagum dengan sosok Agam yang persis dengan Kyai Fatih. Kyai Fatih pernah memaksakan mengajar ngaji meskipun dirinya sedang sakit. Sekarang Alhamdulillah sudah sembuh.

"Semoga saja Gus kita cepat sembuh." Doa Salwa yang diamini oleh santri yang mendengarnya.

..................

"Gus Agam sakit apa ya? Kok sampai wajahnya pucet gitu?"

"Seandainya ada lowongan kerja menjadi perawat Gus Agam pasti aku akan mencalonkan diri." Naila malah menganga tak jelas.

Ternyata pembicaraan mereka terdengar oleh sosok wanita yang terbungkus selimut di dalam ruangan.

Apa benar dia sakit karena semalam?

Pagi ini Almira tidak mengikuti ngaji pagi karena masuk angin akibat mandi malam. Kini demamnya sedikit menurun.

"Kalian kok kompak banget sih Al, sakit aja pakai janjian segala?" Ucap Qila pelan.

"Qil, udah deh jangan mulai. Gimana kalo ada yang denger?" Beruntung teman sekamarnya masih ada di bawah.

"Eh dedek Al, udah sembuh apa belum? nih aku bawain bubur. Makan ya...!" Mila datang sambil membawakan semangkuk bubur blowok yang terbuat dari tepung beras dan di makan dengan gula.

" Makasih ya Mil." Ucap Al tulus.

Almira masih memikirkan kondisi suaminya di ndalem. Selama ia tidak memastikan sendiri kondisinya Agam dia tidak akan bisa makan.

"Di makan dong Al!" Salwa merasa gemas karena Almira hanya mengaduk-ngaduk buburnya tanpa memakan sesuap pun.

" Gini aja, buburnya saya makan nanti." Almira menyerahkan buburnya pada Qila "Perut saya tiba-tiba bermasalah. Saya melamar mandi dulu ya..." Ucapnya sambil akting memegangi perutnya.

"Aku temenin ya..?" Tawar Mila, cemas jika nanti terjadi sesuatu pada temannya.

"Hah?? Nggak usah, ke kamar mandi aja pakai di Anyer. Saya masih kuat kali."

"Nih Al Lo pakai jaket gue, badan Lo kan masih anget nanti tambah panas gimana?" Salwa memberika jaketnya karena ia tau jika Almira tidak memiliki satupun jaket.

"Beneran Lo nggak mau di anter?" Tanya Qila memastikan.

"Iya.." Almira segera bangkit, dan kabur dari emak-emaknya yang crewet itu sebelum mereka curiga.

"Mbak Al maaf ya.. karena aku guyur semalam mbak malah sakit?" Ucap Naila yang mengguyurnya semalam saat berpapasan di tangga.

"Ya nggak papa." Jawab Almira halus.

"Mbak mau kemana aku bantuin ya..?" Tadi teman-temannya sekarang malah adek-adeknya.

Banyak banget dah yang perhatian sama gue? Jadi baper kalo gini.

Beruntung di mushola sepi karena anak-anak pada berangkat sekolah. Almira langsung menyelusup masuk ndalem sebelum ada uang melihatnya.

Ndalem sudah bersih dan rapi seperti biasanya karena setiap pagi tiga orang santri bergilir membersihkannya.

Tok..tok...tok..

Ia mengetok pintu kamar suaminya yang tertutup. Tapi tak ada jawaban. Akhirnya ia membuka pintunya yang tak terkunci.

"Assalamu'alaikum." Salamnya pelan ketika memasuki ruangan itu.

Sesosok manusia sedang tertidur di balik selimut tebalnya yang berwarna abu-abu. Ia tak bergerak pun ketika Almira masuk ke kamarnya.

"Aduh kok gue jadi merasa bersalah kayak gini ya." Hatinya serasa sesak ketika melihat suaminya itu berbaring sakit di ranjang tidurnya.

Almira memegang kepala suaminya dengan penuh kasih sayang "Demamnya tinggi, tapi dia masih ngajar ngaji?"

"Agam!" Panggilnya pelan.

"Hem. Ngapain kamu ada di sini?" Ucapnya tapi tidak sekadar sebelumnya "Nanti kalo ada yang lihat gimana?"

Nih anak masih aja mengawatirkan statusnya.

" Nggak ada yang lihat!" Ucap Almira sedikit ketus "Kamu udah makan belum?" Tanyanya lembut dan perkataannya pun sudah tidak Lo gue.

Agam menggeleng pertanda dirinya belum makan. Almira langsung pergi ke dapur ndalem dan membuatkan bubur seperti yang di buatkan Mila untuknya. Sebelumnya ia telah mengunci pintu belakang ndalem agar tidak ada abdi ndalem lainnya yang masuk ke ndalem.

"Ayo bangun dan makan dulu! Aku udah buatin bubur." Agam menolaknya karena mulutnya terasa pahit.

"Jangan kayak anak kecil deh, atau mau aku siapin?" Karena tak tega melihat kekhawatiran di wajah istrinya itu akhirnya Agam mengangguk.

Ia makan sambil diuduk bersangga bantalnya. Satu suapan dua suapan perutnya masih menerima namun untuk yang suapan ketiga ia langsung lari ke kamar mandi mengeluarkan semua isi yang ada di perutnya.

Almira memijit pundak belakang Agam agar semua makanannya cepat keluar baru perutnya merasa nyaman.

"Udah?" Agam mengangguk.

Ia memapah suaminya berjalan menuju ranjang tidurnya. Agam terlihat sangat lemas tak berdaya apalagi setelah memuntahkan makanannya.

" Udah Al, aku nggak mau makan lagi?" Tolaknya ketika Almira akan menyuapinya lagi.

" Perutmu harus berisi sebelum minum obat. Ayok sesuap saja." Terpaksa dirinya makan makanan yang terasa pahit di lidahnya.

" Di mana obat kamu?" Tanya Almira karena nggak mungkin kan dirinya memberikan obat sembarang untuk suaminya. Jika mati bisa-bisa akan ada berita di koran seorang istri meracuni suaminya sendiri.

"Ambil di laci! Yang ada di botol." Almira membuka laci di sampingnya.

Sebenarnya dia sakit apa sampai obatnya banyak gini?

Ada lebih dari sepuluh jenis obat yang ada di laci Agam. Dirinya tidak mau di katakan kepo bila bertanya mengenai obat apa saja itu?.

"Makasih ya Al. Tapi kenapa kamu juga pakai jaket?" Agam baru menyadari jika wanita di depannya itu mengenakan jaket.

"Oh. Kebetulan aja hawanya dingin jadi aku pakai jaket." Bohongnya.

Tanpa sepengetahuan Almira, Agam langsung menyentuh kening istrinya. Toh tidak dosa dirinya menyentuh istrinya sendiri.

"Anget. Kamu sakit ya?" Almira hanya diam tak menjawab.

Ternyata dia begitu perhatian sampai-aampai saat dirinya sakit pula dia masih merawatku. Ya Allah ampuni lah hamba karena sudah menganiaya istri hamba kemarin, doa Agam dalam hati.

..............

1
lizam libanon
apa sih maksud dari kata "Sedikit" di paragraf ini?
Abel Yasmin
good
Eva Sri Wahyuni
ngakak wkwk
Widya Aza
🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak ya allah
Widya Aza
🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak ya allah
Widya Aza
ngakak ya allah 🤣🤣🤣🤣🤭
Har Tini
lanjut tjor baru MMpir👍
Nurul nurul
kapan mp nya??
Nurul nurul
kok agak aneh,klo Agam ngajar pagi bukannya sebelum berangkat seharusnya Almira dibangunin dulu
Nurul nurul
othor dari Tuban kah,berarti kita tetanggaan,aq Tuban rengel
Nurul nurul
pondoknya wilayah mana??ada Tuban...ada Bojonegoro...apa pondoknya wilayah Widang?Lamongan?atau mbabat...kan di mbabat ada ponpes terkenal,pondok langitan
Nurul nurul
mentang² istrinya mantan preman mau dijadikan ketua keamanan😂😂ada² aja lu gam
Nurul nurul
"Adam i'm coming"😂
Nurul nurul
pondoknya critanya asal mana ya,kok ada daerah Tuban juga...btw aq juga dari Tuban ,wilayah kecamatan Rengel
Nurul nurul
bukannya klo rebus telur itu pas airnya masih dingin,kok itu dimasukin pas udah mendidih
Nurul nurul
Thor,pake bahasa indo yg jelas napa,ada bahasa getek segala,kan bisa pake galah...untung aq Jawa,klo luar Jawa kn aq ngk faham
osie
semangat thor...
Ummi Alfa
Ibu tirinya koq gitu sih! ndak mencerminkan istri Kyai.
Ummi Alfa
Bener kata si Mbah kalo mereka mirip ternyata memang adik kakak.
Rini Apriyanti
Mentang2 istrinya preman, mau dijadikan ketua keamanan 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!