novel ini untuk sementara sedang direvisi mohon maaf kalau ada ketidak nyamanan dalam membacnya🙏🙏,
Dinda,Arin,Dimas,Dani dan Wiira berencana mengisi liburan setelah ujian akhir sekolah,mereka berencana pergi ke naik ke gunung ciremai.
Fadilah dan Farhan teman teman Dani yang mendengarnya ikut bergabung,mereka adalah seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi dikota Jakarta sedang liburan ditempatnya Dani.
Mereka tak menyangka liburan mereka jadi bencada dan mengakibatkan kematian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JK Amelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berusaha menyelamatkan Dinda
Suasana terlihat ricuh tapi disisi lain suara-suara mantra yang dibacakan semakin kencang dan Dimas sudah bersiap ditepi altar dengan belati ditangannya.
Pak Yitno,kakeknya dan yang lainnya sudah terkapar tak berdaya,ketika mahluk-mahluk itu akan kembali menyerang terdengar suara tembakan dan gema takbir dari sisi hutan lainnya.
"Pak maaf kami terlambat,"salah seorang berteriak dan berlari kearah pak Yitno.
"Alhamdulilah pak,ada pertolongan datang,"gumam pak Yitno pada pak Santoso.
Mahluk-mahluk yang ingin menghantam kelompok pak Yitno seketika mundur begitu mendengar gema suara takbir.
"Pak,bagaimana keadaan Bapak?"tanya orang yang menghampiri pak Yitno,yang ternyata pemimpin kelompok B.
"Aku enggak apa-apa,aku tidak menyangka kalau aku akan menghadapi hal seperti ini,"ungkap pak Yitno sambil duduk.
"Terus yang lain kemana pak?"tanya pemimpin kelompok B.
"Kelompok C keluar hutan,mereka mengevakuasi korban yang ditemukan,sedangkan kelompok D,kita kehilangan kontak mereka menghilang begitu saja,dan kalian apakah kalian tidak mendapatkan gangguan."
"Sama pak,lihat anak buah saya,mereka banyak yang terluka tapi alhamdulillah salah seorang anggota ada yang mengerti dan bisa,ia yang melindungi kami selama perjalanan,"ungkap pemimpin kelompok B.
"Syukurlah,ayo cepat kita bantu yang lain,"ujar pak Yitno.
Sementara Dani terlihat menyelinap,dengan langkah tertatih,ketika kelompok Dimas fokus kembali dengan ritualnya,ia berusaha mendekati area pemujaan.
Sementara dilangit terlihat awan merah turun dan berputar-putar dan sedikit demi sedikit mulai membentuk sosok mahluk besar melayang diudara terdengar suara nya mengema dan menggelegar.
Dimas dan orang-orang yang berkumpul disekitar altar tersenyum dan menundukan wajah sambil mengucapkan salam pada junjungan mereka.
"Wahai junjunganku yang agung penguasa kegelapan,terimalah persembahan kami,berikan kami kekayaan,kekuasaan dan keabadian,"ucap Dimas sambil mengangkat belati keatas.
"Yah beri kami keabadian,beri kamu kekuatan,kekuasaan,"sahut anggota yang lainnya saling bersahutan.
"Hahahaha....,cepat berikan jiwa itu padaku,"mahluk itu tertawa dengan suara berat dan mengema sambil menunjuk pada Dinda.
Dani yang sudah berada dibelakang orang-orang yang mengelilingi altar sudah bersiap,ketika Dimas akan menancapkan belati kedada Dinda,Dani terlihat maju berlari menerjang Dimas.
"Bangs*t tak akan aku biarkan kamu membunuh Dinda,Dimas, dasar iblis."
"Brukhhh..."
Tubuh Dimas dan Dani jatuh ketanah,belati ditangan Dimas sampai mengenai tangan Dani,darah mengucur dari tangannya.
"Kurang ajar kamu Dani,cari mati kamu,"Dimas berteriak marah dan menendang tubuh Dani menjauh.
Farhan,Fadilah dan yang lainnya terkejut,mereka kemudian mendekat ingin menarik tubuh Dani,tapi tiba-tiba terdengar suara bentakan amarah yang menggelegar.
"Dasar manusia hina,kamu ingin menghalangi persembahan untukku,"sosok itu mengerakan tangannya seketika tubuh Dani terangkat keudara,lidahnya menjulur,tangan Dani berusaha menarik sesuatu dari lehernya.
Dani sudah terlihat kesulitan untuk bernafas,matanya melotot dan lidahnya menjulur keluar.
"Dani...!!"pak Santoso dan semua orang yang melihatnya terkejut mereka bergegas berlari mendekat.
Tapi sosok itu mengeluarkan geramannya dan seketika semua orang yang mendekat terpental jatuh,semua orang Yang terpental terbaring kesakitan.
Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari berbagai penjuru hutan dan banyak cahaya putih berdatangan dari berbagai penjuru hutan cahaya-cahaya itu menghantam mahluk-mahluk yang menghadang kakeknya Dinda,Cahaya-cahaya itu menghantam sosok yang melayang diudara dan orang-orang disekitar altar.
"Akhhhh....."
"Akhhhh....."
"Akhhhh....."
Terdengar suara jeritan,semua orang berlarian panik berusaha kabur dan menyelamatkan diri ketika cahaya itu memporak porandakan semua orang dan barang disekitar tempat itu.
"Brughhh..."
Salah seorang jatuh didekat Dani yang terbaring lemah,dan tanpa sengaja penutup kepalanya terbuka,Dani melotot terkejut melihat orang yang ada dihadapannya.
"Bu,apa yang ibu lakukan disini,"Dani terlihat shock melihat siapa orang yang ada didepannya.
"Diam kamu,karena kamu sudah mengetahui identitasku,kamu harus mati Dani."
Perempuan itu mengambil belati kecil dipinggangnya,ia bangun dan menghampiri Dani yang sudah tidak berdaya lalu berusaha menusukkan pisau ketubuh Dani.
"Hentikan...!!"
"Duggg......"
"Rasakan ini..."
Pak Yitno menendang perempuan yang akan menikam Dani hingga terpental.
"Akhhhh....."
Perempuan menjerit dan terjatuh,ia memengangi perutnya lalu menatap Dani dan pak Yitno kemudian berlari masuk kedalam kegelapan hutan.
"Dan,kamu tidak apa-apa?"Pak Yitno memapah Dani menjauh.
"Tidak pak,pak,kita harus menyelamatkan Dinda,"ujar Dani sambil melihat kearah Dinda yang masih diam tak sadarkan diri.
"Yah,sebaiknya kamu menepi dulu,disini sangat berbahaya,"sahut pak Yitno sambil memapah Dani menjauh.
Sementara itu disisi lain,sosok mahluk yang melayang diatas begitu marah melihat ada yang menyerangnya,ia mengeram dan menyerang orang-orang di sekitar dan sinar putih yang tadi menyerangnya satu persatu hilang lenyap setelah diserang balik oleh mahluk itu.
Kakeknya Dinda menatap sosok yang ada didepannya.
"Apakah ini yang dinamakan iblis,"batin pak Santoso.
Kembalilah mahluk jahanam keduniamu,pergilah!!"kakeknya Dinda mulai merapal doa,ia mengambil tasbih disakunya,ketika tasbih itu digenggam ada sinar putih dan biru keluar dari tasbih sinar itu meliuk dan menghantam sosok didepannya,melilit tubuh mahluk itu dengan sinarnya dan mahluk itu terlihat kesakitan,terlihat ada asap hitam keluar dari tubuhnya.
"Geurrrŕr...."
Tiba-tiba sosok itu terpental kebelakang,tapi sebelum terpental ia menghantamkan tangannya kearah kakeknya Dinda dan sinar merah menghantam dadak kakeknya Dinda.
"Akhhhh...."
"Huekkkkk..."
Kakeknya Dinda terpental,Darah keluar dari mulutnya,ia berusaha bangun tapi tubuhnya terasa terbakar,tapi dengan tekad kuat ia kembali berusaha bangun,namun begitu ia berdiri tubuhnya terhuyung kebelakang.
"Akhhhh......"
Kakeknya Dinda kembali terhuyung kebelakang dan ketika hendak jatuh satu tangan menahan tubuhnya,tangan itu terasa dingin tapi ada hawa sejuk yang menjalar keseluruh tubuhnya.
Pak Santoso melihat kerah belakang,betapa terkejutnya ia melihat orang yang menopang tubuhnya.
"Kamu!!"
Pak Santoso terlihat senang melihat orang yang ada dibelakangnya.
"Yah ini aku,ayo kita gempur bersama-sama,kita akan menyudahi semuanya,"ujarnya.
"Yah,aku tahu kamu pasti menolongku,terima kasih,ayo kita lakukan seperti dulu,"sahut pak Santoso,seketika ada harapan baru dihatinya.
Sosok yang didepannya terlihat sudah berhasil keluar dari lilitan sinar putih dan biru yang melilit tubuhnya,ia mengeram melihat siapa yang datang dihadapannya.
"Jangan campuri urusanku,dia sudah diberikan padaku kalian tidak akan bisa menghalangiku,dia sudah jadi milikku,"ujar mahluk itu sambil mengibaskan sayapnya dan menyerang pak Santoso dan kyai Safi'i.
Kyai Safi'i dan pak Santoso saling pandang,kemudian mereka menyatukan tangan mereka dan tiba-tiba dari tangan itu keluar sinar putih disertai sinar lembayung yang menyelimutinya.
"Ayo kita lakukan,"ujar kyai Safi'i.
Pak Santoso menganguk mereka mengarahkan sinar itu pada mahluk didepan mereka,sinar merah dan sinar putih dibalut lembayung saling menghantam dan terdengar ledakan yang membuat tempat itu bergoncang.
"Geurrrŕr......."
"Groukkkk...."
Sosok itu terpental kebelakang,tubuhnya melayang dan berputar-putar mengeluarkan suara lenguh kesakitan yang membuat bulu kuduk merinding.
Pak Santoso dan mengeluarkan sabuk di pinggangnya,sedangkan kyai Safi'i bersiap-siap dengan kuda-kudanya.
"Apa kamu siap Safi'i,"ujar pak Santoso.
"Yah,ayo kita akhiri semua,aku tahu resiko mengeluarkan ilmu ini tapi ini yang harus kita lakukan,"sahut kyai Safi'i.
Pak Santoso membaca mantra ia lalu mengibaskan sabuk itu kedepan sinar putih melesat kearah sosok yang melayang diudara matanya merah menyala,sayapnya rusak terbakar dibeberapa bagian,sementara kyai Safi'i mendorong dengan angin yang berputar dan mengeluarkan hawa panas yang sangat.
"Geurrrŕr....."
Mahluk itu mengeram melihat serangan yang mengarah padanya,ia terbang dan menyambar tubuh Dinda yang berada dialtar,mahluk itu tersenyum mengangkat tubuh Dinda keudara.
"Tarik serangannya Santoso,cucumu berada dalam genggamannya,"teriak kyai Safi'i.
"Hahhh......."
"Dindaaaaa...."
Pak Santoso berusaha menarik kembali serangannya,tapi semua sudah terlambat,mahluk didepan mereka akan musnah tapi begitupun Dinda,dia akan terbunuh juga.
Semua orang menahan nafas,Dani menjerit memanggil nama Dinda.
"Dindaaaaa....."
mana berkuasa pula kepala sekolah
ruwet
supaya aman di pesantren kan saja
pergilah ke alam baka buat makhluk tekutuk di hutan itu
jangan sembarang ke tempat orang.. semua tempat ada peraturannya masing-masing. saling menghargai...
kembali jadi ke aslinya kakek peot
dr awal aku juga udah curiga sama Dimas...