Sebuah cerita cinta yang didambakan oleh semua orang yaitu, berakhir dengan bahagia bersama untuk menua namun tidak dengan pasangan dua sejoli Elnara dan Bobby. Kisah cinta mereka harus berakhir tanpa kepastian , tanpa ada kata perpisahan namun masih menyimpan perasaan satu sama lain.
Sekuat apapun kita bertahan dan berkorban demi seseorang jika memang bukan takdir untuk bersama tidak ada yang bisa mengalahkan ketentuan dari-NYA.
Nara yang memilih untuk pergi meninggalkan Bobby dan harus menikah dengan seorang laki-laki yang tidak pernah ia cintai ditambah laki_laki tersebut sudah memiliki istri dan anak. Nara yang harus rela menjadi istri ke dua, mampu kah Nara bertahan di dalam pernikahan yang didasari dengan keterpaksaan ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon listi Sabran, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nara menyusul Bobby
Setibanya Bobby di Jogja, dia langsung menghubungi Suci untuk bertemu dan sesuai tempat yang sudah dtentukan.Mereka bertemu di sebuah cafe yang tidak jauh dari bandara.
Ternyata Suci sudah tiba disana lebih awal, dan dia sudah memesan minuman jus apel dan hot cappucino untuk Bobby karena dia tau kesukaan Bobby sejak SMA dan sampai sekarang.
''Maaf Ci,, aku baru sampai,kamu sudah lama nunggu disini?"tanya Bobby.
" Iya gak apa-apa Bob, aku juga baru sampai. Aku sudah pesan minuman buat kamu, hot cappucino kan ?" tanya Suci.
"Kamu masih ingat Ci kesukaan aku?" tanya Bobby.
" Ya dong Bob," sambil tersenyum.
'' Oiya gimana proses nya sudah hampir berapa persen Bob?"
" Ya sekitar 80 persen lah Ci, nanti besok kita meeting lagi dan gladi bersih . Mungkin pagi aja kali ya,biar selesai nya gak terlalu malem." sahut Bobby.
" Oke, atur aja lah Bob. Oiya kemaren kamu pulang ngapain? kayanya ada hal yang penting banget?" tanya Suci yang sangat penasaran.
''Ah,, gak papa kok, aku ambil berkas-berkas persyaratan di kampus, jadi mendadak pulang karena dosen nya minta cepat."ujar Bobby.
" Oh aku kira cewe kamu nyuruh pulang," goda Suci. Dalam hatinya ingin tahu kalo Bobby sudah punya seseorang yang dia cintai. Tapi Bobby belum sama sekali ada cerita dan enggak ada respon apa-apa disaat Suci menanyakan dia sudah punya pacar apa belum.
Nara yang dari tadi menunggu kabar dari Bobby, ia mondar-mondir sesekali mengecek Hp nya.
" Pasti kak Bobby lupa kasih kabar , kebiasaan tuh anak. Atau memang pesawat nya delay? "tanya Nara dalam hatinya.
Dan tak lama kemudian telpon Nara berbunyi Nara pun bergegas untuk mengangkat nya.
Kring,,kring,,
" Hallo Ra, kakak sudah sampai siang tadi ,terus langsung ketemu sama klien jadi enggak sempat kasih kabar ke kamu maaf ya ," ucap Bobby.
" Ya syukur lah kalo kakak sudah sampai dengan selamat, terus ini masih diluar atau sudah dirumah?"tanya Nara.
" Sudah dirumah Ra baru saja sampai, ni mau mandi terus mau istirahat cape banget Ra."
" Ya sudah kakak istirahat aja biar besok badan nya fit lagi."
" Iya Ra, kamu sudah makan dan minum obat belum?"tanya kak Bobby.
''Sudah dong ka."
"Ya sudah kamu tidur ya!'
" Selamat tidur ya Ra,mimpikan kakak. selamat malam si gadis kurma."Rayu kak Bobby.
" Loh kok gadis kurma sih, Kak?" tanya Nara sambil mengerutkan dahi nya.
" Kan kamu manis, kaya kurma," sahut kak Bobby.
Nara pun langsung tersenyum, dan menutup telpon nya.
***
Pagi itu Bobby dan team yang lain sudah mempersiapkan untuk acara, Suci pun datang menghampiri Bobby.
"Gak nyesel aku milih EO kamu Bob, sempurna, "ucap Nara dan tersenyum kepada Bobby.
''Makasih Ci, ,,Ci ,, nanti malam ada waktu luang gak?"tanya Bobby.
''Memang nya kenapa Bob?"tanya Suci balik.
" Aku mau ajak kamu makan malam, kalo kamu bisa sih .Sekalian ajak anak-anak sama suami kamu," ucap Bobby.
" Oke nanti kita atur lagi Bob, tapi aku gak bisa janji bawa anak-anak soalnya kalau malam susah sih Bob, ajak mereka keluar."
" Iya sih, ya sudah ajak suami kamu aja, sekalian aku mau kenalan sama suami kamu."
Suci tersenyum .'' Bob aku sudah pisah sama suami aku," sahut Suci.
''Bobby pun langsung kaget, beneran Ci? kenapa?"tanya Bobby dengan penuh Penasaran.
" Yah kami gak sejalan lagi lah Bob,banyak perbedaan diantara kami dan mengharuskan kami pisah, mungkin itu jalan satu-satunya untuk kami .Tapi hubungan kami sampai sekarang baik aja, demi anak-anak."ucap Suci.
"Sudah lama pisah nya Ci? "tanya Bobby lagi.
" Sudah 3 tahun Bob.Waktu aku mengandung anak aku yang kedua dia cerai kan aku, dia gak tau kalau aku lagi hamil anak dia, aku juga gak bilang sama dia Bob."
Bobby pun hanya terdiam, dia merasa kasihan dengan Suci.
Dan malam pun tiba , Bobby dan Suci makan malam bersama disebuah restoran yang ada di kota Jogja, mereka pun langsung memesan makanan.
Suci membuka obrolan , dan ingin menanyakan masalah pribadi Bobby, karena selama mereka bertemu Bobby tertutup dan gak banyak membicarakan masalah pribadinya, jadi Suci memberanikan diri untuk bertanya.
" Bob aku boleh tanya sesuatu gak?" tanya Suci.
" Boleh, mau tanya apa Ci?"
" Emang setelah kita pisah dan sampai sekarang kamu belum punya pacar?"tanya Suci dengan perasaan deg-deg an.
'' Kalau yang dekat sih ada Ci banyak,"sahut Bobby sambil bercanda.
"Iihh ,,seriusan Bob."
" Gak tau lah Ci, sejak kamu pergi ke Jogja, dan ninggalin aku, aku belum bisa buka hati buat orang lain,"sahut Bobby.
" Kenapa Bob?"
" Ya gak pengen aja, takut ujung-ujung nya bakal sakit hati lagi Ci."
" Kamu masih sayang sama aku? "tanya Suci.
Bobby pun tertawa,dan tidak menjawab pertanyaan dari Suci.
" Yee, kamu malah ketawa. Aku tanya serius tau !"
" Sudah ah gak usah ngomongin masa lalu Ci."
Sebenarnya Bobby ingin jujur dengan Suci kalau dia tengah dekat dengan seorang perempuan, dan sebenarnya Bobby juga ingin jujur ke Nara masalah Suci yang sekarang menjadi klien nya.Tapi dia mengurungkan niatnya , karena Bobby takut terjadi salah paham. dia hanya menunggu waktu yang pas.
Nara pun sudah mengajukan cuti untuk satu minggu ke depan untuk pergi ketempat Bobby di Jogja, dia sengaja enggak bilang sama Bobby ,mau kasih kejutan ke Bobby. Nara pun mengajak Reyhan untuk menemani nya ke Jogja.
***
" Han aku gak sabar banget mau cepat sampai ke Jogja, mau ketemu Bobby,"ucap Nara yang dari tadi selalu tersenyum bahagia.
Reyhan pun hanya tersenyum , dalam hatinya." Kok aku rada enggak enak hati yah, takut nanti Nara ketemu sama Suci."
''Oiya Han, kamu gak bilang kan sama kak Bobby kita datang ke sana? jangan bilang yah aku mau kasih kejutan dengan Bobby."
Dan sampailah Nara dan Reyhan di Jogja, setiba di bandara Nara pun langsung menghubungi Bobby. Bobby yang sedang makan malam dengan Suci, menerima telpon dari Nara.
'' Bob Hp kamu bunyi tuh," ucap Suci.
" Oh iya, nanti aja lah aku angkat."
'Memang nya siapa? "tanya Suci.
"Paling dari marketing kartu kredit atau asuransi,"jelas Bobby.
3 kali Nara mencoba menghubungi Bobby namun Bobby tidak menjawab, dan reyhan coba menenangkan Nara yang sejak tadi mulai jengkel karena Bobby tidak menjawab telpon nya.
"Kita naik taksi aja Ra, kalau kita nunggu Bobby takut kemalaman, mungkin dia sudah tidur atau lagi kerja ketemu sama klien,"ucap Reyhan.
" Kalau lagi kerja setidaknya dia angkat telpon aku Han, kalo aku nelpon sampai berkali-kali kan tanda nya penting, ngeluangin waktu buat angkat telpon aku aja dia susah banget!" sahut Nara dengan nada kesal.
''Sudah Ra, yuk kita naik taksi saja, besok pagi-pagi kita samperin dia kerumahnya sebelum dia berangkat ke kantor,"ajak Reyhan.
Dan Nara pun mengiyakan ajakan Reyhan.
Ke esokan hari nya Reyhan dan Nara pun menuju kerumah Bobby, namun sesampainya disana Bobby tidak berada dirumahnya.
Disitu Nara pun mulai kesal dengan Bobby, nomer telpon nya pun tidak aktif.Lalu Reyhan pun bertanya dengan tetangga di samping rumah Bobby.
" Bu, permisi mau numpang tanya, bener ini rumah atas nama Bobby?"
" Betul mas, tapi sepertinya orang nya belum pulang sejak tadi malam. Saya liat sekitar jam 7 malam dia keluar dan sampai sekarang gak ada pulang.Mas siapa nya ya?"
" Oh gitu ya Bu, saya teman nya Bobby . ya sudah makasih ya Bu."
"Iya sama-sama mas, tunggu aja mungkin bentar lagi dia pulang," sahut ibu-ibu itu lagi.
Reyhan dan Nara pun menunggu Bobby di teras rumah nya, sekitar 30 menit mereka menunggu, dan datanglah Bobby.
Bobby pun langsung terkejut melihat Nara dan Reyhan, dia pun mulai gugup dan memikirkan alasan untuk menjelaskan kenapa dia tidak mengangkat telpon Nara dan pulang terlambat.
''Kapan kalian sampai sini? kok gak bilang, kalau begitu kan aku bisa siapin kamar dulu beresin rumah soalnya masih berantakan,"ucap Bobby.
" Nara sengaja gak ngasih tau kamu kalau kami kesini biar kasih kejutan ke kamu Bob,"tapi gagal sahut Reyhan dengan nada rendah.
''Ayo masuk , jam berapa kalian sampai sini?"tanya Bobby sambil membuka pintu.
''Kami sampai sini sekitar jam 9 malam Bob, Nara sudah berapa kali mencoba hubungin kamu tapi gak ada jawaban sama sekali , ya kami nginap dihotel. "sahut Reyhan.
''Kalian nginap di hotel ? sekamar?"tanya Bobby yang sedikit kaget.
" Ya gak lah Bob, yang benar saja masa kami sekamar.," sahut Reyhan.
" Ra, kok kamu dari tadi diem aja sih?"tanya Bobby.
'' Kamu sih Bob, kemana aja sih kamu nomer Hp gak aktif, gak pulang semaleman,Nara kesel tau gak sama kamu Bob!"
" Bobby pun mendekati Nara dan memegang tangan Nara, maaf Ra kakak semaleman lembur dikantor sampai ketiduran disana, dan Hp kakak lowbet lupa bawa chaarger Hp, kamu jangan ngambek gitu dong. Gak manis muka nya kalau cemberut gitu."ucap Bobby sambil menggoda Nara.
Nara pun tersenyum. "Kakak sih kan batal deh kasih kejutan nya."
'' Tapi kakak kaget loh kalian kesini, ini lebih dari kejutan Ra, he,,he,,he."
' Emmm ,,,aku jadi obat nyamuk nih," sambung Reyhan.
atau yg bunuh kekasih si Alvian dulu juga Siska haduh ntar Nara juga dibunuh heh benera iblis muka dua tuh