NovelToon NovelToon
Keblinger Kharisma Pria Beristri

Keblinger Kharisma Pria Beristri

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Wanita Karir / Selingkuh / Romansa / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: IAS

" Dokter, a-aku menyukaimu."
Ucap seorang gadis yang bernama Gauri Jayashree. Ya dia menyatakan perasaannya kepada seorang pria dewasa yang bernama Bisma Triguna Dewandaru yang memiliki usia 34 tahun.
Perbedaan usia 10 tahun itu tidak membuat Gauri menyerah. Namun sepertinya cintanya harus layu sebelum berkembang, karena Bisma sudah menikah.
" Maaf bocah, aku sudah memiliki istri."
Bisma terang terangan menolak Gauri. Namun dalam hatinya sedikit tersentil dengan ulah gadis 24 tahun yang selalu ia panggil bocah itu karena sikap ceria dan menyenangkan.

Pernikahannya yang telah berjalan hampir 1 tahun itu tidak pernah menjadikan ia suami seutuhnya, membuat hati Bisma sedikit oleng.

Akankah Gauri mengabaikan fakta bahwa Bisma sudah menikah, dan terus maju. Atau dia akan berhenti karena tidak ingin di cap sebagai pelakor?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KKBP-19. Kedatangan Pengacau Yang Direncanakan

Wanita itu sedikit merasa takut sebenarnya saat melakukan aksinya. Ia sungguh nervous. Tapi mengingat imbalan yang akan diterima membuat wanita tersebut nekat melakukannya tanpa pernah memperhitungkan akibat apa yang akan didapatkan. Terlebih bos nya mengatakan bahwa semuanya sudah diatur dan dibuat seperfect mungkin sehingga semuanya tampak nyata tanpa ada cela.

“ Tenang saja, kau hanya tinggal berakting menjadi korban. Semua dokumen sudah aku siapkan. ini seperti 90% asli. Aku yakin mereka yang melihat pasti percaya. hanya kau harus berlakon sesempurna mungkin untuk menunjang dokumen tersebut.”

Rieta yang tadi malam tiba-tiba dihubungi oleh Braja sungguh terkejut. Dia berpikir masih lama tugas itu diberikan padanya karena Braja setelah pertemuan pertama di kafe tidak lagi menghubunginya. Meskipun sedikit terkejut tapi semalaman Rieta sudah mempelajari apa yang harus dilakukan hari ini.

Dan, disinilah dia sekarang berada. Di sebuah ruangan yang lumayan luas. Tapi anehnya ruangan itu tidak tampak seperti ruangan dokter akan tetapi lebih seperti kantor. Ya, wanita yang membuat ulah di lobi tadi adalah Rieta orang suruhan Braja. Tampaknya musuh Bisma itu sudah tidak sabar ingin menjatuhkan Bisma secepatnya.

Rieta melihat ke seluruh ruangan. Pandangannya menyapu seluruh sudut dari ruangan tersebut.

“ Baiklah nona, apa yang bisa saya bantu,” ucap Suma tenang dengan.

Mendengar suara Suma membuat Rieta sedikit gugup. Tapi ia dengan cepat menguasai dirinya. Rieta pun kemudian melempar dengan keras sebuah berkas yang sudah dipersiapkan oleh braja tepat di depan Suma.

Bukannya marah, Suma malah tersenyum kecil. Sungguh membuat Rieta tidak habis pikir. Pembawaan Suma yang tenang itu lagi-lagi membuat Rieta kebingungan sendiri. mendadak kepercayaan dirinya luntur. Kini rasa takut menjalar di tubuh wanita berusia 25 tahun itu.

Suma membuka dan membaca satu persatu apa yang ada di dalam file berkas yang ditunjukkan oleh Rieta. Sebelah mata Suma memicing, tapi detik selanjutnya Suma tersenyum.

" Pasien mati otak dan setelah itu organ tubuhnya didonorkan. Anda sebagai pihak keluarga tidak diberi pemberitahuan sebelumnya, maka dari itu anda merasa bahwa ini adalah malpraktek sekaligus penipuan. Apakah benar begitu nona?"

" Ya. Benar. Saya tentu tidak terima. Kakak saya itu saat masuk ke sini masih baik-baik saja. Tapi mengapa saat saya baru saja pulang mendapat kabar bahwa kakak saya mendapat serangan jantung dan lalu divonis mati otak. Kalian pasti sengaja membuatnya begitu agar organ kakak saya bisa dijadikan donor. Kalian sungguh jahat, di situ tertulis yang bertanggung jawab dokter Bisma bukan? Maka saya akan meminta pertanggungjawaban dokter tersebut."

Suma tersenyum mendengar tutur kata wanita di depannya tersebut. Tenang dan tanpa keraguan sedikitpun. Tapi sorot matanya tidak dapat wanita itu dikendalikan. Terdapat keraguan dan ketakutan di sana. 

" Baiklah nona. Saya akan menyampaikan semua ini kepada Dokter Bisma. Harap nona pulang terlebih dahulu."

" Tidak! Saya akan menunggunya. Aku tidak yakin kau akan menyampaikan hal ini kepada dokter itu."

" Anda tenang saja nona, saya adalah orang yang profesional dalam pekerjaan. Kebetulan saya merupakan asisten pribadi beliau. Ini, Anda bisa menyimpan kartu nama saya untuk menghubungi saya apakah saya menyampaikan hal ini kepada beliau atau tidak."

Dengan sedikit ragu Rieta mengambil kartu nama yang diulurkan oleh Suma. Sedangkan Suma mengangguk, ia lalu mengantarkan Rieta hingga sampai halaman rumah sakit. 

Senyum Suma berubah seketika saat Rieta sudah meninggalkan gedung rumah sakit. Kali ini tatapan mata memenuhi matanya.

" Sial, tampaknya orang-orang itu sudah bergerak. Dna apa ini, merek adegan tega menggunakan tangan orang lain bahkan orang yang tidak tahu menahu dna tidak bersalah untuk melakukan hal tidak pantas ini. Lihat saja, aku benar-benar tidak akan memberi ampun jika menemukan orangnya."

Suma mengepalkan tangannya. Ia sedikit menekankan kaki di setiap langkahnya menuju ke ruangannya. Saat melihat semua berkas tersebut tentu saja ia tahu bahwa semuanya adalah rekayasa. Suma bukan baru setahun dua tahun ikut Bisma. Dia sudah mendampingi Bisma hampir 7 tahun. Tentu saja dia sudah kenyang dengan hal-hal penuh rekayasa tersebut.

Akan tetapi bukan hal tersebut yang dikhawatirkan oleh Suma. Yang membuat khawatir adalah rumor yang terlanjur beredar. Sepanjang jalannya menuju ke ruangannya, omongan buruk mengenai Bisma begitu berseliweran membuat kuping Suma panas. 

Kributan tadi rupanya memiliki impact yang luar biasa. Padahal kenyataan yang terjdi belu tent benar tapi orang-orang sudah mengambil kesimpulan masing-masing.

“ Eh ternyata dokter Bisma kayak gitu ya.”

“ Iya sih jadi takut deh.”

“ Sepertinya aku bakalan berhenti berobat di sin. kalau nggak aku mau dokter bisma tidak lagi mengobati.”

“ Bener tuh takutnya nanti ada korban-korban selanjutnya.”

Perkataan orang -orang itu benar-benar membuat Suma ingin membungkam mulut mereka satu persatu. tapi tentu saja dia tidak bisa melakukannya. Pria tersebut hanya bisa menghela nafasnya penuh dengan rasa kesal.

Sedangkan di sisi lain, Bisma yang baru saja keluar dari IGD tentu terkejut saat beberapa orang menatapnya dengan tatapan sinis. Bahkan bisik-bisik itu terdengar jelas ditelinga Bisma.

" Ada apa ini sus," tanya Bisma kepada salah seorang perawat di sana. Perawat itu kemudian menjelaskan apa yang terjadi dari awal hingga akhir. Bisma pun membuang nafasnya kasar. 

" Oke sus, terimakasih. Panggil kan Dokter Arga dan dokter Bayu untuk mengawasi pasien yang baru saja masuk."

" Baik dokter."

Bisma kemudian berjalan sedikit cepat menuju ke ruangan Suma. Ia yakin hal ini pasti akan digunakan sebagai senjata musuh-musuhnya untuk bergerak maju melawan nya.

" Bagaimana Sum?"

" Fiktif bos. Ini rekayasa."

Bisma langsung menjatuhkan tubuhnya di sofa ruangan tersebut. Suma kemudian memberikan berkas yang dibawa oleh Rieta tadi kepada Bisma. 

Sama seperti Suma, Bisma kemudian membaca semua itu dengan seksama. Mungkin bagi sebagian orang hasil rekam medis itu sungguh sempurna seperti nyata tapi bagi Bisma tenti tidak. Terlebih rekam medis buatannya tidak seperti itu.

" Hahaha bener-bener ya," ucap Bisma dengan nada seperti keluhan. Sungguh dia sangat lelah dengan intrik yang terjadi di rumah sakit  ingin rasanya dia mundur dari jabatannya. Akan tetapi jika itu dia lakukan maka rumah sakit ini tidak akan berfungsi sesuai hakikatnya.

" Ini sungguh fitnah bos."

" Iya, aku tahu. Tapi tentu saja rumor yang beredar akan membuat mereka menjadikan hal ini sebagai sebuah cara untuk mendekapku dari posisi Dirut RSMH."

" Apa aku perlu memanggil tuan muda?"

" Haish, jangan ganggu Dika. Biarkan dia berlibur dengan tenang."

Suma mengangguk, tapi sungguh dia tidak tenang. Pasti hal buruk tidak lama lagi akan datang menghampiri.

Kriiing

Suara ponsel Bisma berdering. Pria itu tampak membuang nafasnya kasar saat melihat layar ponsel. Suma melihat ke arah Bisma menanyakan apa siapa yang menghubungi melalui sorot matanya.

" Tampaknya mereka sudah bergerak Sum. Ayo, kita temui para penjilat dan para pahlawan kesiangan itu.

Suma Aryadwiguna

Rieta Trihapsari

TBC

1
Memyr 67
𝖺𝗇𝖾𝗁 𝗍𝗎 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀. 𝖺𝗉𝖺 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗍𝖺𝗎, 𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺 𝗉𝖾𝗆𝗂𝗅𝗂𝗄 𝗋𝗎𝗆𝖺𝗁 𝗌𝖺𝗄𝗂𝗍? 𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺 𝗉𝖾𝗆𝗂𝗅𝗂𝗄 𝗌𝖺𝗁𝖺𝗆 𝗍𝖾𝗋𝖻𝖾𝗌𝖺𝗋 𝖽𝗂 𝗋𝗎𝗆𝖺𝗁 𝗌𝖺𝗄𝗂𝗍? 𝗆𝖺𝗄𝗌𝖺 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗆𝖾𝗅𝖾𝗇𝗀𝗌𝖾𝗋𝗄𝖺𝗇 𝖻𝗂𝗆𝖺 𝗌𝖾𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂 𝖽𝗂𝗋𝗎𝗍
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱: Halo kak baca juga d novel ku 𝙖𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profilku ya. trmksh🙏
total 1 replies
wanita tangguh@
sangat suka dengan cerita dr author ini cerita konflik yg ringan dn g bertele "dan selalu ada pesan positif yg bisa di ambil.. thanks thor.
Rya Haryati
Hadeuh Thor....kenape sih seneng amat bikin tokoh nya kawin darurat....
Dari mulai Sylvia /Dika
Mr.Sun /lupa nama istrinya
dan sekarang Bisma/Gauri
🤔😀😀
wanita tangguh@: ibunya mr sun sama Rama jg dadakan seinget saya dan kayanya hmpir semua ceritanya author klo nikah dadakan 😄🤣
total 1 replies
Jumi Eko
bagus
Munawaroh Ag
kalau 24 tahun bukan bocah lagi Udah masuk dewasa itu kalau bocah itu mulai 17-19 tahun
ketuan dah kalau 24 di kira bocah
Nazariati Najar
mantap gauri
mimma
Luar biasa
juwita
mampir
🌹🪴eiv🪴🌹
terimakasih untuk tulisan indah mu thor

sukria
🌹🪴eiv🪴🌹
ah cie....calon ipar 😛🤣🤣
Lismawati Salam
Lumayan
Rieka Mawon
Luar biasa
Masriokah
kaya. kedatangan...mantan Gauri...😀
Masriokah
mudah2an Rieta berjodoh dengan sukdev
Masriokah
aq setuju thoor ..dengan keputusan Bisma....selesaikan dulu sama Puspa...
Masriokah
semangat 💪....Gauri....
Masriokah
hadeuuuuh..Puspa mau adu domba...😊
Masriokah
biar kena sial tuh s jiwa ...sama lawan mainnya...
Anik Haf FiFa
Luar biasa
Siti Mulyati
naah yg tabrak babe Gauri jgn jgn si Puspa nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!