"Apa ini? ternyata selama ini kamu selingkuh di belakangku? setelah apa yang aku berikan padamu?"
Fee melempar foto-foto mesra Ronald bersama dengan Dinda, sekretaris pribadinya.
"Aku minta maaf, aku khilaf. Tapi aku tidak bisa melepasnya begitu saja, karena dia sedang hamil anakku?"
Fee tersenyum sinis," apa kamu yakin jika ia hamil anakmu?"
PLAk!
Satu tamparan mendarat di pipi Fee.
"Baiklah, kalau begitu!"
Apakah yang akan di lakukan oleh, Fee pada Ronald dan Dinda?"
Mari kita simak kisah Fee, yang tegar menghadapi permasalahan hidupnya karena di hianati suaminya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gagal Di Penjara
Esok harinya, Boby dan Fee mendatangi persidangan untuk penentuan masa hukuman bagi Elsa. Tetapi Fee dan Boby merasa heran karena di dalam ruangan tersebut juga ada seseorang yang mereka tidak kenal sama sekali.
"Mas Boby apakah kenal dengan pria itu?" lirik Fee ke arah seorang pria yang duduk di pojok.
Boby sedikit melihat ke arah mata Fee melirik seraya memicingkan alisnya," nggak tahu dan juga baru pertama kali lihat. Mungkin saja salah satu kenalan, Elsa.
Pria tersebut juga sempat menyunggingkan senyumnya ke arah Fee dan Boby. Karena dia juga merasakan dirinya sedang di perhatikan oleh Fee dan Boby.
Di ruang persidangan terasa mencekam, karena semua wajah terlihat sangat serius. Tidak ada yang tersenyum atau bercanda ria. Semua fokus dengan berkas masing-masing yang ada di hadapannya.
Sejenak salah satu petugas membuka persidangan tersebut. Dengan mengatakan duduk permasalahan adanya sidang di adakan.
Awal mula Fee di minta maju dan di sumpah terlebih dahulu untuk tidak mengatakan saksi palsu. Setelah itu barulah Fee mengatakan apa yang terjadi pada dirinya waktu itu.
Barulah setelah itu, bukti rekaman video CCTV juga di sertakan dan di perlihatkan di dalam persidangan tersebut. Kini Elsa sudah tidak bisa mengelak lagi.
Dia hanya bisa diam tertunduk dan tak bisa berkutik sama sekali. Di dalam hatinya penuh kecemasan," aduhhhhhh.. seharusnya aku menyakiti Fee pada saat tidak ada di dalam rumahnya. Aku sangat ceroboh dan tidak tahu jika di rumah Boby terpasang CCTV."
"Bagaimana jika aku di hukum dalam waktu yang cukup lama ya? aduhhhhhh aku tidak bisa membayangkan jika aku harus mendakam di dalam penjara dalam waktu yang cukup lama."
Terus saja di dalam hati Elsa bergumam memikirkan pengapnya tinggal di dalam jeruji besi dan makanan tidak enak.
Tetapi ada hal yang mengejutkan, dimana di dalam ruangan sidang tersebut ada seseorang yang ikut berpartisipasi.
Sejenak seorang pengacara mengatakan bahwa ada seseorang yang akan menjamin Elsa, orang tersebut bersedia membayar denda seberapapun besarnya untuk mengganti masa hukuman Elsa.
Pria yang sempat menjadi tanda tanya bagi Fee dan Boby melangkah ke depan. Elsa terperangah melihat pria tersebut," Iqbal? bagaimana dia tahu jika aku ada di sini?"
Iqbal tersenyum ke arah Elsa," tenang saja Elsa, aku akan membebaskanmu. Ini demi rasa cintaku padamu."
Iqbal adalah seorang pria yang usianya telah matang tetapi ia belum menikah juga. Ia tergila-gila pada Elsa pada saat mereka tidak sengaja bertemu di kota J. Pada waktu itu Iqbal sempat mengatakan perasaan cintanya pada Elsa, tetapi di tolak olehnya.
"Baguslah dia datang untuk menolong diriku. Jadi aku tidak akan merasakan dinginnya tinggal di dalam tahanan," batin Elsa sumringah.
Sejenak Iqbal mengatakan di depan hakim, bahwa ia yang akan menjamin dirinya bahwa Elsa tidak akan melakukan hal buruk lagi. Ia juga berani memberikan jaminan uang seberapapun banyaknya.
"Hah, bagaimana bisa? setahuku Iqbal itu pria yang sederhana dan tidak kaya. Lantas uang darimana dia untuk menjamin diriku? ah bodoh amat dech, yang terpenting aku tidak di penjara," batin Elsa.
Iqbal begitu pintar dalam berkata, hingga semua yang ada di ruangan persidangan yang terutama para petugas sangat percaya padanya. Hingga pada akhirnya hakim pun mengabulkan permintaan Iqbal, apa lagi ada seorang pengacara juga yang membantu dirinya di dalam persidangan tersebut.
Hal ini sangat di sayangkan oleh Boby dan Fee.
"Bagaimana ini, mas? masa iya Elsa bebas begitu saja? padahal sudah ada bukti yang kuat," bisik Fee.
"Tenang saja, sayang. Aku akan mengajukan keberatan sekarang juga."
Boby pun mengangkat tangannya, memberikan kode bahwa dirinya ingin mengatakan sesuatu.
Hakim pun mempersilahkan Boby untuk mengatakan pendapatnya. Ia pun merasa keberatan jika Elsa dibebaskan begitu saja. Walaupun Elsa bebas bersyarat, ia tetap saja kecewa.
Tetapi keberatan ditolak oleh pihak pengadilan, hal ini membuat Boby sangat kecewa.
Elsa akan tetap dibebaskan dengan syarat ia tidak akan melakukan perbuatan yang membahayakan lagi pada, Fee. Iqbal memberikan jaminan berupa uang begitu banyak kepada pihak pengadilan.
Setelah itu, hakim mengetuk palunya tanda sidang di tutup.
Boby merasa sedih karena tidak bisa mengabulkan keinginan istrinya untuk tetap memenjarakan Elsa," sayang, aku minta maaf ternyata semua di luar dugaan kita."
"Tidak usah minta maaf, Mas. Mungkin memang sudah takdir bagi Elsa. Untuk dia memperoleh kesempatan kedua kali."
Fee sama sekali tidak merasa kecewa atau marah terhadap Boby, karena yang lebih berkuasa di dalam persidangan adalah Hakim.
Fee bisa memahami posisi, Boby. Bahkan ia menghibur hati suaminya, supaya tidak usah merasa kecewa atau merasa bersalah kepada dirinya.
Pada saat Boby dan Fee akan keluar dari ruangan persidangan, Iqbal menghampiri mereka," Mas-Mbak, aku minta maaf atas kesalahan Elsa ya. Aku pastikan dia tidak akan berulah lagi."
Baik Fee maupun Boby, hanya menyumbangkan senyuman. Mereka sama sekali tidak merespon perkataan dari, Iqbal. Justru mereka melangkah kembali keluar dari persidangan tersebut.
Tetapi lagi-lagi langkah mereka terhenti karena di hadapan mereka sudah berdiri Elsa dengan tersenyum mengejek," kasihan, usaha kalian gagal kan? keberuntungan akan selalu berada di pihakku. Dan lihatlah, aku bebas."
Pada saat Elsa akan mengatakan hal lain, tiba-tiba Iqbal mendekati dirinya dan mengajaknya pergi dari hadapan Fee dan Boby.
"Mas Iqbal, terima kasih ya sudah menolongku. Tapi bagaimana caranya bisa tahu jika aku ada di sini?"
Sejenak Iqbal menceritakan bagaimana dirinya bisa mengetahui bahwa Elsa berada di persidangan kantor polisi.
Dia terlebih dahulu menyambangi ke panti asuhan, untuk menemui Elsa. Tetapi pihak panti asuhan mengatakan bahwa Elsa saat ini berada di kantor polisi. Hingga pada saat pertama kalinya Elsa dibawa ke kantor polisi, tanpa sepengetahuan Elsa maupun Fee dan Boby, Iqbal datang.
Dia pun berusaha membujuk kepada pihak kepolisian untuk memberinya kesempatan kedua. Bahkan ia rela menjamin dirinya dan memberikan jaminan berupa uang dalam jumlah yang besar. Pihak kepolisian juga tidak langsung memberikan keputusan. Tetapi dia meminta Iqbal datang saja pada saat proses sidang masa hukuman untuk Elsa. Tetapi juga dengan menyiapkan sejumlah uang, untuk berjaga-jaga jika pihak pengadilan mengabulkan keinginan dirinya.
"Jika sebelum sidang, kamu sudah datang. Lantas kenapa tidak membesuk aku sekalian?" tanya Elsa.
"Karena aku langsung mengusahakan uang itu. Dan aku membebaskanmu juga tidak gratis. Aku minta imbalan darimu, dan jika kamu tidak mau, aku akan meminta uangku kembali."
Elsa terperangah pada saat mendengar penuturan Iqbal.