Lin adalah gadis yang bijaksana dan patuh. Meskipun ditindas oleh keluarganya, dia tetap merawat neneknya dengan sepenuh hati.
Tetapi harapan Lin pada keluarga itu telah kandas, ketika nenek memaksa untuk menjodohkannya.
Karena tak ingin dikontrol oleh neneknya, Lin dibantu pelayan kabur dari rumah. Dia bekerja di sebuah hotel mewah.
Suatu hari, Lin tak sengaja masuk ke kamar seorang pria bangsawa dan terpaksa berhutang banyak padanya!
Sekarang, dia hanya punya dua pilihan: menikah dengan pria itu, atau melunasi hutangnya.
Lin tidak pernah berpikir bahwa perselingkuhannya akan membuatnya terjerat dengan orang lain.
Apakah pernikahan benar-benar takdirnya?
Jika tidak menikah dengan pria ini, apa yang harus dia lakukan untuk melunasi hutang setinggi langit itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haslina83, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terpaksa Menikah Dengan CEO #Membersihkan kamar Tuan Muda
Setelah Tuan muda melihat Lin masuk kamar mandi.
Tuan muda langsung meraih HP yang ada di atas meja.
Sekretaris Kim, Sekarang cari tahu latar belakang perempuan itu dan keluarganya. Saya mau jam 12 siang info gadis ini sudah ada, Perintah tuan muda.
Dan hari ini, batalkan semua meeting atau apa pun.
Saya mau istirahat di kamar, Ucap tuan muda Jiem lagi.
Baik, tuan muda. jawab Sekretaris kim
Tuan muda mau saya belikan obat ? tanya sekretaris Kim
Kebetulan setelah makan malam kemarin. Badan Tuan muda memang sudah panas. Saat lin masuk kamar, tuan muda sedang berendam air hangat sambil menutup matanya dan mendengarkan musik dengan headset.
Tidak perlu, saya butuh istirahat saja. ucap tuan muda Jiem
Beberapa menit kemudian Lin keluar dari kamar mandi.
Tolong siapkan baju santai saya, ucap tuan muda Jiem.
Bajunya ada di dalam sana, sambil menunjukkan arah ruangnya
Kok gue ngurus pakaian dia sich, gumam Lin dalam hati. Lin berjalan ke arah ruang yang di tunjuk, masih dalam satu ruang itu.
Dasar orang kaya, dia kira rumah nya.
Saat masuk keruangan itu, Lin kaget. Bajunya tersusun rapi berjejer.
Lin membuka 1 persatu lemari dan laci. Akhirnya ketemu juga.
Lin mengambil kaos putih dan celana pendek abu abu.
Lalu Lin berjalan keluar dari ruang itu.
Tuan, ini baju dan celananya. Lin meletakkan di kasur.
Tuan muda mengambil dan memakai depan Lin.
Lin, berjalan mengambil sprei bekas yang tadi ia tumpukkan di pinggir ranjang dan meletakkan di troli.
Lin balik lagi ke kamar utama. mengambil handuk, baju bekas tuan muda.
Baju tuan muda Lin letakan di dalam ranjang di dalam ruangan baju dan lin menuju kamar mandi, mengambil handuk bekas.
Lin berjalan menuju ke troli lagi untuk meletakkan handuk bekas dalam troli.
Lin mengambil handuk bersih dan peralatan mandi. Setelah itu berjalan lagi ke arah kamar mandi.
Lin membersihkan Kamar mandi.
Setelah itu menata handuk dan peralatan mandi tuan muda.
Tanpa sengaja Lin terpencet on di shower.
buru buru Lin menekan tombol off, baju depan Lin sedikit basah.
Segala basah lagi baju gue, gumam Lin dalam hati agak kesal.
Setelah selesai,
Lin keluar kamar mandi, Lin merapikan kamar utama dan ruang baju.
Meja, TV semua di lap dengan kain. karpet di vacum. Setelah semua selesai Lin ke kamar 2.
Lin melirik tuan muda sedang duduk. vediocall dengan seseorang.
Lin langsung masuk ke kamar 2 karena di kamar 2 tidak di pakai, membersihkan kamar jadi lebih cepat hanya mengelap meja, tv dan pinggiran jendela yang berdebu dan terakhir vacum.
Lin Keluar dari kamar 2 menuju kamar 3.
kamar 3 juga tidak di pakai. Lin membereskan kamar 3 sama seperti kamar 2.
Lin menutup pintu kamar 3.
Lin, keluar dari kamar 3 sambil mengakat vacum.
Kamar sudah beres. Tinggal ruang kerja, ruang tamu, kamar karaoke dan kitchin yang belum di bereskan. ucap Lin dalam hati.
Lin melangkah menuju ruang tamu, tuan muda berjalan menghampiri Lin. Sekarang Lin dan tuan muda berhadapan jarak 5 jengkal.
Letak vacum itu, ucap tuan muda dengan nada membentak.
Lin meletakan vacum di pinggirnya.
Aku salah apa lagi. Gumam Lin dalam hati.
Tunggu, tunggu,..kenapa kalau berhadapan dengan ni orang, detak jantung gue bertambah kencang, gue jadi tambah susah bernafas.
Dan wanginya gue suka banget, ucap Lin dalam hati.
dilanjutkan.
miss you more kk author smoga bisa sukses dan sehat selalu kk author
trus knp gak bilang aja kecelakaan yg kmrn itu