NovelToon NovelToon
Presdir Budeg Vs Sekretaris Matre

Presdir Budeg Vs Sekretaris Matre

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Romansa / Chicklit / Tamat
Popularitas:177.2k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Naresh mengalami kecelakaan yang mengakibatkan dia mengalami gangguan pada pendengarannya. Kecelakaan itu diduga konspirasi seseorang yang ingin melenyapkan dirinya.

Malaika adalah sekretaris Naresh. Dia harus menanggung hutang peninggalan ayahnya yang sudah lama meninggal. Untuk menebus kembali rumah peninggalan kakeknya yang sangat berarti bagi sang nenek, gadis itu memerlukan uang yang sangat banyak.

Siapakah dalang dibalik kecelakaan Naresh?
Apakah Malaika berhasil mendapatkan rumah itu kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. Terasa Sakit

Bab 19

"Aku sungguh-sungguh tidak mengharapkan apa pun dari kalian. Aku melakukan ini karena merasa tergugah saja karena mendengar perjuangan kalian untuk mempertahankan harta peninggalan satu-satunya dari orang yang disayangi," balas Abimana dengan sungguh-sungguh.

Malaika dan Nenek Romlah saling melirik. Kedua orang itu menjadi bingung harus melakukan apa untuk membalas budi. Gadis itu juga tidak begitu mengenal baik karakter dari Abimana. Jika Maheswara itu orang yang terang-terangan dengan niat dan keinginannya, tetapi Abimana itu orangnya tidak bisa ditebak. Menurut Naresh sepupunya ini sering membuatnya jengkel sama seperti Maheswara. 

"Baiklah, bagaimana jika kamu setiap hari membuatnya bekal makan siang untuk aku selama satu tahun?" Abimana merasa kalau Malaika dan Nenek Romlah tidak enak hati, karena mendapatkan sertifikat tanah itu dengan cuma-cuma.

Mendengar ucapan Abimana tentu saja Malaika menyanggupinya. Gadis itu bilang akan membuatkan bekal setiap hari sebagai ganti bayaran sertifikat.

Hari ini Malaika dan Abimana banyak berbicara dan bertukar pikiran sebagai biasa dia lakukan dengan Naresh. Bedanya kalau mereka kadang diselingi candaan atau bicara sambil makan cemilan.

***

Keesokan hari Malaika sudah masuk kerja kembali, meski dokter memintanya untuk istirahat selama 3 hari. Namun, perempuan itu memilih pergi bekerja agar pikirannya bisa fokus kembali dan dia juga merasa kalau kerja bisa mendapatkan uang tambahan dari lembur.

Naresh terkejut saat melewati meja milik Malaika. Sekretaris kesayangannya sudah masuk kerja, padahal dia mengira akan mulai masuk kerja besok lusa.

"Malaika, kok, kamu sudah masuk kerja? Kamu seharusnya istirahat dengan baik," kata Naresh yang kini berdiri di depan meja kerja Malaika.

"Alhamdulillah, kondisi aku sudah baikan, Pak," balas perempuan berhijab marun sambil tersenyum tipis.

"Kalau kamu merasa tidak enak badan langsung istirahat saja, ya. Kamu bisa tidur di ruang aku nanti," ucap Naresh sebelum pergi ke ruang kerjanya.

Tidak lama setelah laki-laki itu masuk ke ruangan kantornya, Azizah datang dengan bergaya anggun. Wanita itu berpenampilan menarik dan elegan seperti biasa. Lalu, tanpa permisi atau mengucapkan salam, dia langsung masuk ke ruangan Naresh.

"Maaf, Nona. Apa Anda sudah membuat janji dengan Pak Presdir?" Malaika berlari dan menghadang langkah Azizah.

"Memang perlu buat janji setiap mau bertemu calon suami?" Terlihat jelas tatapan tidak suka dilayangkan oleh wanita itu kepada Malaika.

Bagi si sekretaris hal yang seperti ini bukan sesuatu yang aneh. Entah berapa ratus kali dia menjegal para wanita yang ingin masuk ke ruang Naresh. Apalagi dengan cara yang seperti ini.

"Tentu saja harus ada janji, karena jadwal Pak Presdir itu sudah sangat padat dan saat ini beliau sedang mempersiapkan diri untuk rapat bersama dewan direksi," balas Malaika dengan tenang, tapi mematikan.

"Aku hanya perlu 30 menit untuk berbicara dengannya, karena ada sesuatu yang sangat penting," kata Azizah sambil mendorong tubuh Malaika.

Tidak terima dengan kelakuan tamu tak diundang ini, maka Malaika pun membalas. Cukup satu dorongan kuat, Azizah jatuh ke lantai dan di waktu yang bersamaan pintu terbuka.

Melihat hal itu dimanfaatkan oleh Azizah. Wanita itu mengerang kesakitan dan memohon ampun kepada Malaika. Tentu saja hal ini membuat sang sekretaris menatap heran.

"Sudah jangan main drama. Kamu duluan yang mendorong aku dan sekarang seolah-olah kamu adalah korban, sangat menjijikan sekali tingkah kamu ini," ucap Malaika.

"Ada apa ini?" tanya Naresh sambil melihat ke arah Malaika dan Azizah secara bergantian.

"Naresh, wanita itu mendorong aku sampai jatuh. Hanya karena aku ingin menemui kamu," jawab Azizah sambil terisak.

"Aku tadi tanya sama dia apa sudah buat janji. Wanita ini dengan sombong membalas ucapan aku dan mendorong tubuhku. Aku tidak terima," lanjut Malaika yang kini berdiri berhadapan dengan Naresh.

"Lain kali biarkan dia masuk ke ruangan aku, Malaika. Sekarang kamu kembali kerja!" titah Naresh lalu pergi ke ruangan milik Rahandika untuk mengambil laporan selama dia tidak ada di Indonesia.

Azizah tersenyum sinis dan mengejek kepada Malaika. Wanita itu merasa di atas awan karena mendapat pembelaan dari Naresh.

Dada Malaika terasa sakit karena merasa Naresh berubah. Biasanya dia akan lebih percaya kepadanya, tetapi kini merasa diabaikan.

'Kenapa bisa seperti ini. Wajar saja Naresh membela wanita itu, karena dia itu calon istrinya. Sementara aku, hanyalah sekretaris saja.' (Malaika)

Ketika Naresh akan pergi ke ruang rapat dengan para dewan direksi, lagi-lagi Malaika harus menelan rasa kecewa. Biasanya dia selalu mendampingi Naresh ke mana pun laki-laki itu pergi. Namun, kali ini dia menyuruhnya untuk tidak ikut dengannya.

"Kamu tunggu saja di sini. Jangan ke mana-mana!"

Air mata yang menggenang begitu mendengar ucapan sang Presdir barusan langsung luruh setelah pintu lift tertutup. Malaika merasa kini Naresh tidak membutuhkan dirinya lagi.

'Apa ada yang salah dari hasil kerja aku selama kamu pergi? Sehingga kamu tidak mau aku ikut mendampingi dirimu?' (Malaika)

Malaika tidak tahu kalau tujuan Naresh itu demi kebaikan sang gadis. Laki-laki itu ingin sekretaris itu tidak kelelahan dan beradu tegang selama berada di kantor. Bahkan Naresh sendiri secara diam-diam mengulang jadwal miliknya agar Malaika tidak kelelahan. Sang pemimpin itu mengubah pertemuan di luar kantor ke gedung perkantoran miliknya. Agar dia bisa mengawasi Malaika di waktu yang bersamaan. Dirinya tidak mau lagi kalau saat gadis itu kesusahan, malah di tolong oleh orang lain.

***

Baru bab 19, jadi masih panjang. Biarkan mereka dalam kesalahpahaman. Apakah hubungan Malaika dan Naresh akan merenggang? Atau masih tetap seperti dulu? Tunggu kelanjutannya, ya!

1
Priskha
ndak boleh direbut org lain tp dia sendiri ndak mau ngungkapkan perasaannya mana org tau...
Priskha
ayo dong Naresh ungkapkan perasaanmu jgn biarkan si Malaika salah paham nanti di gondhol org br tau rasa lo
Priskha
aq heran sm Malaika sdh tau klau Dika punya tunangan meskipun mereka pernah pacaran tp mbok ya jgn keluar kata2 spt itu, disini maksudnya Naresh kan belain dia biar ndak dicaci maki trs sm ibunya Dika, kesannya dia msh mengharapkan cintanya Dika
kurnia rahayu
♥️♥️♥️👍👍👍🙏🙏🙏
komalia komalia
waduuh grebek aja nikah kan Langsung
komalia komalia
pasti di suruh malika jadi istri untuk kezemian nya
komalia komalia
kenapa engga lapor ke polisi pemerasan dan penganiyayaan
komalia komalia
ada lucu tapi kasihan sama nasib nya nares
komalia komalia
wah Kaya nya lucu niih
yuqana
🥰🥰🥰🥰
Inara Cantik
joss
Mas Bos
atapillooooohh .. tiga bulan lagiii ...
selama itu budegnya ga sembuh
malah bisa paten permanen
/Joyful//Joyful//Joyful/
Mas Bos
bukti rekaman pengakuan Bima
uda cukup tuk meringkus Shaka
Mas Bos
budeg sih enggak
cuman telinganya error
/Joyful//Joyful//Joyful/
Mas Bos
gaswat darurat nih si Naresh
jadi mirip bolot pelawak
/Joyful//Joyful//Joyful/
Mas Bos
kayaknya Azizah dalangnya
yg mencelakai Naresh
Mas Bos
hadeeeehhh ... aja aja ada ...
bikin ngakak acara lamarannya
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Mas Bos
waduuuuhh .. thor kok tega banget
kalo beda gender lagi berduaan
yg ketiganya adalah setan
berarti setannya nenek romlah dong
/Grin//Grin//Grin/
Mas Bos
ternyata Abimana nebus rumahnya
Malaika hanya modus bukan ikhlas
isi otaknya ga beda dg juwanto
/Frown//Frown//Frown/
Yant08
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!