Farel Stuart Alfredo harus merelakan wanita yang dicintainya secara diam-diam yaitu Salmafina bertunangan dengan kekasihnya.
Nada Maura Hermawan juga baru saja patah hati diputuskan oleh pria yang dipacarinya selama Lima tahun.
Keduanya bertemu di pesta pertunangan Salma dan berakhir di atas ranjang dengan sama-sama tidak menggunakan pakaian.
Sebulan kemudian Nada hamil dan Farel yang mengetahui hal itu langsung berinisiatif untuk bertanggung jawab.
"Ayo kita nikah, aku akan bertanggung jawab!" ucap Farel.
Nada masih tidak percaya jika dirinya hamil oleh pria asing yang baru ditemuinya dipesta sahabat baiknya itu.
Akankah Nada dan Farel bisa mempertahankan pernikahan mereka yang begitu tiba-tiba karena adanya anak di antara mereka, padahal keduanya sama-sama memiliki cinta lain yang sulit dilupakan.
Apakah cinta akan hadir, ataukah mereka memilih berpisah setelah Nada melahirkan?
Yuk ikuti kisah mereka, jangan lupa subscribe like dan kasih gift yang banyak ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Navizaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjanjian Kontrak
Happy Reading.
Nada mengikuti langkah suaminya menuju ke unit apartemen nya. Apartemen Farel berada disebuah gedung tinggi, di sebelah sudut. Nada memperhatikan sekeliling ruangan, lantai nya terbuat dari ubin berwarna putih tulang dengan karpet bulu lembut berwarna krem.
Diruang tamu ada sofa memanjang yang ujungnya terdapat sofa bed berwarna coklat muda. Tempat itu terlihat nyaman untuk menikmati film, karena berada tepat didepan sebuah televisi dengan layar yang sangat lebar.
Tidak Nada pungkiri jika selera Farel dalam mendesain apartemen nya sangat bagus dan juga rapi. Dia perempuan tetapi rumahnya tidak serapi dan sebersih ini. Lagipula tidak mungkin Farel membersihkannya sendiri, pasti dia menyewa pembantu.
Nada mengerutkan keningnya ketika melihat apartemen Farel hanya ada satu kamar tidur yang layak di tempati, sedangkan kamar satunya sudah dipakai untuk ruang kerja. Ya, Nada tau pasti orang seperti Farel sangat suka dengan pekerja nya, menginginkan bagaimana banyak sekali buku-buku bisnis yang ada di ruangan itu.
Nada mengambil sebuah buku tebal dan Membaca, ternyata selera Farel hampir sama sepertinya. Nada meletakkan buku itu di rak dan mengambil sebuah buku lagi yang berisi tentang puisi cinta.
Nada membaca sebait puisi itu, tentang sebuah pernikahan impian yang pernah dia dambakan. Dia dulu pernah bermimpi tentang sebuah pernikahan yang indah. Saling mencintai dan saling melengkapi, tidak mengekang, bebas dengan penuh tanggung jawab. Namun, kini semuanya hanya mimpi.
"Kamu baca itu, ya? Aku juga ingin memiliki pernikahan seperti ini, bagaimana?" tatapan dalam Farel tertuju pada Nada.
Tidak menyangka mendengar pernyataan itu dari Farel membuah pipi Nada merona.
'Ya Tuhan, kenapa aku harus tersipu segala, bisa jadi 'kan itu keinginan Farel dengan wanita yang dicintainya atau setelah mereka bercerai kelak dia akan mewujudkan impiannya dengan wanita lain!'
"Nad, kok diem aja?" pertanyaan Farel membuyarkan lamunan Nada.
Sepertinya dia harus segera meluruskan semuanya, "aku mau kita buat perjanjian kontrak! Tidak mungkin 'kan kalau kita nikah untuk selamanya, setidaknya kamu pasti ingin menikah dengan wanita yang kamu cintai," ucap Nada.
Membuat Farel melototkan matanya, "jangan kamu pikir aku menganggap pernikahan ini sekedar permainan!"
Tatapan garang Farel membuat nyali Nada menciut. "Kamu harus tau Nad, aku penganut paham monogami, jadi buang jauh-jauh pikiran tentang perceraian yang ada di kepalamu!" lanjut Farel dengan suara yang ditekan.
Napas Nada memburu, jantungnya berdegup kencang, selama ini dia hanya sering melihat senyum jahil pria itu, melihat wajah marah Farel membuat Nada takut.
"Ta-tapi..."
"Kamu mau kontrak?" Farel mendekat dan berbisik ditelinga Nita, bahkan bibirnya hampir menyentuh telinga Nada.
"I-iya," Nada mengangguk ragu.
Farel menjauh dari Nada, dia berdiri tegap dengan tangan yang berlipat didada. Wajah yang tadinya terlihat garang, kini melembut lagi.
"Ayo buat kontrak seumur hidup, pasalnya cuma satu, TIDAK ADA PERCERAIAN, bagaimana?"
"Hah!!" pikiran Nada dipenuhi tanya, dia tidak pernah menyangka bahwa pernikahannya dengan Farel adalah pernikahan dalam arti sesungguhnya.
Dari awal dia setuju menikah hanya demi bayinya, selain itu dia juga sudah menyerah pada pernikahan sejak Surya memutuskan nya, karena dia hanya ingin menikah dengan pria yang dicintainya.
"Tidak, aku tidak mau!" seru Nada.
"Iya atau tidak sama sekali!" Farel berjalan keluar dari dalam ruang kerjanya.
Nada hanya bisa melongo tidak percaya, entah dosa apa yang dia buat, sehingga mendapatkan hukuman seperti ini.
Ah, Nada ingat, dosanya hanya beberapa gelas wine di pesta Salma yang membuatnya berakhir seperti ini.
Bersambung.
calon pelakor mulaibetaksi 😃😃😃
gawaaatttt...
jangan y salma jangan. ingat pisisi masing2, udah punya padangan halal. jangan sampaijadi pelakor, dengan me g atas nama kan persahabatan
merasa gak rela klufarel samacewek lain.
jangan serakah lo Dalna, ingat lo udah ferrysuami li, yg li cintai. biar kan farel drngan kehiduoan baru ny