[Apakah anda ingin sembuh dan mengangkat semua rasa sakit di tubuh anda?]
"Apa kau mampu melakukannya?"
[Sistem bisa melakukannya. tapi anda harus menerima persyaratan dari Sistem.]
"Apa persyaratan yang harus ku penuhi?"
[Jadilah seorang Host!]
Demi mengangkat rasa sakit yang di alami Damar pasca kecelakaan, pria yang saat itu masih berusia 11 tahun membuat sebuah pilihan yang sangat serius. yaitu mempercayai Sistem yang muncul bagaikan halusinasi.
Dengan Sistem di dalam tubuh Damar, bagaimana dia akan tumbuh Dewasa?
Tertarik? Gas langsung baca!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BlackRoby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membuat Pupuk Organik
“Pupuk Organik adalah pupuk yang tersusun berdasarkan materi makhluk hidup seperti sisa pelapukan tanaman, hewan dan juga manusia.”
“Ah..., jadi begitu,” angguk Damar.
[Mendapatkan pengetahuan dari informasi yang dibutuhkan (0,81%)]
“Jadi begitu cara untuk meningkatkan persentase yang tertera pada Quest kali ini, aku hanya harus memahami isi informasi yang di butuhkan.”
“Progresnya tidak mencapai 1% hanya dengan memahami pengertian dari pupuk organik saja, itu artinya masih banyak informasi yang harus ku pahami dari buku ini.”
“Sepertinya ini akan memakan waktu cukup lama,” kata Damar yang kemudian mulai melanjutkan membaca buku yang diperhatikannya.
Saat selesai dengan satu halaman dari buku itu, Damar tidak langsung beralih pada halaman berikutnya. Anak muda itu mengulangnya kembali sampai dia benar-benar yakin telah memahami isinya.
Progresnya mulai berjalan sedikit demi sedikit, untuk memahami apa yang dibacanya Damar membutuhkan waktu seharian.
“Tidak mudah untuk mendapatkan nilai progres penuh, untungnya aku sudah mulai terbiasa ketika otakku diperas seperti ini oleh Sistem.”
[(100%)]
[Kandidat telah sepenuhnya mendapatkan pengetahuan yang di butuhkan, Kandidat bisa beralih pada Quest yang berikutnya.]
Damar memicingkan mata, melihat layar pop up di depannya dengan penuh tanda tanya.
“Kenapa tidak ada batas waktu penyelesaian untuk Quest beruntun ini?”
[Mengkonfirmasi pertanyaan Kandidat... Quest beruntun merupakan Quest khusus yang tidak sederhana, tingkat kesulitan Quest ini berbeda dengan Quest lain sehingga risiko kegagalannya lebih besar.]
[Untuk menyeimbangkan Level Quest dengan Level Kandidat saat ini, Sistem memutuskan untuk menghapus batasan waktunya, dengan catatan : Khusus Quest Beruntun.]
“Aku tidak tau kau akan menjadi seperhatian itu, ku pikir kau adalah Sistem yang selalu senang menjatuhkan hukuman padaku setiap saat.”
Quest beruntun berikutnya berlanjut, setelah Damar mengerti apa yang dimaksud dengan pupuk organik, Sistem meminta pemuda itu untuk membuatnya.
[Buatlah pupuk organik yang cukup untuk menyuburkan satu petak sawah.]
“Seperti yang ku pikirkan, Sistem usang ini benar-benar menginginkanku untuk membuatnya.”
“Bolehkah aku bertanya? Berapa banyak pupuk organik yang di butuhkan untuk menyuburkan satu petak sawah?” tanya Damar dengan ketus.
[Buatlah sebanyak mungkin, kalau lebih bisa disimpan dan kalau kurang Kandidat harus membuat lagi.]
“Jawaban macam apa itu?!!!”
[Mulailah mencari bahan untuk membuat Pupuknya.]
“Kau bahkan tidak memberikan aku waktu untuk berdebat denganmu, Sistem macam apa kau ini?!!”
Damar berjalan menuju sebuah tempat yang menyediakan salah satu bahan pembuatan pupuk organik, tempat itu terletak di bawah kaki bukit desa Toramin. Sembari berjalan ke tempat itu, Damar dan Sistem melanjutkan obrolan mereka.
“Tolong catat ini untukku!”
[Konfirmasi, catatan akan dibuat.]
“Bahan untuk membuat pupuk organik adalah kotoran kambing, aku tidak tau seberapa banyak yang di butuhkan. Tapi aku akan mengambil lima karung untuk berjaga-jaga.”
“Selain kotoran kambing kita membutuhkan sekam padi, tanaman rambat dan juga daun lamtoro, aku tidak tau di mana aku bisa mendapatkan semua itu, tapi aku akan mengajak Ayu yang lebih tau mengenai desa untuk mencarinya.”
“kita juga butuh 1 ons gula pasir dan gula merah, beberapa liter air cucian beras, ember, sekop dan juga cangkul.”
“Lalu masih ada satu bahan lain yang lebih langka dari bahan-bahan yang telah aku sebutkan sebelumnya.”
“Kita butuh sesuatu yang disebut MOL atau Mikro Organisme Lokal, benda itu tidak bisa ditemukan dengan mudah, namun kita masih bisa membuatnya. Hanya saja..,”
[Membutuhkan waktu yang tidak sedikit.]
“Kau benar, karena Quest ini memakan terlalu banyak waktu, aku berharap point penyelesaian tutorialnya tidak akan mengecewakanku.”
[Sistem menjamin Kandidat akan merasa senang setelah Quest beruntun ini diselesaikan.]
“Bagus! Sekarang kita sudah sampai di tempat kita dapat menemukan banyak kotoran kambing.”
Damar berhenti di depan sebuah peternakan, pemiliknya adalah Pak Mastur. Karena Damar sering membantu pemilik peternakan untuk mengurus ternaknya, akan mudah bagi Damar untuk meminta sesuatu dari sana.
“Kau bilang apa?” kata sang Pemilik Peternakan, Mastur.
Pria paruh baya itu menatap Damar dengan bingung, dengan grogi Damar mengatakan kembali keperluannya datang ke sana.
“Saya ingin meminta banyak kotoran kambing dari Peternakan Pak Mastur.”
Mastur tertawa terbahak-bahak mendengarnya.
“Ahahah! Kenapa kau meminta sesuatu seperti itu, Nak Damar? Bahkan jika kau meminta satu kantung telur dan juga daging aku akan dengan senang hati memberikannya padamu.”
“Kau ini ada ada saja,” imbuh Mastur tersenyum sambil menggelengkan kepalanya memandang anak muda itu.
“Masuklah, aku tidak tau kau membutuhkannya untuk apa. Tapi aku akan membantumu mengumpulkannya.”
“Terimakasih, Pak Mastur!” Damar yang tadinya grogi menyahutinya begitu bersemangat.
Dengan begitu bahan utama pembuatan pupuk organik telah Damar dapatkan.
[Rencana berikutnya yang akan dilakukan oleh Kandidat apa?]
“Kita bisa membuat MOL sekarang, karena butuh waktu untuk menyiapkannya.”
Bahan pembuatan MOL yang dipikirkan oleh Damar adalah nasi, anak muda itu mengepalkan nasi membentuk sebuah bola seukuran pingpong.
“Apa yang dilakukan oleh Damar di sana?” tanya Samsir melihat Damar berada di luar rumah pada hari yang sudah gelap.
“Aku tidak tau, tapi anak itu meminta nasi dan juga kardus bekas. Tidak perlu menanyakan apa yang ingin Damar lakukan, anak itu hanya berpikir untuk melakukan sesuatu yang baik sekarang.”
“Aku tidak bisa menyangkalnya, Damar kita adalah anak yang paling baik. Tapi... Ini perasaanku saja atau kau juga mencium bau kotoran kambing di dekar sini?”
Selusin bola sudah dibuat oleh Damar, dia meletakkan bola-bola itu ke dalam kardus bekas yang telah Damar siapkan kemudian menutupinya dengan dengan daun pisang.
“Selesai, langkah berikutnya adalah menunggu.”
“Setelah dua hari nasi-nasi itu akan ditumbuhi jamur berwarna kuning, jingga, dan juga merah. Baru setelah itu kita bisa menggunakannya, aku tidak sabar untuk ini!”
[Kandidat menjadi begitu bersemangat padahal kita berdua sempat berdebat sebelumnya.]
“Aku tidak ingin berkomentar.”
[Apakah anda Tsundere?]
“Tutup mulut AI mu dan tunjukkan padaku sudah berapa banyak point penyelesaian tutorial yang aku dapatkan sejauh ini!”
[Konfirmasi]
[Point Penyelesaian Tutorial : (0118/5000)]