"Baca! dan tanda tangani!".Pria dingin itu melempar map kearahku.
Kubuka dan kubaca isi dari lembaran kertas yang begitu detail dan rinci.
"Kontrak Pernikahan?"aku menatap pria itu menanyakan maksud dirinya memberikan aku dokumen tersebut.
"Kau Bodoh atau Idiot! Dengarkan Baik-baik, Kau tandatangani Kontrak Pernikahan itu. Kita menikahan 100 hari, setelah itu kau akan kuceraikan!"Pria dingin itu mengcengkram daguku dengan begitu keras dan mengakitkan.
"Apakah hutang keluargaku akan lunas jika aku menyetujuinya?"aku memastikan hal itu walaupun sakit dihatiku terhadap kelakuan keluargaku yang menjualku.
"Dasar gadis sampah! Kau dan keluargamu memang rendahan! Baiklah aku akan menganggap lunas hutang itu jika kau mau menandatanganinya dan menuruti semua keinginanku.Mengerti!"Pria dingin itu berteriak sambil mencengkram bahuku dan melemparku dengan kasar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pradana Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 Siapa?
Abimanyu, Keysha, dan Sekretaris Jo duduk dimeja makan.
Abimanyu meminta keduanya untuk makan bersama.
Ketiganya makan tanpa ngobrol hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar.
Asisten rumah tangga yang melihatnya pun tampak heran dengan suasana pagi ini.
Memilih meninggalkan ketiganya menikmati sarapan.
"Mulai hari ini kamu berangkat bareng Saya Keysha."Abimanyu membuka suara.
"Baik, Tuan Muda."jawab Keysha seperti biasa.
"Lupa kamu apa yang Saya katakan."Abimanyu menoleh ke arah Keysha.
"Oh, iya e,,, Mas Abi."jawab Keysha masih belum terbiasa.
Sekretaris Jo tersedak dan ia segera mengambil minumannya dan meminumnya hingga habis.
Abimanyu menatap kejam kearah Sekretaris Jo seolah mengatakan "Ada yang salah!"
Ketiganya kembali tak bersuara dan melanjutkan sarapannya.
Saat memasuki mobil, Keysha merasa tahu diri, iya duduk di depan bersama dengan Sekretaris Jo yang siap menyetir.
Abimanyu yang sudah berada didalam mobil langsung protes.
"Duduk disamping Saya Keysha!"Abimanyu kembali dalam mode jutek dan dinginnya.
Tanpa banyak komplain Keysha pindah ke belakang duduk disisi Abimanyu.
Keysha merasakan kecanggungan yang luar biasa.
Terlebih saat ini ia dalam perjalanan yang macet hingga menjadi semakin terasa lama.
"Apa jadwal Saya hari ini Key?"Abimanyu membuka suara dengan menanyakan agenda kegiatannya dihari ini.
Keysha melihat agenda kegiatan Abimanyu sambil membuka ipadnya.
Disebutkan dengan jelas apa saja dan janji dengan siapa saja yang harus Abimanyu lakukan.
"Ada yang ingin Bapak koreksi atau perbaiki?"Keysha bertanya adakah revisi dari Abimanyu selaku bos nya.
"Mas Abi!"Abimanyu kesal karena harus mengingatkan Keysha tentang panggilan dirinya.
"Tapi saat ini Saya sebagai sekretaris Anda Pak."Keysha merasa kurang nyaman memanggil Mas Abi bila keperluan kantor.
"Bosnya Saya bukan kamu!ikuti saja apa yang saya katakan. Saya ga suka dibantah!"Abimanyu dengan nada ketus.
"Baik, Mas Abi." Keysha mengalah agar tidak memperpanjang perdebatan.
"Jo bagaimana kerjasama kita dengan perusahaan A?"Abimanyu menanyakan perihal pekerjaan.
Suara dering telpon HP Keysha berbunyi.
"Maaf pak Saya terima telpon dulu."Keysha meminta izin Abimanyu.
Tanpa bersuara Abimanyu hanya menggerakan jarinya tanda mengizinkan.
"Waalaikumsalam Mas," Keysha dengan ramah dan tersenyum
Abimanyu tanpa aba-aba menoleh kearah Keysha yang berada disamping kirinya dengan tatapan galak.
"Makan siang? aku belum tahu sih, tapi sepertinya bisa Mas."Keysha menjawab.
"Ok kalau begitu."
"Terima kasih kembali Mas."
Keysha menutup telponnya.
Abimanyu menampakkan ekspresi kurang mengenakkan terhadap percakapan Keysha bersama seseorang ditelpon.
"Mulai saat ini setiap Saya meeting kamu sebagai sekretaris pribadi Saya wajib ikut."Abimanyu tegas mengeluarkan titahnya.
Keysha paham ucapan Abimanyu ditujukan untuknya.
"Baik Mas Abi." Keysha menjawab datar.
"Satu lagi, Saya tidak suka pegawai Saya main HP saat bekerja. Saya bayar gaji kalian bukan untuk bersantai dan ngobrol!" Abimanyu menyalurkan kekesalan hatinya.
"Baik Mas Abi." Keysha paham akan ketegasan kalimat Abimanyu untuk dirinya.
Sekretaris Jo bertanya-tanya apa hal yang terjadi antara Tuan Muda dan Nyonya.
Sikap keduanya aneh.
Namun paling aneh adalah perilaku Tuan Muda yang tidak seperti biasanya.
Tapi mendengar kemarahan, wajah jutek dan sikap dingin Tuan Muda kembali muncul Sekretarisnya menyesali perkataan nya sendiri.
Keysha mendapatkan notofikasi wa masuk di HP nya. Ia membuka dan chat tersebut dari Sigit yang mengirimkan lokasi tempat makan siang mereka.
Sementara Abimanyu yang sedang mengamati gerak gerik Keysha begitu penasaran siapa yang menelpon dan menchat Keysha hingga ia melihat senyuman manis tersenyum.
...****************...