NovelToon NovelToon
Mimpi Ustadz Ridwan

Mimpi Ustadz Ridwan

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:475.6k
Nilai: 5
Nama Author: cilamici

Bercerita tentang seorang pemuda yang terlahir dari keluarga sederhana dan lulusan pesantren yang seringkali dipandang sebelah mata.


Naasnya, penilaian orangtua gadis yang dicintai Ridwan pun sama menganggap bahwa anak pesantren adalah tak jelas masa depannya.

Ridwan tentu saja, atas cintanya pada agama & pesantren, tentu saja ingin membuktikan bahwa semua itu salah.

Maka...

Mampukah Ridwan membuktikan bahwa anak santri juga memiliki kesempatan sukses yang sama seperti lulusan sekolah biasa?

Dan, bisakah Ridwan terus gigih mengamalkan ilmu yang telah ia peroleh selama ada di pesantren?

yuk kita bercerita tentang kisah yg dekat dg masyarakat kita sehari-hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Sayang Disayang

Ridwan dan sepedanya sampai juga di parkiran pasar yang sudah mulai dibangun cukup baik dan juga mulai ditata rapi.

Ridwan memarkirkan sepedanya di antara sepeda yang lain.

Untuk kota pesisir seperti kota di mana Ridwan tinggal, memang masih banyak orang memakai sepeda untuk bepergian.

Selain karena lebih hemat tak usah beli bahan bakar, sepeda juga lebih ramah untuk masuk gang sempit dan kecil misal jalan raya sedang sangat macet.

Tapi, tentu itu karena kota pesisir merupakan tanah datar, hingga orang yang memilih menggunakan sepeda tentu tak terlalu kesulitan sebagaimana misalnya menggunakan sepeda di daerah pegunungan, yang jalannya menanjak dan menurun.

"Nitip nggih Pak."

Kata Ridwan sopan,

seorang tukang parkir yang usinya sudah cukup sepuh mengangguk.

"Nggih Mas, monggo... monggo..."

Kata si tukang parkir.

Ridwan lantas mengambil bungkusan yang di mana di dalamnya ada kotak bekal makan siang Anisa yang dititipkan oleh Mbok Rat atas ide mbak Wening.

Ah sebetulnya ini jelas adalah kesempatan emas untuk Ridwan bisa bertemu dengan Anisa, bahkan bukan hanya bertemu, tapi pastinya akan ada waktu sebentar untuk bicara.

Ridwan lantas berjalan menyusuri area depan pasar yang memang dikhususkan untuk pertokoan.

Tampak Ridwan mencari toko emas milik pak Haji Syamsul.

Hingga, tampak kemudian satu plang cukup mencolok di antara plang toko mas yang lain, TOKO MAS TRESNA H.Syamsul.

Ridwan mempercepat langkahnya, seekor kucing liar berlari melewati Ridwan membuat Ridwan terkejut.

Tampaknya kucing itu akan dipukul seseorang di dalam pasar.

Ridwan menghela nafas, ia melanjutkan langkahnya lagi, hingga ia sampai di depan toko emas yang cukup besar jika dibandingkan dengan toko emas lainnya.

"Mas, cari Mbak Anisa."

Kata Ridwan pada seorang satpam yang berdiri di depan toko mas.

"Mbak Nisa?"

Satpam itu memandangi Ridwan dengan pandangan seperti menyelidik.

Belum lagi satpam itu bertanya lagi, Anisa yang duduk di bagian kasir di sebelah Ayahnya yang juga mengasiri, di mana tempat duduknya ada di tengah ruangan toko dan mudah melihat ke segala sisi tanpa sengaja memandang ke arah Ridwan dan satpam tokonya, Anisa pun cepat berdiri dari duduknya dan memilih mendekat meski masih terhalang etalase.

"Nis."

Ridwan tentu saja menyambut senang Anisa yang kini berdiri di balik etalase.

"Ada apa?

Tanya Anisa dengan suaranya yang lembut mendayu-dayu, membuat hati Ridwan seperti kapas yang terbang terbawa angin.

"Nisa,"

Ridwan gugup setengah mati mendekati Anisa.

Meskipun di antara mereka ada etalase emas di mana di dalamnya untuk memajang gelang dan kalung, tapi tetap saja Ridwan jantungnya seperti sedang lomba balap karung.

Anisa sendiri juga tak jauh berbeda, wajahnya yang putih bersih terlihat bersemu merah, tersenyum malu-malu laksana bulan yang muncul di kala belum tanggal purnama.

"Ngg .. Ini ada titipan dari mbok Rat, Nis."

Ridwan meletakkan bungkusan kotak makan siang titipan Mbok Rat untuk Anisa di atas etalase di antara mereka berdua dengan tangan gemetaran.

"Oh, kok bisa sama kamu?"

Tanya Anisa, suaranya masih terdengar begitu lembut.

Ridwan tersenyum, meski ia hanya berani menatap Anisa sekilas saja.

"Tadi mengantar Mbak Wening, kebetulan aku mau ke pasar, Mbok Rat nitip ini, katanya Anisa tidak bisa makan nasi beli di warung."

Kata Ridwan.

Anisa tertawa kecil.

"Sebetulnya tidak masalah kalau masakannya kebetulan cocok, cuma kebetulan warung dekat sini agak terlalu asin untuk lidah Nisa."

Kata Anisa.

"Ooh..."

Ridwan mantuk-mantuk sambil tersenyum.

"Ehm... Ehm!!"

Tiba-tiba terdengar suara pak Haji Syamsul seolah sengaja mengganggu Anisa dan Ridwan.

Keduanya jelas saja paham kode yang diberikan Pak Haji Syamsul.

Ridwan yang tak enak akhirnya permisi pada Anisa, membuat Anisa jadi menatap Ridwan dengan tidak enak.

"Terimakasih yah."

Kata Anisa pada Ridwan.

"Sama-sama Nis."

Kata Ridwan.

"Ehm!! Nis, ini banyak yang harus di layani."

Pak Haji Syamsul seperti tak sabar.

Anisa menghela nafas.

Tidak Abahnya, tidak pula Mbak Faizah. Mereka sama saja.

**--------------**

1
karyaku
hi kak mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y
karyaku
hi kak mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y kk
novita setya
beneran berfaedah ini novel..mengajarkan bnyk hal utamanya kebaikkan..😘
karyaku: hi kak mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y kk
total 1 replies
novita setya
pitike mbak wening loh bakale mutung ga gelem kluruk nek ga disemangati sing nduwe..😄
karyaku: hi kak mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y kk
total 1 replies
novita setya
akherat dijunjung dunia menggunung.
novita setya
Luar biasa
novita setya
itu yg cemburu sm iis & ridwan dijodohin sm pak hasan aja. julidman & julidawati
novita setya
nisa..koq gt sih. pke batasan juga dong biarpun sahabat. lagian jgn maruk..ada hati yg wajib dijaga
novita setya
ajeng gemesin
novita setya
iyaa gt aja terooos ketik hapus ketik hapus sampe gajah bs terbang koceng bs berteloor..
novita setya
kisahnya membumi bgt..bener2 ada disekeliling kita. enggak muluk2 enggak aneh2 & mengedukasi
Muhamad Taufikurrohman
mantap thor...ceritanya merakyat
Boma
apa ini ustad ridwan yg ada di cerita aras dan almira
Muhamad Ozil
bagus
ihsanul fikri
anisa selama ini didikte sampe hal2 kecil layaknya burung dalam sangkar dan punya kakak yang gak mau klah dan ambisius dan orang tua yang nggak peka. semoga kita bsa menjadi orang tua yang adil buat anak2 kita
ihsanul fikri
klau sekarang tinggal di viralin kasih label "penghina pesantren"
Yane Kemal
Senangnya membaca novel ini
Yane Kemal
Alhamdulillah
@tik jishafa
Masya Allah laki" sholeh selalu menjaga dan menghormati perasaan org" terdekatnya😍
Cila Mici: iya laki-laki sholeh mmg beda hihihi
total 1 replies
@tik jishafa
MasyaAllah cerita yg sangat bagus ada pelajaran yg bisa diambil dalam kehidupan sehari"...tentang perjalanan hidup manusia dgn Allah, ortu, lingkungan sekitar.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!