Kisah tiga orang pria playboy bernama Riko, Aril dan Romi yang bersahabat dengan dua pria lainnya yang bernama Refan dan Bagus.
Tiga playboy ini iri melihat kehidupan dua sahabat mereka lainnya yang sudah berumah tangga hidup dengan bahagia bersama keluarga mereka.
Hal ini membuat mereka juga ingin bahagia seperti sahabat mereka lainnya. Tetapi kedua sahabatnya menyuruh dan mendukung mereka untuk berhenti menjadi seorang playboy dan membantu mereka mendapatkan pendamping hidup yang mereka sebut bidadari surga.
Ternyata untuk menjadi pria yang baik sangat sulit, mereka menjalani berbagai cobaan untuk mendapatkan bidadari surga mereka. Mungkin itu hukuman atas perbuatan mereka selama ini.
Akankah mereka berhasil insaf menjadi seorang playboy dan mendapatkan bidadari surga mereka atau mereka akan kembali pada hobby lama mereka sebagai seorang playboy?
Silahkan ikuti kisah selanjutnya. Tapi sebelum membaca silahkan pilih menu favorit dan jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya ya untuk mendukung novel ini.
Terimakasih....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sembilanbelas
Tibalah hari minggu. Romi dan Aril sudah sampai di apartemen Riko. Karena rumah Riko yang paling dekat dari rumah Refan jadi mereka memutuskan untuk berkumpul di apartemen Riko setelah itu baru bareng - bareng ke rumah Refan.
Romi dan Aril duduk di sofa ruang TV sambil menunggu Riko bersiap.
"Oh Riko lama amat siapnya udah seperti perempuan" gumam Romi kesal.
"Sabar bro, masih banyak waktu. Rumah Refan kan dekat dari sini" ujar Aril menenangkan.
Sementara Riko di dalam kamarnya sedang melaksanakan shalat maghrib. Dia sengaja tidak memberitahu ataupun mengajak teman - temannya karena takut nanti di bully oleh Romi dan Aril.
Dengan sangat tenang Riko mengerjakan tugasnya sebagai umat Islam. Shalat maghrib yang wajid dia lakukan setiap hari. Riko shalat dengan khusyuk, dan setelah selesai shalat tak lupa Riko melantunkan doa semoga Allah selalu menguatkannya untuk tetap berada di jalan Allah dan dijauhkan dari perbuatan dosa.
Setelah itu baru Riko bersiap dan keluar dari kamarnya. Riko melihat wajah kesal Romi, pasti karena mereka kelamaan menunggunya.
"Sorry bro nunggu lama, aku mandi dulu tadi" ungkap Riko.
"Kamu mandi udah ngalah - ngalahin cewek" protes Romi.
Riko hanya tersenyum menanggapi protesnya Romi.
"Ya sudah yuk kita berangkat" ajak Aril.
"Come on... " sambut Riko.
Riko, Aril dan Romi keluar dari apartemen Riko menuju basement. Kemudian mereka naik ke dalam mobil Aril. Mobil meluncur menuju rumah Refan.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di rumah Refan dan ternyata sahabat mereka uang lain yaitu Bagus sudah lebih dahulu sampai dari mereka.
Riko menekan tombol bel rumah Refan.
Ting.. Tong...
Tak lama kemudian pintu rumah dibuka oleh Refan.
"Assalamu'alaikum" sapa Riko.
"Tumben santun" ledek Refan.
"Salam itu wajib di jawab" ujar Riko.
"Wa'alaikumsalam.. Masuk..." balas Refan.
Refan mengakak mereka masuk ke dan rumah dan langsung menuju ruang keluarga. Riko melihat Kinan istrinya Refan sedang asik mengobrol dengan Ayu istrinya Bagus sambil menggendong putrinya Almarhum Renita.
"Nan kenalin nih teman - teman aku Romi, Arik dan Riko" ucap Refan ketika mereka bertiga masuk ke dalam rumah.
"Salam kenal Mas, maaf mungkin kemarin pas acara syukuran gak sempat menyapa" sambut Kinan.
"Gak apa, waktu acara syukuran pernikahan kalian kan banyak tamu dan keluarga yang lain. Kami mengerti kok" balas Aril.
"Yuk Mas ajak makan aja langsung, nanti kemalaman" ajak Kinan.
"Iya Nan. Yuk langsung makan aja kita" Refan mengajak teman - temannya makan.
Mereka duduk di meja makan.
"Katanya Kinan ini pinter masak lho" ujar Aril.
"Oh ya, semua hidangan ini kamu yang masakan Nan?" tanya Ayu antusias.
"Kamu kok tau Ril, waaah jangan - jangan kamu mata - mata ya" goda Bagus.
"Kemarin Refan cerita lho Nan dia muji - muji masakan kamu enak katanya" jawab Aril.
Refan tersenyum sambil melirik ke arah istrinya. Kinan menanggapinya dengan senyum lebarnya.
Mereka mulai makan malam.
"Ih ada petai? Enak sekali ini?" ujar Riko.
"Iya di sambel pakai sambel hati dan kentang seperti ini aku suka sekali" sambut Romi.
"Apalagi jadi lalapan bro pakai sambel terasi wuiiih enak banget" ujar Aril.
Refan melirik kearah Kinan lagi, Kinan masih tersenyum mendengar kata - kata teman - temannya.
Gak nyangka aku semuanya pada suka padahal aku yang protes kemarin waktu di pasar.
"Mas Refan takut kalian gak suka, kemarin dia ngelarang aku beli ini" ujar Kinan.
"Aku kira mereka gak suka soalnya aku juga gak suka" sambut Refan.
"Makanya Fan dimakan biar kamu tau rasanya gimana" ujar Bagus.
"Enak banget masakan kamu Nan, benar ternyata apa yang dikatakan Refan" puji Aril.
"Alhamdulillah kalau semuanya suka" jawab Kinan ramah.
Refan mulai menyicipi sambel hati pakai petai.
"Nanti malam kalau mau ***** Kinan jangan lupa gosok gigi dulu ya Fan" sindir Riko.
"Hahaha iya... soalnya perdana bro makan petai" goda Aril.
Refan hanya tersenyum malu. Malam ini Refan bangga sekali mempunyai istri seperti Kinan. Semua masakan Kinan malam ini memang enak - enak. Apalagi sambel petai ini.
Setelah selesai makan Kinan dan Ayu ngobrol di ruang keluarga. Sedangkan para lelaki ngobrol di teras samping rumah sambil merokok.
Tak lama kemudian Kinan membawa dua piring yang berisikan cake marmer yang dia buat tadi siang. Kinan meletakkan satu piring di meja ruang keluarga dan satu piring lagi dia antar ke teras samping tempat para lelaki sedang santai ngobrol.
"Di makan Mas?" ujar Kinan mempersilahkan.
"Kamu buat cake ini?" tanya Refan terkejut
"Iya, kemarin kan kamu gak ke bagian pas acara di rumahnya Mama. Jadi aku buat sekalian untuk menyambut teman - teman kamu" jawab Kinan lembut.
Semua teman - teman Refan memperhatikan gerak - gerik Kinan dan Refan.
"Yuk dimakan cakenya. Kata Mamaku enak, aku juga belum pernah coba cake buatan Kinan ini" perintah Refan kepada teman - temannya.
Kinan kembali ke ruang keluarga duduk dan ngobrol bersama Ayu istrinya Bagus.
Refan dan teman - temannya mulai menyicipi cake buatan Kinan.
"Mmm... benar Fan cakenya enak" puji Riko.
"Dimana sih bisa dapat istri seperti Kinan itu lagi. Aku mau donk menikah kalau dapat istrinya seperti Kinan" timpa Aril.
"Halaaaah... dulu waktu di acara syukuran Kinan kamu sempat ledekin Refan bilang kalau pakaian Kinan kayak ibu - ibu pengajian" sindir Romi.
"Yah melihat hidup Refan berubah drastis seperti ini membuatku sadar wanita - wanita sexy di luar sana hanya bisa bersolek saja tapi gak bisa mengurus kita di rumah" jawab Aril.
"Siapa bilang istriku tidak sexy?" tanya Refan sambil tersenyum.
"Jadi dibalik pakaiannya itu ternyata Kinan sexy ya Fan?" tanya Aril.
"Itu rahasia perusahaan donk" balas Refan bangga.
"Waaah pantesan dia jadi bucin gini. Gak lihat apa dari tadi dia dikit - dikit lirik istrinya dan senyum - senyum sendiri. Buat aku iri dan pengen nikah" sambut Riko.
Refan semakin bangga kepada Kinan mendengar ucapan para sahabatnya. Riko dan sahabatnya yang lain bisa melihat kalau Refan sudah bahagia sekarang. Tidak tampak lagi kesedihan di wajahnya seperti saat Renita meninggal dunia.
"Jadi apa yang membuat kamu jatuh cinta pada Kinan secepat ini?" tanya Riko.
"Kata Refan Kinan selalu buat ketagihan di ranjang" goda Aril.
"Hus.. kami Ril" potong Bagus.
Refan tersenyum..
"Salah satunya itu, aku gak tau apakah itu penyebab utama atau karena memang pesonanya yang membuat aku seperti itu" jawab Refan.
"What's??? Renita kalah bro?" ujar Romi.
"Dia sederhana tapi dia tau apa yang aku butuhkan. Kalian tau, kalau di rumah aku selalu diperlakukan seperti raja. Di suguhi makanan, di urus semua kebutuhanku, dilayani dengan senyuman dan tidak pernah aku dengar keluhan. Walau aku mempekerjakan dua asisten rumah tangga tapi dia melakukan semua yang bisa dia lakukan. Dia mengurus anak - anak, dia memasak dan mengurus aku" ungkap Refan.
"Ayu saja kalau pulang kantor selalu kecapean dan istirahat" ujar Bagus.
"Apalagi Renita dulu. Malah aku yang selalu ingatkan dia ini itu dan memanjakannya. Tapi Kinan berbeda, dia yang memanjakanku di rumah" ungkap Refan.
"Aku mau deh istri seperti Kinan Fan" sambut Riko.
"Enak aja kamu" balas Refan.
"Kamu jangan ceritain kelebihan Kinan sama mereka ini Fan bahaya. Soalnya mereka masih single" ujar Bagus.
"Kalian cari sendiri sono istri kalian jangan ganggu istriku. Kalau mau seperti aku dapat istri perhatian kalian hentikan kebiasaan kalian gonta ganti pacar. Saran aku ganti selera aja jangan yang kebuka mending cari yang tertutup. Toh nanti juga kebuka sendiri untuk kalian dan tidak akan bisa di lihat orang lain. Hanya kalian sendiri yang bisa melihatnya sampai puas" nasehat Refan.
"Uh udah bisa jadi ustad kamu pinter kasih nasehat. Siapa dulu coba yang bangga banget bisa dapatin Renita sejak kalian pacaran trus akhirnya menikah?" sindir Romi.
"Aku sadar sekarang setelah aku merasakan dua hal yang berbeda. Antara Renita dan Kinan jauh berbeda. Kalau orang melihat aku dengan Renita memang semua berpikir kalau aku adalah pria paling bahagia bisa menikahinya tapi kalau aku bersama Kinan aku sendiri yang merasakan kalau aku bahagia. Kalian pilih yang mana, perkataan orang atau kata hati kalian?" tanya Refan.
"Ya jelas kata hatilah. Kalau orang mah hanya tau luarnya saja" sambut Riko.
"Nah itu dia jawabanku" balas Refan.
Yah kamu benar Fan, Kinan dan Renita sangat jauh berbeda. Aku yang selalu ada di dekat kalian, aku tau bagaimana Renita memperlakukan kamu. Saat tadi aku memperhatikan bagaimana Kinan memperlakukan kamu, aku sudah bisa menilai dia memang wanita yang baik.
Aku bahagia melihat kamu bahagia Fan. Kali ini aku akan menjaga hatiku, cukup aku mencintai Renita kamu. Aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama menyukai Kinan juga. Kinan wanita yang baik memang pantas untuk kamu. Batin Riko.
.
.
BERSAMBUNG
gua rasa hana cm mo anaknya d urus riko dh makanya nitip anak nya 2hr gua rasa gak bakalan balik2 lg...