NovelToon NovelToon
The Second Life

The Second Life

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Time Travel / Mengubah Takdir / Mengubah sejarah / Tamat
Popularitas:909.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nojaelin

Charlotte Mikaela Vanhoiren, yang ditetapkan sebagai Ratu dari Kaisar Vanhoiren ke-XX, dieksekusi gantung oleh Kaisar yang adalah suaminya sendiri dan dicap sebagai pengkhianat.

Saat berpikir tidak ada lagi kesempatan bagi Charlotte untuk membalaskan dendamnya, dia malah kembali ke saat di mana dia belum menjadi seorang Ratu.

Season 2:

Setelah Charlotte berhasil naik takhta menjadi seorang Kaisarina Vanhoiren I, Charlotte pun memulai rencananya untuk menyatukan keempat wilayah, termasuk Vanhoiren.

Selain itu, Charlotte juga harus mencari cara untuk menyatukan hubungannya bersama dengan Lucas. Berhasilkah Charlotte menggapai rencananya? Apakah Charlotte dan Lucas bisa bersama?

Rilis : Dua hari sekali (Sesuai kondisi author)

Cerita original Nojaelin
Cover The Second Life hanyalah visualisasi dan bukan milik Nojaelin

Kata per Chapter (kecuali Prolog dan Epilog) : 1000 - 1

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nojaelin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

XVIII - Festival Bunga (II)

“Apa kau menyukainya?” tanya Lucas.

Aku mengangguk. “Sangat.”

“Selama ini aku selalu melakukan hal ini sendirian. Ayahku dan para pengawal sampai kesulitan menangkapku karena selalu melarikan diri,” kata Lucas. “Banyak sekali hal baru yang aku lakukan di luar dari kehidupan istana. Kapan-kapan aku akan mengajakmu pergi.”

“Benarkah?” tanyaku memastikan.

“Tentu saja!” seru Lucas. “Tapi tahu tidak hal yang membuatku penasaran?”

“Apa itu?” Aku sedikit penasaran.

Lucas tersenyum jahil. “Wajah si b*jingan ketika tahu kau menghilang dari pestanya sendiri.”

Aku tertawa karena Lucas memperlihatkan ekspresi lucu di hadapanku. “Lucas, sudah kubilang jangan bicara seperti itu.”

“Tenanglah, tidak ada yang akan mendengar kita di sini,” kata Lucas acuh. “Kita bisa membicarakan segalanya di sini karena ini adalah tempat persembunyianku.”

Duar!

Kembang api besar muncul di udara. Aku mengalihkan pandanganku ke kembang api yang mulai muncul satu persatu. Meledak dengan warna-warni yang cantik lalu menghilang tanpa bekas. Ada perasaan sedih saat kulihat kembang api tersebut.

“Mengingatkan tentang dirimu di masa lalu?” tanya Lucas tanpa memandangku. Genggamannya semakin mengerat. “Sudah kubilang jangan khawatir. Karena aku ada di sini.”

“Ya, kau benar,” kataku.

Kembang api bagaikan aku di masa lalu. Hilang tanpa bekas dan terlihat menyedihkan. Apakah aku yang sekarang sudah lebih baik dari aku yang dulu? Bagaimana aku bisa menyimpulkan hal ini jika ujung-ujungnya aku masih bergantung pada orang lain?

“Kau terlalu terpaku pada pikiranmu sendiri,” celetuk Lucas. “Kalau belum dicoba ... kau tidak akan tahu hasilnya akan seperti apa.”

Aku hanya diam. Lucas membuka jasnya dan memakaikannya padaku. Sepertinya pipiku memerah. “Terima kasih.”

Lucas mengangguk. “Aku tidak ingin wanitaku sakit karena kubiarkan kedinginan.”

“Wanitaku?”

“Bukan?” tanya Lucas balik.

Aku tertawa bertepatan dengan berakhirnya kembang api.

“Ayo, kuantar pulang,” kata Lucas.

“Iya.”

Sudah hampir tengah malam aku sampai di kediaman Winston. Tepatnya di dalam ruang kerjaku sendiri. Isla menghampiriku begitu aku muncul dari ruangan bawah tanah bersama Lucas. Raut wajahnya tidak mengenakkan.

“Oh, ya ampun. Kenapa Nona Charlotte malah melarikan diri sendiri bersama Yang Mulia?!” seru Isla. “Aku kan juga ingin kabur.”

“Kenapa tidak kau lakukan?” tanya Lucas.

“Ayah Nona Charlotte menangkapku duluan saat lampu menyala. Putra Mahkota Vanhoiren dan Ayah Nona Charlotte mencari keberadaan Nona. Daritadi aku memberikan alasan palsu pada mereka semua,” aku Isla.

“Terima kasih, Isla,” kataku padanya.

Isla menghela napas. “Saat Nona pergi, Selir yang waktu itu muncul di dalam ballroom. Saat dekat-dekat dengannya aku rasanya ingin muntah.”

“Si pengguna sihir kegelapan?” tanya Lucas.

Aku dan Isla mengangguk.

“Pengumuman tentang pernikahan Nona dengan Putra Mahkota ditunda karena menghilangnya Nona saat itu,” kata Isla.

Lucas tersenyum puas.

“Dia bahkan belum mendengar jawabanku,” gumamku. “Karena Festival Bunga telah berakhir, sekarang aku hanya ingin fokus pada pekerjaan rumah.”

Lucas mengusap kepalaku. “Jangan terlalu memaksakan dirimu.”

“Tentu, Lucas. Kau juga. Jangan terlalu banyak berkeliaran keluar istana dan membuat masalah. Pikirkan masa depan Avnevous yang nantinya akan ada di tanganmu tidak lama lagi,” tegurku pada Lucas.

Lucas mengangguk dan berpamitan. Dia kembali pergi dan meninggalkanku berduaan dengan Isla. Aku memilih mengendap-endap pergi ke kamarku untuk beristirahat. Hari ini adalah hari yang panjang sekaligus mengasyikan. Aku sangat berterima kasih pada Lucas yang sudah memberikanku pengalaman baru dan juga Isla yang melindungiku dari Ayah dan Idris. Serta Ava, yang selalu mengomeli Lucas.

***

Pagi hari, kekacauan yang baru.

Surat resmi dari Kekaisaran datang kepadaku pagi-pagi buta. Dan isi surat itu mengatakan bahwa aku ditunjuk sebagai pasangan Idris dalam Hari Pemburuan yang akan diadakan tiga hari setelah Festival Bunga. Itu artinya, besok lusa aku harus ikut andil dalam Hari Pemburuan.

Dulu aku tidak ikut pada perayaan ini karena Idris tidak se-agresif sekarang. Hari Pemburuan adalah hari di mana para bangsawan akan bertanding mendapatkan buruan terbaik. Buruan tersebut nantinya akan dibagikan kepada rakyat sebagai bentuk rasa kasih seperti yang diajarkan oleh Dewi Kebajikan. Para pemburu akan ditemani pasangannya dan mereka haruslah berburu bersama.

Ayah sepertinya tidak mempermasalahkan lagi ketidakhadiranku yang tiba-tiba tadi malam karena panik membaca surat yang diberikan Idris.

“Nona Charlotte sudah terampil berpedang, Tuan,” ucap Jayden menenangkan Ayah. Kami sekarang berada di ruang keluarga menikmati teh melati yang kubuat sendiri bersama Jayden. Isla dan Layla berdiri di belakang kami. Ikut mendengarkan juga.

Ayah menatapku. “Tapi tetap saja hutan adalah tempat yang berbahaya,” ucap Ayah gelisah. “Saat peperangan dahulu pun, banyak prajurit gugur karena makhluk panggilan penyihir jahat di Avnevous.”

Kupikir yang Ayah maksud adalah Ava.

“Apakah Ayah meragukan kemampuanku dan juga Yang Mulia Putra Mahkota?” tanyaku bercanda.

“Tidak, bukan begitu,” kata Ayah.

“Tenang saja, Ayah. Aku akan dilindungi oleh Yang Mulia. Ayah tidak perlu khawatir,” ucapku sekenanya. Aku tidak bisa tenang apabila Ayah terus-menerus khawatir.

“Nona Charlotte, selain surat dari Kekaisaran, ada juga surat yang dikirimkan Grand Duchess,” ucap Layla yang kemudian menyodorkan surat dengan segel keluarga Dominic.

Aku mengambil surat dari tangan Layla dan membacanya dengan perlahan. Malam ini akan diadakan pertemuan Pergaulan Atas di kediaman Grand Duchess dan aku diundang. Mungkin saja mereka ingin membahas tentang Hari Pemburuan.

“Siapkan gaun pilihanmu, Layla,” pintaku pada Layla.

Layla menunduk. “Baik, Nona Charlotte,” ucap Layla.

“Isla, ikutlah dengan Layla.” Isla mengangguk dan mengikuti Layla keluar dari ruangan.

“Apakah itu undangan Pergaulan Atas?” tanya Ayah.

Aku mengangguk. “Benar, Ayah. Grand Duchess mengundangku untuk hadir. Mungkin dia mengenalku karena menangani perencanaan Festival Bunga.”

“Begitu, ya. Apakah kau ingin Jayden menemanimu?” tanya Ayah padaku.

“Aku akan mengajak Isla pergi bersamaku. Dia harus banyak mengenal bangsawan yang lain agar tidak melakukan kesalahan ke depannya.” Tentu saja itu hanya alasan agar Isla tetap bersamaku. “Bagaimana dengan bisnis Ayah yang sudah mulai memasuki wilayah Naorikan?”

“Semuanya baik. Yang lebih penting, bagaimana hubunganmu dengan Yang Mulia Putra Mahkota?” Sejauh apa pun aku ingin lari dari topik pembahasan yang tidak membuatku nyaman, Ayah selalu bisa menemukan celah.

“Hubungan apa, Ayah?” tanyaku balik.

“Ayah pikir kalian sudah memutuskan untuk bertunangan ...”

“Tidak. Uhm, maksudku, belum ...” Aku menyesap tehku dan meletakkannya kembali ke meja. Aku tidak bisa menyembunyikan rasa gugupku. “Apakah Ayah berharap jika aku naik takhta bersama Yang Mulia?”

Ayah menggeleng. “Ayah hanya ingin kau bahagia,” katanya. Tidak, tentu saja aku tidak akan bahagia bersama dengan Idris.

“Tidak perlu khawatir soal itu, Ayah. Yang Mulia akan segera mengumumkannya setelah Hari Pemburuan berakhir,” ucapku dengan rasa keraguan.

1
@Biru791
yah hiatus
Ni Ketut Patmiari
ceritanya bagus, sayang like nya dikit
Ni Ketut Patmiari
ayok tetap kuat ratu.... singkirkan semua penjahat
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Auriliya Mawadah
semangatku ada di like eps mu Thorrr. mangattt
Auriliya Mawadah
Masya Allahhh
Sulati Cus
oh apakah di king jg di hidupkan kembali
Sulati Cus
ibu Ratu terlalu pede keknya😂tanpa jd ratu dr anakmu, Charlotte udah calon ratu negeri lain
Sulati Cus
oh y ampun narzis nya kambuh
Sulati Cus
pasti si rambut cabe merah😂
Sulati Cus
kyknya rose klan penyihir
Dewi
Masih penasaran siapa yang memberi pengulangan waktu kepada Charlotte, apa mungkin perwujudan dari Hawa, atau mungkin saja Dewi
Dewi
Kayaknya ada yang memberi tuduhan palsu, direkayasa seakan nyata
est
kayaknya rose anak selir tu dech yg punya ilmu hitam utk nguasai kerajaan
est
yg punya ilmu hitam jangan2 rose krn katanya perempuan
est
apa bisa ndak usah menikah ma idris ndak rela
Linda Lie
Sangat ditunggu lanjutannya thor.. Semangat
Linda Lie
kok Idris matinya enak2 aja ya
Linda Lie
Kapan sih Idris dicampakan sm Charlotte,, udh jijik bgt liat raja sialan itu
Linda Lie
Kaisar sialan, jalang trs yg diurusin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!