NovelToon NovelToon
Key And Bian

Key And Bian

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:12.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: LaSheira

Selamat Membaca kisah Key And Bian 💖💖

Takdir masa lalu Presdir Adiguna Group dan seorang model bernama Jesika, telah membuat sebuah benang kusut untuk kehidupan anak-anak mereka.

Key dan Bian dua manusia yang mengenal arti cinta dengan cara berbeda. Semua terasa sederhana jikalau itu hanya tentang rasa mereka berdua. Tentang cinta berbeda status, tentang orang ketiga. Namun takdir masa lalu orangtua telah menyeret mereka dalam hubungan rumit tentang penghianatan, tentang ibu yang tersakiti, tentang kebencian yang diwariskan.


Dan bagaimana kalau takdir masa lalu itu memunculkan seseorang, anak yang tak diketahui. Dari situlah rumitnya takdir masa lalu itu akan terurai.

Akankan cinta Key dan Bian bersatu menuju perayaan?

Akan ada banyak tawa dan bahagia, namun juga akan ada airmata.

selamat membaca 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaSheira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan Yang Terpendam

Basma  mempersiapkan bahan-bahan somai. Mencuci daun

bawang, wortel, bawang putih, bawang merah, cabai, kacang tanah. Meletakan

bahan-bahan utama, seperti sagu, terigu, telur, serta beberapa jenis daging

yang ia keluarkan dari frezzer. Menunggu semuanya melunak dengan sendirinya.

Dia sudah akan mulai membuat pesanan untuk perayaan ulang tahun Grand Mall yang

ke 25.

 Setelah selesai melakukan persiapan, sambil

menunggu Key pulang membeli udang giling, dia bersantai sambil bermain dengan

ponsel barunya. Hp barunya jauh lebih cepat dari yang lama. Basma membuka akun

sosial medianya. Lalu membuka-buka page online shop yang menjual pakaian. Wah,

ada foto-foto pria tampan di sana yang bergaya bak super model. Ia tertawa

sendiri. “ Ternyata aku ganteng juga ya.” Dia lihat-lihat semua gambar.

Komentar-komentar, bukan hanya komentar tentang pakaian tapi yang bertanya

tentang dirinya juga banyak. Apa ini, idih, bukan tipeku. Katanya dalam hati

sinis, mengomentari sebuah foto yang menulis komentar aneh.

“ Assalamualaikum. Aku pulang.” Key

masuk membawa belanjaan.

“ Waalaikumsalam, gak dengar suara

mobilnya mbak.” Basma langsung bangun, menyambut tas belanjaan Key. “ Udangnya

dapat mba.”

Key mengacungkan jempolnya. “

Segar-segar tadi. Biarlah harganya lebih mahal dari biasanya. Mba, tidur

sebentar ya Bas lelah.”

“ Ia mba. Nanti masih kerja mba,

izin aja, minta kak Hamzah gantiin beberapa hari ini.”

“ Gak tau juga, dia kuliah atau

tidak. Lihat nanti aja. Mba ke kamar ya.”

“ Ia.” Basma melihat Key berjalan

menuju kamarnya. Tubuh mungil yang sekuat karang itu hilang setelah ia menutup

pintu. Basma meninggalkan bahan belanjaan, lalu ia mendekat, menempelkan

telinga ke pintu. Ingin mendengar suara dari bilik kamar Key. Tidak ada suara,

mungkinkah sudah tidur batinnya. Dia membuka pintu pelan, ternyata gadis

pekerja keras itu sudah terlelap sambil menenggelamkan wajahnya ke dalam bantal.

“ Pasti kamu lelah sekali mba.” Ia ingin mendekat, menyentuh wajah Key dan

menghadapkannya ke atas, namun karena takut terpergok seperti waktu itu akhirnya

ia mengurungkan niatnya. Memilih berjalan pelan, dan menutup pintu. Lalu ia

kembali ke dapur.

Basma memang masih berumur 16

tahun, ia masih duduk di bangku kelas satu SMU. Namun keahlian memasaknya sudah

terasah sejak kecil. Dari saat masih kecil  ia sudah membantu orang tuanya membuat roti. Mainannya adalah adonan

terigu. Ia sudah sangat tidak asing dengan semua itu. Saat Key pergi ikut

berkeliling mengantar roti dia memilih berada di rumah, ikut bermain-main

dengan tepung dan telur. Saat kedua orang tuanya meninggal dan mereka harus

tinggal bersama bibi Salsa di desa, dialah yang mendapat jatah memasak dan

menjaga anak-anak bibi. Basma tumbuh dewasa dengan cara yang berbeda dari Key.

Ia pandai mengurus rumah, memasak makanan, mencuci dan menyetrika pakaian,

sampai mengurus dua bocah kecil anak bibi Salsa.

Basma mengaduk ikan dengan air,

mencampurnya hingga rata, memasukan daun bawang,telur, garam, bawang putih dan

bawang merah yang sudah digoreng dan ditumbuk, kaldu bubuk, sedikit saus tiram,

minyak ikan, minyak wijen, gula. Semua sudah sesuai dengan takaran yang dia

hafal di luar kepala. Diaduknya rata campuran dasar somai itu. Beberapa potong

labu siam yang sudah dikukus dan dihaluskan, fungsinya untuk membuat somai tetap

lembut.  Lalu setelah tercampur rata ia

mulai memasukan terigu dan sagu, sedikit demi sedikit secara bergantian. Sampai

kedua tepung itu habis. Lalu mulailah dia memasukan adonan somai tadi ke dalam

kulit somai yang dibuat Key. Meletakan wortel yang sudah diparut kasar sebagai

toping diatasnya. Ia menyusun dengan rapi satu persatu ke dalam kukusan.

Teratur, ia membuat dengan hati-hati dan telaten. Setelah memastikan kukusan

sudah mendidih, ia mulai mengukus somai ikannya.  Lalu ia melanjutkan membuat adonan

selanjutnya. Komposisinya hampir sama, hanya ia sekarang menggunakan daging

udang dan ayam. Serta toping aneka macam, ada udang utuh, telur puyuh, beff,

dan juga sosis, serta yang menjadi primadona topping rumput laut.

Ia bangun, mengendurkan

saraf-sarafnya. Punggungnya terasa pegal. Mengeliat kekanan dan kekiri.

Diletakannya sendok. “ Jam berapa sekarang ya.”

“ Jam 3.”  Key tiba-tiba sudah ada di belakang Basma.

“ Ya ampun Mba, buat kaget saja.”

“ Hihi. Maaf.”

Key mendekat dan menyandarkan

wajahnya di bahu Basma, melihat adonan somai di baskom. “Wahh, Basma memang

yang paling hebat.” Lalu key menarik kursi duduk di sebelas adiknya. Dia

mengangkat tangannya, menunjukan kalau tangannya sudah steril. “Sudah cuci

tangan .” lalu ia mulai memasukan adonan somai kedalam kulit, memberi toping,

lalu memasukannya ke dalam kukusan.

“ Mba sudah pernah bertemu dengan

CEO Grand Mall?” Iseng bertanya.

“ Belum.” Bagaimana mungkin aku

bertemu dengan seseorang sepertinya.

“ Kak Bian kerja di mana, Mba Key

juga belum tahu sampai sekarang.”

Key menggeleng sambil cemberut. Dia pernah

bertanya, tapi tidak pernah keluar jawaban pasti dari Bian.

“ Dia pernah bilang kalau dia kerja

jadi humas,  berhubungan dengan

orang-orang di luar perusahaan.” Memasukan adonan dengan cepat. Basma bisa

membuat lima, Key baru satu. Jadi dia berusaha mengerakan tangannya lebih

cepat.

“ Aduh Mba, lipetnya ke kanan

kulitnya. Dorong pelan-pelan, biar mekar seperti bunga.”

“ Ia, ia.” Akhirnya memilih

memperlambat pekerjaannya tapi mendapat tampilan yang bagus.

“ Mba suka ya sama dia?”

“ Siapa?” Key kaget. Namun

bercampur perasaan malu. “ Teman, kita ini teman.”

“ Teman kok begitu, kemarin itu

yang bawa sekeranjang obat-obatan itu diakan. Sekarang juga yang selalu

mengantar Mba pulang dia kan?” Ntah kenapa perasaan Key jadi malu. Ia tersenyum

simpul sebentar. Buru-buru tersadar, kalau selama ini ikatan yang ada di antara

mereka ya hanya sebatas persahabatan saja, tidak lebih dan kurang.

“ Rumah dia di mana mba?” Tangan

Basma sangat cepat. Ia sangat mahir dan cekatan kalau urusan membentuk somai.

“ Tidak tahu.” Key mengangkat

bahunya.

“ Kerja di mana tidak tahu, rumahnya

di mana juga tidak tahu. Jadi yang kalian bicarakan kalau bertemu itu apa?”

“ Bicara tentang somai, bicara

tentang kamu, bicara tentang mimpi-mimpi Mba, banyak, tapi Mba gak kepikiran

buat nanya rumahnya di mana kalau sedang bersamanya.”

“ Mba jangan terlalu dekat sama

dia.” Ada nada tidak suka dalam bicara Basma. Dia berdiri, memeriksa kukusan.

Sudah matang. Lalu diangkatnya, uap panas mengepul saat ia membuka tutup

dandang. Aroma khas somai menyeruak. Dia mengangkat somai yang masih mentah.

Mulai mengukus lagi. Sambil menengok melihat jam dinding. Ia mencatat di kertas,

jam berapa. Anak itu memang cermat dan teliti.

“ Kenapa? Bas tidak suka.”

“ Tidak.” Sambil menyibukan diri

dengan adonan.

“ Lantas kenapa?”

“ Ya cuma perasaan saja, Mba juga

belum kenal dia lamakan.”

“ Dia orang baik kok, buktinya Kak

Anjas adalah orang baik. Mereka bertemankan.” Key mencari pembelaan, walaupun

pembelaannya terdengar tidak masuk akal.

“ Ya sudahlah, siap-siap sana, biar

aku yang selesaikan. Mba musti berangkat kan.”

“ Ah, ia. Mau mandi dulu ya.”

Key pergi meninggalkan Basma, yang

menyimpan perasaan berkecamuk. Rasa cemburu yang mengalir begitu saja. Saat

melihat wajah Key yang tersipu saat nama Bian disebut. Walaupun dia tidak

mengakuinya, namun samar, Basma paham. Bahwa ada segurat rasa suka yang

tertanam di hati key. Suatu hari mungkin akan tumbuh dan menjadi subur, jika

dipupuk oleh perjumpaan setiap hari. Dan ia tidak rela jika itu harus terjadi.

Wajah Bian melintas di kepalanya. Ah, tentu ia sangat timpang jika dibandingkan

dengan laki-laki itu. Dia jauh lebih tua umurnya dari Key. Dia sudah berkerja,

dia tampan. Aku juga tampan batin Basma kalau urusan ketampanan aku tidak kalah.

Ya, adik yang tampan. Akan tetap seperti itu bagi Key.

Key keluar dari kamar, sudah rapi.

Dia lalu membuat bekal makanan. Basma memperhatikan, Key membawa dua bekal

nasi. Dia masih belum bertanya. Namun ketika sudah dimasukan ke dalam wadah,

dia yakin, itu jelas-jelas porsi untuk dua orang.

“ Apa kalian juga makan malam

bersama.” Lali-lagi wajah merona itu muncul. Sambil tersenyum malu-malu Key

menganguk. Basma ingin bertanya lagi, namun ia merasa berat menahan cemburu.

Akhirnya dia diam. Meneruskan mencuci wadah dan peralatan dapur yang terpakai.

“ cukup hari ini, lanjut besok ya mbak.”

“ Ia, kamu istirahat juga. Makan ya

jangan lupa.”

“ Heem.”

“ Mba berangkat ya Bas.”

“ Ia, hati-hati dijalan.”

“ Oke.

Saat mendengar suara pintu depan

ditutup, Basma langsung menghentikan pekerjaannya. Ia lunglai dan terduduk. Menahan

semua perasaan yang tiba-tiba bermunculan. Wajah Key melintas. Kakak perempuan

yang selalu menjaganya selama ini, wanita setegar karang yang akan melakukan

apa pun untuk dirinya. Walaupun mereka sama-sama tahu, bahwa mereka tidak

terikat oleh pertalian darah. Bukan saudara jauh, hanya anak dari seorang

teman. Saat tahu kenyataannya dulu, bahwa ia bukanlah adik kandung Key. Basma

malah sungguh-sungguh sangat bersyukur, ia senang sekali. Sedari kecil ia memang

sangat dekat dengan Key. Perasaan sayang yang tumbuh di dadanya untuk Key,

semakin hari semakin besar. Terpupuk dengan sendirinya. Sampai ia meyakini sekarang,

bahwa perasaannya pada Key bukanlah hanya perasaan sayang seorang adik pada

kakak perempuannya. Namun jauh lebih komplek dari itu. Sebuah ikatan atas nama

perasaan laki-laki pada wanita. Ah, ia tersadar. Lalu mematikan kompor dan

membuka kukusan, membiarkan uap panasnya keluar.

 

“ Bu, memang Bas bukan anak Ibu

sama ayah ya?”

Wajah wanita itu terkejut. Ia

berhenti membentuk adonan roti. Menoleh ke arah empat karyawannya yang sedang

sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.

“ Bas, Basma itu anak ibu sama

ayah. Siapa yang bilang begitu?” tanya ibu lembut, walaupun masih terlihat

sangat khawatir. Dia berjalan ke kran air dan mencuci tangan. Lalu memeluk Basma.

“ Basma tidak sedih kok Bu,

walaupun Bas bukan anak kandung Ibu, tapi Bas sangat bersyukur jadi anak Ibu.”

Ibu muda itu mencium kening Basma.

“ Kami sayang sama Bas, mba Key sama Basma adalah anak  Ibu semua.”

“  Bas tidak sedih. Ibu jangan khawatir.”

Basma mengusap wajahnya, teringat

percakapan yang pernah terjadi antara ia dan ibunya. “ Bas, tidak pernah sedih

Bu. Bas malah bahagia, karena ternyata Bas tidak punya ikatan darah dengan mba

Key. Ah, tapi mungkin aku tetap harus menyimpan semuanya sendiri. Bagaimanapun,

semuanya pasti akan canggung kalau sampai mba Key tahu aku menyukainnya.”

Bersambung......

Dicoba ya resep somainya ^_^

1
Nurma Sadiah
cie yang seneng di posesif🤣
Abizar Alfarizki
hadeeh bian 🫩
Nurma Sadiah
wow ternyata bian dan basma adik kakak😄
Nurma Sadiah
mau bakso🤤 apalagi makannya bareng orang kaya bian
Septi Msi Yogyakarta
halo kak author
aku rindu dgn krya2 mu
Nurma Sadiah
amanda sama anjas aja, cocok👍
Nurma Sadiah
ih sakit banget sih klo jadi manda/Sob/
Nurma Sadiah
happy ending😍
Mahendra Sari Anwar
kak,,ko blm ada lg cerita yg baru?
aku selalu tgu lohhh cerita nya🔥🔥🫶
love love love berkobon² nanas kan🫶
Mahendra Sari Anwar
maui lagiii🔥🫶
Maryam Husain
luar biasa
Putriani
izin mampir yah😍
☠Arin_
aku suka final ending yg bahagia gini
☠Arin_
the end🙏
☠Arin_
waaaah mau pamer🤣🤣🤣
☠Arin_
Senengnya🤣🤣🤣
☠Arin_
Sedih aja
☠Arin_
plong
☠Arin_
wah kena deh🤣🤣🤣
☠Arin_
😭😭😭😭masih berlanjot
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!