NovelToon NovelToon
Cinta Separuh Masa

Cinta Separuh Masa

Status: tamat
Genre:Romansa
Popularitas:914.4k
Nilai: 5
Nama Author: riena

" Ken, maaf kan aku ! " ucap Jonathan

Kendra tersenyum mencibir.
" Selama aku belum menikah, jangan mimpi kau mendapatkan maafku, dan asal kau tahu, aku tidak gampang menyukai seseorang dan selama aku belum memaafkanmu, kebahagiaan yang kau punya akan kosong dan rapuh seperti cangkang, camkan itu ! " pada kata terakhir, Kendra menunjuk dada Jonathan dengan ujung telunjuknya.

Ig.rii.ena

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Lengkap sudah penderitaan ku

Adnan sudah pulang ke asrama, ya rumah Orang tuanya yang sedikit jauh, dua jam perjalanan jika dia mau ke kantor buat apel pagi dan petang atau piket, membuatnya lebih memilih tinggal di asrama dari pada pulang ke rumah orang tuanya, kecuali akhir pekan baru Adnan pulang.

Jo dan Rai juga sudah kembali pulang, keduanya sedang istirahat di kamar, Ken masih menemani Ibunya menonton TV sebelum istirahat juga di siang hari yang terik ini

" Ken, suami teman ibu sudah kembali sehat, bisakah kita lanjutkan acara perkenalan yang tempo hari ibu bicarakan ? "

Ken tersentak, Ah....kenapa harus jadi ? kenapa ibu masih mengingatnya ? aku harus mengatakan apa ?

" Ken ? "

" Iya Bu, terserah ibu saja, kapan ? " Ken menjawab pasrah.

" Nanti malam, kita bertemu di Restoran Marisa, ibu sudah reservasi tempatnya, sekalian makan malam " jawab ibu Lastri lugas

Ini namanya bukan penawaran, tetapi pemberitahuan, kalau Adnan tahu aku bakalan di kenalkan, hallah....bahasa lain dijodohkan, apa dia tidak akan mentertawakan aku hingga sakit perut ? kaya'' tidak bisa mencari sendiri saja .

Ken hanya bisa mengeluh dalam hati

" Hanya kita berdua kan Bu ? " tanya Ken semakin tidak berdaya.

" Tidak, Jo dan Rai juga ikut, jika hanya kita berdua, kau nanti akan canggung "

Semakin lengkap sudah penderitaan ku, Jo bakalan mengejekku dalam hati.

" Terserah ibu saja " setelah mengatakan itu, Ken naik untuk kembali ke dalam kamarnya.

Tangannya meraih ponsel, mencari cari nama Niken dan ingin menghapus nomor kontak yang tadi disimpannya, tidak berguna, pikirnya, calon istri sudah hampir di perkenalkan, kalau sudah sampai tahap ini, tidak mungkin cuma berkenalan, dan ibu juga tidak pernah bermain main.

Jemari tangannya sudah akan menekan perintah hapus, tetapi Ken ragu, akhirnya tidak jadi, siapa tahu perempuan yang akan di perkenalkan padanya tidak mau pada Ken

Ketampanan dan profesi seseorang tidak menjamin orang lain akan langsung suka kan ? Ken mendesah berat, tersenyum getir pada nasibnya sendiri.

*

*

Ibu Lastri, Jo, Ken dan Rai datang sedikit terlambat setengah jam karena Ken berulah, dia seperti anak kecil yang nervous, percuma badan tegap dan tentara jika mau bertemu dengan calon istri saja harus bolak balik ke kamar mandi.

Bukannya apa apa, karena saat ini hatinya sedikit meragu, ia ingin mendekati temannya Rai, tetapi justru Ibunya melanjutkan perkenalan yang tertunda.

" Mas Ken gugup ya ? sampai harus bolak balik ke kamar mandi " goda Rai begitu melihat Ken yang sedang menuruni anak tangga.

" Tadi cuma salah makan kok, Rai " Ken berkilah, Rai memang tidak tahu dan tidak mau tahu perang dingin antara Jo dan Ken, jadi sebisanya ia bersikap netral.

" Oh ya ? seingat aku, Mbok Narti siang tadi cuma memasak sup ayamkan ? masa bisa sakit perut ? "

Ken cuma cemberut, Jo hanya diam mendengarkan godaan istrinya pada adiknya.

" Sudah Rai, dia sedang grogi " Ibu Lastri ikut menggoda.

Setengah.jam kemudian mereka sudah sampai di Restoran Marisa, dan langsung menuju ruangan yang sudah di reservasi atas nama ibu Lastri.

Terlihat satu keluarga sudah berkumpul di sana, ada pasangan suami istri seusia ibu Lastri, seorang wanita muda dan remaja pria sepertinya masih bersekolah di bangku SMU.

" Niken ? " sapa Raisa lupa dengan keadaan sekitar.

" Rai...kamu kok " Niken tidak bisa melanjutkan kata katanya, matanya membulat melihat Pria yang akan dikenalkan oleh ibunya, begitu juga dengan Ken, ia tidak kalah terkejutnya seperti Niken.

" Paman, kau..."

" Aku belum tua harus dipanggil Paman " sembur Ken.

" ekhem " Jo berdehem.

" Kalian sudah kenal ? " tanya ibu Lastri pada Rai ,Niken maupun Ken.

" Sudah Bu, Niken ini teman aku di kelas memasak, Mas Ken juga sudah tahu ketika Niken mencariku di rumah, hanya tidak tahu saja jika...." Rai menunjuk ke arah Ken dan Niken.

" Oh...ibu faham, ya sudah tidak perlu pakai acara perkenalan lagi ya, sudah pada kenal kan ? "

" Kalian buka Meja lain saja, biar kami para orang tua membicarakan hal hal yang perlu " usir Ibu Lastri halus.

Jo dan Rai lebih memilih tempat duduk di lesehan di bagian belakang resto, begitu juga dengan Ken dan Niken.

" Kau menerima perjodohan ini ? " tanya Ken sembari menunggu pesanan mereka datang.

" Paman sendiri ? "

" Kenapa kau hobi sekali pertanyaan di balas dengan tanya yang sama, tidakkah kau bisa langsung menjawab ? "

" Kenapa kau pemarah sekali Paman ? tidak takut kalau kau akan cepat menjadi tua ? "

" Kenapa harus takut, kan kau yang akan menikah dengan pria tua ini " Ken mencebikkan bibir bawahnya.

" Siapa yang mau menikah dengan mu ? "

" Kau tidak mau ? sana kau bilang dengan mereka ! " menunjuk ke arah ruangan dalam tempat ke tiga orang tua sudah membicarakan hal hal yang menyangkut kelanjutan rencana mereka untuk mempercepat proses pernikahan tanpa harus mengulur waktu, toch keduanya sama sama tidak terikat pada hal apa pun.

" Kenapa masih belum bergerak, kau tidak berani kan ? paling juga jika kau menghancurkan wajah wajah bahagia mereka dengan penolakanmu, ayahmu malu dengan tindakanmu lalu stress dan masuk rumah sakit, kau mau ? silahkan ! "

Niken tidak berani bergerak, semua yang dikatakan Ken benar adanya, Niken sebal dengan rasa percaya diri Ken yang terlalu tinggi, cara bicaranya juga sengak, benar benar membuat Niken kesal.

Melihat Niken yang diam saja, Ken tersenyum senang,

Makanan yang mereka pesan akhirnya datang, Niken makan dalam diam, Ken juga tidak banyak bicara,

Ken berniat untuk cepat menikah, agar bayang bayang Rai segera pergi dari hatinya, jika ada wanita yang lain disampingnya, dia pasti tidak terus memikirkan Rai.

Rai yang selalu menyapa dan berkata seperti sebelum dia menikah dengan Jo, membuat Ken serba salah, Rai tidak salah karena Rai tidak pernah tahu isi hatinya, tetapi tatapan cemburu yang Jo perlihatkan, membuat Ken tidak enak hati pada Jo, apalagi sikap Jo terhadapnya belum sepenuhnya mencair.

Acara pertemuan akhirnya selesai, kesepakatan sudah dibuat jika seminggu lagi akan diadakan lamaran sekaligus menentukan tanggal pernikahan, Ken tidak keberatan, ia hanya mengikuti apa yang sudah di putuskan, begitu juga dengan Niken, ia tidak berani membantah mengingat penyakit ayahnya, walaupun sejujurnya Niken tidak menyukai Ken yang sedikit kasar.

" Akhirnya rumah semakin ramai sebentar lagi ya Bu, aku jadi punya temen yang sudah menjadi temanku " Rai berkata pelan kepada ibu mertuanya yang duduk disebelahnya di kursi penumpang.

Ibu hanya mengangguk

" Bagaimana Rai ? sudah ada calon cucu ibu disini ? " Ibu Lastri menempelkan telapak tangannya ke perut Raisa.

" Belum tahu Bu "

" Haidmu masih sering telat "

Rai mengangguk.

" Besok pagi kita test ya ! coba lihat denyut nadimu ! " Ibu Lastri memeriksa denyut nadi Raisa lalu tersenyum.

" Bagaimana Bu ? " tanya Rai antusias.

Ken dan Jo mendengarkan pembicaraan keduanya dengan diam, dada Jo berdebar menanti jawaban dari ibunya, Ken merasa kecut hatinya tetapi dia berusaha tidak memperlihatkannya.

" Sepertinya, tetapi Ibu masih belum yakin " Ibu Lastri tersenyum ada binar bahagia di senyumnya.

" Bang " Rai hampir menangis.

Jo meminta Rai mendekati kursi kemudi lalu memberikan usapan lembut di kepala Raisa, Ken menahan napasnya.

*

*

*

🌾🌾🌾🌾🌾

1
Mini Amora
novelmu tuhhh yaa thor
baru awal bab aja udah terasa bedanya... 👍👍👍
Syam
kak riie novelnya selalu keren dan aku suka ceritanya/Heart//Heart//Heart/
Ran Aulia
Luar biasa, ceritanya bagus, romantic comedy😍😍😍😍😍😍

terimakasih ya kak ❤️❤️❤️❤️
Onin Ajah
ken marah sama semuannya
Onin Ajah
kasian juga raisa
Onin Ajah
ceritanya bagus banget
Onin Ajah
mampir thor
pipi gemoy
keduluan baca yg ini Thor 😂
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂😂👏🏼🙏🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
pipi gemoy
selamat Ken👏🏼
pipi gemoy
jodoh nga kemana ya Ken 😂👍🏼🌹
pipi gemoy
mantul Ken😂😂😂😂😂👍🏼🌹
pipi gemoy
hadir Thor
setelah baca mengejar cinta suamiku & menikah dengan sahabat
Saftanierni Erni
Luar biasa
Mryn
😍😍😍
Mryn
ckckckck
Mryn
😍😍😍
Mryn
🤔🤔🤔
Mryn
😍😍😍
sri dartuti
keren ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!