NovelToon NovelToon
Hari Aku Memilih Untuk Menghilang

Hari Aku Memilih Untuk Menghilang

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Clarissa19

lelah, satu kata yang mewakili keadaan yang Rania rasakan saat ini. sudah 3 tahun pernikahan nya dan kevin berjalan. namun tidak sehari pun Kevin menganggap Rania sebagai istrinya.
" kapan kamu berhenti berselingkuh? dan menganggap aku sebagai istri mu?" tanya Rania dengan suara pelan dan nada lelah.
" saat kau mati" jawab Kevin dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 18_ alendra demam

" kalian percaya aku kayak gitu?" tanya Haruna.

" bukan masalah percaya atau nggak, tapi buktinya ada. kamu ketemuan sama kai, bahkan ponsel kai ada di tangan mu. dan lagi kalian maka siang berdua sampai kai membukakan pintu untuk mu. Romantis banget ya" ujar Alaska.

Haruna menatap kecewa pada Alaska. Segampang itu Alaska percaya pada rumor itu? Padahal mereka sudah dekat selama bertahun-tahun. tapi dengan mudahnya dia menyimpulkan jika dia adalah wanita seperti itu?

" kamu bisa dengan mudah percaya sama rumor itu?" tanya Haruna tidak menyangka.

Rasanya sakit banget. Orang yang paling kamu percaya malah menuduh mu dengan hal yang tidak pernah kamu lakukan. bahkan tanda sadar air matanya menetes keluar begitu saja tanpa suara isakan.

Alaska terpaku melihat reaksi Haruna. Haruna menangis? Dia telah membuat gadis itu menangis?

" maksud ku bukan gitu, aku tidak percaya pada rumor itu. mungkin kamu memang bukan perusak hubungan mereka. Tapi... kenyataan kalian memang sedekat itu" jelas Alaska.

Haruna memalingkan wajahnya, menghapus air mata yang keluar tanpa izinnya. Dia menatap langit langit ruangan gizel berusaha menghentikan air matanya yang ingin keluar.

jangan kan untuk membela diri nya, untuk mengeluarkan suara saja Haruna sudah tidak sanggup. Tenggorokan nya kering dan tercekat. Jika dia membuka suara maka suara isakan nya akan ikut keluar.

" kamu dengerin penjelasan Haruna dulu, dia pasti punya alasan untuk itu" ujar gizel.

" Apapun alasannya tidak menutupi kenyataan bahwa mereka dekat, mereka makan siang berdua dan ponsel kai ada padanya" ujar Alaska.

Ponsel adalah barang pribadi yang tidak mungkin kita serahkan pada orang asing kan? Kita pasti akan memberikan nya pada orang yang sudah dekat dan yang kita percayai. Itu artinya mereka memang sudah sedekat itu.

" kai nitip ponselnya saat kita nonton bioskop waktu itu, aku saksinya. Kai yang memintanya dan Haruna hanya membantu" ujar Luna ikut angkat suara.

" jangan karena kalian sesama wanita, kalian membela dia" ujar Alaska merasa kecewa pada kedua temannya yang memilih membela Haruna. padahal jelas jelas Haruna yang salah.

" itu memang benar, kai menitipkan ponselnya di tas ku saat kita nonton bioskop. Aku lupa mengembalikan nya karena kita pulang beda mobil. Dia datang ke kantor ku untuk mengambil ponselnya. dan sebagainya tanda terima kasih, dia mentraktir ku makan siang. Karena dia ingin kembali ke Jepang dan kita nggak mungkin akan bertemu lagi "ujar Haruna menjelaskan dengan suara bergetar karena menahan tangisannya.

Haruna sudah menjelaskan nya dengan susah payah. Dia menceritakan yang sebenarnya terjadi. Dan jika Alaska masih tetap tidak percaya, maka terserah pada Alaska saja. Haruna bukan tipe orang yang ingin semua orang percaya padanya.

" kenapa kamu tidak menceritakan nya pada ku? " tanya Alaska

" itu bukan hal penting yang harus di ceritakan. dia hanya menitipkan ponselnya pada ku, apa yang salah? lalu kita makan siang sebentar sebagai tanda terimakasih nya. Apa itu salah?" tanya Haruna

hanya sekedar makan siang biasa. Apa masalah itu harus di besar besarkan? Menurut Haruna itu tidak penting.

" tidak penting? Kamu bersama cowok lain , dan kamu bilang itu tidak penting?" ujar Alaska kecewa. Baginya itu sangat penting. Apapun tentang Haruna baginya semuanya penting.

" terserah kamu kak, aku capek. Jika menurut mu itu salah ya sudah. lagian kita tidak memiliki hubungan apapun" ujar Haruna lelah.

Tidak punya hubungan apapun? Alaska tersenyum kecut. Jadi selama ini hanya dia yang merasa hubungan mereka lebih dari teman? Oke! Mulai sekarang mereka tidak ada hubungan apapun. Cinta bertepuk sebelah tangan memang sakit.

" oke, aku pergi dulu" pamit Alaska lalu pergi bersama rasa kecewanya.

Begitu Alaska pergi, tangisan Haruna pecah. Luna memeluk gadis itu berusaha untuk menenangkan Haruna.

" kamu tidak seharusnya berkata seperti itu na" ujar gizel merasa haruna sudah kelewatan. gizel adalah saksi bagaimana besarnya perasaan Alaska pada Haruna. Bagaimana sabarnya Alaska menunggu Haruna siap.

" aku capek kak, aku juga tahu, kak Alaska juga capek" ujar Haruna di sela sela tangis nya.

Haruna melepaskan pelukannya lalu menatap gizel dengan mata nya yang memerah dan juga basah.

" aku rasanya aku tidak akan cocok bersama kak Alaska. Aku tidak mau dia terus menunggu ku. Aku tahu, dia sudah siap untuk menikah. Dia juga sering bercerita, dia sangat ingin memiliki anak di usia dia sekarang" ujar Haruna " sedangkan aku? aku masih ingin berjuang untuk kesuksesan ku"

Yap! Haruna sengaja berkata seperti itu agar Alaska menyerah pada hubungan mereka. Bukan karena dia tidak mencintai Alaska, tapi karena dia sadar. Tujuan mereka berbeda.

Jika Alaska terus menunggu nya maka umur Alaska akan semakin tua. Dan dia juga tidak mau membuang semua impian nya. Dia ingin membuat dirinya dan juga ibunya bangga.

" hubungan kami terlalu rumit kak" ujarnya lagi

gizel tidak lagi bersuara. Dia tidak berhak ikut campur dalam hubungan keduanya. Jika menurut Haruna itu yang terbaik maka dia hanya bisa mendukung. Yaa walaupun dia tahu Alaska akan sangat sakit hati dan kecewa.

" tidak papa, jika itu yang kamu inginkan" ujar Luna " lagian menikah itu tidak terlalu penting, yang penting kamu bisa mengejar cita cita mu dulu. Jangan jadi seperti ku" ujar Luna.

Seperti Luna, rela menikah muda dan membuang semua impian nya. dan ujung ujungnya dia harus hidup susah membiayai hidup kedua anak nya. Sedangkan suaminya? Mati bersama selingkuhan nya.

" sudah malam, ayo kita pulang" ajak gizel.

Membahas soal pernikahan entah kenapa membuat perasaan gizel tak karuan. Padahal dia belum pernah menikah, tapi entah kenapa dia dapat merasakan bagaimana perasaan luna. Bagaimana rasanya memiliki pernikahan yang gagal.seakan akan dia sudah pernah mengalami semuanya.

" ayo"

Mereka bertiga pun pulang kerumah mereka masing masing. tiba di rumah gizel segera mandi lalu makan malam. Setelah itu dia beristirahat di kamar nya.

Dreet

Ponselnya bergetar menandakan ada panggilan masuk. Gizel segera mengambil ponselnya lalu melihat nama yang tertara di sana.

My little baby

gizel segera menjawab panggilan tersebut. dia tidak sabar untuk mendengar suara putranya.

" hallo nyonya" sapa seorang wanita di seberang sana

" yaa? Ini siapa?" tanya gizel tidak mengenali suara itu.

" nyonya, ini saya hana, baby sister nya den alendra"

Oh ya, jadi gizel meninggalkan putranya bersama seorang baby sister?

" dimana Putra ku? Aku ingin mendengar suaranya" ujar gizel

" nyonya, saya menelpon anda karena ingin memberi tahu. Jika den alendra masuk kerumah sakit. Den alendra demam tinggi, dia terus memanggil nyonya"

Deg!

Jantung gizel seolah berhenti berdetak. Anaknya sedang sakit? demam tinggi? Merindukan nya? Perasaan nya jadi cemas dan merasa bersalah. Tidak seharusnya dia meninggalkan putranya yang baru berusia 3 tahun bersama orang lain.

" aku akan ke London sekarang, jaga putra ku dengan baik" ujar gizel lalu mematikan sambungan telponnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!