NovelToon NovelToon
Dinding Misterius Di Rumah Kakek

Dinding Misterius Di Rumah Kakek

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Rumahhantu
Popularitas:25.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ridwan01

Sebuah rumah yang menyimpan rahasia besar selama ratusan tahun kini mulai membuat penghuninya terganggu.
Tak hanya gangguan mistis, pemiliknya juga mulai sakit sakitan dan mulai menyadari ada yang aneh dengan rumah yang dia tinggali itu.
Akankah pemilik rumah itu berhasil memecahkan misteri di dalam rumah yang sudah puluhan tahun dia tempati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai mengerti

"Kamu melihatnya atau tidak?" tanya ajudan itu sekali lagi

"Tidak, aku tidak tau, kacung yang mana?" tanya Cecep setenang mungkin.

‎"Kacung kacung, apa kamu tidak bercermin!" kesal Karta yang sekarang sudah tahu kalau meskipun dia berteriak, orang orang di tempat itu tidak akan mendengar ataupun melihatnya.

‎"Ratri!" jawabnya

‎"Tidak aku tidak melihat Ratri, dia bahkan belum mengantarkan makan siang untuk meneer, meneer marah tadi tapi saat ini sedang ada urusan dari Residen jadi meneer menemui mereka dulu" jawab Cecep.

‎"Kamu tidak bohong?" tanya ajudan itu.

‎"Tidak, silahkan periksa saja kalau tidak percaya" jawab Cecep tapi ajudan itu tidak berani karena Vincent memang tidak suka kalau kantornya di masuki orang yang tidak berkepentingan.

‎"Kalau dia ke sini minta Erick untuk menyampaikan pesan ke rumah meneer" ucap ajudan

‎"Iya, baik" jawabnya mengangguk sopan.

‎Ajudan itu sempat berbalik untuk melihat Cecep, tapi Cecep cuek melanjutkan tugasnya, Cecep bahkan berpura pura merapikan seragamnya supaya ajudan itu percaya kalau dia dalam tidak ada siapapun.

‎"Si Juned itu tidak boleh melihatku masuk, biar aku di sini saja karena dia pasti masih mengawasi ku dari jauh, dasar kacung tidak tahu diri, kacung teriak kacung" sinis Cecep

‎Karta masuk ke dalam ruangan Vincent, dia menatap Ratri yang tetap bersembunyi di kolong meja Vincent dengan tubuh yang gemetar, lukanya tidak di obati dan Karta yakin nanti Ratri akan demam jika di biarkan.

‎"Nenek, bersihkan lukamu" ucap Karta tapi tidak ada respon.

‎Karta juga berusaha mengambil kotak obat yang tersedia di ruangan Vincent tapi gagal, tangannya tidak bisa menyentuh atau meraih apapun.

‎Ceklek.

‎"Ratri" panggil Vincent yang langsung masuk ketika dia mendengar apa yang di sampaikan Cecep.

‎"Ratri" panggilnya sekali lagi tapi tidak ada jawaban.

‎"Ratri, astaga Ratri apa yang terjadi padamu" panik Vincent saat melihat Ratri tak sadarkan diri di bawah meja kerjanya.

‎Vincent segera menggendong Ratri ke arah sofa, dia juga memeriksa luka di kaki juga pipi Ratri yang sekarang terlihat bengkak. tangannya langsung terkepal karena dia tidak menyangka, istri yang baru di nikahi beberapa bulan olehnya itu begitu jahat pada orang orang dan menindas warga di tempat itu.

‎"Ratri apa yang mereka lakukan padamu" ucap Vincent khawatir.

‎"Meneer, sepetinya Ratri demam karena lukanya tidak di obati" ucap Cecep

‎"Cecep siapkan mobil aku harus membawa Ratri ke tempat yang aman" perintah Vincent

‎"Baik meneer"

‎"Pastikan tidak ada yang tahu" ucapnya lagi dan Cecep mengangguk.

‎Vincent kembali menggendong Ratri yang saat itu sudah mulai demam, hari sudah gelap dan Vincent meminta Cecep membawa mereka ke sebuah rumah yang kembali membuat Karta terkejut. Itu adalah rumah Galuh lebih tepatnya mirip rumah Galuh karena sampai saat ini rumah Galuh pun tetap mempertahankan arsitektur jaman dulu dengan banyak ukuran kayu di dalam dan di depan rumahnya.

‎"Aku yakin ini rumah kak Galuh jaman dulu" ucap Karta karena meskipun terlihat berbeda tapi ada beberapa titik rumah itu yang sama dengan rumah Galuh dan yang paling terlihat adalah bentuk rumahnya.

‎"Ghufran!" panggil Vincent langsung masuk ke dalam rumah.

‎"Vincent, astaga kamu membawa tumbal perawan untukku?" tanya Ghufran yang merupakan sahabat Vincent.

‎"Jangan bicara sembarangan! aku ingin kamu menjaganya sebentar, jangan sampai dia terluka!" kesal Vincent

‎"Dia sudah terluka!" gerutu Ghufran

‎"Maksudku jangan menyentuhnya seperti kamu memperlakukan para perempuan yang bekerja di rumah ini!" jawab Vincent.

‎"Ini rumahku, tentu saja terserah padaku" jawab Ghufran

‎"Dia kekasihku!" ucap Vincent membuat Ghufran terkejut.

‎"Patricia?" tanya Ghufran

‎"Akan aku ceraikan dia, dia sudah membunuh banyak orang bahkan menyakiti Ratri, aku tidak akan memaafkan dia" jawab Vincent

‎"Pergilah ke kamar tamu, kamu bisa istirahat di sana dan jangan khawatir, keberadaan Ratri aman di sini" ucap Ghufran

‎Vincent di bawa ke kamar tamu, Ghufran juga meminjamkan beberapa pakaian milik adiknya untuk di pakai oleh Ratri yang pakaiannya terlihat kotor. Tidak menerima bantuan siapapun, Vincent membersihkan tubuh Ratri sendiri bahkan merawatnya semalaman, melupakan niatnya untuk pulang sebentar supaya Patricia tidak curiga.

‎Tapi apa mau di kata, godaan Ratri begitu kuat hingga Vincent tanpa sadar sudah melakukan hal yang akan membuat kehidupan Ratri berubah, Vincent menggunakan sakit Ratri untuk membuat Ratri jadi miliknya seutuhnya, mengambil mahkota yang Ratri jaga selama ini dengan alasan ingin menyembuhkan demam Ratri.

‎"Aku mencintai kamu Ratri, setelah ini aku akan menikahi kamu dan semua keturunan kita akan jadi pemilik perkebunan Wihardja" bisik Vincent memeluk tubuh polos Ratri yang sekarang sudah tidak demam dan memakaikan sebuah kalung di leher Ratri.

‎"Aku mencintaimu"

‎••••••••••••••

‎Brak.

‎"Astagfirullah, Allahu Akbar!" teriak Karta terbangun dari tidurnya karena dia terjatuh dari atas ranjang.

Nafasnya tersengal, jantungnya berdetak kencang dan dia melihat sekeliling tempat itu yang ternyata adalah kamarnya, dia sudah kembali ke kamarnya bahkan di sana ada Hatta yang terus berbicara tapi telinga Karta belum bisa mendengar apapun.

"Pak.. Bapak istighfar pak" ucap Karta di telinga Karta yang akhirnya tersadar sepenuhnya.

"Astagfirullahaladzim, Hatta, bapak... bapak melihat sesuatu yang mengerikan" ungkap Karta

"Minum dulu pak, bapak sudah tiga hari tak sadarkan diri, kami sampai khawatir" bujuk Hatta

"Ti.. Tiga hari? Tapi aku merasa belum satu hari aku di tempat itu" ungkap Karta

"Tempat apa pak?" tanya Hatta

"Rumah ini, rumah kita sebelum jadi seperti sekarang, masih banyak teka teki yang belum terpecahkan tapi bapak sudah bisa menyimpulkan sesuatu" jawab Karta

"Apa itu?" tanya orang orang yang ada di sana karena Dimas, Bintang dan Dirga juga ada di sana.

"Itu... tanah ini milik kita sejak lama Hatta, di kuasai Patricia dan sekarang kembali pada kita, kita tidak merebut tanah ini dari siapapun karena pada dasarnya tanah ini memang milik kita sejak awal" jawab Karta membuat semuanya kebingungan.

"Dan meneer Vincent adalah kakek buyut kita sejak jaman dulu, dia yang sudah memberikan perkebunan ini pada nenek Ratri karena dialah suami nenek Ratri yang sebenernya" ucapnya lagi semakin membuat yang ada di sana kebingungan.

"Ceritakan pelan pelan pak" bujuk Hatta

"Iya pak Karta, sepertinya bapak memimpikan banyak hal ya?" tanya Bintang

"Iya pak Bintang, bahkan saya melihat leluhur kak Galuh dan Zakariya juga, ternyata leluhur pak Galuh memang sudah genit sejak lama" jawabnya membuat Dimas terkekeh.

"Wah... Genitnya Galuh sudah mendarah daging ternyata, leluhurnya juga sama hihihihi" ucap Sahara

‎

1
Nyai Aksara 👩‍🦯
Kenapa ya Gandra marah sama Sahara, padahal biasanya Sahara sama Dimas aja dia berusaha nggak marah
Ilham
lanjut bg
Ilham
bg kembali kan ceritanya seperti semula bg..aku ngk tahan lihat bintang peran nya jadi begitu bg
neni nuraeni
aduuh ngarep kamu mah Erni,,, mimpi aja sana,,,, semoga si Romo gagal dan bintang sembuh sperti sedia kala lagi jgn sampai mereka menguasai bintang serta khodamnya,,, aga rela aku kak,, lnjutt
neni nuraeni: ok 🤗🤗🤗🤗
total 2 replies
neni nuraeni
aduuh takutnya itu si anjing romo
neni nuraeni
wadduh semoga bintang seperti itu ga lama semoga bintang cepat sembuh,,, kasian mereka apalgi Sahara 🤭🤭🤭lnjutt
neni nuraeni: ok kak💪💪kak☺️☺️
total 2 replies
nurul supiati
bintang nya jadi polos polos gimna gtu
DIFAN2: *"SULUNG"* Sebuah novel yg akan buat dunia pembaca jungkir balik, yuk mampir!
total 2 replies
Ilham
Sahara pun kenak juga 🤣🤣🤣🤣
Ridwan01: iya bang, Bintang benar benar lupa semuanya
total 1 replies
Ilham
hahahha kasihan aku lihat di gandra 🤣🤣🤣🤣🤣
Ridwan01: Gandra harus jadi aktor
total 1 replies
Nyai Aksara 👩‍🦯
Waduh kok gitu bintang ini
Ridwan01: Bintang hilang ingatan kak
total 1 replies
🌺WASI'AH_MISKA🍁😘
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ridwan01: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
🌺WASI'AH_MISKA🍁😘
gandra penggemarmu si erni🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ridwan01: benar sekali kak 👍
total 1 replies
neni nuraeni
Alhamdulillah bintang akhirnya slmt ayo Dimas blskn rasa sakit papamu, lnjut
Ridwan01: siap kak terima kasih 🙏
total 1 replies
Ridwan01
siap kak terima kasih
neni nuraeni
awas Jayden,,, lariiii,, lnjutt
neni nuraeni: sama2 kak🤗
total 2 replies
neni nuraeni
weeeh Patricia yg skrg jadi bulan2an nya Ratri dan sahara🤭🤭🤭,,, tapi urfa kayanya bkl suka deh ma tu patricia🤭🤭lnjutt
neni nuraeni: yee 💪💪💪 kak🤗🤗
total 2 replies
neni nuraeni
yeee akhirnya Vincent bersama lagi dgn Ratri,,, lnjutt
neni nuraeni: sama2 kak🤗
total 2 replies
Ilham
lanjut bg
Ridwan01: siap bang
total 1 replies
neni nuraeni
weeh mantaaap,,, lnjut kak
neni nuraeni: sama2 kak🤗
total 2 replies
neni nuraeni
akhirnya,, walaupun musuh lolos tapi setidaknya Jesica slmt, lnjutt
neni nuraeni: yee 💪💪💪 kak🤗
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!