NovelToon NovelToon
Kau Milikku! Saudara Tiriku

Kau Milikku! Saudara Tiriku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / BXB
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: zean amora

sebuah kisah dua orang asing yang ditakdirkan menjadi keluarga. tanpa tau bahwa pertemuan mereka akan mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zean amora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 18

kita beralih ke zean:)

Zean pergi ke dapur setelah belajar. dan disana, dia melihat jika ayahnya memasak sesuatu. dia menghampiri ayahnya ingin melihat apa yang dia masak.

karena Zean tidak mengeluarkan suara, ayahnya terkejut tiba-tiba Zean ada di samping nya.

Zean tersenyum melihat hal itu.

Dapat Zean lihat kalau ayahnya mengukus beberapa ubi.

"Zean,.. makan malamnya ayah hanya punya ini. " ucapnya sedikit sedih.

"aishh, ga enak banget yah. masa makan ini. " ucap Zean bercanda.

"Ayah tahu ini mungkin tidak cukup untuk makan malam,” jawab ayahnya pelan sambil tetap memperhatikan ubi yang dikukus.

"Ayah belum sempat membeli yang lain."

Zean yang mendengarnya langsung menggeleng kecil. Ia tersenyum, berusaha mencairkan suasana.

"Aku cuma bercanda, Yah," ucap Zean.

"Ini sudah enak, kok. Aku suka ubi."

Ayahnya menoleh dan menatap Zean ingin memastikan anaknya benar-benar tidak kecewa.

tiba-tiba,.. pintunya di ketuk.

Zean menoleh,

"Biar aku saja yang buka yah. " setelah mengatakan itu, Zean langsung pergi untuk membuka pintu.

disana, Zean melihat Arine dan mamanya.

"wey,.. lama bener" ucap Arine receh.

hehe, Zean cengengesan.

"nak,. ini sedikit makanan untukmu dan ayahmu." ucap mamanya Arine sambil memberikan makanan itu.

"eh, tidak perlu repot repot bi. " ucap Zean, tapi menerima makanan itu:)

"aishh, tidak repot sama sekali. malahan bibi berterima kasih sama kamu. sudah mau mengajari Arine. setidaknya sekarang anak ini tidak main hp terus. " ucapnya sambil menunjuk Arine.

Zean hanya memperhatikan, Arine yang di bicarakan hanya bisa diam saja. toh, itu faktanya...

"haha, terima kasih bibi." ucap Zean ramah.

"sama-sama." balas mereka.

"bibi tidak ingin masuk dulu? " tawar Zean.

"tidak Zean, makasih. aku dan ibu mau pergi membeli bahan-bahan untuk membuat kue. takut keburu tutup tokonya" ucap Arine .

"owhh. baiklah. sekali lagi terima kasih. " ucap Zean lagi.

setelah utu, Arine dan ibunya pergi.

Zean masuk ke dalam, dia meletakkan makanan itu di meja makan. ayah Zean yah melihat itu, bertanya.

Zean menjelaskan kalau itu dari ibu Arine. Zean juga menawari mereka makan malam bersama, tapi mereka sedang terburu-buru.

"ohhw" jawab ayahnya.

"lihat, kita mendapatkan makan malam lezat sekarang ayah. " ucap Zean pelan, Zean hanya ingin bercanda. tapi dia tidak tau, kalau ayahnya sedikit sedih dengan keadaan mereka ini.

dia menatap Zean yang mengambil makanan itu dan melahap nya dengan senang.

"hmm, enak. ayah coba ini. " ucap Zean sambil menujukkan makanan itu.

ayah Zean terkekeh melihat anaknya ini.

mereka pun makan malam..

"yah,.. bagaimana dengan kupon ayah? " tanya Zean tiba-tiba.

ayahnya tersedak, dan langsung minum air.

"kupon apa? " tanya nya pura" tak ingat.

"ayah, aku bukan anak kecil seperti dulu. dimana kupon ayah. kupon yang ayah bilang akan menang itu. " ucap Zean menggoda nya.

"aishhh.. anak ini,.. iya iya,. ayah ga menang. " ucapnya.

dan saat itu Zean benar-benar tertawa lepas. ya ampun, ayahnya ini benar-benar tidak beruntung.

"baiklah.tertawa saja kamu. " ucap ayah Zean pasrah dengan anaknya itu.

Zean tetap tertawa tidak mendengar kan ayahnya.

"sudah,sudah,tertawanya. nanti tersedak Zean. " ucap ayahnya. dan akhirnya Zean berhenti walaupun dia masih sedikit terkekeh geli.

makan malam selesai, Zean lanjut belajar, dan... waktu sudah larut, Zean pun tidur.

krek!

bunyi pintu dibuka pelan.

itu, ayah Zean. dia masuk ke kamar Zean. dia melihat putranya terlelap sampai tidak membereskan bukunya dulu. dia kemudian menyusun buku buku milik Zean ke tempatnya.

dia tidak langsung pergi, dia mendekati Zean. dan menatapnya sedih. tanpa disadari, dia menangis...

dia sedih, melihat putranya bernasib malang bersamanya. dia sedih, sangat sedih,. ketika melihat kejadian tadi. dia tidak bisa memberikan makanan yang lezat ataupun enak itu Zean. selalu, selalu dan selalu orang lain lah yang memberikannya.

tiba-tiba,.. ucapan Clara waktu itu terlintas dalam pikirannya.

'kau tinggal disini? bersama Zean? kotor...

aku pikir kamu akan berubah. tapi tidak, bahkan lebih parah dari dulu.'

'Kau tidak lebih dari seorang pengemis yang hanya bisa bertahan hidup dari pemberian orang lain. Dan sekarang, kau membuat Zean menjadi pengemis bersamamu.'

'kau masih bisa bertahan disini, itu semua karena putra emas ku. karena otaknya lah dan kerja keras yang dia lakukan. Kalau bukan karena dia, mungkin kau sudah benar-benar menjadi pengemis di jalanan'

'entah apa yang dia pikirkan sampai-sampai dia menolak ikut dengan ku. dan memilih lingkungan buruk seperti ini. sangat disayangkan.. '

itulah beberapa patahan patahan kalimat dari ibu Zean waktu itu padanya..

air mata nya semakin deras mengingat semua ucapan ibunya Zean itu.

......

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!