NovelToon NovelToon
GADIS BAHU LAWEYAN

GADIS BAHU LAWEYAN

Status: tamat
Genre:Horor / Iblis / Kutukan / Tamat
Popularitas:17.1k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Jangan lupa baca novel Sihir Tafriq dan Misteri Desa Getih, biar gak bingung.

Kasih adalah seorang gadis cantik dan juga baik hati. namun di balik kecantikannya, ia memikul sebuah kutukan. dimana siapapun yang menikahinya, maka tidak akan pernah selamat.

Semua pria akan mati sebelum dapat merasakan malam pertama mereka...

Siapakah Kasih... dan kutukan apa.yang sedang di pikulnya.

ikuti kisah selanjutnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tumbal Ketiga

Kasih terbangun dari tidurnya, karena suara yang sangat ribut dari arah luar.

"Mbak... Tolong jangan tidur di area mushola. SPBU ini melarang untuk menginap, kecuali jika sebentar saja." seorang Security datang menghampirinya.

Kasih mendengkuskan nafasnya yang terasa berat. Lalu melirik ke arah jendela yang mempelihatkan suasana yang sudah terang benderang.

"Apakah di disini tidak ada menerima karyawan. Saya bisa mengepel lantai, atau apapun saja, Pak," wajahnya terlihat memelas.

Security itu terdiam sejenak. Lalu kembali menatap Kasih.

"Sepertinya Pak Bos kemarin mencari seorang ART, coba datangi ke ruangan di pojok sana." tunjuknya ke arah minimarket.

Kasih menganggukkan kepalanya pelan. Lalu menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya.

****

"Ijazah kamu apa?" tanya Bu Marni, orang kepercayaan yang mengurus semuanya.

"Saya tamat SMA, Bu. Tapi ijazah di rumah," ucapnya dengan menundukkan kepalanya.

Sebab selembar kertas paket C itu di rumah Bu Yati.

"Baiklah, saya beri kamu kesempatan seminggu ini untuk training. Nanti saya antar ke rumah Pak Bos," ucapnya dengan tatapan dingin.

"Baik, Bu. Saya akan gunakan kesempatan ini sebaiknya." jawab Kasih dengan bersungguh.

Setelah satu jam berlalu, Kasih tiba di sebuah rumah yang cukup besar dan megah.

Bu Marni membawa Kasih masuk ke dalam, dan terlihat ruangan yang di penuhi oleh barang-barang mewah dan mahal.

Kasih mengedarkan pandangannya, dan melihat sebuah foto keluarga terpajang di di dinding rumah dengan cat tembok berwarna cream.

Seorang pria paruh baya, dan juga wanita berhijab dengan pakaian senada duduk di kursi dan background . Di bagian belakang, seorang pemuda berdiri dengan senyum yang cukup manis. Terlihat mereka adalah keluarga yang sangat bahagia.

"Itu foto Pak Bos. Harap jangan kecentilan," pesan Marni, s3belum membawanya ke gudang. "Beliau sudah lama menduda, istri meninggal terkena serangan jantung," jelasnya lagi.

Kasih hanya menganggukkan kepalanya dengan pelan. Lalu membawa Kasih ke kamar belakang, khusus untuk pembantu.

"Kamu di gaji tiga juta sebulan, plus mess dan juga makan." Marni memperjelasnya. "Kamu bertugas menyapu, mengepel, dan juga merapikan kamar Tuan," ucapnya lagi.

Kasih menganggukkan kepalanya, meskipun hatinya ragu saat mendengar kata duda, tetapi ia tak punya pilihan, berharap jika pria paruh baya itu tak berbuat keji padanya.

Marni meninggalkan Kasih, setelah menjelaskan semuanya.

Kasih mulai mengerjakan pekerjaannya. Di awali dengan mengepel rumah yang sangat luas.

Saat bersamaan, satu sosok Sundel Bolong sedang memperhatikannya. "Setelah aku scan, aura ganjennya tidak ada... Tetapi ada sesuatu yang membuat ia sangat menarik di mata para pria..." gumamnya, sembari menggaruk punggungnya yang berlubang, dan membuat lukanya semakin menganga.

"Dia terkena kutukan. Tampaknya hasil perbuatan ibunya di masa lampau," Pocong tiba-tiba menyahut.

Sundel Bolong memasang wajah jutek. "Jangan ikut campur. Giliran liat yang bening saja langsung gerak cepat," sindirnya. Bagaimanapun, Kasih memang sangat menggoda.

"Tenang, Yang... Uwes, Yang... Jangan ngambek. Jangankan Kasih, Aura Kasih saja aku tidak tergoda," Pocong mencoba membujuk Sundel Bolong.

"Gak usah ngeles," Sundel Bolong masih marah.

"Sudah, jangan berantem! Berisik banget!" Kuntilanak Biru tiba-tiba nongol. "Kalau ku lihat-lihat, ada sesuatu yang lebih berbahaya di dalam tubuh gadis itu, dan ia membutuhkan tujuh tumbal sebagai cara melepaskan kutukannya," Kuntilanak Kuning menjelaskan.

"Kita harus menghalangi tumbal lainnya," Buto Ijo tiba-tiba nimbrung dari arah belakang.

"Kalau begitu, kita laporkan pada Nawang Wulan, jika kecurigaannya benar." Kuntilanak Biru menimpali.

"Ayo... Nawang Wulan pasti tau sesuatu yang lebih besar dari ini," ajak Sundel Bolong.

Saat mereka hendak pergi, justru Pocong masih menatap Kasih yang sedang mengepel.

Sundel Bolong yang melihatnya langsung ngambek. Dengan gerakan cepat, ia menyeret Pocong untuk pulang. "Dasar mata keranjang!" omelnya dengan geram.

"Ampun, Yang... Khilaf," sahut Pocong yang mulai beralibi.

Sedangkan Kasih masih mengerjakan pekerjaannya, ia lapar dan butuh uang.

****

Kasih baru saja selesai merapikan kamar milik Dirga—anak sang majikan yang tampak sangat berantakan.

Sepertinya tidak ada ART lain di rumah ini. Pakaian di laundry di luar dan makanan tinggal beli.

Kasih menata pakaian yang masih dalam packing dan baru saja diantar dari laundry langganan.

Hingga tiba-tiba saja, pintu kamar tertutup. Saat bersaman, seorang pemuda berdiri di depan pintu dan keduanya saling terkejut.

"Siapa, Kau?" tanya Dirga dengan nada penuh selidik.

Kasih membeku. Kemudian mengangkat kepalanya. "Aku Kasih, ART baru di sini... Maaf, saya baru selesai menata pakaian di lemari."

Kasih beranjak dari tempatnya, dan memilih untuk keluar dari ruangan.

Sedangkan Dirga berdiri dan menatap Kasih yang meninggalkannya dengan segala kebingungannya.

Akan tetapi, saat Kasih melintasinya, aroma yang tak biasa terendus di indera penciumannya. Sebuah aroma yang membuat seorang pria merasakan debaran yang sangat aneh.

Sedangkan kasih merasakan jantungnya berdegub kencang. Bagaimana tidak, ia sedang berada di rumah yang cukup besar, dan tidak ada orang lain yang dapat membuatnya tenang.

Kasih berjalan cepat menuju dapur. Ia ingin memasak mie instan, sebab perutnya terasa lapar.

Dengan tangan yang gemetar, ia memasak mie instan, sembari menahan perutnya yang sangat lapar.

""Masakkkan juga untukku," tiba-tiba Dirga sudah berada di meja makan,"

Kasih tersentak kaget. Ia m3noleh ke arah pemuda tersebut, dan jantungnya semakin berdegub kencang. Bukan tanpa sebab, tetapi karena ia takut jika saja pemuda merencanakan sesuatu padanya.

Dimana setiap, pemuda yang mendekatinya, apalagi mencoba menikahinya, maka akan berakhir dengan kematian.

Ia tahu, jika Dirga memiliki paras yang sangat tampan. Bahkan mengalahkan Dimas. Tetapi ia melarang dirinya untuk menyukai pria. Ia merasa jika dirinya adalah pembawa sial.

"Maaf, Tuan... Tugas saya tidak termasuk memasak," tolaknya. Ia sengaja melakukannya, agar Dirga merasa jengkel padanya.

"Tapi aku anak majikanmu, dan jika aku melapor pada papa, maka ia akan memecatmu," ancam Dirga.

"Tetapi..."

"Kamu mau membantah?"

Kasih terdiam. Lalu terpaksa memaska mie tersebut, dan memberikannya pada Dirga.

"Kamu duduk disini, temani saya makan," ucap Dirga, setengah memaksa.

"Tetapi saya tidak bisa," tolak Kasih. Ia meletakkan mangkuk mie diatas meja dengan kasar. Ia sudah merasakan jika tanda lahirnya sudah berdenyut.

Itu tandanya, jika sesuatu yang mengikat kutukan dengan dirinya sudah meminta tumbal.

"Kau berani membantah?!" hardik Dirga yang tiba-tiba sudah menjadi sangat emosi.

Kasih tak mengindahkan omelan sang pemuda, lalu memilih untuk pergi.

Melihat Kasih yang meninggalkannya begitu saja, Dirga langsung naik pitam.

Ia berdiri dari duduknya, lalu berjalan dengan rahang yang keras. Ia berjalan, lalu menarik lengan Kasih dengan kasar. Mulutnya bau alkohol.

"Apa yang kau lakukan?!" Kasih balas menghentak.

Wuuuush!

Desiran angin menyapu wajahnya. Lalu suhu ruangan mendadak panas.

Sedangkan di tempat lain, Farhan tersentak kaget tanpa sebab, seolah ia merasakan sesuatu yang terhubung ke jantungnya

1
tati st🌼🌼
😍😍😍😍
Desyi Alawiyah
Akhirnya berakhir ending.. Makasih, Kak Author.. ceritanya bagus banget.. Aku tunggu yah karya selanjutnya.. ☺☺
Desyi Alawiyah
Anakmu sudah meninggal, Bu Minah.. yang ada dihadapanmu kini adalah cucumu.. 😭
FiaNasa
eitss...tiba² tamat aja deh..
neni nuraeni
yaah tamat, mksih kak ceritamu sllu menghiburku,,, aku tunggu ceritamu yg slnjutnya,, sukses sllu buatmu kak🥰🥰
tati st🌼🌼
alhamdulilah dah nyampe sini juga bacanya...lanjut
tati st🌼🌼
kuat banget sih bah jatinya
tati st🌼🌼
heran sama kasih,tiap diancam masa insitng perlawananya gak dipake,tendang prekututnya,gigit tanganya,colok matanya
tati st🌼🌼
puasa mutih sama puasa biasa,lebih berat mutih,makan tpi tubuh lemes..aku pernah nyoba 2 hari ceritanya biar kurus😅
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: gemoy itu gemesin🤭
total 1 replies
tati st🌼🌼
puasa mutih sama puasa biasa,lebih berat mutih,makan tpi tubuh lemes..aku pernah nyoba 2 hari ceritanya biar kurus😅
yuyun Rahayu
semua setan itu dr Desa getihhh sayng farhan🤭🤭🤭,pd mau jln² kekotamu🤣
yuyun Rahayu
🤣🤣🤣 bunuh diri di pohon togeee
Desyi Alawiyah
Bener kan anaknya Gita dan Arka 🤭

Apa mereka mengenali Kasih? Semoga iya yah 🫰
Desyi Alawiyah
Maklum aja Farhan, para demit itu pada gabut, nggak ada kerjaan 👻
Desyi Alawiyah
Raihan anaknya Gita dan Arka nggak sih.. 🤭 eh, apa aku salah yah 😭
neni nuraeni
akhirnya mereka akan segera bertemu,,, semoga mnjdi awal yg baik buat kasih,, lnjutty
FiaNasa
klau Gita tau siapa istri pasti terkejut,,karna kasih adalah bayi yg dulu dititipkannya pada panti asuhan yg skrg malah dicari²nya
tati st🌼🌼
cerita nawang mulan judulnya apa
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: misteri Desa Getih
total 1 replies
tati st🌼🌼
kenapa gak pake masker aja kasih,biar kecantikanmu gak di liat orang
tati st🌼🌼
kecantikan membawa petaka inimah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!