NovelToon NovelToon
Putri Mawar Yang Dirindukan

Putri Mawar Yang Dirindukan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:832
Nilai: 5
Nama Author: Only'Rra

Gadis kecil Ella yang hidup di sebuah panti asuhan pinggiran kota yang berada di ujung kekaisaran Reis yang megah, hanya bermimpi untuk lepas dari segala kesakitan dan perundungan yang ia alami di panti.

Kehidupan yang dihantui ketakutan, kelaparan, membuatnya terus bermimpi akan sebuah kangatan keluarga yang sangat terasa nyata.
Mimpi kecil itu yang membuatnya membulatkan tekad untuk lepas dari bangunan yang seolah terus memeluknya jauh ke dasar. Dengan kaki kecilnya yang penuh akan luka, ia melangkah menjauh dari panti menuju gelapnya malam yang terasa lebih aman dibanding bangunan tempat ia tinggal.

Akankah keluar dari kegelapan lama menuju kegelapan baru di depannya akan lebih baik? Atau justru, kegelapan di binar yang menyimpan keinginan untuk hidup di mata Ella, justru jauh lebih pekat dibanding yang ia tinggalkan?


♡♡♡♡♡

Jadwal Up:
Senin s/d Sabtu - Jam 20.00
Minggu - Double Up; 08.00 & 20.00

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Only'Rra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hutan Cana

7 hari setelahnya, dan Hari Perayaan Cahaya Kekaisaran Reis akhirnya tiba.

“Selesai!" 

Ella kecil mengusap keringatnya. Memandangi gumpalan yang terbalut kain cokelat tua berisikan barang-barang yang sekiranya akan ia butuhkan saat meninggalkan panti diam-diam. 

Di Greys, selain anak yang di beli oleh orang lain, bahasa halusnya 'diadopsi', anak-anak dilarang meninggalkan panti sebelum membayar uang tempat tinggal.

Maka dari itu Ella memutuskan untuk kabur, daripada pasrah menunggu dirinya dikeluarkan entah kemana, atau lebih parahnya menunggu dirinya dewasa itu sama saja dengan menunggu ajalnya sendiri. 

Bukan tidak ada 1 atau 2 anak yang kehilangan nyawanya dalam satu bulan disebabkan berbagai macam faktor, entah kelaparan, dirundung, atau bahkan menjadi pelampiasan emosi saat para tetua panti sedang merasa kesal.

Kembali ke aktivitasnya, Ella juga tidak lupa menyiapkan tas selempang miliknya. Matahari telah terbenam beberapa saat lalu, membiarkan bulan dan bintang yang menyinari gelapnya malam. 

Dan kini, anak-anak panti lain telah bergegas keluar untuk berebut, mencari lokasi yang sekiranya terdapat banyak bangsawan sedari tadi. Keadaan panti yang saat ini bisa dibilang cukup sepi membuat perasaan gugup yang Ella rasakan berangsur lega. 

Gadis kecil itu dengan sigap menyampirkan tasnya, memeluk bungkusan kain yang berisikan barangnya dan melangkah keluar menuju pintu keluar panti asuhan.

Matanya menatap keadaan diluar panti.  Cahaya keemasan yang berasal dari kota 

yang tidak jauh dari panti asuhan juga seluruh wilayah kekaisaran yang tengah berpesta. Berbanding terbalik dengan keadaan lingkungan sekitar panti. 

'Cantik sekali.'  Sorot mata Ella sedikit terkagum melihat banyaknya lampion yang berterbangan, seolah ingin bersanding dengan bintang-bintang. 

'Tapi jika aku lewat jalan utama, bagaimana jika bertemu dengan anak panti yang lain? Lebih buruknya bagaimana jika aku tertangkap basah oleh salah satu tetua?'  

Ella memandangi sekitar, perasaan gugup mulai menyelimuti dirinya kala satu ide muncul dibenaknya. 

Ke sisi lain pusat kota Ador dengan mengikuti arus hutan!

Berusaha melawan perasaan gugup, Ella menghela napas pelan dan menyemangati dirinya sendiri. 'Aku pasti bisa!'

Untuk yang terakhir kali ia memperhatikan ruang tengah panti asuhan. Memeriksa apakah ada yang tertinggal penting untuknya sebelum ia berlari untuk mencari tempat melanjutkan hidup dengan sedikit lebih aman.

‘Sudah kan, ya?' Sebelah tangannya menggenggam erat tali tas. Dadanya terasa sangat berat seketika, seolah ada sesuatu yang memenuhi dan membuat Ella merasa resah meninggalkan panti. 'Aku bisa pergi sekarang kan?'

Setelah yakin tidak ada hal penting lainnya, Ella dengan hati yang sedikit berat mulai melangkah berlawanan dari arah jalan yang menuju pusat pemukiman di Kota Ador – sebuah wilayah pemukiman yang berada di sebentang antara daerah selatan dan tenggara Kekaisaran Reis, menuju sisi seberang untuk memasuki kota itu.

Napas Ella memburu lelah. Dirinya mulai letih berlari karena takut masih ada seseorang di sekitar panti asuhan yang mengenalnya dan akan melapor kepada kepala panti.

10 menit berlalu, langkah gadis kecil itu perlahan memelan. Ella mulai memperhatikan situasi sekitar tempat dirinya berada.

Sisi sebelah kanannya tampak pepohonan yang berjarak saling berdekatan, dengan kegelapan di bagian dalam. Itu adalah Hutan Cana, hutan panjang yang membatasi antara 4 wilayah Kekaisaran di Benua Astra yang terkenal akan hal-hal  Magis di dalamnya. 

Ella tau karena dirinya pernah sedikit mencuri dengar tentang hutan itu dari para tetua panti yang mengobrol.

Langkah Ella benar-benar terhenti kali ini. Ada perasaan aneh yang masuk ke dalam dirinya menggantikan rasa gugup yang sedari tadi melingkupi tubuhnya. Matanya mencoba menelisik masuk ke dalam hutan, mencari sumber perasaan aneh yang tidak bisa ia jelaskan.

Sampai kedua matanya berkedip bingung kala menangkap beberapa titik cahaya kecil yang perlahan melayang keluar dari arah dalam hutan.

‘A-apa itu?’ Kaki Ella sontak mengambil langkah mundur dengan. Dirinya ingin berlari lagi, namun entah karena apa kedua kakinya hanya mengambil jarak kecil dengan begitu pelan, bahkan tubuhnya tetap tegak menatap ke arah hutan, tidak bisa berbalik.

Sedetik kemudian, kala cahaya kecil itu semakin cepat terbang menuju dirinya Ella kecil yang seolah tidak bisa mengendalikan tubuhnya sendiri itu lantas memejamkan erat kedua matanya dengan memeluk barang bawaannya, ia pasrah.

Hening, tidak ada yang terjadi. Rasa sakit atau seolah ada yang menyerang tubuhnya pun tidak ada. 

Ella membuka kedua matanya perlahan untuk mengintip situasi sekitarnya. Sekumpulan kunang-kunang cantik melayang tepat di sekitar tubuhnya, mereka bergerak kesana kemari seolah tengah menyapa.

Perasaan Ella perlahan melunak.

“H-hai ... “ Telunjuk gadis kecil itu mencoba menyentuh salah satu kunang-kunang 

di depannya. Seolah memang menunggu, makhluk kecil itu bertengger gembira di atas jari telunjuk Ella. 

Senyuman riang terukir jelas di wajah Ella. "Ka-kalian, ingin, menemani ... Aku?”

Kunang-kunang lain yang berada di sekitar Ella sontak terbang ke arah depan dan kembali lagi mendekat ke tubuhnya sebagai jawaban. 

“Hihihi, terima ... kasih.” Perasaan Ella menghangat. Baru kali ini dirinya merasa tidak sendirian. 

Gadis kecil itu kembali meneruskan pelariannya. Berjalan pelan di pinggiran Hutan Cana, ditemani kunang-kunang yang seolah menjadi teman perjalanan serta penerang di tengah gelapnya malam. 

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Ella mulai mengangkat pandangannya lurus kala keramaian mulai muncul kembali di depan matanya. Dirinya telah tiba di sisi tenggara Kota Ador; sisi yang berlawanan cukup jauh dari panti asuhan Greys yang berada di sekitar daerah selatan kota Ador.

Ador yang merupakan daerah Grand Duchy Luelle, dengan sisi tenggara kota yang dijadikan tempat tinggal pemimpin wilayah yang memegang kendali 2 sisi Kekaisaran Reis, Grand Duke Aghasa Luelle.

Sebuah mansion besar nan tinggi yang menjulang gagah dapat Ella lihat di ujung  keramaian. Dirinya memutuskan tempat pertama yang akan ia kunjungi adalah mansion grand duke Luelle. 

Dan lagi, informasi mengenai kediaman grand duke juga ia curi dengar dari para tetua panti. 

Mungkin saja disana masih membutuhkan tenaga kerja, dan Ella berharap mansion grand duke mau menerima anak kecil sepertinya sebagai pelayan, setidaknya, ia masih bisa menyapu dan melakukan pekerjaan bersih-bersih lainnya. 

Meskipun kemungkinan yang ada kecil, Ella hanya menginginkan sebuah pekerjaan yang menghasilkan, setidaknya ia dapat membeli sebuah roti per-harinya.

“Kita ber, pisah disini ... kunang-kunang,” ujarnya lesu. Ella memandangi kumpulan 

kunang-kunang kecil yang mulai membentuk satu di depannya. 

Meskipun Ella merasa baru saja ia menemukan teman pertama yang tidak menekan ataupun menyakitinya bahkan menemani dirinya di kegelapan. Sayangnya ia tidak mau memaksa para kunang-kunang untuk ikut dengannya dengan pergi meninggalkan Hutan Cana yang merupakan rumah mereka.

“Terima ... kasih banyak.” 

Senyuman cantik merekah dari wajah Ella, mengantar kepergian kunang-kunang 

kecil yang perlahan mulai masuk kembali kedalam hutan.

Kembali memandang keramaian perayaan, Ella menghembuskan napas sebelum mulai melangkah memasuki padatnya Pusat Kota Ador. 

‘Tidak apa-apa, tidak perlu takut’ batin Ella kala tubuhnya mulai berbaur dengan orang-orang yang tengah menikmati perayaan.

Sudut mata Ella menangkap gerobak penjual roti-roti hangat yang terlihat lembut. 

Dirinya memutuskan melangkah untuk membeli sebuah roti sebagai bekal terlebih dahulu sebelum kembali melanjutkan perjalanannya menuju tempat tujuan pertama, Mansion Grand Duke Luelle.

“PENCURI! TOLONG, ORANG YANG MEMAKAI JUBAH HITAM ITU MENCURI TASKU!” 

“HEI, BERHENTI DISANA!”

Teriakan dari seorang wanita serta beberapa suara berat seperti ksatria? Mengambil atensi Ella. Gadis yang baru saja menyimpan sebungkus roti hangat ke dalam tas penyimpanannya itu melihat ke sisi yang menghasilkan teriakan. 

Sekerumunan orang-orang bergerak cepat tak terhindarkan membuat tubuh kecil Ella bertabrakan dan masuk di antara kerumunan tubuh orang-orang dewasa. 

Sedetik setelahnya tanpa jeda untuk mencerna situasi, semakin banyak orang yang berkerumun tidak beraturan untuk melihat pengejaran yang dilakukan oleh beberapa ksatria berzirah perak mengkilap menggunakan kuda. 

“Per-permisi, a-ku ingin ... lewat.” Berusaha untuk keluar dari kerumunan yang berdesakan tanpa memedulikan siapa orang yang mereka himpit.

Raut wajah Ella mulai pucat. “Tolongh, permisi ... “ Pasokan oksigen disekitarnya menipis. Perasaan tak karuan mulai menyelimuti dirinya. 

Tubuh Ella mulai kehilangan keseimbangan dan kedua kakinya tak lagi mampu menopang. Seperkian detik setelahnya, dapat dirasa bahwa ruang disekitarnya mulai terasa lebih luas karena orang-orang tersadar ada anak kecil yang tergeletak. 

Setelahnya Ella hanya mendengar banyak langkah kaki yang melingkari dirinya, pandangannya sudah sangat mengabur.

Sesaat sebelum semua indranya terasa seolah ditarik ke kegelapan. Ella mendengar suara berat nan tegas, yang mampu membisukan seluruh perbincangan khawatir yang saling terlontar satu sama lain di sekitarnya. 

“Minggir.”

1
Rey
Apa apaan sistemnya serakah gini
Alia Chans
keren
mary dice
😱😱😱 serem
mary dice
kembali ke tempat tidurmu Ella , Ksatria itu pasti tidak mau kamu jatuh sakit hmmm
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!