NovelToon NovelToon
Karang Bolong Buana

Karang Bolong Buana

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rudi Hendrik

Di pesisir timur Kerajaan Pasir Langit, tepatnya di Kademangan Kerangilo, Kadipaten Pasirawan, ada gugusan batu karang purba yang disebut sebagai Karang Bolong Buana.
Gugusan karang itu memiliki lubang sempurna berdiameter satu depa seperti cincin raksasa. Saat purnama, lubang itu memancarkan cahaya biru redup.
Orang yang pertama yang menemukan keanehan Karang Bolong Buana adalah Purwasaga, putra Demang Bungi Pitam.
Saat berlatih di kala badai pada malam purnama total, Purwasaga tanpa sengaja terseret ombak dan masuk ke lubang bercahaya biru. Ketika si pemuda tersadar, ia sudah masuk ke Negeri Elindra, negerinya Bangsa Penjaga Biru yang bukan manusia.
Berdasarkan keterangan orang Elindra, Karang Bolong Buana terbuka setiap purnama sempurna. Jadi, Purwasaga harus menunggu sebulan lamanya untuk kembali ke alam manusia. (RH)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rudi Hendrik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KBB 18 Mencari Bukit Telur

Satu pekerjaan yang sulit dan melelahkan untuk mencari Bukit Telur Lolot di antara puluhan bukit yang sangat luas. Untuk sekedar menduga-duga bukit-bukit yang berposisi di tengah-tengah, tidak cukup sehari.

Salah satu cara yang dipilih oleh Purwasaga untuk mengetahui area tengah-tengah adalah naik ke puncak salah satu bukit. Dari sana dia melihat hamparan bebukitan yang tingginya nyaris setinggi.

Dari penglihatan yang sebenarnya jauh dari kata optimal, Purwasaga menghitung dan menentukan area tengah-tengahnya. Setelah menghitung, ia lalu berkuda kencang dengan melewati banyak kaki bukit demi cepat sampai ke daerah yang ia maksud.

Dibutuhkan keberuntungan bagi Purwasaga untuk cepat menemukan Bukit Telur Lolot karena petunjuknya hanya “berada di tengah-tengah” Bukit Seratus Lubang.

Namun, sepertinya Purwasaga enggan didatangi keberuntungan pada hari ini. Itu terbukti dari penelusuran selama seharian penuh yang belum membuahkan hasil.

Berulang kali Purwasaga memilih sebuah bukit yang dia harap adalah Bukit Telur Lolot, tetapi dia tidak menemukan sebutir pun telur di dalam setiap bukit yang dipilihnya dan setiap lubang gua yang dia masuki.

Wiiik wiiik wiiik!

Justru yang dijumpai oleh Purwasaga adalah lolot di sejumlah lubang. Lolot jika berjumpa dengan seseorang, dia tidak akan menyerang, tetapi langsung kabur dengan kencang sambil wik wik wik. Pada dasarnya lolot itu binatang penakut meski dia berkuku tajam dan berparuh besar.

Purwasaga tidak mengejar satu pun lolot yang dia jumpai ketika masuk ke dalam lubang-lubang bukit hingga ke perut bukit yang menjadi muara bagi lubang-lubang yang bertebaran.

Entah berapa banyak bukit yang dimasuki oleh Purwasaga. Sampai-sampai dia cukup kelelahan. Dan singkat waktu, Purwasaga belum berhasil menemukan Bukit Telur Lolot hingga hari gelap.

“Lolot yang ingin bertelur akan keluar dari lubang bukit di malam hari. Namun, jangan coba-coba bertemu lolot yang ingin bertelur di malam hari. Berbahaya.”

Itu sepenggal petunjuk dan peringatan yang diberikan oleh Lintha kepada Purwasaga sebelumnya.

Ketika malam sudah mulai benar-benar gelap, Purwasaga memilih bermalam di puncak salah satu bukit. Itu dia lakukan demi menghindari lolot yang keluar malam. Apalagi kondisi daerah itu gelap gulita tanpa setitik pun cahaya. Langit malam pun gelap tanpa bintang satu pun.

Dalam kesendiriannya, Purwasaga merenung. Sebelum dia tidur terlelap karena lelah mendaki bukit dan menyusuri banyak lubang , Purwasaga banyak berpikir.

“Jika aku bisa membangkitkan Pasukan Penghancur Samudera, berarti aku akan memiliki pasukan yang tidak terkalahkan. Jika kesaktian Bangsa Penjaga Biru jauh lebih hebat dari pendekar manusia, berarti aku akan menjadi orang yang tidak terkalahkan jika membawa Pasukan Penghancur Samudera ke Pasir Langit. Hahaha!” pikir Purwasaga lalu tertawa sendiri di dalam hati.

“Tapi … apakah bisa pasukan itu menembus Karang Bolong Buana? Jika aku berhasil membangkitkan Pasukan Penghancur Samudera, lalu Istana akan menghukum siapa? Aku harus bertanya kepada Azhmar. Gadis rambut kuning itu pasti takut Istana akan membantai seluruh keluarganya. Tapi … jika menguasai pasukan terkuat, bukankah dia bisa melindungi seluruh keluarga besarnya? Wah, Lintha pasti salah mengira.”

Demikianlah salah satu penggalan apa yang dipikirkan dengan serius oleh Purwasaga.

Dag dag dag…!

Wik wik wik…!

Di saat sepasang kelopak mata Purwasaga sudah berat dan hendak terlelap, tiba-tiba terdengar suara lari kaki yang kokoh dan ritmenya cepat. Itu membuat Purwasaga cukup terkejut dan sepasang matanya seketika menjadi ringan. Pasalnya suara itu berlari mendekat ke arahnya.

Purwasaga kemudian menjadi lega karena lari itu hanya lewat dua jangkauan dari posisinya terbaring. Saat makhluk itu melintas, terdengar pula suara “wik wik wik” yang volumenya halus. Suara wik wik wik itu menunjukkan identitas makhluk apa yang baru saja melintas.

“Aku pikir lolot tidak akan lewat di puncak bukit,” batin Purwasaga.

Mendadak Purwasaga tersadar akan sesuatu.

“Jangan-jangan lolot itu mau pergi bertelur. Jika dia mau bertelur, pasti pergi ke Bukit Telur Lolot. Jika aku ikuti, pasti aku akan tahu yang mana Bukit Telur Lolot,” pikir Purwasaga.

Pendekar manusia itu segera bangun duduk dari rebahannya. Ia memandang ke arah kepergian lolot yang melintas tadi.

“Tapi gelap sekali,” ucap Purwasaga lirih.

Purwasaga memang tidak bisa melihat apa-apa ke depan sana atau ke arah kaki bukit. Suara lolot berlari sudah tidak terdengar lagi, artinya lolot yang melintas tadi sudah pergi jauh.

“Jika ingin mengikuti lolot yang mau pergi bertelur, aku harus berada di bawah,” pikir Purwasaga berusaha pintar.

Cus!

Purwasaga lalu menyalakan kedua tangannya dengan sinar merah. Di sekitar dua tangan yang bersinar merah itu ada butir-butir sinar putih kecil berjumlah sepuluh butir. Itu adalah ilmu Genggaman Merah Putih, salah satu ilmu pamungkas si pemuda.

Namun, cahaya sinar itu tidak seperti lampu LED. Daya penerangnya hanya memberi penerangan yang samar-samar di tanah. Jangkauannya tidak jauh.

Bermodal cahaya dari sinar di tangan, Purwasaga berjalan hati-hati untuk menuruni bukit. Dia memilih jalur yang tadi dia lalui untuk naik. Meski dia seorang pendekar, tetap harus hati-hati. Bukan cerita yang membanggakan jika seorang pendekar jatuh berguling-guling hanya karena menuruni bukit.

Wiiik wiiik wiiik!

Blug!

“Aaakk…!” jerit Purwasaga panjang.

Di kala Purwasaga sedang berhati-hati menuruni bukit, tiba-tiba ada yang berkelebat melintas dan menyerempet bahu kirinya.

Sekejap sebelum sesuatu yang melintas itu menyenggol bahu kiri Purwasaga, terdengar suara “wik wik wik” versi panik atau marah. Sama ketika lolot bersuara panik saat dikejar pemburu.

Senggolan di saat posisi sedang di pinggang bukit itu membuat Purwasaga tidak mampu mengendalikan dirinya yang langsung terdorong. Pijakan yang rentan membuat Purwasaga jatuh, lalu berkelanjutan dan konsisten.

Berkelanjutan jatuhnya dan konsisten guling-gulingnya menuju ke bawah. Purwasaga bahkan memekik panjang.

Sementara lolot betina yang genit main senggol telah hilang di dalam kegelapan.

Sepertinya akan menjadi cerita yang tidak membanggakan tentang seorang pendekar yang jatuh berguling-guling hanya karena menuruni bukit.

“Aaakkh!” erang Purwasaga ketika gulingan tubuhnya akhirnya terhenti di kaki bukit. Nyala kedua tangannya telah padam sejak ia mulai jatuh.

Cukup lama Purwasaga tidak segera bangkit. Gulitanya malam membuatnya seperti tidak ada jika tidak bersuara.

Akhirnya Purwasaga bangkit juga setelah menikmati sensasi berguling puluhan kali menuruni bukit. Namun, keberuntungan belum juga berpihak kepada Purwasaga hingga detik itu, pasalnya ia kehilangan arah. Gelap yang total membuatnya kehilangan arah.

“Arah mana lolot tadi pergi?” batin Purwasaga sambil wajahnya bergerak seperti radar. “Bukit ada di sisi kiri.”

Pemuda itu segera memastikan badan bukit ada di sebelah kirinya. Ia kembali menyalakan dua tangannya dengan sinar merah yang dihiasi sepuluh butir sinar putih.

“Salah arah sedikit, tetap saja akan tersesat,” pikir Purwasaga.

Akhirnya, dengan bantuan sinar merah di kedua tangannya, Purwasaga berjalan malam. Ia meninggalkan kudanya yang entah tadi dia tambat di sisi mana. Ia mengikuti jalan apitan dua kaki bukit. Namun, ketika bertemu jalan persimpangan, bingunglah dia dalam memilih belokan.

Purwasaga kemudian meraup batu kerikil segenggaman di tanah.

“Belok kanan, belok kiri, kanan, kiri, kanan, kiri, kanan….”

Purwasaga memilih sambil melepas satu demi satu kerikil di genggamannya.

“Kanan,” sebutnya untuk buangan kerikil terakhir. “Berarti belok kiri.”

Purwasaga lalu memilih jalan belok kiri. Dia memasuki jalan yang diapit dinding batu kanan dan kiri, seperti lorong alam. Dia tetap mengandalkan cahaya dari sinar merah-putih di tangannya yang tampak indah.

Lorong itu tampak buntu di depan karena tertutup dinding batu. Namun, ketika Purwasaga kian dekat, cahaya menunjukkan ada bayangan dinding kanan yang samar di tembok depan, menunjukkan ada jalan yang berbelok kanan, tidak buntu.

Semakin dekat, semakin terlihat jalan yang berbelok kanan. Dan ketika Purwasaga sampai di tikungan dan berbelok, tiba-tiba….

“Hah!” kejut Purwasaga.

Tepat di depannya telah berdiri sesosok makhluk besar yang tingginya lebih tinggi dari kepalanya. Purwasaga mematung sejenak dengan netra berusaha mengenali makhluk apa yang hanya dua jangkauan tangan di depannya.

Cahaya dari sinar merah membuat sepasang mata makhluk besar itu berkilat dengan posisi menyamping.

Wiiik!

Pekik makhluk besar itu sangat kencang dan panjang dengan paruh besar yang terbuka lebar, sementara kepalanya berayun mematuk ke arah kepala Purwasaga.

“Uwaaak!” pekik Purwasaga sangat terkejut sambil cepat melempar punggungnya ke belakang sebelum kepalanya bolong dipatuk paruh kepala burung sebesar kepala gajah.

Tanpa sengaja, Purwasaga berpapasan dengan seekor lolot besar di tikungan. (RH)

1
rajes salam lubis
zonk udah kena suap,ciri khas warga +62
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
burung yang suka menggelitik sampai ketawa Kik Kik Kik 🤣🤣🤣😁😆
Om Rudi: burung apakah itu?
total 1 replies
ˢ⍣⃟ₛ🏡s⃝ᴿ 𝐚𝐧𝐭𝐢𝐞
wahhhh kendaraan yang di pakai cukur , pakai rem cakram om 🫢😃
Om Rudi: kayaknya 🤭
total 1 replies
rajes salam lubis
pinisirin
rajes salam lubis
alamak
rajes salam lubis
gak perlu di jelaskan la om,buang buang tenaga..bukan buang hajat y!
Om Rudi: 🤣🤣🤣 biar jumlah katanya cepat terpenuhi
total 1 replies
rajes salam lubis
terong ungunya y terang om
Om Rudi: heheheheh
total 1 replies
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
oseng kates wae om dr pada kol wes lah mboh om mumet aq enek rendang enek oon
hahhhh
Om Rudi: 🤣🤣🤣🤣sing sabar Mbak Ayu
total 1 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
gak handukan dulu om kan masih basah kuyup abis berenang 🤣🤣🤣😁
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎: widihhhh 🤣🤣
total 2 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
terong dicabein maknyuzzz 🤤😂😂
Om Rudi: jiahahahah
total 1 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
Selabak level berapa om 🤣🤣🤣😁
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎: pedes cukupan 😃😄
total 2 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
kalo pepatah negeri Konoha " walau bapak salah asal bahagia kita diam saja" 🤣🤣🤣😁😆🤪
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎: ok gas polll mpe jeboll 😂😂😂
total 2 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
nama singa jantannya siapa om 🤔🤔😆
Om Rudi: aduh, lupa Om kasih nama
total 1 replies
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎
Ozeng Bazo lebih enak om 🤣🤣🤣😁
😎 ȥҽɳƙαɱʂιԃҽɾ 😎: minta tolong istri suruh masakin 😉
total 2 replies
ˢ⍣⃟ₛ🏡s⃝ᴿ 𝐚𝐧𝐭𝐢𝐞
Azhmar itu bangsa Demit om
Om Rudi: Om juga belum tahu🤭🤭
total 1 replies
👣Sandaria🦋
hatiku gak sedalam itu lho Om. cukup dengan menyentuh dadaku, pasti Om dapatkan hatiku 🙄😘🤣
Om Rudi: hihihihi 🤭🤭
total 1 replies
👣Sandaria🦋
ingat, Om. yg oon nya gak boleh nular ke authornya itu kan?😂
Om Rudi: kenapa?
total 1 replies
👣Sandaria🦋
asli ini pasangan kodok, Om🙄😂
Om Rudi: asli dong🤣🤣
total 1 replies
👣Sandaria🦋
anak didiknya Rajes Salam pasti🙄
👣Sandaria🦋
plus tali pengikat burungnya kemarin 🤣
Om Rudi: Om mah sudah lupa, Mak Imut mah ingat aja
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!