Terlahir dari rahim seorang wanita yang mendapat julukan sebagai pelakor atau orang ketiga bukan kemauan Kanza Qiara Mecca. Gadis cantik yang kini sudah menjadi piatu sejak usia nya tiga bulan itu harus menanggung keras nya hidup di keluarga orang yang telah ibu hancurkan. Setiap hari dia selalu mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari ibu dan kakak tiri nya. Sosok ayah yang selama ini diaharapkan pun tidak bisa melakukan apa pun melihat hal itu.
Penderitaan Kanza tidak berhenti di situ saja, sebulan sebelum pernikahan sang kakak justru dia mendapati dirinya berada dalam satu kamar dengan calon kakak ipar nya dan hal itu membuat dia harus terjebak dalam sebuah ikatan pernikahan tanpa cinta dengan sosok pria angkuh, dingin dan arogan Kenan Diyaksa.
Bagaimanakah kehidupan Kanza setelah mendapat gelar seorang istri dari calon kakak ipar nya? Apakah kebahagiaan yang selama ini dia harapkan akan dia raih?
Yuk….kepoin karya baru author “ Ikatan Tanpa Cinta “happy reading gaes😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ny.Irawana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 18 Pindah rumah
"Kamu suka ma rumah nya Za?"
Saat ini kedua nya sedang berdiri di depan rumah mewah dan besar. Rumah itu juga berada di kawasan elit, sangat berbanding terbalik dengan rumah mereka yang sebelumnya.
Kanza berdiri mematung melihat rumah besar dan mewah di hadapan nya. Gadis itu masih merasa bingung mengapa Kenan membawa dia ke rumah ini.
"Ehm...ini rumah siapa mas?" tanya Kanza sambil berbisik.
"Kamu suka?" alih - alih menjawab pertanyaan istri nya dia justru menggandeng tangan Kanza dan membawa nya masuk ke dalam rumah itu.
"Mas...kenapa kita main masuk ke rumah orang begitu saja. Nanti kalau yang punya marah gimana?"
Kenan menghentikan langkahnya setelah mereka sampai di ruang tamu.
"Ini rumah kita Za, mulai sekarang kita tinggal di sini. Dan ini kan yang kamu inginkan?"
"Hah...apa maksud mas Kenan?"
"Ck...ngga usah sok polos gitu lah, apa coba tujuan kamu jebak aku di hotel waktu itu kalau bukan karena ini, rumah mewah, fasilitas mewah dan kartu no limit ini", Kenan langsung mengeluarkan sebuah black card dari dompet nya dan melemparkan nya ke arah Kanza.
Gadis itu langsung terkesiap menangkap kartu tersebut", aku tidak mengerti apa yang mas Kenan maksud ! Rumah mewah, fasilitas mewah apa ! Dan ini apa maksud nya mas?"
"Ngga usah munafik deh Za, kejadian di rumah kemarin kamu sengaja kan? Biar kamu bisa pindah di rumah yang besar dan mewah seperti ini terus mendapatkan fasilitas mewah iya kan? ngaku aja deh kamu ! ngomong dari awal Za, kalau kamu mau seperti itu, tidak usah melakukan hal yang memalukan sampai harus mengadu pada papa segala. Kayak anak kecil !"
Kanza sangat terkejut dengan apa yang Kenan katakan, bahkan gadis itu sampai melongo", aku hampir saja kehilangan nyawa dan kamu menuduh ku itu hanya akal - akalan ku saja mas ! Jahat kamu mas !"
"Mau kemana kamu !" teriak Kenan yang melihat Kanza yang hendak keluar dari rumah itu.
"Pulang !"
"Pulang kemana ! ini rumah kita sekarang Za, jadi ngga usah kebanyakan drama kenapa ! Aku sudah terlalu pusing dengan hal ini, kamu mau aku tidak dianggap anak lagi oleh papa karena membiarkan kamu tinggal di rumah jelek itu lagi iya ! Sekarang aku perintahkan Kamu masuk !" teriak Kenan dengan nada yang dingin dan terdengar sangat menyeramkan.
Kenan seperti nya sudah kembali ke mode yang sebelumnya, bersikap dingin dan ketua lagi.
"Kenapa kamu berubah mas, bukan kan kemarin kamu ..."
"Aku terpaksa bersikap seperti itu pada kamu karena papa. Aku tidak ingin kehilangan semua harta dan wanita ku hanya karena orang licik seperti kamu Kanza Qiara Mecca ", ucap Kenan sambil berlalu pergi.
Namun baru beberapa langkah pria itu berhenti dan membalikkan badan nya.
"Kamar kamu berada di sebelah sana, dan ingat lantai dua adalah wilayah ku. Jangan sampai kamu menginjakkan kaki mu di sana ! Semua peraturan yang ada di rumah ini masih sama dengan yang dulu. Dan satu lagi, jika ada papa kamu harus bersikap layak nya istri bahagia, awas saja kalau kamu mengadu yang tidak - tidak pada papa!"
Setelah mengatakan hal itu, Kenan langsung menaiki tangga menuju ke lantai dua.
Kanza menatap punggung sang suami dengan tatapan yang mengembun. Baru saja dia berharap akan pernikahan ini namun semua nya menguap begitu saja seperti angin lalu karena Kenan sudah kembali seperti itu dulu.
"Sakit sekali hati ini mas".
Karena badan nya masih terasa sedikit lemas, Kanza akhir nya memutuskan untuk masuk ke dalam kamar yang Kenan maksud.
Kamar itu memang lebih besar dan lebih mewah pasti nya dengan berbagai furniture mahal seperti sofa dan lain nya di bandingkan dengan kamar sebelumnya, namun bagi Kanza sama saja tidak ada hal yang istimewa bagi nya.
Gadis itu memutuskan untuk merebahkan diri di kasur, tidur adalah keputusan yang tepat bagi Kanza saat ini. Pikiran , hati dan badan nya sudah terlalu capek dengan semua kepalsuan suami nya. Black card yang Kenan berikan tadi dia letakkan di meja rias, besok pagi dia berniat untuk mengembalikan pada sang suami.
Dia masih cukup punya harga diri, selama masih punya kaki dan tangan yang sehat dia masih bisa berusaha untuk menghidupi diri nya sendiri. Dari pada harus menggantungkan hidup pada orang yang meremehkan nya.
"Ah iya sampai lupa, dari siang tadi kan ponsel ku mati. Sebaiknya aku cas dulu siapa tahu ada pesan penting yang masuk", ucap Kanza yang langsung beranjak bangun.
Ting,
Ting,
Ting,
Benar saja beberapa pesan pun masuk ke dalam ponsel Kanza, gadis itu menghela nafas berat melihat beberapa pesan beruntun dari Arabella, rasa nya malas sekali untuk membuka pesan itu namun jiwa kepo nya juga menyala. Akhir nya Kanza pun membuka pesan itu.
"Sudah aku duga, kalau tahu cuma mau di maki - maki kayak gini mending ngga usah aku buka sekalian tadi pesan nya. Terserah lah mba kamu mau bilang apa pun, lama - lama muak juga punya kakak seperti kamu mba!"
Kanza melempar ponsel nya di kasur, gadis itu pun kembali merebahkan tubuh nya. Tidak ada niatan untuk membalas pesan Arabella satu pun, karena jika dia membalas pesan dari kakak tiri nya itu yang ada justru perdebatan yang ngga akan ada akhir nya nanti.
Baru saja dia ingin memejamkan mata nya, tapi seketika dia teringat sepertinya tadi ada satu pesan dari nomer baru yang masuk. Kanza kemudian mengambil ponsel nya kembali dan membuka pesan tersebut.
0821xxxxxxx
Halo Kanza Qiara Mecca,
Saya Rendi Bastian dari AK Corporation,
Selamat, Anda dinyatakan lolos seleksi berkas untuk posisi sekretaris. Untuk itu kami mengundang Anda untuk mengikuti interview pada:
Hari/Tanggal: Rabu, 7 Juli 2026
Waktu: 10.00
Tempat : AK Corporation
Mohon balas pesan ini untuk konfirmasi kehadiran Anda (Hadir / Reschedule). Terima kasih.
"Hah....ini aku ngga salah baca kan? Aku dapat panggilan interview besok? Tapi tunggu dulu, aku kayak nya tidak masukin lamaran ke perusahaan itu deh. Kok aku bisa dapat panggilan interview dari perusahaan itu, dan posisi nya jadi sekertaris lagi. Ini kan bukan bidang aku. Jangan - jangan ini penipuan lagi", gumam Kanza yang merasa bingung.
Pasal nya dia ingat betul tidak memasukkan CV lamaran di perusahaan itu baik secara online atau pun offline kemarin. Tapi kenapa dia dapat panggilan dari perusahaan yang bernama AK Corporation.
"Dari pada penasaran lebih baik aku searching saja tentang perusahaan itu benar ada atau ngga " .