NovelToon NovelToon
Kamu Satu Dari Sejuta

Kamu Satu Dari Sejuta

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Hsnwy

Seseorang yang mengharapkan cinta dari orang yang paling ia cintai, justru adalah orang yang paling menyakiti. Hingga suatu saat mungkin harapan itu akan muncul dan menemukan seseorang jauh dan mampu memberikan rasa nyaman dan cinta.

Raisa adalah gadis yang baik, namun dia tidak seperti wanita pada umumnya yang di berikan cinta seluas samudera, berharap bahwa suatu saat nanti akan ada cahaya di balik kegelapan yang menyelimuti hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hsnwy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 - Sudah Kelewatan

Bab 18 - Sudah Kelewatan

Malam semakin larut ketika riuh dunia perlahan surut, menyisakan sunyi yang memeluk bumi. Langit menghitam pekat, menjadi panggung bagi kerlip bintang dan rembulan yang setia menjaga mimpi-mimpi yang mulai dirajut. Malam bukan sekadar penutup hari, melainkan jeda teduh bagi jiwa-jiwa yang lelah untuk merebah, melepas penat, dan bersiap menyambut fajar yang baru.

Namun tidak untuk Raisa dan Indri, mereka menghabiskan waktu mengobrol di taman dan kini melanjutkan obrolan mereka di balkon kamar Raisa, mereka menggelar kasur lipat, berbaring di bawah langit memandangi bulan dan bintang yang memancarkan sinarnya menerpa wajah keduanya.

"Apa kak Raisa, bahagia dengan pernikahan itu?" Meski tak punya pilihan lain, Indri tetap mempertanyakan dan menunggu jawaban sang kakak. Ia berharap meskipun pernikahan itu terjadi Indri ingin kakak satu-satunya hidup bahagia.

"Aku sendiri tidak tau, masih banyak keraguan dalam diri kakak. Tapi apakah kita punya pilihan lain?" Matanya menatap sendu ke arah bintang-bintang yang bertaburan di langit. "Apapun yang terjadi kedepannya, aku yang akan menanggung semuanya. Kamu fokus saja dengan kuliahmu. Kalau kamu berhasil kakak adalah orang pertama yang bangga mempunyai adik yang pintar." Wajah cantik itu masih tersenyum menatap adiknya, dalam keadaan hatinya sendiri kacau.

Indri memeluk Raisa dengan penuh kasih sayang, ia beruntung di berikan kakak yang baik walaupun mereka berbeda rahim. "Terimakasih ya kak, sudah jadi kakak yang baik?"

"Hm, kakak juga berterimakasih karena memiliki adik yang baik seperti kamu." Raisa mengelus rambut Indri penuh kasih sayang.

"Apa boleh selama kakak di sini, aku bisa tidur dengan kakak?"

"Sangat boleh dong."

"Makasih kak Raisa."

"Hm, sekarang kita masuk ya tidur, besok seharian kita habiskan waktu bersama, bagaimana menurutmu?"

"Maksud kak Raisa, kita jalan-jalan?"

"Iya, mulai dari salon, belanja, kulineran, pokoknya apa saja besok yang kamu mau dari kakak."

Indri sangat senang mendengarnya karna sangat jarang ia pergi berdua dengan Raisa hanya sekedar menghabiskan waktu, ia sibuk berkuliah sedangkan kakaknya sibuk bekerja di perusahaan Ardi ayah mereka. Mereka hanya ketemu pagi hari dan malam hari saat Raisa pulang kantor.

Keesokan harinya, mentari baru saja menampakkan sinarnya di ufuk timur ketika Raisa sudah terbangun. Ia menoleh ke samping, melihat Indri masih terlelap pulas dengan senyum tipis di bibirnya. Perlahan ia bangkit, menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Setelah semuanya siap, Raisa membangunkan Indri dengan lembut. "Bangun, adikku sayang. Hari ini milik kita sepenuhnya," ucapnya sambil tersenyum.

Mereka memulai hari dengan sarapan ringan namun lezat di ruang makan, berbincang santai tanpa tergesa-gesa. Setelah itu, mereka berangkat menggunakan mobil pribadi milik Raisa hadih dari Ardi sebagai hadiah ulang tahun. Tujuan pertama adalah salon langganan yang sudah lama ingin dikunjungi Indri. Di sana, keduanya memanjakan diri: mencuci rambut, memotong dan merapikan tatanan rambut, hingga merawat kuku dan wajah. Suasana di salon terasa santai, membuat Raisa sejenak melupakan segala kerisauan soal pernikahan yang menanti. Ia bisa tertawa lepas mendengar celotehan Indri yang antusias menjelaskan gaya rambut yang diinginkannya.

Siang harinya, mereka menuju pusat perbelanjaan terbesar di kota. Langkah Indri terasa ringan dan bersemangat seolah tak pernah lelah. Raisa dengan senang hati mengikuti kemana saja adiknya melangkah, bahkan tak segan membelikan pakaian, sepatu, dan perlengkapan kuliah yang sudah lama diidamkan Indri.

"Kak, ini terlalu mahal, nanti boros," protes Indri ketika Raisa membawakan satu set pakaian kerja yang bagus untuknya.

"Tak apa, ini tabungan kakak. Kamu butuh ini untuk masa depanmu. Lagipula, membuat adikku senang tidak akan pernah terasa sia-sia," jawab Raisa tegas namun lembut.

Saat perut mulai terasa kosong, mereka beralih ke lantai makanan. Hari itu mereka mencoba berbagai jenis kuliner khas Indonesia mulai dari soto, sate, hingga makanan Korean food dan minuman-minuman segar. Di tengah santapan, Indri tak henti-hentinya bercerita tentang kehidupan kampus, teman-temannya, dan rencana-rencananya ke depan. Raisa mendengarkan dengan penuh perhatian, sesekali memberikan nasihat dan dukungan. Mendengar impian Indri, hatinya terasa sedikit lebih tenang—setidaknya ia tahu pengorbanannya bukanlah hal yang percuma.

Menjelang sore, mereka berjalan-jalan santai di taman kota yang rindang, duduk di bangku sambil menikmati hembusan angin sore. Cahaya matahari yang mulai meredup menyelimuti mereka dalam kehangatan.

"Kak, hari ini adalah hari terindah yang pernah aku rasakan," ucap Indri tiba-tiba sambil memegang tangan Raisa. "Terima kasih sudah meluangkan waktu dan memanjakanku. Aku janji akan belajar lebih giat, agar suatu hari nanti aku bisa membalas semua kebaikan kakak."

Raisa tersenyum, matanya sedikit berkaca-kaca. Ia meremas tangan adiknya dengan lembut. "Tidak perlu membalas, Dri. Cukup bahagiakan dirimu sendiri dan jadilah orang yang sukses. Itu sudah lebih dari cukup untuk kakak."

Malam tiba, mereka pulang ke rumah dengan kantong belanja yang penuh dan hati yang jauh lebih ringan dibandingkan pagi harinya. Meskipun keraguan mengenai masa depannya masih ada, Raisa merasa hari ini memberinya kekuatan baru. Ia sadar, selama ia masih memiliki Indri dan kebahagiaan kecil seperti ini, ia sanggup menghadapi apapun yang akan datang—termasuk pernikahan yang telah ditentukan jalannya.

Namun saat masuk kedalam rumah ia di sambut oleh kata-kata Marla yang tak enak di dengar telinga. "Bagus ya, keadaan kita sedang tidak baik-baik saja tapi kalian berdua malah menghabiskan banyak uang hari ini?" Marla lalu merampas semua barang bawaan mereka hingga berserakan di lantai.

"Mah... Kenapa mama melakukan ini?" Indri berteriak marah, hingga Ardi yang berada di ruang kerjanya segera berlari menghampiri. "Apa mama tahu ini semua milik aku, kak Raisa yang belikan?" Sekali lagi wanita mudah itu berteriak sambil memungut semua barang-barang yang jatuh ke lantai.

"Ada apa ini?" Tanya Ardi yang melihat barang-barang berserakan di lantai, dan Marla yang berdiri melipat tangannya tanpa rasa bersalah apapun. Sedangkan Raisa masih terdiam tak percaya apa yang di lakukan oleh ibu tirinya.

"Papa, lihat ini. Mama, selalu saja seperti ini, mungkin dia berpikir kalau semua barang ini milik kak Raisa, padahal kakak tidak membeli apapun untuknya, semua milikku." Indri lalu meletakkan barang-barang belanjaannya di lantai dan berdiri mengadu ke Ardi sambil menunjuk Marla

"Apasih yang selalu kamu ributkan dengan anak-anak, jika kamu sudah tidak bisa merubah sifatmu kepada Raisa, dan selalu seperti ini membuat anak-anak tidak nyaman lebih baik...?" Ardi berhenti sejenak sebelum menarik nafas panjang lalu melanjutkan ucapannya. "Kita bercerai dan tinggalkan runah ini. Saya tidak membutuhkan wanita seperti kamu, yang tidak bisa menerima anak saya. Bahkan semua ucapan peringatan yang saya keluarkan tidak cukup untukmu?"

Marla terkejut, ini pertama kalinya Ardi mengucapkan perceraian di depannya. "Pah, apa yang kamu katakan?" Matanya melotot tak percaya.

"Itu karena kamu sudah kelewatan." Teriaknya sekali lagi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!