NovelToon NovelToon
Sword Wanderer Live'S Stream

Sword Wanderer Live'S Stream

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Anak Genius
Popularitas:177
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

Satu... dua... tiga..."

​Gua merem, terus ngebuka mata lagi. Angka yang ada di layar hologram tablet lipat di depan gua masih sama. Gak berubah, gak berkurang nolnya, dan tetep bikin mual.

​[Harga Eceran Resmi: 120.000.000 KRW (Termasuk Pajak)]

​"Seratus dua puluh juta won..." Gua ngegandeng dagu pakai kedua tangan, natap angka itu kayak lagi natap musuh bebuyutan di kehidupan lalu. "Ini mah bukan sekadar mahal, tapi udah gak ngotak buat kantong orang kayak gua."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2.pertaruhan jiwa

Dua hari ini rasanya kayak disiksa di neraka. Gua ngurung diri di kamar, gak mandi, gak nyisir, cuma makan mie instan doang sambil bolak-balik nonton *live stream* dari *pro-player* *'Warlords of Myth'* buat ngapalin *meta* terbaru. Untung aja memori kehidupan lalu gua masih seger bugar, jadi soal nguasain mekanik game yang rumit itu cuma soal waktu aja.

Gua natap jam di pojok kanan bawah layar laptop. Tepat pukul 23:55. Lima menit lagi pendaftaran ditutup.

"Oke, fokus. Ini bukan cuma soal main game. Ini soal balik ke kehidupan gua yang seharusnya," gumam gua, meyakinkan diri sendiri.

Gua ngebuka situs resmi LFG dan masuk ke dashboard pendaftaran. Gak lupa, gua nyiapin kamera *webcam* jadul yang resolusinya pas-pasan, cuma biar keliatan mukanya doang. Gak perlu *aesthetic*, yang penting fungsional.

**[Registrasi Berhasil!]**

**[Selamat Datang, 'SwordGod77'. Anda telah terdaftar sebagai peserta LFG Musim 7.]**

*SwordGod77*. Sebuah nama *username* yang agak *cringe* emang, tapi ya sudahlah. Itu doang yang kepikiran saking tegangnya.

Di layar langsung muncul notifikasi undangan buat masuk ke *server* Discord khusus peserta. Jinho bener, pendaftarannya gampang banget. Gak nyampe dua menit, nama gua udah nangkring di daftar partisipan yang jumlahnya ribuan itu.

Gua ngelirik ke sudut kamar. Sebuah kotak kardus super besar udah nyender di pojok, isinya *gear* VR *second* yang gua beli murah meriah dari temennya temen gua. Gak bakal sebagus *capsule* Nex-Gen 7 yang jadi hadiah utama, sih, tapi setidaknya ini satu-satunya alat yang gua punya buat ngelewatin babak penyisihan ini.

Risikonya? Besar banget. Alat standar ini gak punya sistem proteksi saraf buat kondisi kayak gua. Dokter udah wanti-wanti, kalau gua maksain pake ginian, kejang-kejang itu udah pasti, dan risikonya bisa koma permanen.

Tapi gua gak punya pilihan lain. Ini pertaruhan hidup dan mati. Kalau gua gak berani ngambil risiko sekarang, gua bakal selamanya jadi pecundang yang cuma bisa hidup dari kenangan masa lalu.

"Ayo," bisik gua, mantepin hati.

Gua nyeret kursi ke depan meja, tempat *gear* VR itu udah terpasang. Gua masang *headset* VR ke kepala gua, lalu masang sensor gelombang otak di pelipis. Rasanya dingin dan bikin gak nyaman.

**[Sistem Deteksi Gelombang Otak Diaktifkan.]**

**[Peringatan: Ketidakcocokan frekuensi terdeteksi. Penggunaan dapat berisiko tinggi.]**

Layar di depan mata gua kedap-kedip, nampilin peringatan warna merah darah. Suara sistem terdengar dingin dan mekanis, seolah-olah lagi ngingetin gua buat mundur selagi masih ada kesempatan.

Gua narik napas panjang. Gua pejamin mata, terus nginget memori masa lalu gua. Memori pas gua ngebantai ratusan prajurit dengan satu tebasan pedang. Memori pas gua berdiri di puncak menara tertinggi, nguasain dunia dengan ujung pedang.

Rasa takut itu perlahan-lahan ilang, keganti sama rasa percaya diri yang meluap-luap.

Gua ngebuka mata. Kali ini, tatapan gua tajam dan fokus. Gak ada lagi keraguan.

"Akses server kualifikasi LFG. Jalankan!" perintah gua.

Begitu perintah itu gua ucapin, layar di depan mata gua langsung berubah jadi warna putih menyilaukan.

Rasanya kayak ada listrik ribuan volt yang nyentak otak gua. Seluruh tubuh gua kejang-kejang hebat. Gigi gua gemeletuk. Rasa sakitnya luar biasa, seolah-olah otak gua lagi ditarik paksa keluar dari kepala.

Gua ngerintih, tapi suara gua ketelen sama deru suara sistem yang makin kenceng. Pandangan gua kabur, cuma keliatan garis-garis warna-warni yang menari-nari liar di kegelapan.

Ini dia. Rasa sakit yang selama tujuh tahun ini gua hindari. Rasa sakit yang bikin gua hampir mati bunuh diri pas pertama kali nyoba VR.

Tapi kali ini, gua gak bakal nyerah. Gua adalah *Sword God Wanderer*. Rasa sakit kayak gini bukan apa-apa dibandingin sama rasa sakit pas gua ditusuk pedang di kehidupan lalu.

Gua menggertakkan gigi, terus fokus ke target gua. Bukan kejang-kejangnya, bukan sakitnya, tapi dunia virtual di balik rasa sakit ini.

Pelan tapi pasti, rasa sakit itu mulai reda. Kegelapan di depan mata gua mulai kebuka sedikit demi sedikit. Suara sistem yang tadi menderu berubah jadi suara angin yang berhembus pelan.

**[Sinkronisasi Gelombang Otak: 50%]**

**[Sinkronisasi Gelombang Otak: 80%]**

**[Sinkronisasi Gelombang Otak: 100%]**

**[Selamat Datang di 'Warlords of Myth'.]**

Begitu suara sistem berhenti, dunia di depan mata gua berubah total. Bukan lagi kamar kosan gua yang sumpek, tapi sebuah lorong batu yang gelap dan lembab. Bau lumut dan darah kerasa samar-samar di hidung gua.

Di depan gua, berdiri dua orang prajurit kerangka dengan baju zirah karatan dan pedang yang udah tumpul. Mereka nengok ke arah gua, mata mereka nyala warna merah.

Kualifikasi pertama dimulai.

1
EAGLE EZ
mungkin nanggung
SecretivePlotter
sama pembesar otong
SecretivePlotter
kek manhwa itu inimah
EAGLE EZ: benar cuman ide nya di ambil dari novel misal coverbook nya cuy
total 1 replies
SecretivePlotter
pinjol
SecretivePlotter
ya gak usah beli
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!