Hana Yori putri dari pengusaha Yori. dia sudah tak memiliki ibu dan ayah, dia hanya hidup berdua dengan Gege yang sudah memiliki istri dan putra. saat itu Hana melihat mobil yang melaju kencang ke arah keponakan yang berumur 7 tahun
"Yosa...." teriak Hana dan mendorong tubuh keponakan nya agar tak tertabrak tapi sayang mobil itu menabrak tubuh Hana Yori dan terlempar sekitar 10 meter
"HANA......" teriak histeris Gege nya yang bernama Yohan. dia terkejut saat mendengar teriakkan sang adik yang menyebutkan nama Putranya istri Yohan segera mendekati Yosa putra nya sedang kan Yohan berlari mengejar tubuh adiknya yang sudah terkapar di tengah jalan raya. sedangkan mobil yang menabrak dia sudah di hentikan para warga
"Ha Hana.. Gege mohon bangun dik, jangan buat Gege takut" tangis Yohan sambil memeluk tubuh adik nya yang sudah tak sadarkan diri
Saat tangan nya memegang tangan untuk memastikan nadi sang adik dia tertegun
"TIDAK..
Cie penasaran ya 🤣 yuk mampir kecerita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
열여덟 번째 장
"Apa Atu boleh jadi pelayan Mei mei nya Gege?" tanya Bung Ci. Chyen Ming pun langsung berhenti dari jalannya, dia memutar tubuhnya.
"Boleh.... asal kau belajar dengan baik, dia walau masih kecil. otak liciknya terus berjalan" ucap Chyen Ming. dan melanjutkan langkah nya dan dia pun langsung melompat ke atas pohon di depan nya, banyak para warga yang masih duduk saat selesai makan bubur encer. saat melihat orang yang membantu nya melompat seperti kera membuat mereka yakin, bila. orang-orang yang membantu mereka bukan orang sembarangan.
Chyen Ming terus melompat mengunakan Ging gong nya, dia menelusuri setiap lembah di hutan belakang desa Ciun. saat Chyen Ming melihat ada sungai yang di halangi oleh bebatuan besar pun berdiri di sisi sungai, dia memiringkan kepalanya.
"Orang gila mana yang menutup jalan alir untuk desa Ciun? kebanyakan harta kah mereka?" ucap Chyen Ming. dia pun langsung mengikuti jalan air yang berbelok ke tempat lain, Chyen Ming melihat sebuah perkampungan yang terdalam di hutan itu.
"Desa? hee.. kok bisa ada desa makmur di dalam hutan ini? tunggu jangan-jangan ini desa bandit? hehehe.... Kalau benar, aku tidak akan malu-malu untuk mengambil seluruh harta kalian. setelah itu baru ku buat kalian tersapu oleh air yang kalian buat itu" ucap Chyen Ming. dia pun langsung mendarat di belakang bangunan yang paling besar, dia melihat sekitar dan langsung mencongkel jendela yang tertutup rapih.
"Ah**** tuan pelan-pelan... oh itu terlalu be*ar membuat ku ingin terus mende*ah" teriak seorang wanita. Chyen Ming memejamkan matanya, dia sangat sial karena mendengar suara membuat dia mual.
"Brengsek... sore-sore mereka main uh ah... untung aku sudah legal tidak di bawah umur" ucap Chyen Ming. dia masuk tanpa mendengar teriakkan dan erangan pasangan yang tidak dia kenal itu.
"boleh ku lempar bola yang mei mei berikan ngga sih?" gumam Chyen Ming. dia pun langsung melancarkan aksinya, mencari gudang harta milik para bandit ini. dan benar banyak para lelaki dan wanita yang sedang melakukan kegiatan menjijikan, bagaimana tidak menjijikan. Mereka bermain di satu ruangan, dan mereka bisa bertukar dengan pasangan yang sedang mereka Anu.
Chyen Ming dengan pelan-pelan mencari gudang penyimpanan harta, sedang semua para bandit dan para wanita mereka sibuk dengan dunia yang membuat mereka lupa dengan kewaspadaan.
Saat Chyen Ming mencari gudang penyimpanan harta, dia mendengar suara lirih seorang lelaki yang sedang duduk. dia seperti sedang ketakutan, Chyen Ming mencoba mendekati lelaki itu.
"Tidak tolong lepaskan saya... saya hanya ingin mencari sayur liar, istri dan anak-anak saya sedang menunggu saya... tolong biarkan saya pergi, saya janji tidak akan memberitahu kampung ini" ucap lirihnya. Chyen Ming melihat tubuh lelaki yang sudah penuh dengan luka, tidak hanya itu lengan nya di ikat kencang.
"Siapa kamu? apa kamu juga salah satu dari mereka? tolong lepaskan saya.. istri saya sedang hamil, dia pasti khawatir pada saya" ucap lelaki yang terikat itu.
"Siapa namamu?" tanya Chyen Ming.
"Sa saya Bung Min.... tolong biarkan saya pergi, saya janji tidak akan memberitahu orang-orang tentang kampung mekar ini" ucap pelan Bung Min. Chyen Ming mengerutkan keningnya, marga Bung. tunggu apa dia ayah dari Bung Wan.
"Apa kau ayah dari Bung Wan?" tanya Chyen Ming. Bung Min mendelik bagaimana lelaki tampan di depan nya mengenal putranya, tidak jangan sampai putra nya melakukan sesuatu yang tidak baik.
"Siapa anda? kenapa anda mengenal nama Bung Wan? Jangan lakukan apa pun... saya rela mati disini tapi jangan lukai Bung Wan" ucapnya. Chyen Ming mengangguk, sekarang dia tahu. siapa lelaki yang sepantaran ayahnya itu, walau Bung Min terlihat lebih tua dari umur nya.
"Jadi benar kau ayah dari Bung Wan dan Bung Ci juga adik nya? kau tenang saja... aku bukan seperti mereka, sini aku lepaskan ikatan mu dulu!" ucap Chyen Ming. Bung Min merasa tenang walaupun dia bertanya-tanya siapa lelaki ini, Chyen Ming melepaskan ikatan di tangan dia pun memberikan botol air mineral dan roti yang membuat Bung Min menelan saliva nya dengan kasar. dia sudah sekitar tiga hari tidak di beri makan, karena dia ketahuan akan kabur oleh anak buah bandit.
"Makan ini dulu... Oya apa disini ada yang di sekap juga? kalau ada dimana mereka?" tanya Chyen Ming. Bung Min menelan pelan air yang membasahi tenggorokan nya itu, air nya beda dari yang lain. air itu manis semanis para pembaca yang tetap mendukung author nya ini, 😉 Chyen Ming membiarkan Bung Min minum dulu.
"Ada sekitar sepuluh lelaki dan dua puluh wanita... wanita di yang di sekap di jadikan pelayan, kalau laki-laki mereka di jadikan tukang bersih-bersih... setelah selesai berkerja kami akan di perintahkan untuk masuk gudang lagi, kami di satukan di gudang dekat dapur tuan muda" ucap Bung Min. setelah meminum air putih yang sejuk itu, Chyen Ming mengangguk.
"Paman bisa berjalan? kalau bisa keluar kan mereka dan ajak menjauh dari kediaman ini.... kalian bisa mengambil jalur barat, itu terhalang dengan tembok irigasi sungai... Jangan terlalu jauh dari tembok itu, ini berikan mereka minuman ini" ucap Chyen Ming. sambil memberikan botol susu yang sebesar Yakult, paman Bung Min pun mengangguk dia masih bisa berjalan. Luka ini belum seberapa dibandingkan dengan pertama kali dia di bawa oleh para bandit itu, Chyen Ming pun langsung memberikan kode pada paman Bung Min.
Chyen Ming pun langsung melanjutkan pencarian nya, saat membuka gudang dia kepergok oleh seorang bandit.
SLING
BUG
"Boleh juga ini pedang dari mei mei... aku jadi rindu bocah cerewet itu" ucap Chyen Ming dengan santai menebas leher bandit yang hampir teriak.
Chyen Ming masuk sebuah ruangan matanya melotot saat melihat isi dari gudang itu. dia tidak menyangka para bandit ini sangat kaya, Chyen Ming pun tersenyum miring dan dia pun mengarahkan tangan ke dalam gudang itu.
"Kata mei mei ku juga Nemu ya... kalau Nemu harta harus di ambil takut dewa marah" ucap Chyen Ming sambil memasukkan koin emas itu ke cincin ruang.
CLING
Semua karung yang terisi koin emas itu hilang, Chyen Ming pun langsung keluar. dia melihat Bung Min yang tertatih berjalan keluar dari kediaman mewah ini, Chyen Ming mendekati paman Bung Min. dia melihat orang-orang yang di bawa Bung Min begitu kurus.
"Sudah semua paman?" tanya Chyen Ming. Bung Min yang terkejut pun langsung tersentak, semua orang yang di ajak Bung Min pun terdiam.
"Terkejut saya tuan muda... saya pikir kita ketahuan lagi" ucap Bung Min. Chyen Ming terkekeh, dia melihat semua nya dan mengangguk.
"Cepat menjauh..." ucap Chyen Ming. semua pun langsung menjauh, Chyen Ming naik ke atas pohon yang tinggi dan.
BOOM
DUAARR
BOOM
BERSAMBUNG.....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Teman-teman bantu laporin yuk... ini cerita Author, tapi dia ganti namanya yang harusnya Jessica menjadi Aurelia... dia bab nya sudah sampai 36... jujur kaget banget ada yang plagiat cerita Author di Fizzo,
dan tu tasyih phote untut mu 😁