NovelToon NovelToon
PEWARIS RAHASIA SANG MAFIA JEBAKAN MANIS SANG PENGASUH

PEWARIS RAHASIA SANG MAFIA JEBAKAN MANIS SANG PENGASUH

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Anak Genius
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: gendiz

Aline terpaksa menyamar sebagai pengasuh polos demi menyelidiki kematian misterius kakaknya di kediaman seorang leader mafia kejam sekaligus CEO, bernama Adrian. Di sana, ia harus mengurus anak kembar Adrian yang sangat genius namun manipulatif. Masalah rumit muncul ketika anak-anak tersebut justru sengaja menjebak Aline dan Adrian agar menikah, sementara Adrian mulai mencurigai identitas asli Aline yang ternyata memegang kunci rahasia masa lalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gendiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Alibi di Balik Kain yang Robek

Bab 27: Alibi di Balik Kain yang Robek

​Di bawah pendaran lampu darurat berwarna merah yang remang, cengkeraman tangan Adrian di pergelangan kaki telanjang Aline terasa begitu panas dan menekan. Sepasang mata elang sang bos mafia menyipit tajam, menuntut sebuah jawaban logis yang tidak mungkin dimiliki oleh seorang gadis desa biasa.

​Aline tahu, ini adalah momen krusial. Jika ia salah melangkah, kecurigaan Adrian yang sempat mereda di akhir ARC 1 akan meledak kembali dan menghancurkan misinya untuk menyelidiki kematian Kak Rena.

​"T-Tuan Besar..." Aline terisak lebih keras, tubuhnya sengaja dibuat gemetar hebat hingga kacamata berbingkai emas tipisnya hampir merosot dari hidung.

​Dengan gerakan canggung yang teramat natural, Aline menarik kakinya dengan tenaga yang sengaja dilemahkan, lalu buru-buru menarik sisa kain gaun sutranya untuk menutupi paha mulusnya yang terekspos. Wajahnya memerah sempurna, menampilkan kombinasi antara rasa takut mati dan rasa malu yang luar biasa sebagai seorang gadis udik.

​"A-Aduh, Tuan Besar... tolong lepaskan tangan Tuan... Ndak sopan sekali pegang-pegang kaki saya begini," cicit Aline dengan logat desanya yang kental, air matanya menetes membasahi pipi.

​"Soal kain ini... tadi waktu lampu mati pet, saya panik setengah mati, Tuan! Saya mau lari gendong Tuan Muda dan Nona Muda, tapi kainnya sempit sekali sampai saya tersandung kaki meja dan hampir jatuh jengkang! Karena takut anak-anak kenapa-kenapa, saya ingat kain gorden di desa kalau ditarik paksa pasti robek... jadi saya injak saja ujung bawahnya, lalu saya paksa lari sampai kedengaran bunyi srek ini! Saya ndak mikir baju mahal lagi, Tuan... yang penting anak-anak ndak ketembak!"

​Adrian menatap lekat-lekat ke dalam manik mata Aline. Ia mencari celah kebohongan, mencari kepanikan seorang agen yang tertangkap basah. Namun, yang ia temukan hanyalah binar ketulusan yang polos dan kepasrahan seorang pengasuh yang mengutamakan keselamatan anak-anaknya di atas segalanya.

​Alibi "menginjak ujung gaun lalu memaksa lari" secara fisika memang bisa menghasilkan robekan vertikal jika kain satin tersebut memiliki serat yang lurus. Ditambah lagi, fakta bahwa Aline rela bertelanjang kaki di atas pecahan kaca demi membawa si kembar kabur perlahan melunakkan dinding es di hati Adrian.

​"Dad, Kak Aline benar," Kenzo tiba-tiba menyela, menyembunyikan tabletnya di balik jas kecilnya sembari memasang wajah datar. "Kalau Kak Aline tidak merobek bajunya yang sempit itu, kami berdua mungkin sudah tertembak oleh senapan laras pendek musuh."

​Adrian terdiam beberapa detik, sebelum akhirnya melepaskan cengkeramannya dari pergelangan kaki Aline. Ia berdiri tegak, menyembunyikan rasa bersalah dan kecanggangan aneh yang mendadak menyerang dadanya.

​"Pakai ini," perintah Adrian rendah, melepaskan jam tangan Rolex-nya yang dilengkapi pelacak GPS militer dan memasangkannya secara paksa ke pergelangan tangan Aline. "Jangan dilepas. Jika kau terpisah dariku di koridor luar, Rendra bisa melacak posisimu."

​Pengepungan di Lorong Labirin

​Belum sempat Aline berterima kasih, suara derap langkah kaki bersepatu laras berat kembali menggema dari arah koridor luar panggung. Kali ini jumlahnya tidak sedikit—minimal ada enam orang yang bergerak dalam formasi taktis wedge.

​Klan Valerius sudah memblokade jalur evakuasi utama, batin Aline, indra pendengarannya langsung mendeteksi jenis senjata yang mereka bawa dari bunyi gesekan logam tali sandang senapan. Mereka memakai submachine gun.

​"Rendra, bawa anak-anak dan Aline lewat jalur pembuangan limbah di basemen dua," instruksi Adrian melalui earpiece komunikatornya yang terhubung ke kepala keamanan. "Aku akan menahan mereka di sini."

​"Tapi Tuan Besar, jumlah mereka terlalu banyak—"

​"Ini perintah, Rendra. Amankan pewaris Dirgantara!" potong Adrian tidak terbantahkan. Ia mengokang kembali pistol semi-otomatisnya, bersiap maju ke arah koridor gelap untuk menjadi umpan hidup demi menyelamatkan anak-anak dan... pengasuh barunya.

​Aline menatap punggung tegap Adrian yang mulai menjauh ke arah sumber suara langkah kaki musuh. Ada gejolak aneh di dalam dadanya. Pria yang selama ini ia sangka sebagai monster kejam pembunuh kakaknya, ternyata adalah seorang ayah yang rela mengorbankan nyawanya sendiri demi melindungi keluarganya.

​Namun, Aline tidak punya waktu untuk bimbang. Saat Rendra mulai menuntun Kenzo dan Keira berlari menuruni tangga darurat menuju basemen, Aline melangkah paling belakang.

​Matanya melirik ke arah sebuah tongkat besi dekoratif pembatas antrean yang tergeletak di lantai akibat kerusuhan tadi. Dengan gerakan super halus yang luput dari pandangan Rendra yang panik, Aline menendang tongkat besi itu dengan ujung jarinya, membuatnya meluncur pelan ke dalam genggaman tangan kirinya yang tersembunyi di balik lipatan kain gaun sutra hitamnya yang robek.

​Aku tidak akan membiarkan Adrian mati sebelum aku mendapatkan berkas kematian Kak Rena, bisik Aline di dalam hati, matanya berkilat dingin di balik kegelapan lorong basemen. Dan jika ada bajingan klan Valerius yang berani mendekati si kembar malam ini... mereka akan tahu kenapa aku disebut sebagai operator terbaik.

1
M. T🌻
aku mampir ya thor, semangat. jangan lupa mampir juga👍☺
gendiz: terimakasih 🙏 aaasiiiaaappp
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!